Drama Korea dengan genre kriminal atau penipuan merupakan salah satu genre yang menarik untuk diikuti. Biasanya dalam drama seperti ini penonton akan diajak mengikuti proses penyelidikan sebuah kasus yang semakin menegangkan di setiap episodenya. Salah satu drama dengan genre serupa yang pernah saya tulis reviewnya adalah
Signal.
Di tahun 2026 ini, hadir kembali sebuah drama Korea dengan genre kriminal berjudul The Art of Sarah. Drama ini dibintangi oleh Shin Hae Sun dan Lee Jun Hyuk sebagai pemeran utamanya. Drama ini mengangkat kisah tentang seorang wanita dengan banyak identitas yang membuat polisi kesulitan mengungkap siapa dirinya sebenarnya. Alur cerita yang penuh teka-teki membuat penonton terus dibuat penasaran hingga akhir.
Berikut adalah sinopsis Drama Korea The Art of Sarah.
Sinopsis Drama Korea The Art Of Sarah
Cerita dimulai dari ditemukannya mayat seorang wanita di gotong-gorong depan Mall Samwol. Mayat yang ditemukan ini tidak memiliki kartu identitas dan wajahnya sudah tidak dikenali sehingga menyulitkan polisi untuk mengetahui identitasnya. Beruntung dari tas yang dikenakan akhirnya diketahui kalau jenazah itu adalah Sarah Kim, kepala cabang dari sebuah brand tas mewah bernama Boudoir.
Identitas Sarah Kim ini sendiri mengantarkan polisi pada berbagai cerita. Jeong Yeo Jin, adalah orang pertama yang mengenali sosok Sarah dari tato yang dimilikinya. Pengusaha kosmetik ini kemudian bercerita tentang awal pertemuannya dengan Sarah dan hubungan persahabatan mereka.
Belakangan polisi kemudian mengetahui kalau Sarah Kim dulunya dikenal dengan identitas lain yakni Mok Ga Hui yang ternyata dulunya adalah karyawan di salah satu butik di Mall Samwol. Mok Ga Hui merupakan pelaku kasus penipuan penjualan tas mewah. Ia melakukan penipuan karena terjerat hutang setelah harus mengganti kerugian butik tempatnya bekerja yang mengalami perampokan saat ia sedang bertugas.
Park Mu Gyeong, selaku detektif yang bertanggung jawab terhadap kasus ini berusaha keras memecahkan misteri di balik kematian Sarah Kim. Namun semakin diselidiki, ia semakin dibuat pusing dengan berbagai penemuan baru terkait sepak terjang Sarah Kim. Rupanya selain menjadi Sarah Kim dan Mok Ga Hui, Sarah Kim memiliki beberapa identitas lain dengan berbagai kisahnya.
Siapakah sebenarnya Sarah Kim ini? Dan benarkah sosok mayat yang ditemukan selama ini adalah dirinya?
Karakter dalam Drama The Art of Sarah
Sarah Kim
Sarah Kim dikenal sebagai seorang sosialita pemilik cabang
brand tas mewah Boudoir di Korea Selatan. Brand ini dikenal sebagai brand yang hanya dipakai oleh kalangan kerajaan di Eropa. Di awal cerita diperlihatkan kalau Sarah Kim adalah sosok mayat yang ditemukan di Mall Samwol.
Mok Ga Hui
Seorang karyawan butik tas mewah di Mall Samwol. Ia kemudian terjerat hutang karena harus mengganti kerugian butik yang kerampokan saat sedang bertugas. Mok Ga Hui kemudian melakukan penipuan penjualan tas mewah yang dibelinya lewat kartu karyawan dan juga berhutang pada rentenir untuk mendapatkan modal.
Sayangnya hutangnya pada rentenir terlalu besar yang membuatnya nekat melakukan aksi bunuh diri. Kasusnya kemudian ditutup dan Mok Ga Hui dinyatakan meninggal meski mayatnya tak pernah ditemukan.
Du A
Setelah dinyatakan meninggal, Mok Ga Hui menjelma menjadi seorang gadis yang bekerja di klub malam. Suatu hari ia bertemu dengan rentenir bernama Hong Sung Shin yang menderita sakit ginjal dan memerlukan donor. Du A kemudian menawarkan dirinya untuk menjadi donor ginjal pada Hong Sung Shin tentunya dengan bayaran.
Kim Eun Jae
Kim Eun Jae adalah identitas baru Du A setelah menikah dengan Hong Sung Shin. Dengan identitas barunya ini, ia juga diberikan latar pendidikan baru yakni lulusan Oxford University. Di sinilah kemudian Kim Eun Jae berkenalan dengan kalangan kelas atas dan mulai membangun mimpinya memiliki brand mewahnya sendiri.
Kim Mi Jeong
Kim Mi Jeong merupakan seorang perajin tas yang direkrut Sarah Kim untuk membuat tas Boudoir yang ia desain. Sama seperti Sarah Kim, Kim Mi Jeong juga seorang yang tidak memiliki identitas resmi dalam hidupnya. Kesamaan inilah yang kemudian membuat lahirnya hubungan unik antara keduanya.
Park Mu Gyeong
Detektif Park Mu Gyeong ditugaskan untuk menyelidiki kasus kematian Sarah Kim. Dalam proses penyelidikan, ia harus menghadapi banyak kebingungan karena setiap petunjuk justru membuka identitas baru dari sosok wanita misterius tersebut.
Di Balik Brand Boudoir: Cara Sarah Kim Membangun Citra Tas Mewah
Salah satu hal yang menarik dari drama Korea The Ar of Sarah tentang bagaimana cara Sarah Kim membangun citra tas mewah yang dimilikinya. Pada awal cerita disebutkan kalau Boudoir adalah sebuah brand tas mewah yang hanya digunakan oleh anggota kerajaan Eropa selama ratusan tahun.
