ayanapunya.com

January 16, 2018

[Review] Mooimom Stretch Mark Cream

by , in

"Jangan digaruk pakai tangan perutnya, nanti berbekas," begitu kata ibu begitu melihat saya mulai memegang perut bagian depan. Saat itu usia kehamilan saya sudah memasuki 5 bulan. Perut yang dulunya lumayan buncit kini semakin besar seiring dengan pertumbuhan janin dalam kandungan.

"Gatal gimana dong?" balas saya pada ibu saya.

"Kalau mau garuk pakai sisir saja, jadi nggak ada bekasnya," kata ibu saya. Entah ini benar atau tidak, namun ibu saya selalu mewanti-wanti agar anaknya tidak menggaruk perut yang sedang hamil dengan tangan, namun dengan sisir agat tidak meninggalkan bekas.

Waktu pun berlalu. Perut saya semakin besar. Sialnya, seiring dengan membesarnya perut, muncullah guratan-guratan di perut saya. Stretch mark kalau kata orang. Padahal saya berusaha untuk tidak menggaruk bagian perut yang gatal dan mengolesinya dengan body lotion yang katanya bisa mencegah munculnya stretch mark saat hamil.

Lalu sebenarnya apa sih stretch mark itu?

Menurut alodokter.com, stretch mark adalah guratan yang sering nampak pada kulit bagian tubuh letak lemak terkonsentrasi, seperti di payudara, perut atas, lengan atas, pantat, dan paha. Guratan yang mulanya berwarna merah, merah muda, atau ungu ini lama kelamaan akan berubah menjadi warna putih atau kelabu, tergantung pada warna kulit.

Stretch mark sendiri ternyata bukan hanya bisa dialami oleh para ibu hamil, loh. Mereka yang berbadan gemuk juga memiliki potensi memiliki stretch mark ini. Ini karena dalam prosesnya, stretch mark terbentuk akibat adanya peregangan kulit entah itu karena penambahan berat badan atau karena kehamilan.

Stretch mark yang saya miliki sendiri bisa dibilang cukup banyak. Setelah proses melahirkan, saya sempat ngeri sendiri melihat bagaimana bentuk perut saya. Kendor dan penuh guratan berwarna kehitaman. Seiring dengan kembalinya bentuk perut, guratan stretch mark mulai mengecil dan meninggalkan tanda seperti garis-garis halus pada perut saya.

Untuk bisa menghilangkan stretch mark ini sendiri, ada beberapa cara yang bisa dilakukan. Salah satunya adalah dengan mengoleskan krim khusus untuk menghilangkan stretch mark. Nah, bicara soal krim stretch mark ini, ternyata Mooimom juga sudah mengeluarkan produk krim penghilang stretch mark, yakni Mooimom Stretch Mark Cream.

Mooimom sendiri adalah sebuah brand yang menyediakan aneka macam kebutuhan ibu hamil dan menyusui. Nama Mooimom sendiri diambil dari kata Mooi dalam bahasa Belanda yang berarti cantik. Mooimom didirikan tahun 2015 oleh seorang designer muda bernama Carolyn yang awalnya merasa kesulitan dalam menemukan produk ibu hamil dan menyusui yang berkualitas.

Saya sendiri sudah mencoba salah satu produk Mooimom ini, yakni Seamless Maternity and Nursing Bra-nya. Bra yang didesain untuk ibu menyusui ini memiliki desain yang sangat nyaman dipakai terbuat dari atas 90% nylon dan 10% spandek. Dari segi pemakaian sendiri, Seamless Maternity and Nursing Bra memiliki desain yang bisa menyangga payudara kita dengan cukup baik, meski tanpa kawat.

Pada bagian belakang bra terdapat 3 hook atau pengikat dengan 3 kaitan pada bagian belakang bra yang bertujuan untuk mengantisipasi perubahan kondisi payudara saat kehamilan maupun menyusui. Bagi saya yang berpayudara besar, adanya 3 kaitan ini sangat penting karena bisa membantu menahan beban payudara.

Baca juga : [Review] Mooimom Seamless Maternity & Nursing Bra

Untuk produk Mooimom Stretch Mark Cream ini sendiri, saya akan memberikan review berdasarkan first impression akan produknya.

Klaim Produk
  • Formula jernih, tidak lengket dan nyaman, cocok digunakan beberapa kali dalam sehari
  • Kemasan 30ml kecil, mudah dibawa, kapanpun dan dimanapun bisa memperbaiki kulit
  • Efektif mengembalikan elastisitas kulit dan mengurangi garis halus (stretch mark) pada masa kehamilan hingga pasca melahirkan
  • Tidak menyebabkan iritasi, tanpa alkohol, tanpa pigmen buatan dan aman untuk kulit

Kandungan

Ekstrak Edelweiss - Bunga Edelwiss tergolong langka karena hanya dijumpai di area pegunungan dengan tinggi mulai 1000 meter diatas permukaan air laut. Ekstrak dari bunga Edelweiss mengandung bahan antioksidan kuat, mencegah tanda-tanda penuaan, membantu melawan radikal bebas dan memberi efek menenangkan pada kulit.

