Freelancing untuk Pemula: Panduan Lengkap Ibu Bekerja Memulai Penghasilan Tambahan dari Rumah

Freelancing untuk Pemula: Panduan Lengkap Ibu Bekerja Memulai Penghasilan Tambahan dari Rumah

Bagi seorang ibu bekerja seperti saya, kadang muncul sebuah pertanyaan. Apakah saya masih perlu mencari tambahan pekerjaan? Dengan penghasilan yang terbilang tetap dan stabil, rasanya tidak ada alasan bagi saya untuk mencari pekerjaan freelance. Toh, sehari-hari tubuh dan otak sudah kerepotan sendiri membagi waktu antara pekerjaan dan tanggung jawab di rumah.

Nyatanya, saat ini saya masih berusaha mencari bagaimana cara untuk menambah penghasilan di luar dari gaji bulanan. Ada beberapa alasan terkait hal ini salah satunya adalah untuk memenuhi kebutuhan hidup yang semakin meningkat setiap harinya. Alasan lainnya adalah saya ingin memiliki penghasilan lain di luar dari gaji yang uangnya bisa saya gunakan untuk saya sendiri, bukan untuk anggota keluarga yang lain. 

Untuk bisa mendapatkan penghasilan tambahan ini ada banyak pilihan yang bisa diambil. Salah satunya adalah dengan mencoba bidang freelancing untuk pemula. Freelancing ini menjadi pilihan yang menarik karena ibu bisa mengerjakannya di waktu-waktu senggang atau malam hari.

Dalam tulisan ini akan membahas terkait apa itu freelancing untuk pemula, bidang-bidang apa yang bisa dicoba dan bagaimana cara memulainya. 

Apa Itu Freelancing dan Mengapa Cocok untuk Ibu Bekerja? 



Dilansir dari halaman sahabat Pegadaian, freelance atau freelancing adalah jenis pekerjaan yang bebas dari ikatan kontrak kerja perusahaan. Mereka yang melakukan pekerjaan freelancing ini disebut juga freelancer. Orang-orang yang melakukan pekerjaan freelance ini bisa bekerja di beberapa tempat atau klien untuk jangka waktu singkat atau proyek tertentu. 

Hal inilah yang membedakan pekerjaan freelancing dengan mereka yang statusnya karyawan tetap. Para pekerja freelance bisa bekerja dengan lebih fleksibel karena pekerjaannya yang tidak terikat waktu. Meski demikian, tentunya tetap ada tenggat waktu dari pekerjaan freelance yang menuntut pelakunya untuk bisa mengatur waktu dengan baik sehingga target pekerjaan bisa tercapai. 

Bagi ibu bekerja, pekerjaan freelancing bisa menjadi pilihan karena bisa dikerjakan waktunya yang fleksibel ini. Ibu bisa mengerjakan pekerjaan freelancing dari rumah saat anak-anak sudah tidur atau bahkan di akhir minggu jika memang tak ada agenda bersama keluarga. 

Modal untuk melakukan pekerjaan freelance juga tidak besar karena ini biasanya pekerjaan freelance ini mengandalkan keahlian yang sudah dimiliki dan bukan jenis usaha sampingan. 

Selain fleksibel dari segi waktu, mengambil pekerjaan freelance berarti ibu bekerja bisa menentukan sendiri jumlah pekerjaan yang ingin diambil sesuai dengan kemampuan. Adapun bidang pekerjaan yang mencakup pekerjaan freelancing ini diantaranya content writer, virtual assistant, design grafis, admin sosial media dan bidang-bidang lainnya yang bisa disesuaikan dengan keahlian ibu bekerja.  

Tantangan Freelancing untuk Pemula yang Perlu Disadari Sejak Awal 

Berbeda dengan jenis pekerjaan lain, ada beberapa tantangan yang harus disadari bagi mereka yang ingin menjajal bidang freelancing untuk pemula. Apalagi dengan status sebagai ibu bekerja, pastinya juga harus benar-benar menyesuaikan ritme kerja dengan ritme pekerjaan freelance ini. 

