Saturday, December 30, 2017

Yumna Turning One Year Old

December 30, 2017 10
Desember ini, Yumna putri saya berusia setahun. Selama 1 tahun menjalani peran sebagai ibu ini, jelas ada banyak hal yang terjadi pada saya. Saya jadi ingat setahun yang lalu setelah adzan Isya saya diantar ke rumah bidan karena rasa mulas yang saya rasakan sejak sore semakin menjadi-jadi. Setelah diperiksa, ternyata saat itu saya sudah pembukaan 5. Menit demi menit saya lalui dengan rasa sakit yang semakin meningkat setiap terjadi kontraksi. Alhamdulillah proses pembukaan hingga menuju bukaan 10 tak memakan waktu lama. Pukul 11 malam, lahirlah Yumna dengan berat 2,8 kg dan panjang 51 cm. 
 
Di awal kelahirannya, saya sempat kesulitan memberikan ASI karena kondisi puting saya yang datar. Saya berusaha untuk bisa menyusui dengan menggunakan nippleshield dan alhamdulillah setelah 1 bulan Yumna sudah bisa menyusu langsung pada saya. Untuk perkembangan motoriknya sendiri, alhamdulillah masih sesuai dengan panduan yang saya baca. Yumna mulai bisa duduk di usia 7 bulan dan merangkak di usia 8 bulan. Sekarang di usianya yang setahun ini, Yumna sudah mulai belajar berjalan dan mulai mengucapkan beberapa kata yang kami ajarkan padanya. 



Beberapa hari sebelum usianya 6 bulan, saya memberikan MPASI perdana untuk Yumna. Sebelumnya saya sudah mencari-cari info cara pemberian MPASI untuk bayi. Saat itu, pilihan saya jatuh pada metode MPASI ala WHO. Alasan saya memilih metode ini karena lebih direkomendasikan. Sempat sih kepikiran mencoba metode BLW namun dari beberapa kali percobaan yang saya lakukan, sepertinya Yumna tidak tertarik dengan metode ini. "Mungkin nanti setelah umurnya 9 bulan," begitu kata saya dalam hati.

Sebagai ibu bekerja, memberikan MPASI homemade bagi putri saya tentunya memerlukan manajemen dan tantangan tersendiri. Saya sempat membaca beberapa referensi MPASI homemade bagi ibu bekerja. Saya juga bertanya pada teman yang sudah lebih berpengalaman dari saya. Ada yang membuat puree dan aneka olahan MPASI dalam jumlah banyak dan dibekukan. Ada juga yang membeli bahan makanan dan membaginya wadah-wadah kecil untuk kemudian diolah. Pada akhirnya saya memilih untuk mengolah MPASI untuk Yumna tengah malam sebelum saya tidur dengan bahan apa saja yang ada di dapur.

Tantangan lain dari masa MPASI Yumna adalah GTM. Meski tak sepenuhnya tutup mulut, namun di usia 8 bulan, Yumna mulai sulit sekali disuapi dan makannya lama sekali. Saya coba mengubah teksturnya dari lembut ke kasar dan balik lagi ke lembut namun tidak ada perubahan. Yumna tetap tidak banyak membuka mulut. Bahkan pernah saat kami ke Makassar beberapa waktu lalu, dia sama sekali tidak mau makan bubur yang saya olahkan. Padahal saat itu saya sudah membawa peralatan tempur mulai dari bawang, kaldu bubuk, abon, hingga beras dan tentunya slowcooker. Sok idealis banget ya. Heuheuheu.

Baca juga : MPASI,  Antara Teori dan Praktik 

"Kasihlah gula sama garam di makanannya biar dia mau makan," begitu saran yang kerap diberikan pada saya saat itu. Memang sih berdasarkan panduan yang saya baca, bayi di bawah 1 tahun tidak disarankan untuk mengkonsumsi gula dan garam di makanannya. Saya sendiri,  pada akhirnya saya menambahkan gula dan garam pada makanan Yumna di usianya 11 bulan. Dan bisa dibilang it works sih. Entah karena memang masanya sudah berakhir atau karena makanannya sudah ada rasanya, Yumna lebih mudah makan setelahnya.

Sejak awal masa MPASI-nya, saya udah niat banget mau bikinin mpasi homemade buad Yumna. Alhamdulillah sih kalau untuk makanan utamanya selalu homemade. Kalau cemilan beli aja soalnya emaknya udah nggak sanggup bikin-bikin lagi. Nah, sampai usianya jelang 1 tahun ini, sebenarnya Yumna termasuk sering GTM-nya ketimbang lahapnya kalau dikasih makan. Sesi makannya aja bisa sampai hampir 1 jam kata ibu yang jagain. Kalau sama saya, kadang malah ogah makan dan maunya nenen melulu. Akhirnya beberapa minggu ini saya sedikit mengalah dengan memberi sedikit gula dan garam di masakannya. Kalau untuk sekarang sih alhamdulillah dia sudah mulai mau makan lahap dan kadang malah suka mau nyendok dan nyuap sendiri makanannya. Teksturnya juga kayaknya sudah mulai naik lagi dari nasi lembek ke nasi. #MPASI #11monthsoldbaby
A post shared by Antung Apriana (@ayanapunya) on

Mengingat usianya sudah setahun, tentunya saya harus mengetahui hal-hal terkait perkembangan balita usia 1 tahun. Berikut adalah perkembangan balita usia 1 tahun dari beberapa sumber yang saya dapat:

Perkembangan kognitif
Si Kecil mulai memiliki kemampuan berpikir, belajar, dan mengingat perilaku orang atau kejadian di lingkungannya. Si Kecil juga mulai memahami simbol, mulai meniru, membayangkan, dan bermain pura-pura.

Perkembangan emosi
Bentuk perlekatan emosi yang kuat pada balita ditandai dengan menangis saat dipisahkan dari orang terdekat. Namun seiring waktu, balita biasanya ingin melakukan aktivitas seorang diri. Ini merupakan tahap awal ia belajar tentang konflik, kebingungan, dan kadang-kadang merusak.

Perkembangan bahasa
Menginjak usia 15 hingga 18 bulan, balita biasanya mulai memahami kosa kata yang semakin banyak, hingga 10 kali lebih banyak dari yang bisa ia katakan. Di ulang tahun kedua, di Kecil sudah bisa mengatakan setidaknya 50 sampai 100 kosa kata.

Perkembangan sensorik dan motorik
Keterampilan motorik terjadi saat otot dan saraf si Kecil bekerja bersama-sama. Balita harusnya sudah mencapai tahap kontrol dan koordinasi sehingga bisa berjalan dengan mantap. Setelah berjalan, ketrampilan berikutnya adalah memanjat, lari, dan melompat.



Selain perkembangan di atas, saya juga perlu waspada jika tumbuh kembang Yumna di usianya yang setahun ini tidak sesuai dengan standar tumbuh kembang bayi.  Hal-hal yang perlu diwaspadai tersebut antara lain:

  • Belum melangkah
  • Tidak bisa berdiri tanpa dibantu
  • Tidak mencoba menemukan benda yang Ibu sembunyikan di hadapannya
  • Belum mengeluarkan satu patah kata
  • Tidak menggunakan bahasa gerak seperti menggelengkan kepala untuk mengantikan kata “tidak mau” atau menunjuk.
Di satu tahun usianya ini, tentunya saya berharap Yumna tumbuh menjadi anak yang sehat dan baik perkembangannya. Sebagai ibu, saya berharap bisa menjalankan tanggung jawab saya dengan baik dalam membersamainya di usianya sekarang maupun yang akan datang. 

Happy birthday, my baby! 

Sumber rujukan : www.ibudanbalita.com

Wednesday, December 27, 2017

[Review] Blog It!, Aplikasi Ngeblog untuk Blogspot

December 27, 2017 89

Setelah bermigrasi dari Wordpress ke Blogspot, salah satu aplikasi yang saya cari adalah aplikasi nge-blog lewat ponsel. Mengingat frekuensi saya yang lebih banyak memegang ponsel ketimbang di depan komputer, tentunya saya perlu aplikasi yang bisa membuat saya bisa ngeblog di mana saja dan kapan saja. Ada beberapa pilihan aplikasi yang saya temukan saat itu. Mulai dari aplikasi Blogger resmi, hingga aplikasi pihak ketiga seperti bloggeroid, BlogIt! dan beberapa aplikasi lainnya. Pilihan pertama tentunya blogger for android. Sayangnya, aplikasi blogger yang dimiliki oleh Google ini sangatlah payah. Jauh sekali jika dibandingkan dengan Wordpress for Android yang sangat lengkap fiturnya.

Saya pun mencoba bertanya pada beberapa teman sesama blogger yang menggunakan Blogspot. "Apa aplikasi yang kalian gunakan buat ngeblog di hape?" Tanya saya waktu itu. Eh, ternyata rata-rata teman blogger ini ngeblognya langsung di browser ponsel. Saya pun sempat mencoba ngeblog lewat browser ponsel ini. Namun mungkin karena sudah terbiasa menggunakan aplikasi saat menggunakan Wordpress dahulu, saya akhirnya tetap mencari aplikasi untuk ngeblog lewat ponsel.

Saya kemudian mencoba berbagai aplikasi yang saya temukan di playstore sebelumnya. Rata-rata aplikasinya sebenarnya masih kurang memuaskan untuk saya. Namun akhirnya setelah bolak-balik mencoba, saya putuskan menggunakan Blogit! sebagai aplikasi yang saya gunakan untuk ngeblog lewat ponsel.

Baca juga : Pengalaman Migrasi Domain dari Wordpress ke Blogspot

BlogIt! ini sendiri merupakan aplikasi yang dibuat oleh Joao Correia. BlogIt! ini memiliki 2 fitur utama yakni blogpost dan komentar. Sependek pengetahuan saya, untuk bisa membalas komentar di blogspot, tidak bisa dilakukan melalui menu dashboard dan harus membuka postingan yang dikomentari. Nah, dengan aplikasi BlogIt! ini, kita tak perlu repot untuk membuka postingan terlebih dahulu. Kita tinggal klik komentar yang masuk dan di bawahnya sudah disediakan kolom untuk membalas komentar. Namun tentunya komentar yang akan dibalas ini sudah ter-publish di blog kita.