Croton Lechleri Extract - Croton Lechleri Extract berasal dari getah pohon yang sebagian besar tumbuh di daerah Amazon. Croton Lechleri Extract mampu mengencangkan kulit, meregenerasi dan memperbaiki kerusakan sel kulit, anti-inflamasi, anti penuaan, meningkatkan elastisitas kulit, memiliki efek melembabkan yang sangat baik, memperkuat jaringan kulit, membantu menyamarkan stretch mark dan bekas luka serta menenangkan dan melembabkan kulit.

Minyak Biji Kakao Maroko - Minyak biji kakao yang kaya akan vitamin E, menjaga elastisitas kulit, mencegah kekeringan kulit dan keriput, memperbaiki masalah kulit, memperlambat garis-garis halus, mengurangi degradasi sel kulit dan mengembalikan elastisitas kulit.

Soluble Collagen Essence - Meningkatkan relaksasi kulit, memperbaiki tekstur kulit yang rusak akibat luka, memperbaiki kulit kering, meningkatkan dan menjaga kelembapan kulit, menjaga elastisitas kulit dan membuat kulit lebih berkilau dan kenyal.

Review produk

Mooimom Stretch Mark Cream dibungkus dengan kotak kardus berwarna putih dengan tulisan berwarna toska. Kemasan botolnya berukuran 30 ml dengan warna toska dan tutup berwarna bening. Pada bagian atas terdapat pump yang cukup nyaman ditekan saat akan mengeluarkan produknya.


Untuk produk cream-nya sendiri, Mooimom Stretch Mark Cream memiliki tekstur yang agak encer dengan warna putih susu. Begitu dioleskan ke kulit, produk ini menyerap dengan cepat dan tidak meninggalkan rasa lengket. Produk ini juga memiliki wangi yang lembut layaknya body lotion dan tidak menyengat.

So far, saya sangat menyukai produk terbaru dari Mooimom ini. Meski selama beberapa hari pemakaian ini saya belum menemukan hasil yang maksimal dari cream ini, namun saya sangat suka dengan teksturnya yang cepat menyerap di kulit dan tidak meninggalkan rasa lengket. Ukurannya yang travel friendly memudahkan saya untuk membawa produk ini kemana-mana. Selain itu, saya juga tidak menemukan tanda alergi atau iritasi setelah menggunakan produk Mooimom Stretch Mark Cream ini.

   

Bagi  teman-teman yang ingin mencoba Mooimom Stretch Mark Cream ini, bisa langsung membeli di website Mooimom dengan harga Rp. 299.000,00.  Dan untuk bisa lebih mengenal MOOIMOM dan produk-produknya, teman-teman bisa mengunjungi alamat-alamat di bawah ini:

Website Mooimom : www.mooimom.id

Fanspage Facebook : https://www.facebook.com/mooimomid/

Instagram Mooimom : https://www.instagram.com/mooimom.id/


January 15, 2018

5 Hal yang Ingin Dilakukan di Pantai Pandawa

by , in
Sumber gambar : www.spontieapp.com

Pantai apa saja yang ada di Bali? 

Kalau pertanyaan ini diajukan pada saya, mungkin saya hanya bisa menyebutkan 3 atau 4 nama. Padahal ada banyak sekali pantai di pulau Bali yang mungkin tidak akan khatam untuk didatangi. Entah itu pantai yang sudah dikenal lama, atau pantai-pantai tersembunyi yang menyimpan keindahan. 

Nah, salah satu pantai yang saat ini lumayan populer di Bali adalah Pantai Pandawa. Pantai Pandawa ini merupakan salah satu objek wisata yang terletak di Desa Kutuh, Kecamatan Kuta Selatan, Kabupaten Badung. Dari bandara Ngurah Rai sendiri, pantai ini berjarak sekitar 24,4 km memerlukan waktu kurang lebih 1 jam untuk tiba di sana. 

Salah satu hal yang menarik dari Pantai Pandawa adalah adanya 5 patung Pandawa berukuran 5 meter dengan lebar 2,5 meter yang dipahat di dinding kapur yang melindungi pantai ini. Jalan masuknya yang diapit dua tebing batu ini juga membuat Pantai Pandawa ini kerap disebut sebagai Pantai Rahasia. Jalan menuju pantai Pandawa sendiri merupakan merupakan bekas pertambangan batu dan masih terus dikembangkan. Jadi jangan heran kalau selama perjalanan kita disuguhi pemandangan mobil-mobil crane yang sedang bekerja. 