Padahal sebenarnya, tas tersebut merupakan hasil tempel-menempel desain tas mewah lain yang dilakukan Kim Eun Jae, dijahit oleh tenaga lokal, namun kemudian dikirim ke luar negeri untuk diberi sentuhan akhir dan akhirnya masuk sebagai barang impor mewah. Sarah Kim bahkan membuat sendiri versi palsu tasnya tersebut dan dijual di pasar untuk lebih meyakinkan pecinta brand mewah kalau tas yang dijualnya benar-benar mewah.
Dari sini kita bisa melihat bagaimana strategi marketing Sarah Kim dalam membangun citra dari brand yang dibuatnya, yakni dengan menjual cerita.
Sejak awal muncul keinginan untuk memiliki brand mewah sendiri, Sarah dengan konsisten membuat cerita kalau tas Boudoir adalah tas mewah kalangan kerajaan Eropa. Cerita ini kemudian disebarkan kepada para sosialita kelas atas yang pastinya merasa gengsinya terusik dan penasaran dengan brand tersebut.
Tanpa disadari, para pembeli tas Boudoir tidak hanya membeli tas tersebut, namun juga membeli status sosial dan cerita di balik brand tersebut. Melalui drama ini, kita pun bisa belajar bahwa dalam dunia bisnis, persepsi dan storytelling sering kali memiliki pengaruh yang sangat besar terhadap nilai sebuah produk.
Strategi marketing yang dilakukan Sarah Kim ini sebenarnya sangat bisa dicontoh bagi mereka yang ingin membangun usaha atau mendirikan brand-nya sendiri di era digital seperti sekarang. Jadi selain melakukan
promosi digital, pemilik usaha juga bisa menambahkan cerita brand yang dibuatnya sehingga memiliki nilai tambah.
Kesan Setelah Menonton The Art of Sarah
Sebagai sebuah drama dengan genre kriminal, The Art of Sarah cukup sukses membuat saya penasaran dengan misteri identitas dari Sarah Kim.
Drama ini tidak hanya mengajak penonton mengikuti penyelidikan kasus pembunuhan, tetapi juga memperlihatkan bagaimana seseorang bisa hidup dengan berbagai identitas sekaligus. Hal inilah yang membuat kasus yang ditangani polisi menjadi semakin rumit dan membuat penonton terus dibuat bertanya-tanya hingga akhir cerita.
Shin Hae Sun sebagai karakter utama dalam drama ini berhasil membawakan setiap karakter yang dimilikinya dengan sangat baik. Baik saat menjadi sosialita, karyawan butik yang terjerat hutang, hingga istri kontrak. Setiap karakter yang ia tampilkan terasa memiliki ciri khas yang berbeda.
Adapun Lee Jun Hyuk yang berperan sebagai detektif Park Mu Gyeong bisa dibilang karakter yang cukup unik karena berkat kejelian dan kengototannya dalam melakukan penyelidikan, pada akhirnya penonton pun bisa mengetahui kehidupan Sarah Kim.
Sayangnya sosoknya ini pada akhirnya dihadapkan pada dilema apakah harus benar-benar mengejar kebenaran atau menerima kebenaran lain yang ditawarkan demi harga dirinya?
Penutup
Secara keseluruhan, The Art of Sarah merupakan drama kriminal yang cukup menarik untuk diikuti, terutama bagi penonton yang menyukai cerita penuh misteri dan teka-teki. Alur ceritanya yang berlapis membuat penonton terus dibuat penasaran dengan identitas asli Sarah Kim hingga akhir cerita.
Selain menghadirkan kisah kriminal dan penipuan identitas, drama ini juga memperlihatkan bagaimana seseorang bisa menjalani berbagai peran dalam hidupnya. Sarah Kim hidup dengan berbagai identitas yang berbeda, masing-masing dengan cerita dan latar belakangnya sendiri.
Hal ini membuat saya teringat pada kehidupan perempuan di dunia nyata, terutama para ibu bekerja yang juga harus menjalani banyak peran sekaligus. Di rumah kita berperan sebagai ibu dan istri, sementara di tempat kerja kita juga dituntut untuk menjalankan tanggung jawab sebagai seorang profesional. Karena itulah penting sekali bagi seorang ibu bekerja untuk memiliki manajemen waktu yang baik agar kehidupan tetap seimbang.
Tentu saja situasinya sangat berbeda antara kehidupan ibu bekerja dengan yang dialami Sarah Kim dalam drama ini. Namun melihat bagaimana satu orang bisa menjalani berbagai peran membuat saya kembali menyadari bahwa perempuan memang sering kali harus mampu beradaptasi dengan berbagai situasi dalam hidupnya.
Mungkin itulah yang membuat The Art of Sarah terasa cukup menarik untuk ditonton. Tidak hanya menghadirkan misteri yang membuat penasaran, tetapi juga secara tidak langsung mengingatkan kita bahwa setiap orang memiliki cerita hidupnya masing-masing, termasuk bagaimana kita membangun identitas diri di tengah berbagai peran yang kita jalani.
Jika kamu menyukai drama dengan cerita misteri, identitas yang kompleks, dan karakter yang penuh lapisan, maka The Art of Sarah bisa menjadi salah satu drama yang layak untuk masuk dalam daftar tontonanmu. Dan jika kamu menyukai drama dengan karakter wanita yang kuat seperti Sarah Kim, kamu juga bisa membaca review drama Korea Undercover Miss Hong di blog ini.
Baca Juga
0 Komentar