Thursday, June 21, 2018

June 21, 2018

Pindah Rumah dan #JadiBaik dengan Aplikasi TCASH


Ramadan tahun ini merupakan Ramadan yang berbeda bagi saya. Pasalnya, terhitung sejak awal Ramadan kemarin saya resmi meninggalkan rumah ibu saya untuk tinggal di rumah yang dibeli secara KPR sekitar 2 tahun lalu. Rumahnya sendiri sebenarnya belum rampung betul. Masih ada beberapa bagian yang ditambah dan masih dalam proses penyelesaian. Selama 1 bulan terakhir, saya tinggal bersama suami dan ayah mertua yang datang dari Jawa untuk membantu penyelesaian rumah tersebut.

Menjalani Ramadan dengan keluarga sendiri tentunya berbeda dengan ketika saya menjalaninya saat masih tinggal bersama ibu dan adik laki-laki. Kalau kata saya sih ini merupakan awal dari perubahan hidup yang saya jalani sekaligus upaya saya untuk bisa #JadiBaik di bulan Ramadan. Misalnya nih, sepulang kerja saya harus langsung bersiap menyiapkan menu berbuka dan tak bisa lagi santai-santai dulu seperti saat masih tinggal bersama ibu saya.

Tak hanya itu, saya juga belajar #JadiBaik dalam tanggung jawab atas mengelola keperluan rumah yang kami tempati. Jika dulu urusan gula, beras dan minyak goreng saya masih berbagi jatah dengan orang tua, maka sekarang saya harus pintar mengelola urusan dapur ini sendiri.

Baca juga : Belajar Menjadi Orang Tua

Hal lain yang masih saya jalani di kediaman yang baru saat ini tentunya adalah proses adaptasi. Berpisah dengan rumah yang telah ditempati selama belasan tahun sendiri tentunya bukanlah hal yang mudah. Apalagi nih saat Ramadan, bulan yang lekat dengan kebersamaan. Selama Ramadan saya kerap dilanda rasa kangen akan masakan yang kerap dibuat ibu saat sahur yakni ikan telang atau pindang asam manis. Bisa sih saya belajar membuatnya sendiri. Tapi rasanya jelas tak seenak bikinan ibu saya. Yah, seperti anak lainnya, bagi saya masakan ibu tetap yang paling enak. Heu.

Komunikasi Lebih Mudah #PakeTCASH dari Telkomsel

 

Di awal masa pindah, selama Ramadan saya jadi lumayan sering mampir ke rumah ibu. Meski hanya terpisah 11 kilometer, yang namanya pisah rumah pasti membuat kangen. Apalagi sekarang ibu hanya tinggal berdua dengan adik, pastilah ada rasa sepi karena ditinggal anak dan cucunya. Kebetulan juga kantor saya berada di tengah-tengah antara rumah ibu dan rumah saya sendiri. Jadi ya tinggal cus deh saya naik motor sepulang kerja ke rumah ibu sebelum kemudian kembali ke rumah sendiri.

Tak hanya sering berkunjung, saya dan ibu juga selalu rutin berkomunikasi melalui telepon. Di awal Ramadan, ibu sering menelpon saya di jam sahur untuk mengingatkan agar jangan kesiangan. Kadang lagi kami melakukan video call di jam berbuka. Nah kalau untuk video call ini, ibu masih menggunakan ponsel adik karena masih belum bisa menggunakan ponsel android.

Bicara soal komunikasi, jelas tak jauh-jauh dari yang namanya pulsa dan paket data. Berhubung ibu saya tidak bekerja secara tetap, maka otomatis untuk urusan pulsa ditanggung oleh saya dan adik perempuan. Biasanya nih, untuk mengisi pulsa milik sendiri atau orang tua, saya mengandalkan SMS Banking. Maklum orangnya mager parah kalau harus ke penjual pulsa atau ATM. Sayangnya, SMS banking sebenarnya kurang menguntungkan ini karena lumayan menyedot pulsa saya.

Untungnya sekarang cukup banyak aplikasi berbasis fintech yang sangat memudahkan kita dalam melakukan aneka pembayaran tagihan. Salah satunya adalah TCASH dari Telkomsel. Dengan TCASH ini saya bisa dengan mudah mengirimkan pulsa buat ibu saya hingga membayarkan aneka tagihan di rumah ibu mulai dari listrik, telepon hingga PDAM.

Baca juga : SOBATKU, Aplikasi Nabung Tanpa Ribet dan Banyak Untungnya

Cara Mendaftar TCASH


Saya sendiri mengenal produk TCASH ini dari salah satu rekan kantor. Saat itu saya waktu lalu saya sempat penasaran dengan stiker yang menempel pada bagian belakang ponselnya. Penasaran, saya pun bertanya apa fungsi dari stiker itu.

"Oh ini TCASH, Kak. Kalau pakai ini aku bisa bayar belanjaan di Alfamart atau bayar tagihan listrik. Tinggal isi saldonya aja, Kak."

Karena tertarik dengan fitur-fiturnya, saya pun mencari info lebih lengkap tentang TCASH ini. Jadi ternyata TCASH merupakan layanan uang elektronik dari Telkomsel dan telah memiliki izin dari Bank Indonesia. Layanan ini berbeda dengan pulsa karena lewat TCASH kita bisa menyimpan uang untuk digunakan untuk berbagai keperluan. Entah itu membeli pulsa, membayar tagihan listrik, hingga berbelanja di merchant TCASH.

Baca juga : 7 Tips Belanja Online Ala Konsumen Cerdas di Era Digital

Cara mendaftar TCASH sendiri cukup mudah. Pertama tentu saja kita harus menginstal aplikasi TCASH wallet melalui Google playstore. Selanjutnya untuk mengaktifkan kita bisa menggunakan kode *800*88*6-digit-PIN# dan selanjutnya TCASH sudah bisa digunakan.


Sebagai sebuah aplikasi uang elektronik, TCASH memiliki 2 jenis layanan, yakni Basic Service dan Full Service. Perbedaan dari 2 layanan ini ada pada saldo maksimum yang bisa disimpan serta layanan yang diberikan. Untuk Basic Service, saldo maksimum yang bisa disimpan hingga Rp. 2000.000,00 sementara Full Servise bisa mencapai Rp. 10.000.000,00. Selain itu layanan Full Service juga memungkinkan kita untuk mengirimkan uang ke pengguna TCASH lainnya.