Untuk bisa memasuki Pantai Pandawa sendiri, kita cukup membayar tiket masuk per orang Rp 8.000,00 untuk wisatawan domestik dan Rp. 15.000,00 untuk wisatawan asing. Nah, jika sudah tiba di Pantai Pandawa, kira-kira apa saja sih hal yang bisa kita lakukan di sana? Berikut daftar yang saya buat jika mengunjungi pantai Pandawa:

Menengok patung Pandawa Lima

Seperti yang sudah saya tuliskan di atas, di dinding menuju ke Pantai Pandawa terdapat 5 patung para Pandawa yakni Yudistira, Bima, Arjuna, Nakula dan Sadewa. Kelima patung “penjaga” pantai tersebut diukir dengan indah oleh para seniman asli Bali. Di lokasi yang sama, ada pula patung Dewi Kunti yang merupakan ibu dari kelima ksatria Pandawa. Semua patung-patung tersebut berwarna putih dengan tinggi sekitar lima meter, diberikan kain warna ungu di bagian pinggang, dan berjajar menghadap ke pantai. Jika saya berada di pantai Pandawa ini, tentunya takkan melewatkan momen untuk sekadar berfoto bersama kelima Pandawa dong, ya?

Sumber gambar : blog.traveloka.com/
Menikmati keindahan pantai

Layaknya pantai-pantai lain di Bali, Pantai Pandawa juga memiliki pemandangan yang sangat indah. Pasirnya berwarna putih, ombaknya tenang dan airnya jernih. Bagi yang hobi berenang tentunya takkan melewatkan kesempatan berenang di pantai. Tapi kalau misalnya sedang tidak ingin berenang, bisa juga memandangi air laut di bawah kursi-kursi yang sudah disediakan untuk berteduh.
  
Bermain perahu Kano

Biasanya nih di pantai-pantai disediakan perahu atau banana boat bagi pengunjung yang ingin merasakan serunya mengarungi pantai. Nah, di Pantai Pandawa ternyata juga menyediakan kano untuk disewakan pada pengunjung. Untuk bisa menggunakan perahu kano ini, kita harus membayar Rp. 25. 000,00 untuk kano dengan kapasitas 1 orang dan Rp. 50.000,00 untuk kano dengan kapasitas 2 orang. Wah pasti seru banget nih mendayung sendiri mengarungi ombak di pantai Pandawa. Tapi kalau saya kayaknya memilih kano untuk 2 orang biar tidak terlalu capek mengayuh. Hehe.

Melihat Budidaya Rumput Laut

Selain sebagai tempat wisata, Pantai Pandawa ternyata juga dimanfaatkan untuk budidaya rumput laut oleh para penduduk. Lokasi budidaya rumput laut ini sendiri ada di sisi barat pantai. Penasaran dong ya bagaimana budidaya rumput laut itu.  Di sini kita bisa melihat langsung aktivitas para petani bekerja, mulai dati mengikat bibt, menanam hingga menjemur rumput laut. Bahkan katanya, kita juga diberi kesempatan untuk turut mencoba membudidayakan rumput laut. Wah, menarik sekali! 

Berburu Suvenir

Setiap kali mengunjungi sebuah tempat baru, kegiatan yang tidak boleh ketinggalan adalah berburu suvenir, toko yang menjual pakaian, kerajinan seni, kain, serta suvenir unik khas Bali. Kalau soal harga, katanya sih tidak jauh berbeda dengan membeli di toko oleh-oleh. 


Itulah dia 5 hal yang ingin saya lakukan jika mengunjungi Pantai Pandawa. Buat teman-teman yang ingin informasi lebih banyak tentang apa saja yang bisa dilakukan di Pantai Pandawa, bisa klik info ini, ya. 
 
Nah, ngomong-ngomong soal liburan ke Bali, tentunya sebelum berangkat ke sana terlebih dahulu saya harus memesan tiket pesawat dan sebagainya. Untuk urusan tiket ini, biasanya saya memilih Traveloka untuk memesan tiket pesawat saat akan berlibur.

Baca juga : Merencanakan Liburan ke Bali
 
Ada banyak fitur yang dimiliki traveloka saat ini. Salah satunya adalah paket tiket pesawat dan juga hotel dalam 1 paket. Dengan paket ini, kita bisa pesan tiket pesawat + hotel secara bersamaan. Ini tentunya akan lebih menghemat pengeluaran terutama jika dibandingkan dengan memesan tiket pesawat dan hotel secara terpisah. Selain itu juga tentunya bisa lebih menghemat waktu pemesanan karena tidak ribet buka aplikasi lain kan ya? 

Tambahan lagi nih, dengan pesan paket pesawat+hotel secara bersamaan di Traveloka bisa menghemat uang sampai 20% tanpa kode promo apapun. Jadi, kapan nih saya liburan ke Bali?
January 11, 2018

6 Tips Seru untuk Hijab Backpacking ke Bali

by , in


Liburan ke Bali memang seru. Banyaknya objek wisata yang tidak habis-habis untuk dinikmati ada di setiap sudut provinsi seperti pantai, air terjun, bukit, danau, pusat kesenian hingga pusat hiburan membuat saya penasaran sekali dengan provinsi yang satu ini. 
 
