Pengalaman Perpanjang SIM Online


Pengalaman perpanjang sim online

Akhir Maret 2026 lalu ketika sedang berbincang dengan 2 orang rekan kantor, saya baru menyadari kalau SIM C yang saya miliki sudah hampir memasuki usia lima tahun. Sungguh waktu sangat cepat berlalu. Rasanya baru kemarin saya pergi ke km 21 untuk mengurus perpanjangan SIM C dan sekarang sudah mau kadaluarsa SIM tersebut. Kalau tidak segera diperpanjang, tentu saja SIM tersebut akan kedaluwarsa dan saya harus repot mengurus dari awal lagi.

Biasanya, urusan perpanjangan SIM ini identik dengan datang ke kantor kepolisian, antre panjang, dan pastinya menyita waktu seperti yang pernah saya alami. Namun, di tengah perkembangan teknologi yang semakin canggih, ternyata ada cara yang jauh lebih praktis. Sekarang, perpanjangan SIM A maupun C bisa dilakukan secara online melalui aplikasi Digital Korlantas.

Sebenarnya, layanan ini bukan hal baru. Saya sudah pernah mendengarnya beberapa tahun lalu, namun tentu saja belum bisa langsung mencoba karena SIM saya masih berlaku. Nah satu hari, saya melihat postingan seorang rekan kerja yang berhasil memperpanjang SIM secara online. Tidak lama setelah itu, saya juga membaca pengalaman blogger Mbak Alienda yang menceritakan hal serupa.

Rasa penasaran saya pun mulai muncul. Apakah benar semudah itu? Tanpa harus antre dan datang langsung? Karena tergiur dengan kemudahannya, saya pun akhirnya memantapkan diri untuk mencoba perpanjangan SIM secara online.

Cara Perpanjang SIM Online Lewat Aplikasi Digital Korlantas



Untuk bisa melakukan perpanjangan SIM lewat aplikasi Digital Korlantas, langkah-langkah yang harus dilakukan yakni
  1. Melakukan registrasi menggunakan nomor handphone yang aktif
  2. Masukkan NIK dan verifikasi e-KTP dengan melakukan selfie (liveness)
  3. Setelah proses verifikasi berhasil, pada menu utama, pilih opsi "SIM" lalu "Perpanjangan SIM".
  4. Pilih golongan SIM (A atau C) dan lengkapi data formulir yang diminta yakni file SIM, foto dengan latar biru dan tanda tangan di kertas putih.
  5. Unggah dokumen persyaratan yang sudah disiapkan pada langkah 1.
  6. Pastikan hasil tes kesehatan dan psikologi Anda sudah terverifikasi di sistem
  7. Pilih SATPAS terdekat 
  8. Lakukan pembayaran sesuai dengan SIM yang diperpanjang
  9. Pilih metode pengambilan SIM apakah dikirim atau ambil sendiri 
 

Pengalaman Perpanjang SIM Online

Berhubung masa kadaluarsa SIM C saya berakhir pada 29 Maret 2026, akhirnya saya putuskan untuk melakukan perpanjanjangan di tanggal 25 Maret 2026 alias 4 hari sebelum masa berlaku habis. 

Sesuai dengan petunjuk yang sudah diberikan, saya pun mulai menginstal aplikasi digital korlantas dan melakukan pendaftaran akun. Saat melakukan verifikasi liveness, saya sedikit mengalami kesulitan karena aplikasi tak kunjung memverifikasi wajah saya. Untungnya setelah mencoba beberapa kali usaha saya akhirnya berhasil.



Dari beberapa informasi yang saya dapat, bagian ini memang lumayan tricky. Bahkan salah satu rekan kerja tak kunjung berhasil melakukan verifikasi wajah. 



Setelah urusan verifikasi selesai, saatnya melakukan perpanjangan SIM. Sebelumnya saya juga sudah menyiapkan foto dengan latar belakang biru yang saya ambil di kantor dan diedit latarnya. Untuk mengedit latar belakang foto ini bisa dilakukan dengan aplikasi Canva seperti yang kerap dilakukan nengtantidoodle atau aplikasi lainnya. Selain itu saya juga sudah menyiapkan SIM C dan juga tangan di atas kertas putih. 




Setelah semua file tersebut siap, maka langkah selanjutnya adalah melakukan upload semua file di aplikasi Digital Korlantas. Untuk menghindari berkas ditolak, pastikan semua berkas ini terekam dengan jelas. 

Tes Kesehatan dan Psikologi

Tahap berikutnya adalah melakukan tes kesehatan dan tes psikologi melalui aplikasi yang sudah disediakan.

Untuk tes kesehatan, pengguna bisa memilih lokasi pemeriksaan sesuai domisili agar lebih mudah dijangkau. Sementara tes psikologi dapat dilakukan secara online, tetapi sebaiknya memang menyediakan waktu khusus karena jumlah soal yang cukup banyak dan membutuhkan konsentrasi. 

Saat itu, biaya tes psikologi yang saya keluarkan sebesar Rp77.500. Sedangkan untuk tes kesehatan, saya memilih lokasi pusat sehingga tidak dikenakan biaya tambahan.

Setelah hasil tes kesehatan dan psikologi keluar, saya melanjutkan proses pembayaran perpanjangan SIM. Besaran biaya tentu berbeda tergantung jenis SIM yang diperpanjang. Waktu itu, total pembayaran saya sekitar Rp109.501 yang dibayarkan melalui Virtual Account BNI.