Beberapa tantangan yang mungkin akan dihadapi bagi ibu bekerja yang ingin memulai bidang freelancing untuk pemula ini diantaranya:

1. Waktu yang terbatas karena peran ganda

Dalam hal ini ibu bekerja mungkin harus menggunakan waktu di tengah malam untuk bisa mengerjaan pekerjaan freelance-nya karena di siang hari sudah disibukkan dengan pekerjaan di kantor.

2. Rasa minder dan takut belum jago 

Layaknya pekerjaan baru lainnya, bisa jadi ibu bekerja akan merasa minder dan belum berpengalaman dalam melakukan pekerjaan freelance ini

3. Penghasilan belum stabil di awal

Saat memulai pekerjaan di bidang freelancing, tentunya kita harus sadar kalau di awal-awal merintis bidang ini penghasilan yang didapat tidak terlalu besar dan belum stabil. Dibutuhkan pengalaman dan jam kerja tinggi untuk bisa mendapat penghasilan yang tinggi.

4. Manajemen energi dan konsistensi

Selain harus bisa memanajemen waktu, ibu bekerja yang mengambil pekerjaan freelancing juga harus bisa memanajemen energinya untuk bisa menyelesaikan pekerjaan sesuai tenggat waktu. Diperlukan juga konsistensi dalam menyelesaikan pekerjaan sehingga bisa memberikan kesan yang baik kepada klien

Dalam menghadapi tantangan ini, tentunya ibu bekerja tak perlu khawatir karena pastinya semua freelancer sudah pernah merasakannya. Dan memang namanya baru memulai, tentunya kita tidak mungkin berharap akan mendapat hasil yang instan. Semua perlu proses dan ketekunan agar pekerjaan freelancing yang dijalani bisa membuahkan hasil. 

Jenis Pekerjaan Freelance yang Cocok untuk Ibu Bekerja Pemula 



Pertama-tama, saya ingin menekankan kalau pekerjaan freelance itu berbeda dengan usaha sampingan ataupun affiliate. Usaha sampingan adalah jenis usaha yang dijalankan dengan modal tertentu sementara pekerjaan freelancer adalah pekerjaan yang menawarkan jasa dan mengandalkan keahlian dari pelakunya. 

Bagi ibu bekerja, berikut adalah beberapa jenis pekerjaan freelancing untuk pemula yang layak untuk dicoba:

1. Freelance Menulis (Content Writer, Blogger)

Pekerjaan freelance di bidang menulis ini bisa dalam bentuk menjadi content writer atau juga blogger. Bidang ini sangat cocok bagi ibu bekerja yang memiliki hobi menulis. Untuk bisa memulai freelance di bidang content writer atau blogger, maka langkah pertama yang dilakukan adalah membuat blog sendiri sebagai dasar dan modal portofolio. 

Selain menjadi content writer untuk website, jasa penulisan caption media sosial juga sekarang bisa menjadi pilihan bagi freelancer di bidang menulis. 

2. Freelance Virtual Assistant

Belakangan ini freelace bidang virtual assistant juga cukup banyak diminati bagi mereka yang ingin memulai freelancing untuk pemula. Pekerjaan virtual assistant ini meliputi pekerjaan admin dan juga email handling. Bagi ibu bekerja, biasanya sudah cukup familiar dengan pekerjaan yang tercakup dalam virtual assistant dan biasanya banyak menjaring klien dari luar negeri.

3. Freelance Desain Grafis / Canva Designer

Bagi ibu bekerja yang memiliki bakat desain atau menggambar, maka freelance di bidang desain bisa menjadi pilihan. Saat ini dengan bermocal canva, kita sudah bisa menghasilkan berbagai macam desain yang digunakan untuk media visual produk, banner, logo hingga produk digital. 

4. Freelance Social Media Admin

Freelance di bidang sosial media admin ini biasanya berhubung pengelolaan akun media sosial dari klien baik itu perorangan. Lingkup pekerjaannya bisa berupa posting konten video atau foto, membalas pesan yang masuk dan termasuk juga menguat caption dari postingan tersebut. 