Keuntungan menggunakan TCASH

Seperti yang saya tulis di atas, dengan adanya aplikasi TCASH di ponsel, saya tak repot lagi dalam urusan pembayaran aneka macam tagihan. Sebagai layanan uang elektronik, TCASH memiliki cukup banyak fitur yang bisa digunakan yang bisa membuat kita #JadiBaik yakni:

Kirim uang ke orang tua atau saudara, yang mana hanya bisa dilakukan jika kita mendaftar ke layanan Full Service. Dengan fitur ini tentunya tak perlu repot lagi ke ATM untuk mengirimkan uang pada orang tua atau saudara yang nantinya bisa digunakan untuk membayar tagihan bulanan atau keperluan lainnya. 

Bayar tagihan lewat ponsel. Dengan menggunakan TCASH, kita bisa membayar aneka macam tagihan mulai dari pulsa (Telkomsel pastinya), listrik, telepon, PDAM, iuran BPJS hingga infaq dan sedekah. So, nggak perlu repot lagi pergi ke ATM buat bayar-bayar tagihan atau berinfak ke lembaga yang biasa dituju. 

Berbelanja di merchant TCASH. Sebagai manajer keuangan di keluarga, tentunya para ibu bertanggung jawab atas belanja bulanan di rumah. Nah dengan aplikasi TCASH kita bisa belanja bulanan di Indomaret atau Alfamart dan bayar dengan TCASH. Tak hanya belanja bulanan, TCASH juga bisa digunakan untuk makan di restoran yang tentunya sudah menjadi merchant TCASH.

Cek Promo. Siapa coba yang tak suka promo? Nah, melalui aplikasi TCASH kita bisa mengecek promo apa saja yang sedang berlaku dan bisa kita gunakan. Bisa itu berupa cashback atau potongan harga. Bikin hemat kan yaa.


Itulah dia sedikit cerita tentang Ramadan dan info yang bisa saya berikan tentang TCASH. Berhubung sekarang sudah mendekati akhir bulan, kayaknya sudah saatnya nih saya isi saldo TCASH biar nanti bisa bayar tagihan #PakeTCASH dan #JadiBaik karenanya. Teman-teman sudah instal aplikasi TCASH belum nih?

Wednesday, June 13, 2018

June 13, 2018

Ngobrol Sehat Bebas Worry bersama HIJUP dan Softex Daun Sirih



Beberapa tahun lalu, saya sempat mengalami keputihan yang cukup parah. Saat itu, jumlah cairan keputihan yang keluar sangat banyak hingga menimbulkan rasa gatal. Selain itu baunya juga snagat tidak sedap. Benar-benar membuat tidak nyaman saat saya berada di kantor. Tambahan lagi saat itu status saya juga sudah menikah. Lebih tidak nyaman lagi dong ya saat bersama suami.

Akhirnya dengan meminta izin suami, saya pun memeriksakan diri ke salah satu dokter kulit dan kelamin di kota kami tinggal. Sebenarnya malas banget sih ya kalau sampai harus ke dokter segala. Tapi ya saya pikir tidak mungkin juga saya asal mengobati keputihan begini tanpa ke dokter. Takutnya nanti malah bermasalah.

Dengan ditemani oleh suami, saya pun berangkat ke rumah sakit tempat dokter tersebut praktik. Saat proses pemeriksaan, dokter mengambil cairan keputihan yang ada di area kewanitaan saya untuk dijadikan sampel. Kami kemudian diminta membawa sampel tersebut ke laboratorium Rumah Sakit untuk diteliti.

Setelah hampir 2 jam menunggu, hasil lab pun keluar. Saya dan suami kembali ke ruangan dokter untuk pembacaan diagnosa. Rupanya, saya terkena keputihan karena infeksi jamur. Dokter kemudian meresepkan obat untuk keputihan saya tersebut. Alhamdulillah sih setelahnya keputihan tersebut langsung sembuh dan saya bisa nyaman kembali beraktivitas.


 Hijup Blogger Meet Up bersama Softex Daun Sirih

Bicara soal keputihan, bisa dibilang ini bukan hal baru bagi wanita Indonesia. Iklim negara kita yang tropis membuat kita rentan terkena keputihan. Tambahan lagi, keputihan ini juga sebenarnya merupakan salah satu siklus alami yang dialami oleh kaum wanita. Ia bisa muncul saat akan haid, hamil juga saat kita mengalami stress. Tinggal kitanya saja yang harus aware apakah keputihan yang dialami masih termasuk normal atau tidak normal.

Nah, untuk tahu lebih dalam seputar keputihan ini, Jum'at, 1 Juni 2018 lalu saya dan teman-teman Female Blogger of Banjarmasin serta beberapa influencer berkesempatan mengikuti acara Hijup Bloggers Meet Up x Softex Daun Sirih  di Sante Coffee & Grill Mercure Hotel Banjarmasin. Mengangkat tema "Ngobrol Sehat Bebas Worry", acara ini diisi oleh 4 narasumber yakni Ayu Pratiwi yang merupakan alumi Putri Indonesia, Dr. Bram Pradipta, SpOG, Anastasia Erika, brand representative dari Softex serta Muallif Fazhrozi yang akan mengisi sesi workshop fotografi.


Dekorasi ruangan

Sekitar pukul 17.00 Wita, acara dimulai. Nuansa hijau dan putih menyelimuti ruangan cafe yang disulap menjadi tempat pertemuan tersebut. Para peserta juga tampak bersemangat mengikuti acara meski acaranya bertepatan di bulan Ramadan. Kami semua duduk berhadapan di 2 meja panjang. Di atas meja, terdapat hampers yang berisi paket dari Softex Sirih serta produk dari Hijup.


Para peserta acara Hijup Meet Up Bloggers

Untuk sesi pertama dari acara ini, diisi oleh Ayu Pratiwi. Dengan dipandu oleh MC Maya Edelia, Ayu bercerita tentang kesibukannya sebagai seorang artis dan tips dalam menjaga tubuh agar tetap fit. Tiga tips yang dibagikan oleh Ayu antara lain tidur yang cukup, banyak minum air putih, rutin berolahraga. Selain itu Ayu juga berbagi pengalamannya seputar keputihan. Ternyata bagi seorang Ayu Pratiwi, faktor kecapekan bisa menimbulkan keputihan yang cukup banyak pada dirinya.

