Monday, January 14, 2019

Ini Dia 5 Tempat Makan Kuliner Khas Banjarmasin yang Patut Dicoba

January 14, 2019 10



"Tempat makan yang rekomended di sini di mana, ya?" 

"Tempat makan apa nih maunya? Yang khas daerah atau yang populer?" 

"Yang khas sini dong. Mumpung lagi jalan-jalan masa nggak nyobain makanan khasnya."

"Hmm.. ada beberapa sih. Besok deh kuajak jalan, ya."

Bagi sebagian orang, percakapan seperti ini pastinya tak asing kita temui saat bertemu dengan kenalan atau teman yang datang dari luar daerah kita. Memang selain tempat wisata dan oleh-oleh, tempat makan biasanya menjadi tujuan bagi mereka yang berkunjung ke tempat baru. Pastinya ada kepuasan tersendiri jika kita bisa menikmati langsung sebuah makanan khas di daerahnya.


Banjarmasin sendiri sebagai salah satu kota di Kalimantan Selatan tentunya juga memiliki beberapa menu khas Banjar yang kerap dijadikan rekomendasi bagi para pengunjung kota ini. Menunya ya nggak jauh-jauh lah dari soto, nasi kuning, lontong dan ikan bakar  yang memang sudah menjadi makanan khas Banjar. Tempat-tempat makan yang menyediakan menu-menu ini juga bertebaran di berbagai sudut kota. Lalu tempat makan apa saja yang menjadi rekomendasi jika kita sedang berada di Banjarmasin? Yukbaca postingan ini sampai selesai.

Soto Banjar Bang Amat

Jika kita bicara tentang makanan khas Banjar, maka mungkin jawaban yang paling sering keluar adalah Soto Banjar. Ya, masakan berkuah yang satu ini memang bisa dibilang primadonanya masakan khas Kalimantan Selatan. Rasa gurih perpaduan dari bumbu dan rempah-rempah membuat Soto Banjar sangat kaya rasa. Dan berbeda dengan soto-soto daerah lain, Soto Banjar disajikan dengan ketupat.

Di Banjarmasin sendiri pastinya cukup banyak restoran atau warung makan yang menyediakan menu Soto Banjar. Namun jika ingin menikmati sensasi makan soto di pinggir sungai dan diiringi alunan musik tradisional, makan teman-teman bisa mengunjungi Soto Banjar Bang Amat yang berlokasi di Jalan Banua Anyar No. 6. Soto Banjar yang satu ini cukup terkenal di kalangan wisatawan yang berkunjung ke Banjarmasin. Selain menyediakan soto sebagai menu utamanya, ada juga sate ayam yang kerap dijadikan menu pendamping saat makan soto. Satu porsi Soto Banjar di tempat makan ini bisa kita nikmati mulai dari Rp. 22.000,00.

Lontong Orari

Sumber : https://travel.kompas.com
Tempat makan kedua yang kerap menjadi rekomendasi kuliner di kota Banjarmasin adalah Lontong Orari yang berlokasi di Jalan Sungai Mesa, Seberang Mesjid, Banjarmasin Tengah, Kota Banjarmasin. Meski sebenarnya lontong di Banjarmasin termasuk dalam menu sarapan, namun untuk Lontong Orari malah lebih asyik dinikmati malam hari. Mungkin ini karena Lontong Orari ini dulunya merupakan tempat kumpul-kumpulnya anak muda komunitas Organisasi Radio Amatir Republik Indonesia (ORARI). Hmm, tahun berapa ya itu kira-kira?

Lontong Orari ini sendiri seporsinya terdiri atas lontong yang berbentuk segitiga, kuah lontong yang gurih dan lauk pauk berupa telur, ayam atau ikan haruan (gabus) plus sambal masak habang. Nah, untuk satu porsinya, Lontong Orari bisa dinikmati dengan harga kurang lebih Rp. 30.000,00.

Nasi Kuning Cempaka

Menu lain yang menjadi hidangan khas Banjar adalah nasi kuning. Menu ini umumnya disajikan saat sarapan dengan lauk yang beraneka ragam. Nah, salah satu warung makan nasi kuning yang cukup kondang dan legendaris di Banjarmasin adalah Nasi Kuning Cempaka. Nasi Kuning Cempaka ini memiliki berlokasi di Jalan Pasar Baru.
Dalam penyajiannya, Nasi Kuning Cempaka dibungkus dengan daun pisang. Lauknya sendiri bisa berupa telur, ayam, ikan haruan dan dendeng sapi dengan bumbu masak habang. Satu porsi Nasi Kuning Cempaka bisa kita nikmati dengan harga mulai dari Rp. 10.000,00.