Ada banyak cara untuk bisa menikmati keindahan Bali. Mulai dari ikut perjalanan travel wisata hingga backpacking. Nah, untuk backpacing, sepertinya semakin banyak dipilih oleh para wisatawan dan turis asing. Dengan berwisata ala backpacking ini, diharapkan dapat lebih memfokuskan diri pada perjalanan dan setiap momen yang dilewati.
Backpacking sendiri dapat dilakukan oleh siapa pun, baik turis domestik, mancanegara, laki-laki, dan perempuan, termasuk yang memakai hijab. Nah, bagi teman-teman berhijab (termasuk saya) yang ingin melakukan wisata ke Bali dengan backpacking, ada beberapa hal yang perlu diperhatikan. Untuk lebih lengkapnya, simak tips hijab backpacking ke Bali berikut ini.

Baca juga : Merencanakan Liburan ke Bali
 
Bawa pakaian dengan bahan tidak mudah kusut 
Karena keterbatasan ruang di dalam ransel, cara efisien untuk menata pakaian adalah dengan menggulungnya. Agar tidak terlihat lecek saat kembali dibuka setelah berjejalan dengan barang-barang lain di dalam ransel, kita bisa membawa pakaian dengan bahan-bahan yang tidak mudah kusut. Pemilihan motif pun juga bisa jadi alternatif lainnya. Bila bahan baju favorit tidak terlalu antikusut, pilih bahan dengan motif yang dapat menyamarkan.
 
Hindari warna gelap dan bahan tebal
Kondisi geografis Bali membuat pulau ini memiliki cuaca relatif panas. Kita tidak mau dong acara jalan-jalan seru nan cantik jadi berantakan lantaran keringat yang tak kunjung terserap oleh pakaian.
Untuk itu, sebaiknya pilih pakaian dengan bahan-bahan yang ringan dan berwarna cerah. Sebagai antisipasi, kita bisa membawa satu buah jaket, kemeja flanel, atau outer lain yang cukup menghangatkan tanpa memberatkan bawaan. Outer ini bisa digunakan saat malam hari karena angin  yang lumayan kencang.
 
Gunakan hijab multifungsi
Tren hijab dengan two tone menjadi sangat ramai beberapa waktu belakangan. Sebabnya, hijab seperti ini dianggap lebih hemat dan praktis. Berkreasi dengan hijab tidak lagi harus menggunakan bertumpuk-tumpuk paris aneka warna. Pun untuk memadankan dengan warna dan motif baju, satu buah hijab saja cukup—hanya perlu dibolak-balik.
Bila memiliki hijab jenis ini, tidak ada salahnya dibawa. Dengan demikian, kita bisa meminimalisasi jumlah pasangan hijab dan pakaian. Bila satu hijab bisa digunakan untuk dua atau tiga pakaian, mengapa harus membawa satu per satu?

Baca juga : 5 Hal yang Perlu Dipersiapkan bagi Flashpacker Pemula

Padankan footwear
Seperti hijab, urusan footwear juga tidak jauh berbeda. kita bisa menyesuaikannya dengan destinasi yang akan dicapai dan pakaian yang dibawa. Dengan begitu, kita tidak harus membawa sepasang sandal pantai, flat shoes, dan kets secara bersama-sama.
Untuk kenyamanan selama bepergian, sepatu kets masih menjadi andalan banyak orang. Apalagi dengan kondisi Bali yang cocok untuk berjalan kaki jauh, sepatu ini akan membuat perjalanan menjadi lebih maksimal. Namun bila ingin mengunjungi pantai dan ada ruang tersisa dalam ransel, tidak ada salahnya membawa sandal tipis yang stylish.
 
Manfaatkan tube kecil
Namanya wanita, tentu tetap ingin terlihat cantik meski saat bepergian. Karena itu, krim pagi, krim malam, tabir surya, parfum, dan berbagai macam skin care dan make up jangan sampai ketinggalan. Agar tidak menghabiskan tempat, kita bisa memindahkan sebagian isi masing-masing produk yang akan dibawa ke tube atau wadah yang lebih kecil. Jangan lupa untuk menyesuaikan takaran dengan jumlah hari bepergian.
 
Pilih Akomodasi yang Aman dan Nyaman
Sebagai destinasi wisata berskala internasional, bukan hal susah bagi kita untuk menemukan penginapan. Mengingat kondisi hostel yang kurang memungkinkan untuk tetap membuat privasi  terjaga, kita bisa memilih hotel sebagai tempat menginap, misalnya di Airy Rooms.

Airy Rooms menyediakan banyak hotel murah di Bali yang bisa kita pilih. Di samping harganya yang sangat ramah kantong, lokasinya tersebar di beragam titik strategis di Bali. Kita bisa memilih dan melakukan reservasinya lebih praktis melalui website atau mobile apps untuk Andoid dan iOS.
Ada tujuh kenyamanan akomodasi yang tersedia di Airy Rooms ini: tempat tidur nyaman dan bersih, AC, TV layar datar, shower air panas, koneksi internet gratis, perlengkapan mandi, dan air minum gratis. Lengkap, bukan?
 