Pembahasan Seputar Keputihan 

Setelah Ayu Pratiwi berbagi cerita, maka tibalah giliran dr. Bram Pradipta SpOG untuk berbicara. Pada sesi kedua ini dr. Bram Pradipta, SpOG memaparkan beberapa faktor yang beresiko membuat wanita terkena infeksi area kewanitaan lainnya. Beberapa faktor tersebut antara lain: 
  • Seks Bebas
  • Penyakit tertentu seperti HIV, diabetes mellitus
  • Antibiotik yang tidak rasional
  • Perubahan hormonal
  • Merokok
  • Alkohol
  • Stress
  • Obesitas

Nah, seperti yang saya tulis di atas, keputihan merupakan sebuah hal yang normal terjadi pada wanita. Namun keputihan akan berubah tidak normal jika terkontaminasi oleh bakteri atau jamur ataupun virus. Perubahan dari keputihan yang normal menjadi tidak normal ini ditandai dengan hal-hal seperti jumlahnya yang bertambah banyak, konsistensi berubah, warna berubah (menjadi kecoklatan, hijau atau kuning), menimbulkan gatal dan bau. Nah, jika tanda-tanda ini sudah muncul itu artinya sudah waktunya kita pergi ke dokter karena komplikasi dari keputihan ini bisa berpengaruh pada kesuburan wanita. Ngeri juga kan yaa.

Beberapa cara mencegah keputihan

Sebagai wanita, penting sekali bagi kita untuk selalu menjaga kesehatan area kewanitaan. Nah, beberapa cara sederhana yang bisa dilakukan untuk mencegah keputihan yang tidak normal antara lain: 

Mengeringkan vagina setelah buang air kecil

Mengeringkan vagina setelah buang air kecil bertujuan agar vagina tetap kering dan terhindar dari lembab. Selain itu kadang kita juga tidak tahu kan ya bakteri apa yang terdapat pada air yang kita gunakan untuk membasuh vagina.

Nah, selain dengan rajin mengeringkan vagina, kita juga bisa menjaga agar vagina tidak lembab dengan cara :
  • Menghindari penggunaan celana ketat yang terbuat dari bahan yang tidak menyerap keringat
  • Mengganti pakaian yang berkeringat setelah berolahraga
  • Rutin mengganti pembalut atau pantyliner setiap 3 jam sekali 

Menggunakan pembersih vagina dari bahan alami

Sebenarnya sih untuk membersihkan vagina cukup dengan menggunakan air bersih dengan cara membersihkan dari depan ke belakang. Namun jika dirasa perlu, kita bisa menggunakan air rebusan sirih yang memiliki khasiat menghilangkan bakteri dan kuman berbahaya yang ada di area vagina. Namun perlu diingat kita jangan menggunakan ari rebusan sirih ini terlalu sering karena juga bisa berakibat tidak baik bagi vagina.

Tidak melakukan douching pada vagina

Douching merupakan salah satu cara membersihkan vagina dengan mengguanakan cairan yang terdiri dari berbagai bahan kimia. Biasanya cairan douching ini mengandung air, baking soda, cuka, pewangi, dan antiseptik. Cairan tersebut kemudian dikemas dalam sebuah douche, yaitu kantong dengan selang atau semprotan yang berfungsi untuk menyemprotkan cairan pada area kewanitaan.

Meski katanya teknik douching ini bisa membersihkan vagina, namun sebenarnya malah mengandung resiko bagi kesehatan vagina kita. Alih-alih jadi bersih, kita malah bisa terkena infeksi akibat semprotan bahan kimia tersebut. 

Baca juga : Wanita Bekerja dan Risiko Terkena Infeksi Saluran Kemih

Membasuh vagina sebelum dan sesudah bersenggama

Saat melakukan hubungan seksual, ada banyak bakteri yang mungkin bisa masuk ke vagina kita. Karena itu penting bagi kita untuk membasuh vagina sesudah bersenggama untuk menghindari terjadinya infeksi dari bakteri.

Kurangi alkohol dan rokok

Hmm.. kalau ini semua pasti tahu ya kalau alkohol dan rokok tidak baik untuk kesehatan.



Para nara sumber


Bebas Worry Bersama Softex Daun Sirih

Hampers dari Hijup dan Softex Daun Sirih

Jika menyebut nama Softex, ingatan saya langsung terdampar pada masa awal-awal saya mendapat haid. Saat itu saya masih kelas 6 SD dan ibu memberikan pembalut merk ini pada saya. Memang sih seingat saya tak cukup banyak merk pembalut yang beredar saat itu. Jadilah Softex ini pembalut pertama yang saya gunakan. 

Softex sendiri sudah berdiri sejak tahun 1974 di bawah naungan PT. Softex Indonesia. Dalam perjalanannya, berbagai penghargaan sudah diterima oleh beberapa produk unggulan PT. Softex Indonesia. Untuk produk pembalut sendiri, produk Softex Daun Sirih mendapatkan penghargaan pertama di Indonesia dari Tras n Co dan Business Update pada tahun 2017 lalu.

Dalam melakukan inovasi produk sendiri, Softex telah melakukan survey tentang permasalahan yang berkaitan dengan daerah kewanitaan bagi wanita Indonesia. Ternyata nih, rata-rata wanita Indonesia mengalami masalah lembab di area kewanitaannya karena malas ganti pembalut saat haid atau pantyliner. Dari situlah Softex terinspirasi memasukkan eksta daun sirih ke dalam produk pembalut.

Seperti yang kita ketahui sendiri, daun sirih memang dikenal memiliki khasiat yang baik bagi area kewanitaan. Dengan adanya kandungan daun sirih ini bertujuan menghambat pertumbuhan bakteri akibat kelembaban dan mengurangi bau yang tidak sedap.

Selain 2 kelebihan tersebut, Softex Daun Sirih juga memiliki kemampuan menyerap cairan sangat cepat yakni 1 detik dan memiliki lapisan sirkulasi udara untuk cegah lembab. Tambahan lagi nih, Softex Daun Sirih juga merupakan pembalut dan panty liner pertama yang mendapat sertifikat halal dari MUI dan juga telah diakui Dermatologist Australia sehingga aman bagi kulit sensitif.

Beberapa varian dari Softex Daun Sirih ini sendiri antara lain:
1. Softex Daun Sirih Slim Regular Flow Non Wing

Softe
 2. Softex Daun Sirih Slim Regular Flow Wing
 3. Softex Daun Sirih Slim Heavy Flow Wing
4.  Softex Daun Sirih Slim Extra Heavy Flow Wing
 5. Softex Daun Sirih 3 in 1, dengan isi
  • 6 pads Softex Daun Sirih Extra Heavy Flow 36cm
  • 6 pads Softex Daun Sirih Heavy Flow 29cm
  • 4 pads Softex Daun Sirih Regular Flow Wing 23cm
 6. Panty Liners Daun Sirih

Dari keenam varian produk tersebut, panty liner merupakan produk yang sudah saya gunakan. Seperti klaimnya, panty liner ini memang sangat nyaman dipakai dan cepat menyerap. Hanya saja nih jika terlalu lama kapas (atau serat kayu?) pada bagian dalam panty liner akan menggumpal. Karena itu sebaiknya memang jangan terlalu lama menggunakan panty liner ini agar tetap merasa nyaman.