Untuk membuat postingan sendiri juga prosesnya cukup mudah. Kita tinggal klin menu + yang ada di aplikasi dan setelahnya kita bisa langsung mulai ngeblog. Beberapa menu yang ada pada fitur post ini antara lain post title, labels/tag, menu edit tulisan termasuk memasukkan gambar ke postingan. Setelah selesai membuat postingan, kita bisa memilih untuk langsung menayangkan tulisan kita atau menyimpannya sebagai draft dengan menekan menu save. Selain itu kita juga bisa membuat postingan terjadwal lewat BlogIt! ini. Nah, setelah menyimpan postingan, jangan lupa untuk melakukan refresh agar postingan yang dibuat benar-benar sudah tersimpan dan tersinkronisasi dengan blog kita.



Pengalaman saya dengan versi 2.3.8, perlu beberapa menit sebelum tulisan benar-benar tersimpan di draft. Hal yang sama juga berlaku untuk komentar yang perlu waktu beberapa menit untuk bisa menampilkan komentar terbaru yang masuk. Padahal untuk versi sebelumnya yakni 2.2.1 proses penyimpanan dan penayangan komentar ini terbilang cepat. Jadi saran saya sebaiknya kalau mau install aplikasi ini pakai yang versi 2.2.1 dulu.

Harapan saya sendiri, ke depannya aplikasi BlogIt! ini bisa lebih ditingkatkan lagi fiturnya seperti adanya notifikasi untuk komentar yang dimoderasi. Demikian review singkat saya tentang salah satu aplikasi yang saya gunakan untuk ngeblog. Semoga bermanfaat :)

Tuesday, December 19, 2017

[Review] Wardah Intense Matte 05 Easy Brownie

December 19, 2017 34
Sekitar dua tahun yang lalu, Wardah mengeluarkan seri lipstik matte yang diberi nama Wardah Intense Matte dengan 12 warnanya. Kala itu saya sempat tertarik untuk membeli salah satu koleksi warnanya. Sayangnya dulu itu saya selalu merasa tidak cocok dengan lipstik Wardah. Beberapa kali saya beli produknya selalu salah warna dan formulanya tidak nempel di bibir saya. Akhirnya dengan pengalaman ini saya pun mengurungkan niat untuk membeli lipstik Wardah Intense Matte tersebut.

Nah, belakangan saya berkesempatan mencoba lipstik Wardah Exclusive Matte yang oke itu. Setelah mencoba lipcream Wardah tersebut, saya akhirnya mulai yakin untuk membeli lipstik Wardah Intense Matte yang sudah saya idam-idamkan. Warna yang saya inginkan adalah no 5 dengan nama Easy Brownie. Saya pun mampir ke toko kosmetik langganan dan membeli lipstik tersebut. Bagaimanakah kesan saya atas lipstik Wardah Intense Matte ini?

Kemasan
Lipstik Wardah Intense Matte ini dibungkus dengan karton dengan warna sama dengan lipstiknya. Tentunya ini sangat memudahkan konsumen untuk mengetahui warna dari lipstik tersebut. Ironisnya, untuk kemasan lipstiknya sendiri malah mirip (atau malah sama) dengan lipstik Wardah seri Longlasting. Bentuknya langsing dengan warna kemasan abu-abu dan pada bagian bawah terdapat nomor lipstik.





Warna dan ketahanan Sesuai dengan namanya, lipstik Wardah Intense Matte no 05 Easy Brownie ini memiliki warna coklat dengan sedikit hint kemerahan. Di bibir saya lipstik ini jatuhnya jadi nude tapi tidak pucat. Kalau mata orang warnanya jadi my lips but better.  Tekstur lipstik ini lembut dan cukup pigmented. Cukup sekali oles sudah bisa menutupi warna bibir saya. Sayangnya mungkin karena saking lembutnya, lipstik ini jadi gampang patah.


Untuk ketahanannya sendiri, bisa dibilang so so ya. Setelah dipulas ke bibir, perlu waktu beberapa menit sampai lipstiknya berubah menjadi matte namun tidak membuat bibir kering. Kalau tidak dibawa makan minum lipstik ini mungkin bisa tahan 3-4 jam. Pengalaman saya, saat dibawa makan, lipstik ini gampang banget hilangnya. Selain itu lipstik ini juga tidak transferproof.


Untuk kesimpulan akhir, bisa dibilang saya cukup menyukai lipstik Wardah Intense Matte ini. Meski tidak terlalu tahan lama, namun saya suka warna dan teksturnya yang lembut dan tidak membuat bibir kering. Lipstik Wardah Intense Matte ini bisa didapatkan dengan harga 46 ribu rupiah.

Friday, December 15, 2017

Resolusi 2018 : Menjadi Ibu yang Lebih Produktif

December 15, 2017 68



Tahun 2017 ini merupakan tahun yang memiliki arti tersendiri bagi saya. Di tahun ini, saya diberi kesempatan menjadi seorang ibu dari seorang putri yang kini menginjak usia 1 tahun. Tentunya ada banyak perubahan yang terjadi pada saya setelah menjadi ibu. Mulai dari perubahan fisik dan tentunya perubahan ritme kehidupan dan aktivitas sehari-hari.

Perjalanan sebagai ibu saya selama setahun ini sendiri bisa dibilang cukup seru. Mulai dari perjuangan memberikan ASI untuk Yumna, lalu menyiapkan MPASI-nya yang kekeuh pengen homemade, hingga tentunya menyeimbangkan urusan rumah tangga dengan urusan mengurus anak. Dan kalau boleh jujur sih, saya masih agak keteteran dalam urusan menyeimbangkan urusan rumah tangga dengan urusan mengurus anak ini. Hik.

Baca juga : Belajar Menjadi Orang Tua

Saat ini, kita sedang menjalani bulan terakhir di tahun 2017. Biasanya orang-orang akan melakukan sedikit review hal-hal yang terjadi pada mereka selama setahun terakhir, sekaligus membuat rencana hal-hal yang ingin dilakukan untuk tahun mendatang atau kerap disebut resolusi. Sebenarnya tak harus menunggu tahun baru juga untuk membuat resolusi ini. Ada yang membuat resolusi di tahun baru Hijriah, ada juga yang di peringatan tanggal kelahirannya. Bahkan ada juga yang membuat rencana kehidupannya setiap malam. Tahun baru sendiri dipilih karena saat ini penanggalan inilah yang digunakan untuk menandakan pergantian masa perputaran bumi.

Saya sendiri tentunya juga memiliki beberapa resolusi yang ingin dijalankan di tahun 2018 nanti. Pada intinya sih, saya ingin tahun 2018 nanti, saya bisa lebih produktif ketimbang tahun 2017. Entah itu dalam hal spiritual, karir dan juga hobi. Beberapa resolusi tersebut antara lain:

Meningkatkan Kualitas Ibadah
"Banyak-banyaklah beribadah saat masih lajang. Setelah menikah dan punya anak, belum tentu kita bisa beribadah sebanyak saat kita masih lajang". Begitulah pesan yang pernah disampaikan seorang ustadzah pada saya. Setelah memiliki anak, saya pun langsung mengerti maksud dari ucapan ustadzah ini. Menikah dan memiliki anak telah menyita banyak waktu saya sebagai individu.

Memang sih bagi seorang istri dan ibu tetap mendapat pahala yang besar jika melayani suami dan mengurus anak dengan baik. Namun tentunya akan lebih bagus dong ya kalau saya juga bisa tetap memaksimalkan ibadah harian saya. Untuk urusan ibadah ini sendiri, beberapa target yang ingin saya capai adalah saya ingin bisa lebih tepat waktu dalam menjalankan salat,  mengulang kembali hafalan yang mulai menghilang dan juga meningkatkan ibadah-ibadah sunnah.

Kembali Menulis Fiksi
Tahun 2015 mungkin adalah tahun yang membahagiakan bagi karir menulis saya. Saat itu 2 cerpen saya dimuat di majalah nasional. Satu di Femina, satu lagi di Gadis. Sebagai penulis amatiran, pastinya saya sangat bangga dengan pencapaian ini. Sayangnya, setelah itu saya tak lagi bisa menembus media. Beberapa kali saya mengirimkan karya, namun tak ada yang dimuat. Saya juga sempat belajar menulis cerpen anak namun tak cukup beruntung bisa menembus majalah anak.

Setelah melahirkan, otomatis saya semakin sulit menyisihkan waktu untuk menulis cerita fiksi. Selain itu sekarang saya juga fokus mengelola blog pribadi yang jujur lebih mudah diisi karena tak perlu memikirkan plot dan konflik. Meski begitu, jujur saya kangen masa di mana tulisan saya nampang di media cetak. Ada rasa yang berbeda jika melihat nama kita akhirnya terpilih di antara ribuan karya yang masukke redaksi. Karena itulah salah satu resolusi tahun 2018 saya adalah bisa menulis cerita fiksi minimal 1 minggu sekali.

Lebih banyak membaca
Beberapa tahun yang terakhir, saya memiliki kebiasaan membuat daftar buku yang berhasil saya selesaikan selama setahun dalam sebuah postingan. Untuk memudahkan pencatatan buku yang dibaca ini tentunya saya mengandalkan Goodreads dong, ya. Nah, barusan saya mengecek bacaan saya di tahun 2017 ini. Dan ternyata menurut Goodreads saya hanya menyelesaikan 7 buku saja. Ya ampun. Itu berarti saya hanya membaca 1 buku dalam 2 bulan. Padahal tahun-tahun sebelumnya saya menargetkan membaca buku di atas 30 buah :(

Penurunan kecepatan membaca ini mungkin disebabkan oleh ritme baru saya sebagai seorang ibu. Jangankan buku, kadang tabloid pun tak sempat saya baca. Padahal stok buku yang belum dibaca masih menumpuk di rumah. Selain itu saya juga memiliki "tugas" mengenalkan anak saya pada buku. Dan katanya, salah satu cara agar anak suka membaca adalah dengan memberi contoh pada si anak. Jadi, tentunya tidak ada alasan dong bagi saya untuk tidak banyak membaca.  