Menariknya, aplikasi juga meminta nomor rekening untuk pengembalian dana apabila proses pengajuan perpanjangan SIM ternyata ditolak.

Setelah pembayaran selesai, saya tinggal memilih metode pengambilan SIM. Karena ingin lebih praktis, saya memilih opsi pengiriman SIM langsung ke rumah.


Degdegan Karena Berkas Belum Diproses 



Meski semua proses sudah selesai dilakukan, saya ternyata belum bisa benar-benar tenang. Status permohonan di aplikasi masih menunjukkan “dibayar” dan belum diproses.

Keesokan harinya, saya kembali mengecek aplikasi Digital Korlantas. Saat itu masa berlaku SIM saya tinggal dua hari lagi. Jujur saja, rasa gugup mulai muncul ketika tahu berkas saya ternyata masih belum diproses sama sekali.

Kekhawatiran semakin bertambah setelah saya menonton beberapa video TikTok tentang pengalaman pengguna yang permohonan perpanjangan SIM online-nya ditolak. Dengan masa berlaku SIM yang tinggal menghitung hari, saya mulai takut harus membuat SIM baru dari awal. Padahal kita semua tahu bagaimana ribetnya proses pembuatan SIM baru di negeri ini.

Datang Langsung ke SATPAS 

Karena takut berkas saya ditolak, akhirnya saya putuskan untuk datang langsung ke Satpas tempat saya mengajukan permohonan perpanjangan SIM secara online. 

Ide ini muncul setelah saya kembali menonton video TikTok dari seseorang yang berhasil mengecek langsung status permohonan SIM online mereka di SATPAS tujuan. Untungnya, saat mengajukan permohonan saya memilih SATPAS Banjarmasin sehingga masih memungkinkan untuk saya datangi langsung. Rencana saya jika berkasnya ternyata ditolak maka saya akan langsung mengurus perpanjangan SIM di tempat. 

Hari Jumat pagi saya pun berangkat menuju Km 21 tempat SATPAS Banjarmasin berada. Saat tiba di sana, suasana masih cukup sepi karena jam pelayanan belum dimulai. Hanya ada beberapa orang yang tampaknya juga akan mengurus pembuatan maupun perpanjangan SIM.

Saya kemudian bertanya kepada salah satu petugas mengenai permohonan SIM online saya. Oleh petugas tersebut, saya diarahkan menuju bagian pencetakan SIM.

Begitu tiba di bagian pencetakan SIM, saya disambut oleh seorang petugas. Saat petugas tersebut menghampiri, saya langsung menjelaskan maksud kedatangan saya. 

"Tanggal berapa masukin berkasnya?" tanya petugas tersebut kemudian. 

"Tanggal 25, Pak." 

"Data yang diinput baru tanggal 17, Bu. Jadi tunggu aja, ya," jawab petugas tersebut. 

Mendengar jawaban itu saya langsung panik.

“Tapi SIM saya mati tanggal 29, Pak.”

Untungnya petugas tersebut kemudian menjelaskan bahwa selama permohonan masuk sebelum tanggal kedaluwarsa, maka tidak menjadi masalah.

"Tapi bisa minta tolong dicek nggak berkas saya sudah oke atau belum?" tanya saya lagi untuk meyakinkan diri. 

Petugas tersebut kemudian membuka komputernya dan menanyakan nama saya. 

"Ini sudah oke, Bu. Jadi tunggu aja giliran diinputnya," katanya lagi. 

Mendengar jawaban petugas ini saya pun lega dan rencana melakukan perpanjangan SIM di tempat pun saya batalkan.

Akhirnya SIM C Baru Tiba di Rumah

Beberapa hari setelah datang ke SATPAS Banjarmasin, saya kembali iseng mengecek aplikasi Digital Korlantas. Ternyata status permohonan saya akhirnya berubah dan berkas mulai diproses.



Kurang lebih satu minggu setelah pengajuan dilakukan, tepatnya pada tanggal 4 April 2026, SIM C baru saya akhirnya tiba di rumah.



Hal pertama yang saya cek tentu saja masa berlaku SIM tersebut. Ternyata SIM baru saya berlaku hingga 31 Maret 2031. Artinya, masa berlaku SIM mengikuti tanggal proses pengajuan yang sudah masuk ke sistem.



Meski sempat dibuat degdegan karena proses verifikasi dan antrean input data yang cukup lama, pengalaman memperpanjang SIM online lewat aplikasi Digital Korlantas ini ternyata cukup membantu. Terutama bagi pekerja yang sulit meluangkan waktu datang dan antre langsung di SATPAS.

Namun dari pengalaman saya, sebaiknya proses perpanjangan dilakukan jauh sebelum masa berlaku habis agar tidak panik seperti yang saya alami. 

Demikian pengalaman perpanjang SIM secara online yang bisa saya bagikan. Kamu juga bisa membaca pengalaman saya memperpanjang paspor secara online di blog ini. Semoga bermanfaat! 
Baca Juga

Posting Komentar

1 Komentar

  1. Mudah banget saat ini bikin SIM, penting ini aku bintangin artikelnya soalnya anak anak butuh bikin SIM

    BalasHapus