Itulah dia enam tips backpacking ke Bali bagi para wanita berhijab. Dengan enam tips backpacking ke Bali ini, acara hijab backpacking pun jadi lebih berkesan dan menyenangkan. Doakan saya bisa segera ke Bali yaa :) Happy Bali backpacking!
January 10, 2018

5 Alasan Susah Move On dari Drama Korea

by , in


Sekitar tahun 2002, sebuah drama Korea masuk pertama kali ke Indonesia. Ceritanya tentang sepasang adik kakak yang harus terpisah karena ternyata si adik adalah bayi yang tertukar di hari kelahirannya. Setelah terpisah selama sekian tahun, keduanya bertemu lagi. Hubungan yang dulunya saudara kemudian berkembang menjadi kisah cinta. Sayangnya drama ini berakhir tragis. Sang adik divonis kanker dan meninggal.

Bagi pecinta drama Korea, terutama generasi 90-an, tentunya tahu drama apa yang dimaksud. Ya, drama tersebut adalah Autumn in My Heart, atau yang lebih dikenal dengan nama Endless Love, yang sukses membuat kita berpaling dari drama Taiwan ke drama Korea. Sejak saat itu, kita mulai melupakan kegantengan Jerry yan dan terpesona pada Won Bin. Lima belas tahun sesudahnya, kita akhirnya menyaksikan bagaimana nona Song Hye Kyo yang masih imut kini menjadi nyonya Song Joong Ki.

Sumber : Kdramalove.com

Selama kurang lebih 15 tahun ini, tak terhitung berapa drama Korea yang sudah saya tonton. Mulai dari drama yang diputar di televisi swasta, hingga kini kita bisa dengan mudahnya menonton drama Korea yang sedang airing lewat internet. Saya ingat bertahun-tahun yang lalu suasana indekos ramai di sore hari karena menunggu kelanjutan kisah Jang Geum. Lalu kemudian muncullah masa saya rela begadang karena menonton secara marathon sebuah drama yang baru saja tamat di negerinya sana, yang mengakibatkan mata seret keesokan harinya. Well, kalau yang kedua ini kayaknya masih berlaku sampai sekarang. Heu.

Menonton drama Korea mau tak mau membuat saya mengenal beberapa hal tentang negaranya. Mulai dari makanan khasnya, bahasanya, trend ponsel terbarunya, hingga tentunya wisata andalannya. Seperti yang kita ketahui, Korea Selatan memang menjadikan drama Korea sebagai salah satu sarana mempromosikan keindahan negara mereka. Akibatnya tentu saja ada yang menjadikan Korea sebagai negara yang ingin dikunjungi dan pada akhirnya berhasil menginjakkan kakinya di negeri ginseng ini. Daebak banget ya pengaruh drama Korea bagi penontonnya.

Lalu sebenarnya apa saja sih kelebihan drama Korea yang membuat penontonnya bisa jatuh cinta dan sulit pindah ke lain hati? Kalau menurut saya pribadi sih setidaknya ada 5 hal yang membuat kita susah move dari drama Korea:

Ide-idenya Kreatif

Sungguh ya saya kagum sekali dengan para penulis cerita di drama Korea. Mereka selalu memberikan ide baru dalam drama yang dibuatnya. Ada kisah cinta romance, drama keluarga, cerita anak sekolah, kedokteran, hukum, fantasi, you name it deh. Ini mungkin karena ketatnya persaingan di dunia per-drama-an antar stasiun televisinya. Seperti yang kita ketahui, di Korea, ada 3 stasiun televisi besar yang setiap minggunya menayangkan 2 drama di jam prime time. Ini belum ditambah dengan beberapa TV kabel yang juga memiliki slot drama dengan cerita tak kalah bagusnya. Jadi wajar dong ya, para penulis dituntut untuk membuat cerita semenarik mungkin. Nah, dari aneka macam drama ini, saya pun tahu bagaimana sistem hukum di Korea, beberapa istilah kedokteran, psikologi, hingga dunia penyiaran.

Episode Pendek, Tidak Membuat Bosan

Seperti yang saya tulis di atas, (sepengetahuan saya) ada 3 stasiun televisi besar di Korea. Nah, dalam 1 minggu 3 stasiun televisi ini menayangkan 2 drama utama di hari Senin-Selasa dan Rabu-Kamis. Drama-drama inilah yang kemudian biasanya ngehits di kalangan pecinta drama Korea. Nah, selain 3 stasiun besar ini, ada juga televisi kabel yang menayangkan dramanya di akhir minggu (sekarang ada juga drama Senin-Selasa-nya) yang belakangan juga jadi hits.