Belajar Fotografi Flatlay bersama Muallif Fachrozi

Bagian terakhir dari acara Hijup Meet Up Bloggers x Softex Daun Sirih hari itu adalah workshop fotografi bersama Muallif Fachrozi dengan tema foto Flatlay. Dalam workshop singkat ini, Fachrozi menjelaskan kalau salah satu faktor penting dalam mengambil foto adalah keberadaan cahaya. Muallif sendiri biasanya mengambil foto pada pukul 15.00 - 17.00 untuk mendapatkan cahaya alami terbaik. Tak  mengenalkan kami pada 3 macam jenis foto flatlay yakni  clean, rustic, dan natural.

Praktik mengambil foto flatlay

Nah, setelah mendapat materi singkat ini, kami semua ditantang untuk membuat foto flatlay dengan produk Softex yang didapat. Seluruh peserta bergantian mengambil foto flatlay ala mereka, tak terkecuali saya. Dan inilah dia hasil foto flatlay buatan saya. Masih jauh banget ya dari sempurna. Di akhir acara dipilihlah 5 pemenang foto flatlay yang berhak mendapat jaket cantik dan voucher belanja dari hijup.com.



Foto flatlay dengan produk softex


Itulah dia sedikit cerita saya tentang event blogger terbaru yang ada di Banjarmasin. Harapan saya sih semoga ke depannya semakin banyak diadakan event blog semacam yang selain memperluas jaringan para blogger juga bisa membuka wawasan bagi para blogger. 

Oh, ya sebelum ditutup saya mau berbagi voucher belanja dari HIJUP. Dengan voucher HIJUPXSFTXBDJ, teman-teman bisa mendapat potongan RP. 50.000,00 dengan minimal belanja Rp. 250.000,00. Kode vouchernya sendiri berlaku hingga 5 Agustus 2018. Selamat berbelanja! :)

https://www.hijup.com/id/?utm_source=blogger&utm_medium=AntungApriana

Friday, June 8, 2018

June 08, 2018

[Review] Fair n Lovely 2 In 1 Powder Cream

Sebagai seorang ibu bekerja, salah satu peralatan make up yang tentunya tidak boleh tertinggal di tas kosmetik saya tentunya adalah bedak. Sebagai salah satu produk dasar penggunaan make up, keberadaan si bedak ini memang membantu sekali, terutama saat wajah mulai terlihat kucel setelah bekerja seharian. Cukup dengan satu sapuan tipisnya, wajah yang mulanya kusam dan berminyak bisa terlihat kinclong kembali. 

Dunia make up sendiri sekarang selalu berinovasi. Mulai dari produk skin care hingga dekoratifnya selalu saja ada yang baru setiap tahunnya. Seperti bedak ini. Dulunya mungkin cuma ada bedak tabur, lalu kemudian bedak padat, two way cake, hingga cushion.  Saya sendiri hingga saat ini masih jadi pengguna setia bedak padat yang tentunya lebih ringkas dibawa kemana-mana.

Nah, selain 3 produk bedak di atas, sekarang ternyata muncul lagi nih produk baru berupa powder cream yang diklaim bisa memberikan efek seperti memakai bedak bagi pemakainya. Salah satu brand yang mengeluarkan powder cream ini adalah Fair n Lovely dengan produk 2 in 1 Powder Cream-nya. Fair n Lovely ini merupakan salah satu brand perawatan wajah yang berasal dari India dan sudah hadir di Indonesia sejak tahun 2011 lalu. 

Saya sendiri mendapatkan produk ini lewat website yukcoba.in. Jujur awal kemunculannya, saya pikir ini versi India-nya Pond's gitu deh. Eh ternyata memang dari India. Hehe. Jadi sekarang yuk kita bahas tentang produknya sendiri. 

[Review]-Fair-n-Lovely-2-In-1-Powder-Cream

Kemasan


Fair n Lovely 2 In One Powder Cream ini hadir dalam bentuk tube dengan ukuran 20 gram dan 40 gram yang mana sangat travel friendly. Kemasannya berwarna putih dengan perpaduan warna pink. Pada bagian belakang terdapat kandungan dari produk, produsen, distributor, merk daftar, nomor BPOM  dan tentunya cara menggunakan produk ini.

Klaim dan panduan cara menggunakan 


Dalam kemasannya, Fair n Lovely 2 In 1 Powder Cream ini mengklaim kalau produknya merupakan krim pencerah + bedak yang mampu membuat wajah 14 jam tampak cerah tanpa kilap seperti memakai bedak.  Adapun cara menggunakannya cukup totolkan dengan seujung jari di beberapa area kulit wajah dan leher yang sudah dibersihkan. Lalu ratakan dengan lembut dengan menggunakan jari.

Tekstur dan wangi

 

Begitu dipencet, tekstur dari produk powder cream ini terbilang sedikit kental dan seperti ada butir-butir halus di dalamnya. Wanginya sendiri seperti wangi bunga yang cukup menyengat hidung. Saat dioleskan ke punggung tangan, produk ini memerlukan waktu cukup singkat  untuk menyerap sempurna dan menghasilkan tampilan yang matte.


Kesan setelah penggunaan

 

Di awal-awal menggunakan produk ini, saya menggunakannya setelah menggunakan beberapa produk wajah seperti essence, pelembab dan sunblock. Nah, mungkin karena terlalu banyak layer dan pelembab sebelumnya belum benar-benar meresap, saat Fair n Lovely ini dapat giliran dioleskan ke wajah hasilnya wajah saya berminyak sekali. Duh, ini jelas dong bukan hasil yang saya inginkan. Karena itu akhirnya saya menambahkan bedak lagi setelahnya.

Karena masih penasaran, saya pun mencoba menggunakan produk ini di siang hari tanpa menggunakan produk pelembab. Dan ternyata, memang jika tanpa menggunakan pelembab, krim ini langsung menyerap seperti klaimnya dan menghasilkan tampilan matte serta membuat wajah saya tampak sedikit lebih cerah.  



Untuk coverage-nya sendiri Fair n Lovely 2 in 1 powder cream ini tidak menutupi  noda apapun di wajah namun bisa sedikit menutup pori-pori. Jadi ya fungsinya cuma seperti memakai bedak saja. Sedangkan untuk ketahanan terhadap minyak sendiri, berhubung saya sebagai muslim harus beribadah, jadi tidak bisa membuktikan kalau produk ini bisa bebas kilap selama 14 jam.