Rumah Makan Fauzan


Dalam kesehariannya, rata-rata orang Banjar sangat menyukai menu ikan bakar untuk makan siang mereka. Karena itu tentunya juga tak afdol rasanya jika ke Banjarmasin tanpa mencicipi menu ikan bakar yang disajikan di warung-warung yang menyediakannya. Bagi teman-teman yang ingin mencicipi menu ikan bakar khas Banjarmasin bisa datang ke Rumah Makan Fauzan. Rumah Makan Fauzan ini memiliki 3 cabang yakni di Jl. Gatot Subroto No. 38, Jl. Sultan Adam dan di Jl. A. Yani km 11 yang kebetulan tak jauh dari tempat tinggal saya sekarang. Biasanya sih saat jam makan siang rumah makan ini akan ramai didatangi pengunjung yang rata-rata pegawai kantoran.

Di Rumah Makan Fauzan ini kita bisa menikmati aneka ikan bakar seperti Nila, Patin, Haruan, bahkan Udang Galah. Selain itu di rumah makan ini juga menyediakan aneka sayuran dan tentunya sambal untuk melengkapi makan kita. Pengunjung tinggal menyebutkan ingin memesan menu apa dan nantinya menu tersebut akan diantarkan ke meja kita. Nah, untuk menikmati makan siang di Rumah Makan Fauzan ini kita harus siap merogoh kocek minimal Rp. 50.000,00 yang pastinya sebanding dengan kelezatan makanan yang dihidangkan.


Mie Bancir Agus Sasirangan

Nama Mie Bancir mungkin masih terdengar asing bagi para wisatawan yang berkunjung ke Banjarmasin. Mie ini merupakan salah satu sajian khas Banjarmasin yang berupa mie kuning/mie merah dengan sedikit kuah sop ala Banjar dan diberi toping telur di atasnya. Disebut Mie Bancir karena kuah dari Mie ini tidak sebanyak sop biasanya.

Mie Bancir sendiri sekarang semakin populer sejak Agus Sasirangan yang merupakan runner up Master Chef Season 1 membuka warung Mie Bancir olahannya di Jl. Hasan Basri tahun 2014 yang lalu. Dengan kepopulerannya sebagai finalis Master Chef, pastinya sangat menarik perhatian pengunjung. Nah, untuk saat ini Agus sudah membuka beberapa cabang dari Mie Bancirnya ini termasuk di Duta Mal Banjarmasin.

Untuk varian menunya sendiri ada beberapa macam di antaramya Mie Bancir Original, Mie Bancir Ayam Bapukah, Mie Bancir Sosis, Mie Bancir Padas dan Mie Bancir Ceker Ayam. Satu porsi Mie Bancir ini bisa kita nikmati mulai dari Rp. 23.000,00.



Nah, bagi teman-teman yang berencana ke Banjarmasin, jangan lupa untuk mampir ke tempat-tempat ini ya. Pesan tiketnya bisa melalui pegi-pegi yang menyediakan jasa pembelian tiket pesawat, kerata api hingga pemesanan hotel. Apa? Harga tiket pesawat domestik mahal? Yah, mari kita semua berdoa semoga ada kebijakan baru sehingga harga tiket pesawat bisa kembali murah. Kalau mahal terus kan nanti malah banyak yang nggak bisa travelling dan akhirnya sektor wisata kita jadi sepi. Heu..

Wednesday, January 9, 2019

#AksiFlashBunda Siap Hadapi Anak Aktif Gak Takut Lebam

January 09, 2019 9




Hari itu, saya mengajak Yumna menginap di rumah neneknya. Kebetulan malamnya saya ada janji dengan beberapa teman blogger dan rasanya terlalu jauh jika saya harus pergi dari rumah sendiri. Lepas magrib saya pun bersiap. Mengenakan pakaian sesuai dresscode sementara Yumna bermain-main di buffet kecil depan cermin. Ibu saya sendiri juga berada di kamar yang sama untuk mengawasi Yumna.

"Yumna, hati-hati. Nanti jatuh," begitu pesan saya ketika melihat Yumna berusaha menaiki buffet.