Menjaga Kesehatan dan Memanajemen Waktu dengan Baik
Menjaga kesehatan tentu saja menjadi salah satu prioritas utama kita semua. Salah satu cara saya dalam menjaga kesehatan keluarga adalah dengan mengurangi makan fastfoood dan memasak sendiri bekal untuk saya dan suami (meski kadang rasanya masih amburadul). Dan alhamdulillah, setelah mengikuti medical check up yang didakan kantor beberapa waktu yang lalu, hasil tes kesehatan saya termasuk normal kecuali untuk urusan gula darah yang sedikit di atas ambang batas. Oleh dokter saya disarankan untuk lebih banyak berolahraga untuk mengontrol gula darah ini. 

Apalagi dengan semakin bertambahnya umur, daya tahan tubuh juga semakin berkurang. Misalnya saja dulu saat masih berusia 20-an saya masih tahan banting kena hujan. Sekarang kena gerimis sedikit aja langsung kumat flu saya. Nah, biasanya kalau sudah kena flu, saya ini tipe yang tidak langsung minum obat. Apalagi saya masih menyusui, salah minum obat bisa-bisa ASI saya seret. Karena itu saya lebih memilih banyak istirahat dan minum vitamin untuk meredakan flu yang saya alami.

Baca juga : Wanita Bekerja dan Risiko Terkena Infeksi Saluran Kemih



Bicara soal vitamin, belakangan saya mengenal Theragran-M, vitamin yang bagus untuk mempercepat masa penyembuhan. Seperti yang kita ketahui, kekurangan vitamin dan mineral dapat menyebabkan penurunan daya tahan tubuh serta timbulnya berbagai penyakit. Nah, kombinasi Multivitamin (Vit A, Vit B, Vit C, Vit D, Vit E) dan Mineral esensial (seperti Magnesium dan Zinc) di dalam Theragran-M terbukti meningkatkan, mengembalikan dan menjaga daya tahan tubuh, serta mempercepat proses penyembuhan. Pas banget untuk para ibu yang sering kena doktrin kalau sakit jangan lama-lama.

Theragran-M ini sendiri diproduksi oleh PT Taisho Pharmacheutical Indonesia dan sudah direkomendasikan selama 40 tahun oleh para dokter. Harganya sekitar 20 ribu untuk satu keping dengan isi 4 tablet salut gula. Untuk pemakaiannya sendiri, cukup sehari 1 kaplet, sewaktu atau sesudah makan, atau sesuai dengan anjuran dokter. Dengan adanya Theragran-M ini, tentunya akan sangat membantu saya dalam masa penyembuhan saat kena flu menyerang dan saya bisa selalu aktif menjalani kehidupan saya sebagai ibu bekerja.

Itulah dia resolusi saya untuk tahun 2018 nanti. Semoga saja saya bisa konsisten dalam menjalankan resolusi saya ini sehingga benar-benar bisa menjadi ibu yang produktif.

Artikel ini diikutsertakan dalam lomba blog yang diselenggarakan oleh Blogger Perempuan Network dan Theragran-M.

Thursday, December 7, 2017

Pengalaman Terjebak Rekrutmen Club Wisata

December 07, 2017 107


"Aku dapat undangan buat menghadiri acara nih," kata suami pada saya.

"Undangan apa?"

"Nggak tahu. Dia tahu-tahu nelpon dan mengundang buat acara sosialisasi pariwisata gitu," jawab suami lagi. Tak lama sebuah pesan masuk ke ponsel suami. Beliau kemudian membuka pesan tersebut.

"Nih aku dapat lagi SMS undangannya. Katanya kalau datang dapat voucher menginap di Bali," kata suami lagi.

"Di mana acaranya?" tanya saya yang mulai tertarik sejak mendengar kata sosialisasi pariwisata. Bisa jadi bahan tulisan di blog nih, begitu pikir saya.

"Mercure," suami menyebutkan nama sebuah hotel bintang 4 di kota kami.

"Oke, nanti kita ke sana," kata saya akhinya.

Percakapan di atas terjadi sekitar satu tahun yang lalu, saat saya masih hamil 9 bulan. Saya dan suami mendapat undangan untuk mengikuti sebuah acara yang katanya adalah sosialisasi pariwisata. Untuk bisa lebih menarik minat suami, diberikan juga voucher menginap di hotel bintang 4 di Bali jika suami menghadiri acara tersebut. Mendengar kata Bali, saya dan suami tentunya tertarik dong dengan penawaran ini. Apalagi untuk saya, yang merasa ini bisa menjadi bahan tulisan untuk blog. Dalam pikiran saya, acara yang ditawarkan ini semacam seminar atau obrolan tentang wisata.

Baca juga : Merencanakan Liburan ke Bali

Maka dengan penuh persiapan saya (yang saat itu hamil tua) dan suami pun berangkat ke lokasi acara. Begitu tiba di hotel, saya langsung bingung. Alih-alih menemui acara semacam seminar, saya malah menemui format acara wawancara. Meski begitu, saya dan suami tetap melangkahkan kaki menuju ruangan tempat acara akan dilaksanakan. Oh ya, sebelum masuk ke ruangan, terlebih dahulu kami melakukan pendaftaran dan diminta menunggu sampai dipanggil ke dalam ruangan.

Begitu memasuki ruangan, kami disambut oleh seorang pria dengan gaya metroseksual. Kami dipersilakan duduk dan seketika itu sadarlah saya kalau acara yang kami hadiri ini ternyata program rekrutmen sebuah klub wisata. Si Mas yang sebut saja namanya Doni memperkenalkan nama sebuah club wisata yang tergabung dalam jaringan sebuah hotel. Dalam promosinya ke saya, club wisata ini bisa mengakomodasi anggotanya untuk berlibur tanpa pusing memikirkan biaya dan tempat menginap.

Jadi dalam programnya ini, anggota yang berhasil direkrut diiming-imingi akan bisa berlibur ke berbagai tempat dengan cara mengumpulkan poin-poin tertentu. Nah poin-poinnya ini diambil dari uang yang diangsurkan setiap bulan. Yah intinya nabunglah. Jadi kalau si anggota ingin berlibur ke mana, mereka tinggal menghubungi club wisata ini dan club akan mengurus akomodasi mereka. Dengan poin yang dikumpulkannya, setiap tahun anggota akan mendapat poin untuk jatah liburan yang mana poinnya bisa digabung dengan tahun sebelumnya.

Baca juga : Menginap di Hotel Four Points Sheraton Makassar

Saya sendiri sebenarnya sejak awal sudah tidak terlalu berminat dengan penawaran yang diberikan. Alasannya karena paket yang ditawarkan mahal banget kalau untuk ukuran saya dan suami. Meski begitu, rupanya para marketing ini selalu punya banyak cara untuk menggaet "korbannya". Jadi setelah saya menolak paket yang termurah, tiba-tiba saja ada lagi satu penawaran khusus yang hanya diberikan hari itu. Harganya memang miring banget sih. Dan ternyata jurus terakhir ini sukses menggaet saya dan suami menjadi anggota si club wisata.

Begitu pulang ke rumah, saya kembali membaca kontrak kerja sama yang sudah kami tanda tangani. Begitu membaca kontrak ini, saya baru sadar kalau saya dan suami tidak mendapat banyak keuntungan dari club ini. Pertama, club ini tidak meng-cover harga tiket pesawat. Padahal saya berharap dengan untuk tiket pesawat bisa dipotong dari poin-poin yang ditabung. Saya lupa apakah ini karena paketnya yang berbeda atau memang si club tidak meng-cover tiket pesawat. Namun yang jelas hal ini cukup mengecewakan untuk saya. Alasan kedua, poin yang dimiliki hanya berlaku untuk hotel yang masuk dalam jaringan hotel mereka, dan beberapa tempat wisata. Kalau misalnya saya mau coba hotel lain, harus pakai uang sendiri dong.

Karena merasa kecewa, saya mengajak suami untuk membatalkan keanggotaan kami di club itu. Risikonya sih ya pastilah uang yang sudah disetorkan hangus. Padahal kemarin itu lumayan banget uang setoran itu untuk biaya persalinan saya. Suami minta saya pikir-pikir lagi. Namun saya sudah bulat tak ingin melanjutkan keanggotaan di club itu. Toh kami juga kayaknya tidak bakal sering liburan, kata saya pada suami. Akhirnya suami pun setuju untuk membatalkan keanggotaan kami di club itu.

Kurang lebih 1 bulan setelah mendaftar, saya melayangkan pengajuan pembatalan keanggotaan. Dan ternyata permohonan saya langsung diterima tanpa ditanyai ini itu. Saya hanya perlu mengisi formulir pembatalan dan mengirimkannya kembali ke club itu. Mudah dan ironis sih kalau kata saya sih. Kenapa? Karena seolah-olah pihak club wisata ini targetnya adalah merekrut anggota sebanyak-banyaknya di proses rekruitmen mereka. Kalau misalnya ternyata ada yang mengundurkan diri, mereka tidak rugi karena sudah mendapatkan uang pendaftaran dari si anggota itu :(

Hingga saat ini, meski sudah tidak terdaftar lagi sebagai anggota, saya masih sesekali mendapat beberapa email dari club wisata ini. Isinya tentu saja tentang jadwal tour-tour dan promo yang akan mereka adakan dan beberapa informasi terkait iuran anggota. Bagi saya pribadi, mengikuti club wisata semacam ini bisa jadi bermanfaat bagi mereka yang ingin jalan-jalan namun tidak ingin ribet soal akomodasi. Selain itu sistemnya yang nabung lumayan menggiurkan dan masuk akal sih.

Namun di jaman yang serba canggih kayak sekarang, kok kayaknya lebih asyik jalan-jalan dengan itinenary sendiri ya? Toh sekarang sudah banyak sekali aplikasi yang bisa membantu kita kalau ingin ke suatu tempat. Selain itu Mbah Google juga pastinya siap membantu kalau kita perlu informasi apapun selama dalam perjalanan. Betul begitu?

Monday, December 4, 2017

5 Hal Sederhana yang Bisa Dilakukan Para Ibu Agar Tetap Bahagia

December 04, 2017 56

Beberapa hari terakhir, saya menonton sebuah drama berjudul Go Back Couple. Drama dengan 12 episode ini bercerita tentang pasangan yang sudah 14 tahun menikah dan akhirnya memutuskan bercerai. Alasan dari perceraian mereka adalah karena keduanya merasa tidak bahagia. Sang istri yang menjadi ibu rumah tangga merasa tidak bahagia dengan kondisi keluarganya. Sementara suami yang bekerja sebagai sales obat juga merasa tertekan dengan pekerjaannya yang kadang memaksanya melakukan hal yang tidak ia sukai.