Bidang freelance admin sosial media ini sangat cocok untuk ibu bekerja yang juga aktif di media sosial sehingga pastinya tak kebingungan lagi dalam menjalankan tugasnya. 

5. Freelance Voice Talent

Buat ibu bekerja yang memiliki keahlian di bidang molah suara, freelance di bidang voice talent juga bisa menjadi pilihan. Saat ini cukup banyak bidang yang memerlukan jasa voice talent ini seperti untuk voice over konten hingga menjadi MC dari sebuah acara webinar. Tentunya ibu bisa memilih acara yang tidak mengganggu jam kerja atau waktu bersama keluarga. 


Cara Memulai Freelancing untuk Pemula Tanpa Harus Resign dari Pekerjaan 

Bagi ibu bekerja, memulai freelancing tanpa harus resign dari pekerjaan adalah sebuah tantangan tersendiri. Hal ini karena untuk bisa mengerjakan pekerjaan freelance ini, ibu harus menyisihkan waktu khusus di luar jam kerja. Namun tentunya hal ini bukan tidak mungkin dilakukan selama ibu memiliki manajemen waktu yang baik. 

Untuk bisa memulai pekerjaan freelancing ini sendiri, ibu bisa memulainya dengan langkah-langkah berikut:

1. Mengidentifikasi skill yang sudah dimiliki

Hal pertama yang harus dilakukan ibu bekerja yang ingin memulai freelancing adalah melakukan identifikasi keahlian yang dimiliki. Keahlian ini merupakan modal utama dari pekerjaan freelancing untuk pemula. Tidak perlu terburu-buru untuk mengambil sertifikasi atau kelas karena beberapa pekerjaan freelancer bisa dimulai dari kemampuan mengorganisir atau keahlian ibu bermedia sosial. 

2. Membuat jadwal teratur untuk mengerjakan pekerjaan freelance 

Dengan status sebagai seorang pekerja, pastinya ibu bekerja harus meluangkan waktu khusus untuk menjalankan aktivitas freelancing yang dijalani. Untuk itu, ibu bisa meluangkan waktu 1-2 jam sehari khusus untuk mengerjakan proyek yang digarap. Dengan membuat jadwal khusus untuk pekerjaan freelance ini akan membantu ibu dalam menyelesaikan pekerjaan freelance-nya. 

3. Membangun portofolio

Langkah selanjutnya dalam memulai jasa freelancing untuk pemula adalah dengan membangun portofolio sesuai dengan bidang yang dipilih ibu bekerja. Jika ibu memilih bidang content writer, maka portofolio bisa dibangun lewat tulisan-tulisan di blog pribadi. 

Lalu jika ibu memilih bidang desain bisa menampilkan hasil karya di blog ataupun akun instagram sementara jika bidang yang dipiih adalah edit video, tentunya portofolio yang dibangun berupa video di akun media sosial ibu.

Jika portofolio sudah dirasa cukup, ibu bisa melanjutkan langkah ini dengan membuat CV untuk melengkapi portofolio ibu bekerja.

4. Mendaftar di situs freelance

Salah satu keuntungan hidup di era digital seperti sekarang adalah para freelancer bisa menemukan berbagai pekerjaan lewat situs dan platform freelancer baik lokal maupun internasional. Ibu bisa mulai mendaftarkan diri di beberapa situs freelance dan menampilkan portofolio sesuai dengan bidang yang dipilih. 