Biasanya, drama-drama yang ngehits ini memiliki episode yang tidak terlalu panjang. Rata-rata drama Korea memiliki episode 16-24 episode. Salah satu keuntungan dari menonton drama dengan episode tidak terlalu panjang ini tentunya kita tidak dibuat bosan dengan ceritanya. Selain itu, efek penasaran juga menjadi lebih besar ketika tahu drama udah mau habis eh ending cerita masih belum jelas. Jadilah kita sebagai penonton tak sabar menunggu episode akhir yang tayangnya besok harinya. Heuheu. Yah, intinya tidak seperti sinetron kitalah yang rating naik sedikit episode nambah sampai akhirnya lumutan nungguin akhir ceritanya.

Mengeksplorasi kekayaan lokal

Hal lain yang membuat saya kagum dengan drama Korea adalah kemampuan mereka mengeksplorasi kekayaan lokal mereka hingga menarik wisatawan. Siapa yang tidak ingin ke Pulau Nami setelah nonton Winter Sonata? Atau berkunjung ke menara Namsan untuk memasang kunci dengan nama kita dan pasangan di atasnya? Begitulah drama Korea memperkenalkan wisata lokalnya ke seluruh dunia, lewat adegan-adegan yang ditampilkan dalam drama yang mereka buat. Adegan ini bukan cuma adegan romantis loh. Bahkan lokasi untuk adegan patah hati juga bisa menjadi tujuan wisata bagi para penggemar drama Korea.



Total dan Detail dalam Menggarap Cerita

Salah satu genre drama Korea yang kerap membuat saya kagum adalah drama dengan latar belakang kedokteran. Nah, yang namanya drama kedokteran, pastilah ada adegan semacam operasi dan sebagainya. Dalam drama Korea, adegan operasi ini benar-benar membuat penasaran dan detail kalau menurut saya. Ada adegan jantung berdenyut, buka lapisan kepala dan berbagai adegan yang aslinya mungkin lumayan bikin merinding. Tak hanya di bidang kedokteran, drama dengan tema lain juga diceritakan dengan cukup detail. Misalnya ketika si tokoh adalah seorang sound engineer, maka dalam drama diperlihatkan bagaimana proses kreatif pekerjaannya. Intinya, dalam proses produksinya, para produser ini benar-benar memikirkan setting dan properti dengan detail.

Pemainnya cakep, fashionable, dan kulitnya kinclong

Alasan terakhir mengapa kita susah move on dari Drama Korea adalah ini. Entah kenapa ya, para pemain drama ini selalu terlihat cantik dan ganteng. Belum lagi gaya berpakaian mereka yang fashionable dan sesuai musimnya. Ini juga ditambah dengan kulit mereka yang kinclong bersinar, sungguh membuat iri. Tak heran kini skincare Korea menjadi primadona di negeri kita ini. Heu.
Sumber : Pinterest
Itulah dia 5 alasan yang membuat saya susah move on dari drama Korea. Kalau kamu, kenapa jadi suka dengan drama Korea?
January 09, 2018

[Review] QL Eyebrow Cream

by , in
Sebagai seorang yang punya alis minimalis, keberadaan pensil alis merupakan hal cukup krusial bagi saya sekarang. Seperti yang kita tahu, bentuk alis bisa membentuk karakter wajah seseorang. Trend alis sendiri juga berubah-ubah seiring perjalanan waktu. Dulu alis dibuat tipis dengan puncak tinggi. Sekarang alis dibuat lebih tebal dengan teknik gradasi hinga ada yang seperti Sinchan.

Saya sendiri baru rutin pakai alis setelah menikah. Penyebabnya kemungkinan besar karena saya keseringan nonton video para beauty blogger. Selain itu, adik saya yang cukup pandai dandan juga turut mempengaruhi saya soal alis ini. Saya pun mulai belajar menggambar alis sendiri, dan akhirnya sekarang rasanya ada yang kurang kalau keluar rumah nggak menggambar alis.

Tentang produk alis sendiri, selama ini saya biasa menggunakan pensil alis konvensional. Beberapa merk yang pernah saya gunakan antara lain Just Miss, Fanbo, Silky Girl dan Wardah. Nah kali ini saya tertarik untuk menggunakan pensil alis jenis eyebrow cream keluaran QL. Dari beberapa review sih menyebutkan kalau eyebrow cream ini bagus. Saya sendiri membelinya saat mengunjungi acara pameran di kota saya. Lalu bagaimana pendapat saya tentang QL Eyebrow Cream ini?

Baca juga: [Review] Wardah Intense Matte 05 Easy Brownie



Kemasan QL Eyebrow Cream
Kemasan

Bungkus luar QL eyebrow cream ini berupa dus kertas berwarna biru muda dan hitam. Pada setiap sisinya terdapat berbagai keterangan tentang produk. Produknya sendiri dikemas dalam bentuk tabung berwarna hitam dengan embos tulisan berwarna biru. Pada sisi lain produk terdapat juga tanggal kadaluarsa dari produk ini. 