Setelah bercerai, mereka kemudian tiba-tiba terlempar ke masa 18 tahun yang lalu saat mereka pertama kali dipertemukan. Berkaca dari kegagalan berumah tangga yang mereka alami, keduanya bertekad untuk tidak terlibat lagi satu sama lain. Namun rupanya kembalinya keduanya ke masa lalu ini menjadi sebuah cara bagi mereka untuk memperbaiki kembali hubungan mereka.

Selain Go Back Couple, drama Korea lain bertema kehidupan rumah tangga yang saya tonton adalah My Wife's Having An Affair This Week. Nah dalam drama ini, dikisahkan seorang suami yang tanpa sengaja mengetahui kalau istrinya akan bertemu dengan pria lain di sebuah hotel. Keduanya sudah menikah selama 7 tahun dan dikaruniai seorang putra. Mengetahui hal ini, sang suami pun merasa bingung. Selama ini dia merasa kalau rumah tangganya baik-baik saja. Mereka adalah pasangan yang menikah karena saling mencintai. Lalu kenapa sang istri tiba-tiba selingkuh?

Baca juga : Belajar Menjadi Orang Tua

Berbeda dengan Go Back Couple yang tokoh sang istri adalah ibu rumah tangga, maka dalam  My Wife's Having An Affair This Week ini sosok istri digambarkan sebagai seorang wanita karir. Meski bekerja, namun ia masih sempat mengurus rumah tangga dengan baik. Sayangnya, terlepas dari karir yang lumayan sukses dan urusan rumah yang beres, si istri tetap merasa kosong.

Setelah memiliki anak, si istri dia merasa dia bukan lagi dirinya. Kesibukannya sebagai istri, ibu dan karyawan telah memakan sebagian besar waktunya. Si istri bahkan tak sempat menyelesaikan buku yang dibacanya. Nah, si pria yang juga adalah rekan kerja sang istri datang di saat yang tepat. Sang istri pun merasa nyaman dengan kebersamaannya dengan si pria dan mulai sering bertemu di luar jam kantor.

***

Sebagai seorang pecinta drama Korea, menonton drama dengan tema kehidupan rumah tangga selalu memberikan kesan tersendiri bagi saya. Melalui drama bertema rumah tangga ini saya mendapat cukup banyak pemahaman baru seputar kehidupan setelah pernikahan. Bagi mereka yang sudah menikah, pastinya tahu kalau pernikahan tak semudah yang dibayangkan, bukan? Dua orang yang berbeda bertemu dan hidup bersama. Tak cukup hanya cinta, ada berbagai kompromi dan kesabaran yang harus dimiliki dalam menjalani sebuah pernikahan. Karena itulah seperti kata orang, kita perlu terus menumbuhkan cinta dalam sebuah pernikahan.

Dalam tulisannya yang berjudul Laki-laki Hidup Lebih Bahagia, Kok Bisa? Mbak Nurin Ainistikmalia menyebutkan sebuah fakta menarik. Jadi berdasarkan data dari Badan Pusat Statistik, disebutkan kalau Indeks Kebahagiaan Indonesia penduduk laki-laki sebesar 71,12, nilainya lebih tinggi dibandingkan penduduk perempuan yang sebesar 70,30. Hal ini didasarkan pada hasil Survei Pengukuran Tingkat Kebahagiaan (SPTK) yang sudah dilakukan oleh BPS.

Baca juga : Mengontrol Tontonan Anak bagi Ibu Bekerja


Menurut mbak Nurin lagi, salah satu alasan kenapa wanita bisa kurang bahagia adalah karena kehidupan mereka yang penuh tekanan, kecemasan, kekhawatiran. Bisa jadi benar tuh. Sebagai seorang ibu saya sendiri juga cukup mendapat tekanan seputar perkembangan bayi sendiri. Dan itu tekanan dari diri sendiri loh, bukan orang lain. Selain itu, alasan lainnya juga mungkin karena wanita memiliki kemampuan multitasking-nya mampu memikirkan banyak hal dalam satu waktu. Bisa jadi bukan hal itu turut berpengaruh dalam kadar kebahagiaan yang mereka rasakan.

Lalu, dengan berbagai tekanan yang harus dihadapi, bagaimanakah caranya agar ibu tetap bahagia? Nah, saat ini, cukup sering kita dengar istilah Me Time untuk para ibu, terutama mereka yang berstatus ibu rumah tangga. Me Time ini bertujuan agar para ibu bisa tetap "waras" di tengah kesibukannya di rumah. Saya sendiri cukup setuju dengan adanya Me Time ini. Kesibukan mengurus keluarga dan tetek bengeknya pastilah sangat menguras energi dan emosi.

Nah, bagi saya pribadi, ada 5 hal yang bisa dilakukan agar bisa tetap bahagia. Hal tersebut antara lain:

Berkumpul bersama teman dekat
Dalam drama Korea yang kerap saya tonton, tokoh utamanya biasanya memiliki satu atau sahabat yang menjadi tempat curhat si tokoh utama. Dalam kehidupan nyata, kita juga pastinya memiliki sahabat yang kerap menjadi tempat curhat dong, ya. Entah itu di dunia nyata atau di dunia maya. Nah, jika sahabat yang dimiliki ini berada satu kota dengan kita, tentunya tak salah dong kita sesekali berkumpul dengan mereka untuk saling bercerita atau sekadar ngopi bareng.  

Menjalani hobi
Setiap orang pasti memiliki hobi. Ada yang suka memasak, merajut, berkebun. Nah, bagi para ibu, menjalani hobi ini juga bisa menjadi sarana Me Time yang bisa menenangkan pikiran. Tambahan lagi, kalau hobi tersebut bisa mendatangkan rezeki buat ibu. Pastinya semakin membuat senang dong, ya?

Melakukan perawatan tubuh dan kecantikan
Salah satu kegiatan lain yang juga bisa membuat rileks adalah melakukan perawatan tubuh dan kecantikan. Sekarang ini, perawatan tubuh juga tak harus dilakukan di salon. Sudah ada jasa salon yang bisa datang ke rumah. Tak hanya membuat rileks, perawatan tubuh juga membuat para ibu merasa lebih cantik dan bersinar. Dan percaya atau tidak, menjadi cantik itu bisa membuat bahagia loh.

Mengunjungi pasar atau pusat perbelanjaan
Meski kedengarannya konsumtif, namun kadang mengunjungi pasar atau pusat perbelanjaan ini cukup efektif dalam memberikan rasa bahagia bagi para wanita. Saya sendiri kadang kalau sedang suntuk memilih pergi ke toko buku untuk sekadar window shopping. Senang saja rasanya melihat deretan barang-barang yang disusun rapi di etalase toko. Namun mungkin ada baiknya saat berbelanja ini ditemani oleh teman yang bisa mengontrol agar kita tak belanja berlebihan.

Rekreasi
Rekreasi juga bisa menjadi sarana Me Time bagi para ibu agar tetap bahagia. Rekreasi ini bisa dilakukan bersama keluarga atau juga sendirian. Tentunya tak perlu memikirkan tempat yang jauh-jauh dulu kalau mau rekreasi. Bagi saya sih, jalan-jalan di taman kota juga sudah bisa disebut rekreasi. Hehe.

Itulah dia 5 Hal Sederhana yang Bisa Dilakukan Para Ibu Agar Tetap Bahagia versi saya. Tulisan ini merupakan tanggapan atas tulisan mbak Nurin Ainistikmalia dalam dalam KEBloggingCollab untuk grup Mira Lesmana. 

Tuesday, November 28, 2017

Pengalaman Migrasi Domain dari Wordpress ke Blogspot

November 28, 2017 76

"Mbak Antung kok blognya lambat sekali ya dibuka?" tanya Ruli, salah satu teman di Komunitas FBB pada saya beberapa waktu yang lalu via Whatsapp. Kebetulan hari itu adalah jadwal share link di grup Whatsapp FBB. Dan saya termasuk anggota yang mendaftarkan tulisan saya untuk dibaca.

"Ah, masa sih?" Saya balik bertanya tanda tak percaya.

"Iya. Hampir 1 menit belum kebuka-buka juga blognya," balas Ruli lagi masih lewat pesan Whatsapp.

"Bentar aku cek dulu."

Saya pun segera mencoba membuka blog saya lewat ponsel. Memang benar, loading-nya agak lebih lama dari biasanya. Saya kemudian teringat ada situs yang bisa mengecek kecepatan loading blog kita. Saya pun segera meluncur ke situs tersebut dan alangkah kagetnya ketika mengetahui kalau kecepatan loading blog saya termasuk dalam kategori parah. Duh!

Baca juga : Cerita Di Balik Migrasi ke Top Level Domain

"Apa karena kemarin diupdate ya, wordpressnya?" tanya saya dalam hati. Sebagai pengguna Wordpress, saya memang kerap mendapat pemberitahuan untuk mengupdte Wordpress saya ke versi terbaru. Dan yang namanya update biasanya menambah pemakaian kuota kan, ya?

Untuk memastikan, saya pun akhirnya menanyakan perihal ini kepada penyedia hosting yang saya pakai. Dan ternyata jawaban dari penyedia hosting lagi-lagi sukses membuat saya kaget.

Dari hasil pengecekan melalui sisi kami, untuk isu ini di sebabkan penggunaan resource yang telah mencapai limit. Untuk detailnya dapat di cek pada cPanel -> cpu and concurrent connection usage.
Kami sarankan anda dapat mengurangi penggunaan plugin atau dapat melakukan upgrade paket hosting anda.
Begitulah jawaban yang diberikan penyedia hosting yang saya gunakan. Saya langsung mengikuti instruksi yang diberikan dan benar saja. Blog saya sudah menghabiskan 70% kapasitas yang disediakan. Ini sebenarnya ironis sekali mengingat beberapa hari sebelumnya saya baru saja menghapus cukup banyak postingan di blog TLD saya. Logikanya kan harusnya berkurang ya, penggunaan kuota hosting saya. Selain itu saya juga rasanya tidak meng-instal banyak plugin untuk blog saya. Setelah saya cek lagi, ternyata salah satu penyumbang file yang cukup besar adalah back up saat saya akan melakukan update Wordpress beberapa waktu sebelumnya.