Namanya balita, dilarang bukannya berhenti eh malah semakin semangat dong dia naik buffet-nya. Hingga akhirnya ketika saya berpaling sedikit terdengar suara jatuh dan tangisan Yumna. Bergegas saya kembali ke kamar untuk melihat kondisi Yumna. Saat saya tiba, tampak Yumna sudah tertelungkup di lantai sementara ibu saya berusaha mengangkatnya.

Baca juga : Grow Happy : Tak Hanya Sehat dan Tercukupi Nutrisinya, Anak Juga Perlu Tumbuh Bahagia untuk Masa Depannya


"Baru juga mama mau nangkap dianya sudah jatuh," kata ibu saya kemudian.

Segera saya mendekati Yumna. "Duh bibirnya berdarah," kata saya dalam hati. Saya pun memeluk Yumna dan berusaha menghentikan tangisan plus luka di bibirnya. Alhamdulillah tak lama kemudian Yumna mau berhenti menangis dan tertidur di ayunannya. Sekarang setiap kali ditanya soal bibir, Yumna akan menunjuk bibirnya sambil berkata kalau ada luka di situ. Heu.

***

Memiliki anak berusia 2 tahun seperti Yumna memang harus siap direpotkan dengan segala kelincahannya. Selain doyan panjat-memanjat, Yumna juga kerap melakukan aksi koprol dan loncat-loncat. Untuk urusan jatuh sendiri, pastinya tak hanya satu kali Yumna terjatuh saat sedang menaiki sesuatu atau saat berlari.

Kali lain, lagi-lagi saat di rumah neneknya, Yumna sukses jatuh jungkir balik dari sebuah kursi. Untungnya saat itu posisi jatuhnya termasuk aman dan tanahnya tidak keras sehingga saat saya periksa anggota tubuhnya, tak ada tanda luka atau lebam yang perlu dikhawatirkan.


Lebam, Si Biru yang Bikin Cenut-cenut

sumber : www.healthline.com

Bicara soal lebam, pastinya kita cukup familiar dengan si biru yang satu ini. Lebam atau memar biasanya muncul saat tubuh kita terbentur sesuatu. Kayak saya nih yang lumayan sering kena lebam karena kebentur meja atau lemari. Pernah juga lebam karena jatuh dari motor yang sukses bikin susah jalan. Namun ada pula lebam yang tiba-tiba muncul begitu saja di permukaan kulit ketika bangun tidur. Kalau yang begini, kadang orang tua kita akan mengaitkannya dengan hal mistis seperti dihisap jin. Heu.

Menurut wikipedia, memar atau lebam adalah suatu jenis cedera pada jaringan tubuh, yang menyebabkan aliran darah dari sistem kardiovaskular mengendap pada jaringan sekitarnya, disebut hematoma, dan tidak disertai robeknya lapisan kulit. Memar atau lebam ini ditimbulkan oleh trauma seperti tumbukan benda tumpul dan menimbulkan rasa sakit walaupun pada umumnya tidak berbahaya.

Luka lebam sendiri bermacam-macam tingkatannya. Ada yang terbilang ringan karena cuma meninggalkan jejak warna dan ada juga yang sampai bikin bengkak dan pastinya jadi nyeri. Biasanya nih, saat kita mengalami luka memar atau lebam terjadi perubahan warna dari kulit yang lebam tersebut. Urutannya adalah sebagai berikut

Merah 
Warna ini akan muncul sesaat setelah tubuh kita mengalami benturan. Setelahnnya, kita pun akan menyadari bagian tubuh yang terbentur menjadi sedikit bengkak dan terasa nyeri ketika disentuh.

Kebiruan hingga ungu gelap
Setelah 1 hingga 2 hari, warna merah akan berubah menjadi kebiruan hingga ungu gelap. Hal ini disebabkan oleh minimnya asupan oksigen dan juga pembengkakan di area sekitar memar. Akibatnya, hemoglobin yang berwarna merah akan berubah menjadi biru.

Hijau pucat
Memasuki hari keenam, warna kebiruan akan memudar dan berganti menjadi hijau pucat. Hal ini menandakan bahwa hemoglobin yang terdapat dalam darah mulai terurai dan proses penyembuhan sedang berlangsung.

Kuning kecoklatan
Setelah 1 minggu, warna hijau pucat akan menjadi kuning kecoklatan. Tahap ini merupakan tahap akhir dari proses penyembuhan memar. Memar tidak akan berubah warna lagi, melainkan menghilang secara perlahan dan kembali ke warna asli kulit.