Kesimpulan

Dari hasi pemakaian selama beberapa waktu, beberapa kesimpulan yang bisa saya ambil dari produk
Fair n Lovely 2 in 1 powder cream ini antara lain:

Plus

+ Kemasan travel friendly
+ Tekstur ringan dan mudah meresap
+ Hasil matte dan memberi efek mencerahkan wajah

Minus
- Tidak cocok digabung dengan skincare berlayer-layer karena akan membuat wajah berkilap
- Tidak mengandung filter UV yang artinya tidak melindungi kulit wajah dari sinar matahari
- Tidak memiliki kemampuan menutupi noda di wajah
- Tidak ada varian untuk berbagai warna kulit 
- Wangi cukup menyengat


Jadi bisa dibilang produk ini kayaknya lebih cocok untuk penggunaan harian, para remaja yang wajahnya masih mulus tanpa noda atau bagi mereka yang dandannya natural dan tak suka make up ribet. Kalau buat saya bawa ngantor sih kayaknya tidak cukup dengan produk ini aja. Hehe. Lalu apakah saya akan membeli kembali produk ini? Kayaknya sih NO.


Tuesday, June 5, 2018

Kampanye #RokokHarusMahal untuk Masa Depan Anak


Kampanye-#RokokHarusMahal-untuk-Masa-Depan-Anak

"Pokoknya kamu nggak boleh merokok di dalam rumah ya."

Begitulah syarat yang saya berikan pada suami terkait kebiasaannya merokok di awal-awal pernikahan kami. Sebagai seorang yang menikah dengan seorang perokok saya harus membuat aturan dengan jelas agar rumah yang kami tempati bebas asap rokok.

Selama 3 tahun, alhamdulillah suami menjalankan kesepakatan tersebut dengan baik. Dia hanya merokok di kantor dan di belakang rumah saat malam tiba. Bahkan karena jarang terlihat merokok ini banyak anggota keluarga saya yang tak mengira kalau suami saya merokok. Mereka baru tahu saat suami ikut mengeluarkan rokok saat kumpul-kumpul bersama para paman.

Sayangnya kebiasaan merokok di luar rumah ini mulai dilanggar suami setelah kami pindah ke rumah sendiri.

"Mas, kamu kalau merokok jangan di dalam rumah, dong," kata saya pada suami yang sedang duduk sambil merokok di dapur rumah kami selepas sahur.

Baca juga : Mengenal Penyakit TB pada Bayi dan Anak

"Di luar nggak ada bangkunya," balas suami saya dengan santainya masih tetap dengan rokok di tangannya. Memang saat ini kondisi rumah yang kami tempati masih belum benar-benar jadi sehingga

"Iya. Tapi kalau kamu merokok di dalam rumah nanti kelihatan Dede. Trus itu nanti puntung rokok dikiran makanan trus dia makan," balas saya lagi sambil mengingatkan. 

"Ya kan Dedenya masih tidur," suami masih kekeuh dengan kelakuannya. 

Saya hanya bisa menghela nafas. "Ah, susah kalau sudah ngomong sama perokok," kata saya akhirnya.

***

Tantangan menjadi istri seorang perokok 

Menjadi istri seorang perokok jelas bukan merupakan impian saya. Sejak kecil saya sudah terbiasa dengan lingkungan yang bebas asap rokok. Saya juga selalu berusaha mengingatkan teman-teman yang merokok agar jangan merokok di dekat saya. Saya bahkan sangat sebal dengan para pria yang dengan santainya merokok di hadapan pasangan atau anaknya.

Namun kemudian saya ternyata memilih seorang pria perokok sebagai suami. Jelas ini adalah sebuah tantangan bagi saya. Tantangan pertama, saya harus siap dengan pakaian yang berbau tak sedap karena asap rokok. Bayangkan pakaian yang sudah kita cuci bersih lengkap dengan pewanginya begitu pulang langsung berubah wanginya karena asap rokok yang menempel. Jelas menyebalkan, bukan?

Tantangan kedua, saya harus siap jatah uang belanja saya berkurang karena sebagian terpakai untuk memenuhi kebutuhan suami akan rokok. Dengan harga sekitar Rp. 20.000,00 per bungkus, tentunya bukan harga yang mahal bagi suami untuk membeli 1 bungkus rokok setiap beberapa harinya. Nah, jika sekian bungkus rokok ini dijumlahkan dalam sebulan, mungkin jumlahnya cukup untuk menambah jatah belanja popok anak kami. Atau bisa juga tuh uangnya dipakai buat mentraktir istrinya ini makan enak biar tetap bahagia. Hehe.

Baca juga : 5 Hal Sederhana yang Bisa Dilakukan Para Ibu Agar Tetap Bahagia

Tantangan ketiga dan yang paling menakutkan, saya juga harus siap jika kemudian saya dan anak kami jatuh sakit karena terpapar asap rokok milik ayahnya.  Tentunya bukan 1-2 kali kita mendengar anggota keluarga yang sakit paru-paru karena memiliki ayah atau tinggal di lingkugan perokok. Ironisnya, sang perokok sendiri terlihat sehat wal afiat meski sudah menghisap entah berapa ratus batang rokok selama hidupnya.

Harapan dari istri perokok

Sebagai seorang istri perokok pastinya saya berharap agar suami bisa berhenti total dari merokok. Sayangnya untuk bisa menghentikan seorang perokok dari kebiasaannya ini bukanlah hal yang mudah. Setahu saya nih, seorang perokok hanya akan berhenti merokok jika dirinya jatuh sakit atau orang yang dicintainya jatuh sakit. Tidak mungkin kan saya berdoa agar suami atau anak jatuh sakit agar suami berhenti merokok? Jadi intinya mereka harus berhenti dengan keinginan sendiri.

Berhubung menunggu suami berhenti merokok atas kesadaran sendiri rasanya cukup lama, maka seharusnya nih ada langkah lain yang bisa dilakukan agar pelan-pelan para perokok mengurangi jumlah rokok yang mereka konsumsi. Salah satunya dengan menaikkan harga rokok. 

Sebenarnya nih beberapa tahun yang lalu wacana tentang dinaikkannya harga rokok hingga (kalau tidak salah seratus ribu rupiah) sudah pernah ada. Berbagai reaksi muncul dari wacana yang menghebohkan ini. Bagi para perokok jelas ini wacana yang buruk. Sebaliknya bagi para istri yang suaminya perokok jelas ini adalah sebuah harapan yang bisa membantu keinginan mereka agar sang suami berhenti merokok. Sayangnya wacana tersebut kemudian berakhir hanya sebagai wacana.

Nah, belakangan saya mendengar kalau stasiun berita KBR lewat Program Ruang Publik KBR miliknya mengadakan rangkaian diskusi terkait permasalahan rokok ini dengan tema #RokokHarusMahal. Serial #RokokHarusMahal ini digelar sepanjang 8 episode mulai dari bulan Mei dan berakhir di bulan Agustus dan disiarkan di 100 radio di Indonesia.