Karena tidak ada niat menambah kapasitas hosting dan sudah kadung mantah kata orang Banjar, saya pun terpikir untuk melakukan migrasi domain dari wordpress ke Blogspot. Hal ini sebenarnya sudah cukup lama terpikir di benak saya. Salah satu alasan utamanya adalah masalah kapasitas yang terbatas. Selama beberapa bulan ini saya menggunakan hosting dengan kapasitas 1,5 GB. Nah, karena saya yang kurang pandai mengelolanya, akhirnya belum setahun sudah hampir penuh deh penggunaannya. Takutnya kalau saya tidak memperpanjang atau menambah kapasitas hosting nanti blog saya tidak bisa dibuka lagi. Sayang banget jadinya.

Saya pun menanyakan perihal migrasi domain ini ke penyedia jasa. Ternyata prosesnya cukup mudah. Saya hanya perlu memasukkan nama domain baru ke blogspot dan mengubah beberapa alamat di DNS domain saya. Jika proses ini sukses dilakukan, maka dalam sekejap blog saya sudah berpindah dari Wordpress ke Blogspot.

Setelah sukses memindahkan domain dari Wordpress ke Blogspot, hal yang saya lakukan tentunya adalah menata rumah baru saya. Tahap ini lumayan bikin pusing mengingat selama ini saya sudah terbiasa dengan platform Wordpress yang menurut saya sangat user friendly. Untungnya dulu saya pernah punya blog di blogspot jadi masih bisa ingat sedikit-sedikit cara

Langkah ketiga adalah impor tulisan. Jadi sebelum melakukan migrasi domain, saya terlebih dahulu meng-ekspor tulisan saya di Worpress. Nah ternyata file xml yang didapat dari proses ekspor ini tidak bisa langsung diimpor ke Blogspot melainkan harus dikonversi lagi dengan aplikasi pihak ketiga. Setelah berhasil dikonversi, ukuran file xml tersebut akan mengecil dan bisa langsung diimpor ke blog baru saya.

Satu hal yang perlu diingat dari migrasi yang saya lakukan ini pastinya akan banyak terjadi perubahan. Perubahan pertama tentu saja dalam hal adaptasi platform. Sebelumnya, dengan menggunakan Wordpress, saya sangat dimanjakan dengan adanya aplikasi android yang user friendly. Dengan aplikasi tersebut saya bisa membuat postingan, memasukkan gambar, membaca blog yang saya ikuti, hingga membalas komentar. Intinya all in one lah kalau di Wordpress.

Nah, di Blogspot aplikasinya ternyata tidak senyaman itu. Dari hasil bertanya sana sini rata-rata teman-teman kalau nulis lewat ponsel biasanya langsung di browser. Saya sendiri akhirnya menggunakan aplikasi Blog It untuk membuat draft di ponsel dan membalas komentar yang masuk di postingan saya.

Selain masalah adaptasi, hal lain yang terjadi adalah perubahan pada blog itu sendiri saat proses impor postingan dilakukan. Beberapa hal yang berubah ini antara lain:

Gambar di postingan lama tidak terangkut
Meski berhasil mengangkut postingan berikut komentarnya, proses impor yang saya lakukan gagal membawa serta foto-foto yang ada di postingan. Ini mau tak mau membuat saya harus meng-upload kembali gambar-gambar untuk postingan yang sudah terbit. 

URL Blog berubah
Sebelumnya, di Wordpress saya membuat permalink yang sesuai dengan SEO. Nah, begitu diimpor, postingan tersebut berubah semua permalink-nya menjadi permalink default Blogspot. Ini tentu saja berpengaruh pada pencarian di Google dan internal link yang saya buat.

Komentar berantakan
Selain gambar yang tidak terangkut, proses impor juga membuat komentar di postingan saya jadi berantakan. Jadi balasan dari komentar yang sudah masuk tidak tersusun sesuai dengan postingan aslinya

Pageview turun
Ini kayaknya sudah pasti ya kalau kita mengubah alamat blog atau melakukan migrasi maka pageview blog akan menurun. Untungnya kalau di Blogspot ini setahu saya pageview-nya lebih cepat naik ketimbang Wordpress yang ngesot. Jadi ya saya tidak terlalu merasa sedih dengan urusan pageview ini. Hehe.

Itulah dia pengalaman saya saat melakukan migrasi domain dari Wordpress ke Blogspot. Meski harus adaptasi lagi, bagi saya, apapun platform yang kita gunakan, tentunya tak mengurangi semangat kita untuk tetap berkarya lewat tulisan, bukan?

Friday, November 24, 2017

Hal-hal yang Terjadi Setelah Berkenalan dengan Dunia Make Up

November 24, 2017 48


Hari itu, sepulang dari kantor saya menyempatkan diri mampir ke salah satu toko kosmetik di kota saya. Aslinya sih, saya cuma mau membeli bedak padat untuk. Tapi begitu memasuki toko kosmetik ini, saya tergoda pada beberapa barang lain. Ada lipstik baru dengan warna yang pas banget di bibir saya. Ada juga pensil alis yang katanya bagus warnanya. Trus ada juga merk kosmetik baru yang masuk di toko itu dan berbagai jenis kosmetik yang membuat saya harus banyak menahan diri. Akhirnya saya pulang dengan membawa beberapa kosmetik lain yang ingin saya coba di rumah.

Hal seperti ini pastinya tak hanya terjadi pada diri saya seorang. Sebagai wanita, kayaknya sulit sekali melawan godaan dari berbagai kosmetik yang bisa membuat kita terlihat lebih cantik. Apalagi kalau wanita ini sudah mengenal dunia make up. Kayaknya mau nyoba semua produk yang ada di toko kosmetik yang dikunjungi. Heu.

Saya sendiri baru benar-benar melek dengan dunia make up ini setelah menikah. Awalnya karena sering membaca review para beauty blogger tentang produk yang ingin saya coba. Nah, lama kelamaan saya semakin tertarik dan mulai menonton video dari para beauty vlogger. Dari video para beauty vlogger ini saya pun mulai menimba ilmu. Dan ternyata ada banyak sekali hal yang tidak saya ketahui dalam hal per-make up-an ini. Mulai dari teknik menggunakan foundation, cara memulas eyeshadow hingga berbagai istilah yang membuat saya terkagum-kagum.

Selain belajar dari youtube, saya juga sempat mengikuti beauty class yang diadakan kota saya. Tentunya berbeda dong, ya, belajar lewat media youtube dengan belajar secara offline. Jika belajar lewat youtube kita bisa menemukan aneka teknik ber-make up, maka dalam acara beautyclass biasanya diajarkan teknik dasar dalam menggunakan make up. Kecuali kalau beauty class yang diikuti merupakan kelas lanjutan atau kelas khusus untuk tema tertentu.

Baca juga : Serunya Blogger Gathering dan Beautyclass Female Blogger Banjarmasin bersama Wardah


Nah setelah resmi berkenalan dengan dunia make up ini, tentunya ada beberapa hal yang berubah dari diri saya. Beberapa hal tersebut antara lain:

Jadi rajin dandan
Hal pertama yang terjadi tentu saja menjadi lebih sering dandan. Dulu, saya kemana-mana hanya memakai bedak. Setelah berkenalan dengan dunia make up ini, saya mulai pede menggunakan lipstik dan bahkan nggak pede keluar rumah tanpa pensil alis. Sekarang setelah mengikuti beutyclass saya juga mulai mencoba mengenakan foundation, eyeshadow dan blush on saat akan ke luar rumah. Ke depannya nggak tahu deh bakal ada peningkatan apalagi.

Mulai mencoba berbagai jenis dan merk kosmetik
Dulunya, saya cuma tahu beberapa merk kosmetik. Itu pun merk lokal yang harganya murah meriah dan pas di kantong saya. Bahkan saat menikah dulu saya tak membeli banyak peralatan make up karena yakin bakal nggak terpakai.

Nah, setelah berkenalan dengan dunia make up barulah saya tahu kalau merk kosmetik itu sekarang ada bejibun. Mulai dari yang lokal hingga impor. Saya juga jadi tahu ada yang namanya kosmetik drugstore dan high end. Karena banyaknya merk kosmetik dan pengaruh dari para beauty influencer, maka saya pun tergoda untuk mencoba berbagai jenis kosmetik ini. Akibatnya jelas. Dana pengeluaran untuk make up saya jadi bertambah sekarang.

Baca juga : [Review] Wardah Exclusive Matte Lipcream No. 14, 16 & 17


Mulai peduli pada kondisi kulit wajah
Karena mulai suka mencoba berbagai kosmetik, maka mau tak mau saya pun mulai peduli pada kondisi kulit wajah. Sebenarnya dari dulu saya sudah lumayan peduli soal kondisi kulit wajah ini, namun pedulinya cuma sebatas rajin cuci muka dan pakai krim siang biar terlihat putih (walau tetap belang kulitnya hingga sekarang)

Nah, setelah berkenalan dengan dunia make up, saya jadi tahu ada teknik skin care ala Korea yang 10 langkah dan membuat wajah kinclong itu. Saya juga jadi tahu pentingnya toner dalam proses membersihkan wajah. Intinya, setelah berkenalan dengan dunia make up, saya jadi lebih telaten dalam merawat wajah yang tentunya berefek pada bertambahnya jumlah skincare yang saya gunakan. 

Jadi ingin berbagi
Yup, setelah berkenalan dengan dunia make up dan mencobanya, saya jadi ingin berbagi kepada orang-orang. Berbagi di sini bisa dalam bentuk review singkat produk yang saya pernah gunakan atau sekadar berbagi foto hasil mencoba sebuah produk. Dengan berbagi sedikit pendapat atau pengalaman yang didapat setelah mencoba sebuah produk saya berharap bisa memberi manfaat kepada orang lain. Dan seperti yang kita ketahui, para beauty blogger saat ini menjadi salah satu acuan orang-orang dalam membeli sebuah produk kosmetik.

Itulah dia 4 hal yang terjadi pada saya setelah berkenalan dengan dunia make up. Meski bisa dibilang telat mengenalnya, namun saya senang bisa berkenalan dengan dunia make up dan menjadi cantik karenanya.