Platform Freelance yang Bisa Dicoba oleh Pemula 

Untuk bisa menjalankan aktivitas freelancing, tentunya ibu bekerja harus mengetahui beberapa platform yang bisa memfasilitasi pekerjaan ini. Saat ini ada banyak platform freelancer yang menawarkan berbagai proyek dan pekerjaan sesuai dengan jasa dan keahlian yang ditawarkan. Berikut adalah beberapa platform penyedia jasa freelance yang bisa dicoba ibu bekerja untuk menambah penghasilan:

1. Sribulancer

Sribulancer adalah platform freelance lokal yang menyediakan lebih dari 200 kategori job freelance online mulai dari jasa desain grafis, web developer, fotografer, content writer, social media specialist, video editor, digital marketing, bahkan psikolog

2. Fastwok.id

Fastwork adalah platform freelance online terbesar di Asia Tenggara yang kini sudah melebarkan sayapnya id Indonesia. Ada banyak kategori freelance yang bisa dipilih di fastwork.id ini mulai dari desain grafis, penerjemahan, web desain, pemasaran dan periklanan hingga jasa konsultasi.

3. Fiver

Fiver merupakan salah satu aplikasi platform yang sangat populer. Platform ini merupakan platform luar negeri yang menawarkan berbagai kategori. Dan karena fiver adalah platform dari luar maka ini akan membuka peluang bagi pekerja freelancer untuk mendapat job dengan gaji dolar. 

4. Freelancer.co.id

Freelancer.co.id merupakan salah satu platform freelance terbesar yang menawarkan berbagai jenis pekerjaan freelance dari berbaga penjuru dunia. Pengguna dapat memilih pekerjaan berdasarkan kategori pekerjaan ataupun bahasa yang dipilih. 

5. Upwork

Upwork mungkin merupakan salah satu platform freelancer yang paling populer saat ini. Lewat platform ini pekerja freelance dapat terhubung dengan berbagai klien di seluruh dunia. Sistem kerja di Upwork bisa dibilang tak jauh berbeda dengan platform yang lain di mana freelancer membuat profil, melamar proyek, dan menggunakan token virtual bernama Connects untuk mengirim proposal


Tips Mengatur Waktu Freelancing untuk Ibu Bekerja agar Tidak Burnout 

Bagi ibu yang sudah memulai pekerjaan freelancing, salah satu hal yang harus diperhatikan adalah manajemen waktu agar pekerjaan bisa selesai tepat waktu dan ibu tidak mengalami burnout karena kelebihan beban kerja. Meski katanya para wanita itu paling jago soal multitasking, mengerjakan banyak pekerjaan pastinya juga akan menambah mental load bagi ibu bekerja. 

Bayangkan ibu sudah bekerja di pagi hari, pulang kerja juga masih harus menyiapkan makan malam dan menemani anak-anak, lalu mungkin baru di larut malam ibu bisa mulai melakukan pekerjaan freelancernya. Karena itulah ibu bekerja perlu strategi dalam mengatur waktu antara pekerjaan kantor, urusan rumah tangga dan pekerjaan freelancenya.

Strategi pengaturan waktu bagi ibu bekerja yang memulai pekerjaan freelancing ini antara lain:

1. Menentukan jam khusus untuk freelance

Layaknya pekerjaan kantoran, bagi ibu bekerja yang menjalankan pekerjaan freelancing juga perlu untuk membuat jam khusus untuk pekerjaan freelance-nya. Jam yang dipilih tentunya di luar jam kerja harian dan waktu untuk bersama keluarga. 

Dalam hal ini pilihannya adalah di malam hari atau dini hari. Ibu juga bisa memanfaatkan hari libur untuk melakukan pekerjaan freelance jika di hari tersebut tidak ada jadwal bersama keluarga.

2. Menggunakan bantuan tools sederhana untuk memanajemen pekerjaan

Menjalankan beberapa pekerjaan sekaligus pastinya memerlukan sistem pencatatan dan pengaturan waktu yang baik. Untuk itu ibu bekerja bisa menggunakan tools sederhana dalam hal pengaturan waktu seperti Google Calendar, to do list, notion, tick tick dan berbagai aplikasi lainnya. Ibu juga bisa membuat 

3. Jangan ngoyo mengambil banyak proyek dalam satu waktu

Selain harus bisa mengatur waktu antara pekerjaan utama dengan pekerjaan freelancer, ibu bekerja juga sebaiknya tidak terlalu ngoyo dalam mengambil pekerjaan freelancer. Memang kadang ibu tergoda dengan berbagai tawaran pekerjaan yang bisa menambah pundi-pundi rupiah. Namun tetap saja ibu harus ingat kalau ada pekerjaan utama yang juga harus diselesaikan.