QL Eyebrow Cream ini memiliki dua buah tabung yang bisa dibuka. Tabung pertama merupakan penutup dari kuas aplikator, sedangkan tabung kedua merupakan wadah dari cream eyebrow. Kuas aplikatornya sendiri berbentuk miring yang memang didesain untuk menggambar alis. 



Tekstur dan warna

Dalam klaimnya disebutkan kalau QL Eyebrow cream ini merupakan eyebrow cream dengan tekstur yang halus dan tahan air. Creamnya mudah diaplikasikan dan menjadikan alis tampak lebih tebal seperti alami. Selain itu produk ini juga mengandung vitamin E yang berfungsi sebagai antioksidan. 

Menurut saya sendiri, eyebrow cream dari QL Eyebrow memiliki tekstur yang cukup creamy dengan warna coklat gelap dengan pigmentasi yang cukup baik. Untuk pengaplikasiannya sendiri, saya biasanya memulai dari ujung alis terlebih dahulu, baru berpindah ke bagian pangkal alis dengan cara diarsir sesuai arah tumbuh alis. Setelahnya, alis dirapikan dengan menggunakan sikat alis. 


Swatch warna
Hasil Akhir dan Ketahanan

Berhubung cream eyebrow ini cukup pigmented, maka hasil akhir dari produk ini bisa menjadi sangat intense. Saya sendiri lebih senang dengan bentuk alis yang tidak terlalu tebal. Karena itulah saya berusaha mengambil produk cream-nya sesedikit mungkin.

Hal yang saya sukai dari QL Eyebrow cream ini adalah daya tahannya. Setelah diaplikasikan, QL Eyebrow cream ini bisa bertahan seharian. Berdasarkan pengalaman saya, saat kena air untuk berwudhu, produknya akan terhapus sedikit demi sedikit namun tidak sampai membuat saya harus touch up lagi. 


Demikian review singkat saya tentang QL Eyebrow Cream ini. Secara pribadi saya sangat menyukai produk ini karena selain kualitasnya bagus, harganya juga murah. QL Eyebrow Cream bisa didapat dengan harga Rp. 35.000,00 di toko kosmetik terdekat.





January 05, 2018

Moko Moko Pants, Popok Baru dari Genki!

by , in

 
"Mas kita ke minimarket, yuk. Popoknya Dede habis nih. Mumpung hari Minggu," kata saya pada suami. Saat itu saya sedang berusaha memasangkan popok pada putri kami yang berusia 11 bulan. Di usianya yang jelag 1 tahun, si kecil ini semakin aktif saja dan kadang perlu usaha ekstra untuk memasang popok celananya.

"Oke, deh," jawab suami saya tanpa perlu pikir panjang. Tak lama, kami pun bersiap-siap dan berangkat menuju minimarket tempat kami biasa membeli popok untuk Yumna. 

Setelah memiliki anak, popok sekali pakai jelas menjadi salah satu barang yang wajib saya beli setiap bulannya. Biasanya saya membeli popok ini setiap 2 minggu sekali. Dan seperti ibu-ibu lainnya, saya juga kerap mengecek kalau-kalau ada promo popok murah di minimarket terdekat. Lumayan kan ya kalau bisa dapat popok dengan diskon 20-30%.


Bicara tentang popok sendiri, Yumna putri saya mengenakannya sejak usianya kurang lebih 1 bulan. Sebelumnya, sejak awal kelahirannya Yumna masih mengenakan popok kain biasa. Repot sih, namun bagi saya penggunaan popok kain di awal kelahiran ini sangat membantu dalam mengecek berapa kali Yumna pipis setiap harinya. 

Apalagi saat itu saya masih kesulitan memberikan ASI pada anak saya karena memiliki puting datar. Dengan popok kain ini saya jadi tahu apakah ASI buat Yumna sudah cukup dengan menghitung berapa kali ia ganti popok kain. Selain itu saya juga masih baru menjadi ibu yang tentunya masih kurang paham cara membaca tanda-tanda popok sudah penuh. 

Untungnya juga selama awal masa melahirkan suami membantu sekali untuk urusan popok kain ini. Selama hampir sebulan, suami rutin mencuci popok kain berikut pakaian plus kain bedong yang digunakan Yumna. Urusan dengan popok kain ini akhirnya berhenti ketika musim hujan mulai tiba dan suami tak sempat lagi mencuci popok-popok yang kotor. Akhirnya kami pun memutuskan sudah waktunya bagi Yumna untuk mengenakan popok sekali pakai.

Hingga usianya 4 bulan, alhamdulillah tidak ada masalah yang kami hadapi selama Yumna mengenakan popok sekali pakai. Masalah baru muncul saat Yumna memasuki. Usia 5 bulan. Ya, Yumna kena ruam popok! Awalnya saya melihat ada merah-merah di daerah kemaluannya. Eh lama-lama ruamnya makin banyak bahkan sampai ada yang melepuh. Duh, sedihnya saya melihatnya. Lucunya Yumna putri saya sepertinya tak terlalu terganggu dengan ruam yang dialaminya. Dia tetap aktif dan tak menunjukkam tanda-tanda kesakitan karena ruam popok. Emaknya aja nih yang galau dibuatnya. 