Friday, November 17, 2017

Toilet: Ek Prem Katha, Ketika Urusan Toilet Mempengaruhi Keutuhan RumahTangga

November 17, 2017 40

gambar : wikipedia

Salah satu negara yang selalu ingin saya kunjungi adalah India. Hal ini mungkin terpengaruh dari kebiasaan saya menonton film Bollywood di masa kecil dahulu, saat salah satu televisi swasta rutin menayangkan film-film Bollywood tahun 80-90an. Dalam bayangan saya, India itu adalah negara yang indah dan penuh warna. Selain itu saya tentunya juga jatuh cinta pada ketampanan dan kecantikan para aktor dan aktrisnya di masa itu.

Sayangnya seiring dengan bertambahnya umur, saya pun sadar kalau keindahan yang ditawarkan dalam film lagu-lagu di film Bollywood itu tak selalu berasal dari negara asalnya. Negara India yang asli bisa dibilang merupakan negara yang kumuh dan sangat padat penduduknya. Meski tentu saja ada beberapa tempat-tempat indah untuk dikunjungi, namun kebanyakan lagu-lagu dalam film Bollywood direkam di luar negeri. Setahu saya, baru beberapa tahun terakhir perfilman Bollywood benar-benar menggunakan lokasi asli di negaranya. Salah satunya yang terkenal adalah Kashmir yang memang sudah tak diragukan lagi keindahannya.

Belakangan, satu fakta baru juga saya ketahui. Setelah membaca tulisan para traveler yang pernah mengunjungi India, saya jadi tahu kalau di negara itu, orang-orang biasa membuang hajat sembarangan. Entah itu di pinggir jalan atau bahkan di dekat rel kereta. Awalnya saya berpikir kalau hal ini disebabkan karena kurangnya toilet dan banyaknya jumlah penduduk di India. Namun kemudian saya pun mengetahui kalau hal ini ada juga kaitannya dengan agama tradisi yang mereka anut. Dari mana saya mengetahui tentang hal ini? Dari sebuah film berjudul Toilet: Ek Prem Katha.

Baca juga : Hindi Medium, Cerita tentang Pencarian Sekolah Terbaik untuk Anak



Plot

Film Toilet Ek Prem Katha adalah sebuah film tahun 2017 yang terinspirasi dari kisah sepasang suami istri bernama Shivram Narre dan Anita Narre. Dalam film ini bercerita tentang Jaya yang seorang gadis terpelajar yang menikah dengan Keshav, putra seorang pandit yang sangat teguh memegang ajaran agama dan tradisinya.

Hanya selang sehari setelah pernikahannya, Jaya menyadari satu hal. Di rumah mertuanya tidak ada toilet. Jadi ceritanya dini hari di malam pernikahannya, Jaya dibangunkan oleh para ibu-ibu tetangga. Rupanya para ibu-ibu ini mengajaknya untuk pergi ke ladang agar bisa membuang hajat. Jaya yang di rumahnya memiliki toilet tentu saja tak bisa mengikuti apa yang dilakukan para ibu-ibu ini. Ia pun pulang dengan kemarahan dan memaksa Keshav untuk membuatkan toilet untuknya.

Keshav yang mencintai Jaya melakukan berbagai cara untuk bisa memenuhi keinginan istrinya. Sayangnya usaha Keshav terbentur dengan kepercayaan dan tradisi yang dianut ayahnya yang meyakini kalau orang tidak boleh membuang kotoran di dalam rumah. Merasa kecewa dengan suaminya ini, Jaya pun memutuskan untuk pergi dari rumah mertuanya dan tinggal di rumah orang tuanya.

Kepergian Jaya dari rumah mertuanya tentu saja menjadi sebuah skandal besar di tempat mereka tinggal. Meski mendapat tentangan dari sana sini, Keshav tetap berusaha mewujudkan keinginan istrinya untuk membangun toilet di lingkungan tempat tinggal mereka. Tak hanya berusaha membujuk tetua kampung, Keshav bahkan datang ke kantor pemerintahan untuk meminta bantuan.

Ironisnya, setelah mendatangi kantor pemerintahan ini, Keshav baru tahu kalau sebenarnya pemerintah sudah menganggarkan pembangunan toilet di lingkungan tempat tinggalnya. Sayangnya karena benturan kepercayaan agama dan tradisi ini, toilet-toilet tersebut tak berfungsi sebagaimana mestinya. Masyarakat tetap dengan kebiasaannya membuang hajat di luar rumah.

Atas saran dari kepala dari kantor yang ia datangi, Keshav pun mengajukan permohonan pembangunan toilet untuk kampungnya. Sayangnya untuk bisa merealisasikan rencana ini memerlukan waktu hampir 1 tahun. Merasa tak ada jalan lain, Jaya akhirnya mengajukan permohonan cerai. Berhasilkah usaha pasangan ini untuk membangun toilet di kampung mereka?

Baca juga : The Founder, Kisah Tragis di Balik Kesuksesan McDonald’s

Opini

Menonton film ini, mengingatkan saya pada beberapa belas tahun lalu, saat saya menghadiri pernikahan salah satu paman. Pernikahan beliau diadakan di salah satu desa di Kabupaten Tanah Laut. Lokasinya bisa dibilang cukup terpencil mengingat ini kampung transmigrasi. Nah, di malam jelang pernikahan, saya kebelet BAB. Dan alangkah terkejutnya saya saat mengetahui kalau untuk untuk buang hajat di kampung tersebut dilakukan di padang rumput. Duh ya, saya asli lupa deh gimana kelanjutan ceritanya waktu itu. Untungnya sekarang di kampung istri paman saya itu sudah dibangun toilet jadi nggak perlu ke padang rumput lagi kalau kebelet.

Lain di gunung, lain pula di darat. Di kota saya sendiri, permasalahan toilet lebih kepada sistem pembuangannya. Jadi berhubung kota kami dibelah oleh sungai, maka masih banyak rumah-rumah yang pembuangan toiletnya langsung ke sungai. Ini tentunya bisa mengganggu ekosistem sungai. Selain itu masih ada juga terdapat jamban-jamban di pinggir sungai yang tentunya riskan sekali untuk digunakan. Bayangkan saat kita sedang BAB tahu-tahu ada klotok lewat. Pasti was-was kan ya? Karena itulah saat ini pemerintah kota melalui dinas terkait getol sekali mengkampanyekan sistem instalasi air limbah untuk rumah-rumah.

Film Toilet: Ek Prem Katha sendiri merupakan film yang sangat inspiratif. Melalui tokoh Jaya, film ini memberi pesan bagi para wanita untuk memperjuangkan apa yang menjadi haknya. Film ini juga memberikan pesan betapa pentingnya keberadaan toilet di sebuah rumah. Kalau untuk beberapa orang bahkan mungkin kebersihan toilet juga menjadi hal pertama yang harus diperhatikan dari sebuah rumah. Bukan hal yang salah dong ya, mengingat toilet kan tempat membuang kotoran jadi harus dijaga kebersihannya.

Sebagai penutup, saya ingin menuliskan kuote menarik yang disampaikan melalui film ini. Kuote tersebut adalah, "Jika kau ingin punya istri, kau harus punya toilet."

Judul film : Toilet: Ek Prem Katha

Produser : Aruna Bhatia, Shital Bhatia, Prernaa Arora, Arjun N. Kapoor, Arjun N. Kapoor

Sutradara : Shree Narayan Singh

Skenario : Siddharth Singh, Garima Wahal

Pemeran : Akhsay Kumar, Bhumi Pednekar, Anupam Kher, Divyendu Sharma

Durasi : 155 menit

Produksi : 2017

Rating : 4/5

Monday, November 13, 2017

Mengurus Pembayaran Pajak Kendaraan Bermotor Kena Denda (Pemutihan) di Samsat II Banjarmasin

November 13, 2017 26

Hari itu saya menyempatkan diri mengunjungi Samsat Corner yang ada di Duta Mall Banjarmasin. Tujuan saya adalah untuk membayar pajak kendaraan bermotor yang selama ini saya gunakan sehari-hari.  Saat di Samsat Corner, segera saya tunjukkan kelengkapan pembayaran berupa BPKB, STNK dan KTP asli pemilik motor. Sayangnya saat berkas-berkas saya diperiksa, petugas menolaknya.

"Ini telat ya bayar pajaknya?" tanya petugas ketika mengecek surat-surat tersebut.

"Iya,  Pak," jawab saya pendek. Saya memang telat membayar pajak kendaraan bermotor karena saat pajak tersebut jatuh tempo saya masih dalam masa pemulihan setelah melahirkan.

"Wah, kalau begitu Ibu harus bayar pajaknya langsung ke kantor Samsat yang di Kayu Tangi," kata petugas itu lagi.

Seperti yang kita ketahui, jika telat membayar pajak, maka denda akan diberlakukan. Untungnya, ternyata sejak bulan Agustus lalu ada program pemutihan bagi mereka yang terlambat membayar pajak kendaraan bermotor. Saya sih berpikirnya bisa saja membayar pajaknya di Samsat Corner atau mobil Samsat yang biasanya ada di beberapa lokasi di kota Banjarmasin.

"Nggak bisa di sini, ya, Pak," tanya saya lagi berusaha menego.

"Nggak bisa," jawab petugas menutup pembicaraan kami.

Baca juga : Hal yang Perlu Diperhatikan Sebelum Mengajarkan Anak Mengendarai Motor

Akhirnya, beberapa hari kemudian, saya pun mengunjungi Samsat II Banjarmasin yang berlokasi di Jalan Hasan Basri Kayu Tangi. Samsat II Banjarmasin merupakan bangunan baru Samsat yang melayani pembayaran pajak kendaraan bermotor untuk wilayah Banjarmasin Utara, Banjarmasin Barat dan Banjarmasin Tengah.

Tanpa berlama-lama, saya pun langsung menanyakan proses pembayaran pajak untuk motor saya. Beberapa berkas yang perlu disiapkan dalam pembayaran pajak kena denda (pemutihan) ini antara lain:

1. Fotokopi KTP pemilik kendaraan
2. Fotokopi STNK
3. Fotokopi BPKB
4. Surat kuasa jika diwakilkan

Saya pun menyiapkan semua berkas yang diperlukan. Setelahnya, saya langsung menuju gedung tempat pengurusan pajak ini. Ada cukup banyak orang di dalam ruangan yang cukup luas tersebut. Untuk memudahkan pengunjung, pada bagian dinding terdapat keterangan loket-loket yang harus dikunjungi selama proses pembayaran pajak. Kepada satpam yang bertugas, saya tanyakan kemana saya harus mengurus pembayaran pajak. Satpam tersebut langsung mengarahkan saya ke loket pendaftaran yang terletak di pojok sebelah kiri.