Sebagai istri seorang perokok, jelas dong saya mendukung sekali adaya kampanye #RokokHarusMahal ini. Apalagi dalam salah satu episodenya, Program Ruang Publik KBR mengangkat tema "Selamatkan Generasi, Perempuan Dukung Rokok 50 Ribu" dengan nara sumber ibu Magdalena Sitorus (perwakilan dari Jaringan Perempuan Peduli Pengendalian Tembakau (JP3T)) dan Ligwina Hananto (perwakilan dari Financial Trainer). 

Rokok Harus Mahal sebagai salah satu cara mengurangi ketergantungan rokok dan menyelamatkan generasi


Nah, dalam acara diskusi ini, ibu Magdalena menjelaskan bagaimana seorang ibu berperan dalam melindungi anak-anak dari asap rokok dan mendukung rokok harga 50 ribu. Sebagai manajer keuangan dalam sebuah keluarga, seorang ibu tentunya memiliki hak untuk menentukan kebutuhan primer, sekunder dan tersier dalam keluarga tersebut. 

Apalagi jika dalam keluarga tersebut kepala keluarga menganut sistem di mana istri yang mengatur seluruh pengeluaran keluarga. Dengan dinaikkannya harga #rokok50ribu per bungkus, tentunya istri bisa menjadikannya alasan agar suami tak bisa membeli rokok lagi karena masih banyak kebutuhan pokok yang harus didahulukan. Nah cara ini juga otomatis akan melindungi anak dari asap rokok.

Bagaimana jika dalam keluarga tersebut, suami menyerahkan uang belanja saja dan uang rokok diambil duluan? Kalau begini kasusnya tinggal si suami deh yang mikir mau nggak beli sebungkus rokok seharga uang makan 3 x sehari atau malah mungkin seharga penghasilan yang diperolehnya per hari.

Baca juga :  4 Cara Berhemat di Bulan Ramadhan

Lalu kenapa dalam kampanye Rokok Harus Mahal ini harga rokoknya harus 50 ribu dan bukan angka yang lebih tinggi seperti 100 atau 200 ribu? Untuk pertanyaan ini, nara sumber Ligwina Hananto memberikan sedikit penjelasan. Sebagai seorang financial trainer, mbak Ligwina cukup sering bertemu dengan orang-orang yang tak bisa membiayai sekolah anak-anaknya, tak punya uang untuk membeli makanan sehat untuk keluarga namun masih bisa membeli rokok karena saking kecanduannya. Ironis sekali, ya?


Dalam penjelasan lanjutannya lagi, mbak Ligwina menjelaskan kalau dalam dunia financial itu ada 5 kategori pengeluaran dalam sebuah keluarga. Kelima pengeluaran tersebut yakni pengeluaran rutin, pengeluaran lifestyle, cicilan, menabung dan pengeluaran sosial. Bagi perokok, rokok merupakan salah satu kebutuhan utama, bersaing dengan kebutuhan utama yang lain. 

Angka 50 ribu dipilih untuk mewakili uang makan sehari-hari. Sebagai ibu bekerja, saya sendiri saja keberatan kalau harus makan siang dengan harga 30 ribu, apalagi 50 ribu. Dari segi keuangan, kenaikan harga rokok yang cukup signifikan ini (100%) dipandang cukup efektif untuk membuat  orang tua orang menyusun kembali skala prioritasnya. Ayah dan ibu bisa duduk bersama membahas bagaimana mereka harus mengatur kembali keuangan keluarga dengan harga rokok yang naik. 

Jadi bisa disimpulkan kalau ide #RokokHarusMahal dengan harga #Rokok50ribu ini memiliki beberapa tujuan sebagai berikut:

  • Dengan harga rokok 50 ribu, istri sebagai manajer keuangan keluarga bisa melakukan negosiasi pada suami terkait pos-pos pengeluaran rumah tangga 
  • Dengan harga rokok 50 ribu, suami sebagai perokok akan berpikir 2 kali dan mengurangi konsumsi rokoknya yang ke depannya diharapkan bisa sekaligus menghentikan kebiasaan merokok
  • Dengan harga rokok 50 ribu, kita juga bisa menyelamatkan anak kita dari bahaya asap rokok dan bisa memberikan pendidikan yang lebih baik karena uang rokok dialokasikan pada pendidikan anak-anak
Nah, bagi teman-teman yang ingin mengikuti serial #RokokHarusMahal bisa mendengarkan di Power FM 89,2 atau streaming langsung di KBR.id mulai dari pukul 09.00 - 10.00 WIB dengan jadwal sebagai berikut:

1. Jumat, 11 Mei 2018 ;
2. Rabu, 16 Mei 2018;
3. Rabu, 30 Mei 2018;
4. Rabu, 6 Juni 2018;
5. Rabu, 20 Juni 2018;
6. Rabu, 11 Juli 2018;
7. Rabu, 25 Juli 2018;
8. Rabu, 15 Agustus 2018

Selain itu, bagi para blogger, bisa mengikuti lomba terkait talkshow tersebut dengan syarat sebagai berikut: 

1. Follow akun social media KBR: Facebook Kantor Berita Radio-KBR; Twitter @haloKBR dan @beritaKBR serta Instagram @kbr.id 
2. Tulisan sesuai tema pembahasan dalam talkshow.

3. Upload tulisan di blog pribadi dengan memuat frase:
* program radio Ruang Publik KBR

*#rokokharusmahal #rokok50ribu
* link back ke website KBR.ID

4. Kirim link blog ke email ruangpublikkbr@gmail.com dengan subject LOMBA BLOG, sertakan juga biodata Anda (Nama, Domisili, Akun Medsos;twitter, FB, IG dan Nomor HP )

5. Share tulisan di blog ke media sosial Anda dengan mention salah satu akun media sosial KBR dan mencantumkan #rokokharusmahal #rokok50ribu

6. Blogger diperbolehkan mengirimkan tulisan untuk semua episode talkshow (Ada 8 episode yang akan kami hadirkan hingga Agustus)

7. Pemenang akan dipilih oleh juri dari KBR

8. Ada 3 pemenang di masing-masing episode dengan hadiah total Rp 1,2 juta. Tiga tulisan terbaik dari tiap episode akan dilombakan lagi di akhir program untuk dipilih oleh dewan juri menjadi juara 1,2, dan 3. Total hadiah dari episode 1 hingga akhir program Rp 17 juta. Keputusan juri bersifat final dan tidak dapat diganggu gugat.