Baca juga : Mengenal Penyakit TB pada Bayi dan Anak

#AksiFlash Bunda mengatasi Lebam

Sebagai seorang ibu, saya pastinya harus siap dan memiliki #AksiFlashBunda dalam menghadapi kondisi-kondisi tak terduga seperti jatuh dan lebam ini. Untuk luka lebam, sebenarnya dia akan sembuh sendiri selama 2 hingga 4 minggu tergantung tingkat luka lebam tersebut. Namun kita juga bisa lho mempercepat proses penyembuhan dengan melakukan beberapa cara, yakni:

  • Mengompres bagian tubuh yang terbentur dengan es
Langkah pertama yang dapat dilakukan untuk mengatasi lebam adalah dengan mengompres bagian tubuh yang terbentur dengan es. Suhu dingin akan meredakan proses pembengkakan dan peradangan. Selain itu, es juga membantu meminimalkan jumlah darah yang keluar dari pembuluh darah kecil ke jaringan sekitar. Perlu diingat jangan menempelkan langsung es ke kulit dan disarankan untuk membungkus es dengan handuk terlebih dahulu. Lalu, kompres luka memar selama 20 sampai 30 menit.

  • Mengangkat bagian tubuh yang mengalami memar
Setelah luka memar terjadi, kita bisa mencoba untuk memposisikan bagian tubuh yang memar lebih tinggi dari dada. Misalnya, bila memar terjadi di kaki, kita bisa duduk atau tidur dengan menyangga area memar dengan bantal. Hal ini dimaksudkan untuk mengurangi aliran darah ke area yang memar sehingga meredakan pembengkakan.

  • Mengompres dengan air hangat
Setelah sekitar dua hari mengompres memar dengan es, kita bisa mengganti kompres dengan air hangat. Suhu panas dapat memperlancar aliran darah, sekaligus mempercepat perubahan warna kulit kambali seperti semula. Caranya gunakan kain yang sudah direndam air hangat. Lalu, kompres bagian tubuh yang mengalami luka memar selama 10 menit. Lakukan ini dua sampai tiga kali sehari secara rutin.

  • Menggunakan Heparin sodium
Nah, selain cara-cara tersebut, kita jkuga bisa mempercepat proses penyembuhan lebam atau memar dengan menggunakan obat oles dalam bentuk salep ataupun gel yang mengandung heparin. Heparin sodium diekstrak dari dua sumber protein hewani, yaitu porcine yang berasal dari mucosa babi dan bovine yang berasal dari mucosa sapi. Heparin ini bekerja dengan cara melarutkan gumpalan darah yang berada di bawah permukaan kulit akibat memar, membantu mengurangi peradangan, serta melancarkan peredaran darah untuk mempercepat penyembuhan.

Baca juga : 4 Tanda Si Kecil Siap Toilet Training

Thromboflash Obat Oles untuk Luka Lebam


Bagi para Bunda yang ingin menggunakan obat oles untuk mengatasi memar/lebam, sekarang sudah ada obat oles Thromboflash untuk luka dalam/memar/lebam. Thromboflash diproduksi oleh Fahrenheit dengan bahan aktifnya adalah HEPARIN SODIUM 200 IU. Tak hanya itu, Heparin yang terkandung di dalamnya diambil dari bovine yang berasal dari mucosa sapi, yang membuat Thromboflash sudah bersertifikasi halal sehingga aman dan nyaman digunakan.


Cara penggunaan Thromboflash ini sangat mudah yakni cukup dioleskan tipis-tipis 2-3 kali sehari pada luka lebam. Bisa juga dioleskan pada sepotong kain kasa lalu ditempelkan pada bagian yang sakit. Namun harus diingat jangan pernah mengoleskan obat ini pada luka terbuka dan area sensitif seperti mata, yaa.