Adapun urutan dari proses pengurusan pembayaran pajak ini antara lain:

Pendaftaran

Pada proses pendaftaran ini, saya meletakkan berkas yang saya siapkan di wadah yang sudah disediakan. Setelahnya, petugas nanti akan memanggil nama yang tertera di STNK dan diberikan formulir pendaftaran untuk diisi.

Penetapan

Setelah formulir diisi, saya berpindah ke loket di sebelahnya dan meletakkan berkas + formulir yang sudah diisi di wadah yang sudah disediakan. Untuk kali ini, ada 2 wadah yang tersedia. Wadah pertama adalah untuk pajak 5 tahun dan wadah kedua untuk pajak 1 tahun. Karena saya membayar pajak untuk 1 tahun, tentunya saya meletakkan berkas di wadah kedua untuk diverifikasi.

Pembayaran

Jika verifikasi telah dilakukan, maka langkah selanjutnya adalah pembayaran pajak kendaraan bermotor. Untik pembayaran pajak ini, disediakan 3 loket untuk melayani para pengunjung.



Penyerahan STNK dan bukti pajak

Nah, jika pajak sudah dibayar, kita akan diarahkan menuju loket selanjutnya untuk menerima STNK dan bukti pembayaran pajak kendaraan bermotor yang telah dilakukan sebelumnya. Setelah STNK dan bukti pajak di tangan selesai deh proses pengurusan pajak kendaraan bermotornya.

Jika dihitung-hitung, dalam pengurusan pembayaran pajak kendaraan bermotor kena denda ini saya menghabiskan waktu kurang lebih 1,5 jam. Ini tentunya tergantung pada jumlah orang yang datang hari itu dan sepagi apa kita datang ke kantor Samsat.

Nah itulah dia sedikit pengalaman saya mengurus pembayaran pajak kendaraan bermotor kena denda (pemutihan) di Samsat II Banjarmasin. Semoga bermanfaat.

Tuesday, November 7, 2017

Mengintip Keseruan Gosh Birthday Bash ke-20 di Duta Mall Banjarmasin

November 07, 2017 31


Ada yang berbeda di counter Gosh lantai 3 Duta Mall pada Sabtu, 4 November 2017 lalu. Beberapa orang tampak sibuk wara-wiri di sekitar counter sementara seorang gadis dengan kostum cosplay tampak berdiri di depan counter. Di dalam counter Gosh sendiri terpajang tulisan diskon 20% untuk semua produk yang dipajang. Sementara itu, di depan counter, sebuah area photobooth bertuliskan "Gosh Birthday Bash" lengkap dengan fotografer dan printernya sudah siap menunggu. Ya, hari itu adalah perayaan ulang tahun Gosh ke-20 di kota Banjarmasin.

Saya sendiri beserta beberapa anggota Female Blogger Banjarmasin berkesempatan menghadiri acara ulang tahun Gosh yang ke 20 tersebut. Dimulai dari pukul 15.00 WITA, acara ini cukup sukses menarik minat para pengunjung hari itu. Ya, siapa coba yang tidak tertarik dengan diskon 20% untuk semua produk? Apalagi produk Gosh ini memang dikenal trendi dan berkualitas baik. Selain itu, Gosh juga memberikan special gift kepada mereka yang berbelanja 3 buah produk Gosh di hari itu.

Baca juga : Bijak Bermedia Sosial, Flashblogging bersama Kominfo


Bicara tentang Gosh, saya jadi ingat beberapa tahun yang lalu saat pertama kali mengetahui merk ini. Saat itu, saya naksir berat dengan tas milik salah satu teman adik saya. Saya lihat merk Gosh terpampang di bagian luar tas tersebut. Saya kemudian iseng menanyakan di mana membeli si tas lucu? Jawabannya sukses membuat saya kecewa. Kenapa? Karena si adik membeli tas tersebut di Surabaya, kota yang berada di seberang pulau Kalimantan.

Untungnya sekarang para penggemar Gosh di Banjarmasin tak perlu kesulitan lagi untuk mendapatkan produk-produk Gosh ini. Sejak beberapa tahun lalu counter Gosh sudah hadir di Duta Mall Banjarmasin. Bahkan seiring dengan tingginya minat pembeli, counter-nya pun bertambah menjadi 2 buah. Memang ya kalau soal belanja orang Banjar ini agak susah dilawan, Hehe.

Gosh sendiri berdiri di Indonesia sejak tahun 1998. Brand yang lekat dengan anak muda ini dikenal dengan gaya Harajuku dan Kpop Style-nya. Kualitasnya sendiri tentu tak perlu diragukan lagi karena Gosh ini menggunakan desain material dan standar produksi Italia. Untuk model produknya sendiri, Gosh lebih dikenal dengan produk tas dan sepatu wedges-nya.

Baca juga : Serunya Blogger Gathering dan Beautyclass Female Blogger Banjarmasin bersama Wardah



Selain memberikan diskon 20% untuk semua produk, rangkaian acara Gosh Birthday Bash hari itu juga diramaikan dengan adanya mini fashion show yang diperagakan oleh beberapa model. Ada juga beberapa game yang dibuat untuk para pengunjung yang berbelanja hari itu. Tak hanya itu, Gosh juga mengundang 3 orang selebgram yang ada di Banjarmasin yakni Lyla Sabine (@sabine_lyla), Eka Putri Susanti (@puput_eps) dan Nina Nurlina (@ninanurlinaa) yang juga merupakan salah satu juara Putri Kalsel.

Selain di Banjarmasin, acara Gosh Birthday Bash ini juga sudah diadakan di kota-kota lain seperti Malang, Semarang, Jogja, Makassar, Surabaya, dan Solo. Event di Banjarmasin sendiri menjadi penutup dari rangkaian acara ulang tahun Gosh ke-20 tahun ini.  Semoga nanti ada acara seru lain ya dari Gosh :)

Friday, November 3, 2017

5 Menu Rumahan Urang Banjar yang Perlu Diketahui

November 03, 2017 49


Sebagai negeri yang terdiri dari berbagai provinsi, tentunya sudah bukan hal yang baru jika Indonesia memiliki aneka macam makanan khas daerah. Mulai Makassar dengan Coto Makassarnya, Padang dengan rendangnya, Yogyakarta dengan Gudegnya, Bali dengan Ayam Betutu dan berbagai makanan khas daerah lainnya yang mewakili daerah tersebut. Untuk Kalimantan Selatan sendiri, setahu saya ada 2 makanan khasnya yang cukup dikenal, yakni Soto Banjar dan Ketupat Kandangan.

Di kota saya sendiri, Soto Banjar bisa dibilang merupakan makanan wajib di acara pernikahan. Komposisinya terdiri dari ketupat, kuah soto yang kaya akan bumbu dan tentunya potongan/suwiran ayam dan telur. Adapun Ketupat Kandangan merupakan masakan khas kabupaten Hulu Sungai Selatan. Masakan ini terdiri atas ketupat, kuah santan yang gurih dan lauk ikan haruan yang dipanggang. Uniknya, meski dimakan dengan lontong, Ketupat Kandangan lebih afdol dimakan langsung dengan tangan.

Selain Soto Banjar dan Ketupat Kandangan, menu khas Banjar yang cukup bisa dicoba adalah nasi kuning dan lontong dengan sambal masak habang. Jika Soto Banjar identik dengan acara pernikahan, maka lontong dan nasi kuning merupakan menu sarapan yang kerap dipilih orang Banjar. Lauknya bervariasi mulai dari telur, ayam dan ikan haruan. Tentunya dengan sambal masak habang sebagai pelengkapnya.

Baca juga : 5 Menu Asam Manis untuk Sahur


Untuk kali ini, saya ingin lebih membahas menu masakan rumahan orang Banjar yang juga banyak dijual di warung-warung khas masakan Banjar. Tak seperti masakan Padang yang kaya akan santan dan bumbu, atau masakan Sunda yang dikenal dengan lalapannya, masakan Banjar termasuk masakan yang sederhana. Ada sih beberapa yang bersantan namun setahu saya pembuatannya juga tidak ribet. Nah, berikut adalah beberapa menu rumahan yang patut dicoba jika teman-teman berkunjung ke Kalimantan Selatan khususnya Banjarmasin:


Gangan Asam Banjar


Salah satu menu yang selalu saya suka tentunya adalah gangan asam Banjar. Berbeda dengan sayur asam Jawa yang banyak sayurnya dan berwarna kuning kemerahan, Gangan Asam Banjar menggunakan bumbu kuning. Isiannya berupa kacang panjang, tomat, kol, potongan cabai dan kadang dilengkapi juga dengan kepala ikan patin atau haruan.