9. Pendaftaran tiap episode kami tunggu paling lambat 7 hari setelah talkshow

Jadi, tunggu apa lagi? Mari kita dukung #RokokHarusMahal ini dan berharap bisa segera direalisasikan.

Friday, May 25, 2018

May 25, 2018

Hal -hal Tidak Menyenangkan yang Terjadi Saat Buka Puasa Bersama




"Teman, ada rencana buka bersama nggak angkatan kita?"

Begitulah kira-kira isi pesan dari salah satu grup alumni yang saya ikuti di hari-hari pertama Ramadan ini. Bukan tanpa alasan mungkin jika agenda buka bersama ini dilontarkan di awal Ramadan. Sejak sekitar 2 tahun terakhir, angkatan saya nyaris tak pernah mengadakan acara buka puasa bersama lagi.

"Ayo aja. Tentukan aja kapan dan di mana tempatnya," jawab salah satu anggota grup.

"Yang bisa ikut tulis namanya ya." balas anggota yang lain sambil menunggu keputusan kapan dan dimana acara buka puasa bersama akan diadakan. Lalu apakah agenda buka puasa bersama ini nantinya akan terlaksana? Mari kita lihat di akhir Ramadan nanti. Hehe.

Selain ngabuburit, buka puasa bersama memang bisa dibilang salah satu tradisi yang menarik selama bulan Ramadan. Berbagai kalangan secara rutin mengadakan acara buka puasa bersama ini. Mulai dari lingkungan keluarga, pertemanan, instansi, sekolah, hingga komunitas biasanya selalu mengagendakan buka puasa bersama setiap tahunnya. 


Tempat penyelenggaraan buka puasa bersama sendiri juga sekarang semakin variatif. Kalau dulu buka puasa bersama bisa diadakan di rumah salah satu peserta, maka sekarang orang cenderung memilih berbuka puasa di rumah makan atau hotel. Mungkin salah satu alasannya agar yang punya rumah tidak ribet ya menyiapkan dan membereskan kekacauan yang terjadi setelah acara berbuka. Selain itu berbuka puasa di rumah makan atau hotel memungkinkan kita untuk mencicipi aneka jenis menu buka puasa yang enak. 

Buka Puasa di luar rumah kadang menghadirkan kejadian tak menyenangkan



Meski kerap dikaitkan sebagai ajang silaturahmi, buka puasa bersama saat ini mulai menimbulkan pro dan kontra. Mereka yang kontra memberikan alasan buka bersama ini lebih banyak mudharat-nya ketimbang manfaatnya. Mulai dari membuat lalai dalam menjalankan ibadah salat, mengurangi kebersamaan dengan keluarga, hingga bisa menjadi salah satu sumber pengeluaran yang besar selama Ramadan. Apalagi kalau buka puasa bersama diadakan di mall, bisa tambah bikin kantong bolong karena bisa dipastikan pulangnya belanja dulu. He.

Saya sendiri beberapa tahun terakhir tak banyak mengikuti acara buka puasa bersama ini, kecuali jika diadakan bersama keluarga. Selain karena memang tak memiliki lingkaran pertemanan yang luas, status diri yang sudah menjadi ibu juga menjadi alasan utama dari absennya saya dari berbagai undangan buka puasa bersama, ditambah faktor pengiritan juga. Tak hanya itu, beberapa kejadian tak menyenangkan juga membuat saya berpikir 2 kali untuk mengikuti acara buka puasa bersama di luar rumah. Beberapa kejadian tak menyenangkan tersebut antara lain: 

Pelayanan kurang memuaskan karena tempat makan terlalu penuh

Sudah bukan hal baru lagi jika selama Ramadan tempat makan selalu penuh. Bahkan di beberapa tempat makan kita harus melakukan reservasi beberapa hari sebelumnya untuk bisa berbuka puasa di sana. Nah, kadang karena saking penuhnya, pelayanan di tempat makan yang kita pilih jadi tidak memuaskan deh. Entah itu makanan yang tidak sesuai pesanan, makanan yang telat diantar hingga konsumen harus menunggu lama, dan berbagai masalah lainnya. Belum lagi suasana pengap dan ramai juga bisa membuat suasana makan jadi kurang menyenangkan. 


Salat jadi telat karena musala penuh atau tidak ada tempat salat

Tidak ada tempat salat merupakan hal yang paling menyebalkan yang pernah saya alami dalam agenda buka puasa bersama. Saya sendiri pernah mengalami hal ini. Jadi beberapa tahun lalu saya dan beberapa orang rekan kantor mengadakan buka puasa bersama di sebuah rumah makan di kota saya. Setelah makan, saya bergegas mencari tempat untuk salat. Eh ternyata rumah makan tersebut tidak menyediakan tempat salat. Mana masjid lumayan jauh juga. Akhirnya saya terburu-buru pulang dan mencari masjid terdekat agar tidak ketinggalan salat magrib.

Jalan macet jelang berbuka

Situasi jalanan yang macet juga menjadi salah satu hal yang tidak menyenangkan dalam acara buka puasa bersama. Meski di bulan Ramadan beberapa kantor mempersingkat jam kerja bagi karyawannya, bukan berarti juga akan mengurangi risiko terkena macet ini saat akan mengikuti buka puasa bersama. Saya sendiri sebagai istri dan ibu tentunya harus disibukkan dengan urusan domestik dulu baru bersiap-siap untuk berangkat ke tempat acara. Nah, jelang berbuka bisa dipastikan jalan akan macet dan berpotensi membuat kita terlambat tiba di tempat acara. 

Harus menghadapi suasana canggung saat acara buka puasa bersama

Nah kalau soal canggung ini bisa berlaku jika acara buka puasa yang dihadiri merupakan buka puasa bersama komunitas, teman alumni atau menemani pasangan berbuka bersama komunitasnya. Tak bisa dipungkiri kadang berbaur dengan orang yang belum terlalu dikenal bisa menimbulkan rasa canggung. Selain itu, berbuka puasa dengan teman alumni juga bisa membuat suasana canggung karena faktor lama tak bertemu atau bahkan mungkin ada mantan yang hadir di acara buka puasa bersama alumni ini. Hehe.

Itulah dia beberapa hal tidak menyenangkan yang terjadi saat acara buka puasa bersama. Teman-teman mungkin ada yang mau menambahkan?


Monday, May 14, 2018

May 14, 2018

Tips Belanja Online Hemat di Tokopedia Selama Ramadan

Tips-Belanja-Online-Hemat-di-Tokopedia-Selama-Ramadan

"Eh, puasa mulainya hari apa sih? Rabu apa Kamis?"