Dengan manfaat yang dimilikinya, menjadikan Thromboflash wajib ada di kotak P3K di rumah kita dan menjadi sahabat keluarga. Thromboflash ini memiliki 2 ukuran kemasan yakni 10 gr dengan harga sekitar 30 ribuan dan kemasan 20 gr dengan harga sekitar 50 ribuan. Dengan adanya Thromboflash ini, pastinya Bunda jadi gak takut lebam lagi dong yaa:)


Sunday, January 6, 2019

[Review] Pensil Alis Otomatis Purbasari Ultra Smooth Brow Liner

January 06, 2019 30



Sejak mengenal dunia peralisan (dan nyaris tak bisa lepas dari produknya), saya jadi lumayan gemar mencoba beberapa merk dan jenis produk alis yang ada di pasaran. Mulai dari yang paling umum digunakan seperti pensil alis, jenis eyebrow cream dan juga jenis serbuk. Tentunya ketiga jenis produk tersebut memiliki kelebihan dan kekurangannya masing-masing.

Nah kali ini saya akan mereview satu lagi produk pensil alis lokal yang baru saya beli beberapa waktu lalu, yakni Purbasari Ultra Smooth Brow Liner. Saya mengetahui produk terbaru Purbasari ini saat menonton channel youtube-nya Hai Ariani. Awalnya sih saya sempat ragu apakah harus membeli produk ini atau tidak mengingat Wardah Eyebrow Kit saya masih cukup banyak isinya. Tapi karena penasaran akhirnya saya beli juga produk pensil alis seharga Rp. 42.000,00 ini. Berikut review saya akan produk ini.

Baca juga : [Review] Wardah Eyebrow Kit

Kemasan


Purbasari Ultra Smooth Brow Liner merupakan salah satu produk pensil alis otomatis dari series Hydra yang diluncurkan Purbasari beberapa waktu lalu. Produknya dikemas dengan karton hitam glossy dengan gambar mata pada bagian depan serta keterangan produk dan cara pemakaian pada bagian belakang. Produk ini sendiri memiliki 2 pilihan warna yakni soft black dan natural brown.

Untuk produknya sendiri juga dikemas dengan warna hitam yang elegan dengan nama produk pada badannya dan memiki 2 sisi. Sisi pertama berupa produk pensil alis yang bisa diputar dan memiliki ujung segitiga. Adapun sisi kedua merupakan spoolie yang berfungsi untuk merapikan alis kita.

Kandungan


Kandungan dari Purbasari Ultra Smooth Brow Liner ini antara lain:
Hydrogenated Palm Kernel Oil, Polyethylene, Syntetic Japan Wax, Boron Nitride, Caprilic/Capric Triglyceride, Quaternium-18 Bentonite, VP/Eicosene Copolymer, Phenoxyethanol, Caprylyl Glicol
May contain : Black Iron Oxide (CI77499), Yellow Iron Oxide (CI77492),
Red Iron Oxide (CI77491)


Warna dan Tekstur 


Saat membeli produk pensil alis otomatis ini, saya memilih warna natural brown karena biasanya kalau warna hitam akan menghasilkan alis yang terlalu gelap dan salah-salah jadi seperti Sinchan. Nah, begitu saya coba warnanya di punggung tangan dan juga alis, ternyata pensil alis ini warnanya tidak coklat seperti yang saya kira, namun lebih mendekati abu-abu.

Untuk teksturnya sendiri cukup keras. Bagi beberapa orang termasuk saya, tekstur keras seperti ini sangat disukai karena lebih memudahkan dalam membentuk alis. Nah, sayangnya untuk bagian ujung pensil yang berbentuk segitiga saya kadang masih agak kesulitan menggunakannya untuk membingkai alis.


Baca juga : [Review] QL Eyebrow Cream

Cara pemakaian dan Hasil Akhir

Untuk menggunakan pensil alis otomatis ini, pertama-tama rapikan dulu rambut alis kita dengan menggunakan spoolie yang ada di salah satu sisi produk. Kemudian bingkai alis dengan pensil dan isi bagian dalamnya. Setelah itu, rapikan kembali hasilnya dengan menggunakan spoolie.

Hasil akhir dari produk ini menghasilkan alis yang terlihat natural dan seperti berserat dan saya menyukainya. Sedangkan untuk ketahanannya sendiri, Purbasari Ultra Smooth Brow Liner ini bisa bertahan kurang lebih 8 jam kalau tidak kena air.



Kesimpulan akhir yang bisa saya buat untuk produk pensil alis dari Purbasari ini antara lain:

Kelebihan :
  • Warna natural
  • Mudah diaplikasikan
  • Sistem putar membuat tak perlu meraut lagi
Kekurangan

  • Ujungnya yang berbentuk segitiga membuat agak sedikit tricky dalam menggunakannya
Nilai akhir : 3,5/5