Ruam popok sendiri terjadi karena beberapa hal,  yakni :
Kontak yang terlalu lama dengan urine dan tinja. Ini nih kayaknya penyebab Yumna kena ruam popok. Karena pakai popok sekali pakai, saya sering lupa mengganti popoknya setiap beberapa jam sekali.  Padahal jika dibiarkan terlalu lama dalam popok, urine dan tinja dapat memicu iritasi pada kulit bayi yang sensitif.

Gesekan dan lecet, misalnya karena popok yang terlalu ketat.

Iritasi karena produk bayi yang baru digunakan. Contohnya, sabun, bedak, detergen, atau bahan pelembut pakaian.

Mengonsumsi antibiotik. Ketika bayi mengonsumsi antibiotik, bakteri alami yang berfungsi menjaga pertahanan kulit juga ikut mati, sehingga ruam popok bisa muncul akibat infeksi jamur atau bakteri jenis lainnya.

Pengaruh jenis makanan baru. Struktur tinja serta frekuensi buang air besar pada bayi akan berubah ketika bayi mulai mengonsumsi makanan padat. Perubahan ini dapat memicu ruam popok. Untuk bayi yang minum ASI, makanan, minuman, atau obat yang dikonsumsi oleh ibu, juga akan berpengaruh.

Kulit sensitif. Bayi yang mengidap penyakit kulit eksim, lebih beresiko terkena ruam popok.
Infeksi bakteri atau jamur. Kulit yang tertutup popok cenderung lembap dan hangat sehingga meningkatkan kemungkinan tumbuhnya bakteri dan jamur.

Setelah sadar Yumna kena ruam popok, saya pun berusaha mengurangi pemakaian popok sekali pakai dan menggantinya dengan menggunakan insert clodi. Soal clodi ini, awalnya saya sempat kepikiran untuk membeli banyak sebagai selingan popok Yumna. Namun akhirnya rencana tersebut saya batalkan karena yakin tidak akan sempat mencucinya mengingat saya sehari-harinya bekerja. 

Selain mengurangi pemakaian popok selama beberapa waktu, saya juga rutin mengoleskan baby cream di bagian yang akan dipakai popok untuk mengurangi ruam popok. Alhamdulillah setelah beberapa minggu, ruam popok tersebut menghilang dan kulit Yumna kembali seperti sedia kala. 

Nah, selain hal-hal yang saya lakukan di atas, saya juga akhirnya memutuskan mengganti popok yang dipakai dengan merk baru. Yah siapa tahu kan, Yumna sudah tidak cocok lagi dengan popok lamanya sehingga akhirnya kena ruam popok. 

Bicara tentang popok baru, saat berbelanja ke salah satu minimarket beberapa waktu lalu, saya menemukan merk popok baru yang kebetulan sedang promo. Namanya adalah Genki! Moko Moko. Merasa tertarik, tanpa pikir panjang saya pun langsung #PilihMokoMoko ini unuk dikenakan putri saya.



Genki! Moko Moko ini sendiri adalah produk popok sekali pakai baru yang diproduksi oleh PT. Aman Indah Makmur dan memiliki 4 ukuran yakni S (bayi 4-8 kg), M (bayi 7-12 kg), L (9-14 kg) dan XL (12-19 kg). Saya sendiri memilih ukuran L karena berat Yumna yang sudah hampir 9 kg.

Dari desain bahannya, Genki! Moko Moko ini memiliki karet pinggang yang tebal namun elastis. Cutting popoknya sendiri bisa dibilang cukup panjang jika dibandingkan dengan popok lain. Bagian depan popok ditandai dengan adanya garis biru pada bagian ban pinggang bagian depan. Bagian sisinya juga mudah disobek saat akan melepaskan popok dari tubuh si kecil.

Menggunakan teknologi Fit Comfort asal Genki Jepang, Genki! Moko Moko Pants ini memiliki desain yang dibuat khusus mengikuti lekuk tubuh bayi agar bayi nyaman bergerak dan bereksplorasi. Meski terbilang tipis, Genki Moko Moko memiliki permukaan yang halus dan mampu menyerap banyak cairan karena memiliki 40x gel super serap. Dari pengalaman saya sih, popok ini cukup tahan dipakai seharian. Kecuali kalau si kecil BAB ya, pastinya langsung diganti popoknya. 

Selain tersedia di minimarket, Genki! Moko Moko ini juga bisa ditemukan di pasar tradisional dan dijual dalam bentuk satuan loh. Jadi bagi ibu-ibu yang malas ke minimarket bisa membelinya di pasar tradisional. Itulah dia sedikit pengalaman saya seputar pemilihan popok. Semoga bermanfaat bagi pembaca.