Itulah kira-kira pertanyaan yang beberapa hari terakhir muncul di keseharian saya dan mungkin juga teman-teman yang beragama muslim lainnya. Dengan semakin dekatnya bulan Ramadan, persiapan menyambutnya pun semakin kental terasa. Masjid-masjid mulai membuka program selama bulan Ramadan. Di pinggir jalan, warung-warung sudah mulai didirikan untuk memuaskan dahaga kuliner jelang berbuka. Sebagai seorang muslim tentunya saya bersyukur bisa kembali dipertemukan dengan bulan Ramadan yang mulia ini. 

Sedikit kilas balik ke Ramadan tahun lalu, saat itu pertama kalinya saya menjalaninya dengan status sebagai seorang ibu. Dengan kehadiran Yumna di keluarga kami, tentunya Ramadhan saya agak sedikit berbeda dari tahun-tahun sebelumnya. Jika dulu saya hampir selalu menjalankan salat tarawih di masjid atau musalla, maka tahun lalu saya resmi salat tarawih di rumah karena harus menjaga Yumna. Tak hanya itu, beberapa target tilawah juga meleset karena perubahan status ini. Berkaca dari pengalaman tersebut, untuk tahun ini tentunya saya harus bisa lebih memanajemen diri agar bisa tetap optimal beribadah dan menjadikannya Ramadan Ekstra.

Selain soal ibadah, hal lain yang mungkin harus saya evaluasi adalah soal belanja dan pengeluaran selama Ramadan. Seperti yang kita ketahui, kadang pengeluaran di bulan Ramadan bisa lebih bengkak ketimbang bulan-bulan lainnya. Penyebabnya bisa bermacam-macam. Mulai dari lapar mata saat ke pasar wadai, terlalu sering berbuka di luar rumah, hingga berbelanja kebutuhan lebaran di waktu yang salah.

Baca juga : 4 Cara Berhemat di Bulan Ramadhan

Saya jadi ingat kejadian beberapa waktu lalu saat saya berbelanja ke pasar. Jadi maksud hati ingin membeli beberapa pakaian lebaran terlebih dahulu agar di bulan Ramadan saya bisa konsentrasi beribadah. Nah ternyata pakaian yang ada di pasar yang saya kunjungi modelnya tidak ada yang saya suka dan harganya mahal pula. Karena berpikirnya tidak bakalan belanja lagi akhirnya saya membeli beberapa pakaian (yang sebenarnya kurang saya suka modelnya). Belakangan saya cek ke beberapa toko online ternyata modelnya lebih bagus dan harganya juga lebih murah. Duh kalau sudah begitu rasanya pengen saya balikin saja baju yang sudah dibeli dan belanja online saja.

Belanja Online Hemat Kebutuhan Bulan Ramadhan Ekstra di Tokopedia


Ngomong-ngomong soal belanja online, tentunya kita sudah tak asing lagi dengan Tokopedia. Sebagai salah marketplace yang cukup ternama, bulan Ramadan ini Tokopedia memiliki program Ramadan Ekstra yang tentunya sangat menggiurkan bagi pecinta belanja online. Meski begitu kita tetap harus cermat dong ya dalam memanfaatkan program ini. Nah, berikut adalah tips belanja online hemat kebutuhan bulan Ramadan Ekstra di Tokopedia :

Bandingkan harga setiap toko online di Tokopedia
Layaknya berbelanjaa secara langsung di pasar, hendaknya kita juga melakukan perbandingan harga dari setiap toko online yang ada di Tokopedia. Tokopedia sendiri memiliki banyak toko online berkualitas dan cukup mudah untuk membandingkan harg dari berbagai produk yang kita inginkan. Caranya cukup tuliskan nama produk yang dibutuhkan di kolom search, maka ribuan produk dengan berbagai harga siap untuk dibeli.

Pilih produk berkualitas dari kreator lokal
Sekarang bukan jamannya lagi ya membeli barang-barang branded dengan harga selangit. Kalau kita mau jeli, saat ini produk lokal juga sudah bisa bersaing dengan produk luar. Tokopedia sendiri memiliki koleksi dari berbagai produk hasil kreasi kreator lokal maupun brand terkenal dunia. Nah, salah satu keuntungan dari membeli produk lokal adalah kita bisa lebih berhemat dan tentunya mendukung produk dalam negeri. 

Cari toko online terdekat
Percuma kan ya belanja barang murah eh ternyata ongkos kirimnya malah bikin harganya jadi mahal. Saat berbelanja online, komponen biaya yang tak boleh terlupakan adalah biaya ongkos kirim (ongkir). Karena itu penting bagi kita untuk mengecek lokasi dari toko yang dipilih. Sebaiknya sih pilih toko online yang lokasinya paling dekat dengan lokasi kita untuk mengurangi ongkir berlebihan. Syukur-syukur kalau ada program free ongkir juga. Hehe.

Baca juga : 7 Tips Belanja Online Ala Konsumen Cerdas di Era Digital

Pilih cara pembayaran yang tepat
Saat ini ada cukup banyak metode pembayaran dalam berbelanja online. Mulai dari transfer bank, kartu kredit, pembayaran dengan saldo di marketplace tersebut, bayar di tempat hingga bayar di minimarket. Sebagai pembeli tentunya kita akan memilih metode pembayaran yang lebih nyaman dan efisien dilakukan.


Pilih metode pengiriman paling efisien
Biasanya nih toko-toko online di sebuah marketplace memberikan beberapa pilihan dalam hal pengiriman barang yang sudah kita pesan. Sebagai pembeli tentunya kita juga harus bijak dalam memilih metode pengiriman ini. Jika perlu barang cepat kita bisa memilih metode pengiriman kilat sebaliknya jika keperluan akan barang tersebut masih bida ditunggu kita bisa memilih metode pengiriman standar yang tentunya lebih ramah di kantong. 

Manfaatkan promo dan diskon 
Siapa yang tak suka dengan promo atau diskon? Adanya promo atau diskon bisa dibilang memberikan pengaruh yang cukup signifikan untuk menghemat pengeluaran kita dalam berbelanja online. Tokopedia sendiri di bulan Ramadan ini memberikan serangkaian promo yang bisa digunakan untuk buat Ramadan kali ini makin Ekstra.

Nah, jika teman-teman ingin berbelanja di Tokopedia, jangan lupa akan ada kejutan pada 25 Mei nanti dari Tokopedia, yang akan membuat Ramadan Ekstra menjadi lebih Ekstra, layaknya festival belanja online “Black Friday”. Duh jadi nggak sabar nih menunggu tanggal 25 Mei datang. Siapa tahu kan saya bisa dapat beberapa perlengkapan lebaran dengan lebih hemat di hari itu. Tapi tetap ingat ya jangan sampai ibadah Ramadhan jadi terganggu gara-gara menunggu kejutan Tokopedia ini :)