Kali ini lg kangen bgt sm Masakan Banjar kampung halamanku, kmrn nemu ikan Patin di Supermarket langsung beli nga mikir 2x. Di olah jd 2 macam Menu Masakan Gangan Asam Banjar dan Ikan Patin Bakar, aku share resep gangan asam dulu ya, resep nyokapku nich yg udh aku hapal di luar kepalaπŸ˜πŸ˜‰πŸ‘Œ #ganganasambanjar #ganganasamkepalapatin #masakankhasbanjar #homemade #homecooking #doyanmasak #fotomasak #resepmasakan #berbagiresep #shareresep #foodphotography #instafood #foodstagram #kitchenheartbyicha GANGAN ASAM PATIN BANJAR Bahan : - Ikan Patin atau kepala patin cuci bersih beri perasan jeruk nipis + garam sedikit sisihkan - Kol 1/4 biji potong segiempat - Kacang Panjang 1 ikat potong2 - Cabe Hijau Besar 2 belah miring jadi 2 - Cabe Merah Besar 2 belah miring jadi 2 - Ketimun 2 kupas potong2 - Tomat 1 potong2 - Sereh 2 btg keprek - Daun Salam 2 lembar - Lengkuas seibu jari keprek Bumbu yang dihaluskan : - Bawang Putih 3 - Bawang Merah 5 - Kemiri 3 - Kunyit 1 ruas jari - Terasi 1/2 sdt - Cabe merah besar 1 - 1 sdt asam jawa campur dengan air, ambil airnya saja Cara Membuat : Tumis bumbu yg sdh dihaluskan. Masukkan sereh, lengkuas dan daun salam. Kemudian masukkan 1 sdm garam dan 1/2 sdm gula pasir (sesuai selera). Masukkan ikan patin, diamkan sampai dengan bumbu agak mengering dan keluar minyak. Kemudian tambahkan air kira 750 ml atau lebih, diamkan sampai dengan mendidih baru masukkan sayuran kol, kacang panjang, ketimun, cabe merah besar, cabe hijau besar dan tomat. Rasakan kuahnya bila sdh pas rasanya, mendidih, angkat dan sajikan.
A post shared by Icha Chairunnisa (@ichachairunnisa54) on


Gangan Humbut


Humbut merupakan salah satu bagian ini dari pohon kelapa yang kerap dijadikan sayur oleh orang Banjar. Gangan Humbut ini biasanya disajikan dengan santan dan potongan labu. Rasanya manis dan gurih. Gangan Humbut ini biasanya juga disajikan saat akan mengadakan acara perkawinan. Untuk bumbunya mungkin bervariasi tergantung lidah pembuatnya. Paling sederhana sih bawang merah dan bawang putih saja sepertinya.
Selamat baisukan πŸ˜† Ini namanya "GANGAN HUMBUT" Salah satu sayur kuah khas urang Banjar yg biasanya jg dicampurkan dengan haliling (tutut kalo kata orang bandung).. Rasanya gurih2 seger lamak sintal πŸ˜‹πŸ˜†πŸ˜„ Humbut itu mirip dengan rebung. Humbut adalah bagian batang pohon kelapa yang masih sangat lunak yang terletak di ujung atas pohon kelapa.. Gangan humbut banyak di temui di warung makan Banjar dari Hulu sampai Hilir. . . GANGAN HUMBUT . Bahan : 250 g Humbut 15 buah kacang panjang 1 lonjor labu kuning 4 siung bawang merah, iris 3 siung bawang putih, iris 1 batang serai geprek 1 lembar daun salam Bubuk ketumbar Bubuk laos Santan kental (tergantung selera) Garam Gula . Cara membuat : 1. bersihkan humbut. Potong tipis.rendam dengan air garam, begitu juga dengan kacang panjang dan labu kuning..(air garam berfungsi meluruhkan kotoran pada sayuran)πŸ€“ 2. Rebus air dalam panci hingga mendidih..masukkan duo bawang, humbut, labu kuning, serai dan daun salam..biarkan mendidih beberapa saat 3. Masukkan kacang panjang dan santan kental..aduk sesekali agar santan tidak pecah 4. Beri garam, gula, bubuk ketumbar dan laos secukupnya. Tes rasa 5. Done dan dapat di sajikan dengan sambal acan/ sambal binjai..πŸ˜‹πŸ˜‹ . Nb. bisa ditambah potongan jagung dan rajangan cabe besar merah hijau. Dan jangan lupa kasih buat aku jg yaa.hahaπŸ˜„πŸ˜„ . #masakannusantara #masakanbanjar #khasbanjar #makananbanjar #instakalsel #doyancooking #reseplezat #doyanbaking #humbut #ganganhumbut #banjarmasinfood
A post shared by eritta octavia (@erittaoc) on


Gangan Keladi


Keladi atau talas juga termasuk salah satu menu rumahan orang Banjar. Ibu saya sangat menyukai menu yang satu ini. Bahan isian gangan keladi terbilang ramai. Ada keladi, jantung pisang, kangkung rawa, buah pisang mentah, daun supan-supan dan bisa juga ditambahkan kepala ikan agar lebih nikmat. Untuk mengolahnya sendiri termasuk tricky karena kadang si keladi bisa membuat lidah gatal. Sedikit trik yang bisa dipakai adalah dengan merendam keladi dengan air asam Jawa, air hangat dan garam. Untuk bumbu halusnya terdiri atas bawang merah, bawang putih, kemiri dan terasi.

A post shared by Ni'matul Husna (@nikmah_husna) on

Gangan Waluh


Gangan Waluh juga merupakan salah satu menu rumahan khas Banjar. Sesuai namanya, gangan ini menggunakan labu sebagai bahan utamanya mulai dari pucuknya hingga si buah labu kuning. Tampilan Gangan Waluh ini bisa dibilang sebelas dua belas dengan Gangan Humbut. Ini karena Gangan Waluh juga menggunakan santan yang menjadikan cita rasanya gurih.


Garih Batanak


Garih Batanak juga merupakan salah satu menu dengan kuah santan. Bahan utamanya sendiri terdiri dari ikan asin haruan, telur, belimbing wuluh, tomat, cabe merah, cabe hijau, kunyit, laos dan serai. Proses pembuatannya sangat mudah karena bumbunya cuma perlu diiris-iris tipis. Sayangnya, sependek pengetahuan saya, tak banyak warung masakan Banjar yang menyediakan menu ini.


(Bonus) Cacapan Asam


Cacapan asam sejatinya bukanlah sayur. Dia merupakan perpaduan antara bawang merah dan bawang putih yang diiris tipis, ditambahkan air, cabe rawit, asam jawa, garam dan vetsin bagi yang suka. Menu ini adalah menu kepepet saat tak ada sayur di rumah. Cacapan asam ini paling nikmat dinikmati bersama ikan asin dan nasi hangat tentunya. Rasanya asamnya segar dijamin bisa menambah selera makan kita.

Itulah dia 5 menu rumahan Urang Banjar yang patut dicoba. Oya, tulisan ini adalah tanggapan dari postingan Mbak Sulis dalam tulisannya tentang Enam Kuliner Jogja yang Makin Istimewa di #KEBloggingCollab grup Mira Lesmana.

Thursday, November 2, 2017

[Review] Wardah Exclusive Matte Lipcream No. 14, 16 & 17

November 02, 2017 6

Sudah cukup lama rasanya saya tidak mereview lipstik. Terakhir kali mereview lipstik adalah Purbasari Daily Series Lipstik. Padahal lipstik merupakan salah satu kosmetik yang saya sering khilaf membelinya. Sayangnya kadang lipstik yang dibeli tak sesuai harapan. Jadilah rencana untuk membuat review gagal total.

Nah, untuk kali ini saya akan mereview 3 lipcream Wardah yang baru saja saya miliki. Alhamdulillah kemarin dapat rezeki sewaktu mengikuti blogger gathering dan beautyclass yang diadakan oleh komunitas Female Blogger Banjarmasin yang bekerja sama dengan Wardah. Untuk kali ini, 3 warna yang akan saya review adalah no. 14 (My Honey Bee), 16 (Heart Beet) dan 17 (Rosy Cheek).

Kemasan

Dari segi kemasan luar, lipcream Wardah terbaru ini sedikit mengingatkan saya pada kemasan lipstik Wardah lainnya yakni Wardah Intense Matte yang sempat dirilis beberapa waktu yang lalu. Bedanya mungkin dari segi ukuran kemasannya. Kemasan luarnya ini mewakili warna dari lipstiknya, jadi tentunya kita tidak perlu repot dong ya menebak-nebak warna apa yang ada di dalam kotak.

Untuk kemasan lipstiknya sendiri, Wardah tetap mempertahankan desain lama dengan wadah berbentuk silindernya. Tutupnya berwarna perak dan di badan tabung terdapat tulisan Wardah Exclusive Matte Lip Cream. Selain itu, pada bagian lain juga terdapat tanggal kadaluarsa dari lipstik. Pada bagian bawah wadah terdapat label yang menginformasikan nomor seri dari lipstik tersebut. Sedangkan untuk aplikatornya, berbentuk lurus dengan ujung sedikit meruncing.

Kandungan

Wardah exclusive matte lip cream ini dalam diklaim menghasilkan velvet matte with color binding pigment & enriched vitamin E. Adapun kandungan dari lipcream ini antara lain:

Cyclopentasiloxane, Isododecane, Trimethylsiloxysilicate,Diisostearyl Malate,Synthetic Beeswax, Trisiloxane, Caprylyl Methicone, Alumunium Starch Octenylsuccinate, Disteardimonium Hectorite, Dimethicone, Propylene Carbonate, Cetyl Dimethicone, Silica Dimethyl Silylate, Tocopheryl Acetate, Ascorbyl Tetraisopalmate, Ethylhexyl Methoxycinnamate, Propylparaben, Fragrance. Aluminium Hydroxide, Triethoxycaprylysilane, talc.

Swatch dan tekstur

Saat disapukan ke punggung tangan dan bibir, ketiga lipstik Wardah ini menghasilkan 3 warna yang berbeda. My Honey Bee menghasilkan warna coklat nude, Heart Beet sesuai namanya memberikan warna pink keunguan sedangkan Rosy Cheek menghasilkan warna pink nude yang cocok sekali dipakai sehari-hari.

Untuk teksturnya,  lipcream terbaru Wardah ini setahu saya memiliki formula baru yang lebih baik dari yang sebelumnya.  Lipcream ini teksturnya tidak terlalu kental dan sangat mudah dibaurkan. Jika dibandingkan dengan produk yang lama proses keringnya lumayan cepat. Setelah kering lipstik Wardah ini terasa ringan dan tidak membuat bibir kering.



Ketahanan

Salah satu kelebihan yang biasanya ditawarkan oleh produk lipcream adalah ketahanannya menempel di bibir kita. Untuk Wardah sendiri,  lipcream terbarunya ini bisa bertahan 6-8 jam. Nah kalau dipakai makan dan minum, warnanya akan memudar sesuai jenis makanan yang kita makan. Selain itu, lipcream Wardah ini juga tidak transferproof alias masih nempel di gelas kalau minum.

So far,  dari ketiga warna terbaru lipcream Wardah ini favorit saya adalah no. 17 yakni Rosy Cheek. Warna pink-nya benar pas dan menutupi warna kehitaman yang ada di bibir saya. Untuk warna My Honey Bee masih terlalu pucat untuk wajah saya sedangkan Heart Beet rasanya masih belum terlalu percaya diri memakainya. Berikut adalah penampakan bibir saya memakai lipcream dari Wardah. Kalau kamu,  suka yang mana?