4. Jangan lupa istirahat

Dengan adanya tambahan waktu bekerja bagi ibu yang mengambil pekerjaan freelance, satu hal yang perlu diingat ibu harus tetap mempriotitaskan kesehatannya. 

Jika tubuh terasa lelah, maka ibu harus berhenti sejenak dan beristirahat. Jangan sampai karena mengejar tambahan penghasilan ibu lupa beristirahat hingga jatuh sakit.


Potensi Penghasilan Freelancing untuk Pemula 

Bicara tentang penghasilan freelancing untuk pemula, tentunya ini yang membuat ibu bekerja paling penasaran. Apakah penghasilan dari pekerjaan freelancing ini benar-benar bisa menambah pundi-pundi tabungan ibu bekerja?

Dalam hal penghasilan freelancer sendiri, tentunya itu semua bergantung pada bidang pekerjaan yang dipilih, banyaknya proyek yang diambil, klien yang bekerja sama hingga jam terbang dari freelancer tersebut. 

Berikut adalah gambaran penghasilan pekerjaan freelancing bagi ibu bekerja sesuai bidang yang dipilih:

1. Content Writing/Blog/Artikel SEO

Bidang pekerjaan content writing umumnya dihargai per artikel atau per kata. Untuk artikel 2000-5000 kata, content writer mendapat bayaran Rp. 50.000 - Rp. 150.000. Sementara jika dihitung per kata maka bayarannya adalah Rp. 50 - Rp. 200. 

Nilai kontrak dari content writing ini sendiri bisa meningkat seiring dengan jam terbang penulisnya dan jika memiliki blog maka rate juga bisa naik jika blog tersebut memiliki authority yang tinggi.

2. Admin Media Sosial / Virtual Assistant

Admin media sosial atau virtual assistant umumnya memiliki tugas menjawab komentar di media sosial klien, manajemen email, membuat postingan ringan hingga juga jadwal meeting klien. Untuk tarif pembayarannya dihitung 5-10 jam/minggu dan sistem penggajian bulanan yang berkisar di angka Rp.500.000–Rp. 1.500.000 per bulan.

3. Desain Grafis Ringan (Canva / Social Media)

Freelancer bidang desain grafis umumnya meliputi pekerjaan membuat banner, logo, konten instagram flyer dan lain sebagainya. Sistem pembayaran untuk freelancer di bidang desain grafis ini bisa per gambar atau per proyek. Untuk freelancer pemula, rate bayaran bisa dimulai dari Rp. 50.000-Rp. 200.000 dan bisa semakin meningkat seiring bertambahnya jam terbang.

4. Data Entry / Input Online

Bidang freelance data entry umumnya bertugas melakukan penginputan data ke google spreadsheet atau sistem database klien. Untuk bidang ini rate pembayarannya dihitung per 10 jam/minggu dengan pembayaran Rp.200.000-Rp. 500.000 per minggu. 

Penutup

Menjalankan freelancing bagi pemula bagi ibu bekerja merupakan salah satu langkah yang bisa dipilih jika ibu ingin menambah penghasilan. Tentunya dalam menjalani pekerjaan freelancer ini dibutuhkan juga ketekunan dan sistem manajemen waktu yang baik dari ibu bekerja. Selain menjadi freelancer, ibu bekerja juga bisa menambah penghasilan dari usaha rumahan yang dikembangkan dari hobi atau keahlian yang dimiliki ibu bekerja. 

Buat kamu yang sedang mencari informasi terkait pekerjaan freelancing untuk pemula, semoga tulisan ini bermanfaat dan menambah semangat untuk mencoba bidang baru. 

Catatan:
Tulisan ini adalah bagian dari tugas menulis artikel untuk kelas SEO Virtual Assistant yang diampu oleh mbak Indri Ariadna.
Baca Juga

Posting Komentar

0 Komentar