Kerja Lama Tapi Karier Mandek, Ini Penyebab dan Cara Mengatasinya

Kerja Lama Tapi Karier Mandek, Apa yang Sebenarnya Terjadi?



Triwulan pertama 2026 ini, ada banyak perubahan terjadi di perusahaan tempat saya bekerja. Mulai dari diangkatnya direktur baru perusahaan, mutasi beberapa karyawan, termasuk salah satu rekan kerja di departemen teknik yang tiba-tiba ditarik ke humas. Hingga adanya promosi jabatan bagi karyawan yang mengikuti seleksi supervisor dan manajer. 

Adanya perubahan struktural ini terjadi karena ada banyak posisi kosong setelah karyawan senior memasuki masa pensiun. Selain itu karena ada beberapa supervisor yang mendapat promosi, maka otomatis posisi kosong pun bertambah. Perusahaan sendiri tidak ingin ada kekosongan jabatan dalam waktu lama yang pastinya membuat birokrasi perusahaan menjadi lambat.

Saya sendiri ternyata masih ditakdirkan untuk tetap berada di posisi saya yang sekarang. Tahun lalu saya mengikuti seleksi supervisor namun hanya sampai tahap diskusi kelompok. Dan meski tahun ini ada lowongan untuk jabatan supervisor dibuka kembali, saya tidak memenuhi persyaratan untuk bisa mendaftarkan diri. 

Mulai Mempertanyakan Diri Sendiri

Setelah sepuluh tahun lebih bekerja, belakangan saya jadi mempertanyakan kemampuan diri saya sendiri. Apakah saya akan selamanya berada di posisi sekarang? Apakah saya akan memiliki kesempatan untuk promosi dan mutasi? Apalagi dengan job harian inpur data yang bagi sebagian orang membosankan dan memang memiliki peluang yang sangat kecil untuk bisa dilirik seperti sekarang.

Meski memiliki kepribadian plegmatis, nyatanya jiwa kompetitif saya mulai terusik. Ini mungkin karena saya melihat rekan kerja yang masa kerjanya sama dengan saya kini sudah mendapat promosi. Atau mungkin juga karena saya jenuh dengan lingkup pekerjaan minim tantangan yang saya hadapi setiap harinya.

Jika diukur dari usia masa kerja, bisa dibilang saya sudah masuk karyawan semi senior di perusahaan. Di departemen tempat saya ditempatkan, kini sudah mengalami beberapa kali perubahan personil akibat mutasi, promosi dan perubahan struktur manajemen perusahaan. 

Uniknya, hanya di sub departemen kami yang personilnya tak berubah sejak lima tahun terakhir, kecuali untuk posisi supervisor. Mungkin kalau diibaratkan kami ini sudah seperti artefak saking lamanya berada di departemen ini. 

Penyebab Karier Mandek

Jika bicara tentang karir yang mandek, dari beberapa sumber yang saya baca, ada beberapa faktor yang mempengaruhi diantaranya

1. Terjebak di Zona Nyaman

Alasan pertama dari mandeknya karir seseoranga adalah terjebak di zona nyaman. Saat sudah terbiasa dengan pekerjaan, kita cenderung hanya menjalankan tugas tanpa berusaha berkembang. Padahal, kenaikan jabatan biasanya diberikan pada mereka yang menunjukkan inisiatif lebih.

2. Pekerjaan Bersifat Rutin

Hal ini terjadi pada saya, di mana pekerjaan seperti input data atau administrasi sering dianggap sebagai pekerjaan operasional. Meskipun penting, posisi ini kadang tidak memiliki jalur promosi yang jelas jika tidak diiringi dengan peningkatan skill.

3. Kurang Terlihat oleh Atasan

Meski ada yang bilang kalau kerja itu jangan kelihatan jago banget, karena bakalan disuruh melulu, namun menjadi karyawan yang terlalu pasif juga bukanlah hal yang baik. Banyak orang bekerja dengan baik, tapi tidak terlihat. Tidak pernah menyampaikan ide, tidak aktif dalam diskusi, atau jarang berinteraksi dengan atasan soal perkembangan karier. 

4. Tidak Pernah Mengomunikasikan Keinginan Naik Jabatan atau Pindah Posisi

Beberapa orang mungkin menganggap tidak sopan jika seorang karyawan mengomunikasikan keinginan untuk pindah departemen atau bahkan naik jabatan ini. Namun dari pengalaman saya bekerja di perusahaan, memang pada akhirnya mereka yang berani bersuaralah yang akhirnya bisa ditempatkan di tempat yang memang sesuai dengan potensinya. 

5. Keterbatasan Waktu dan Fleksibilitas

Bagi sebagian pekerja, terutama ibu bekerja seperti saya, ada tantangan tambahan seperti harus membagi waktu antara pekerjaan dan keluarga. Urusan menjemput anak atau bahkan anak yang dititip di kantor saat jam kerja bisa membuat itu kehilangan kesempatan untuk mengikuti rapat perusahaan. 

6. Tidak Menemukan Mentor yang Tepat

Dalam dunia kerja, kehadiran senior atau mentor yang tepat juga bisa berpengaruh pada peningkatan karir seseorang. Ada mentor yang memang memiliki tujuan agar anak buahnya bisa cepat berkembang dan mengupayakan hal tersebut. Namun ada juga mentor yang hanya menjadikan anak buahnya sebagai penerima tugas tanpa bisa memberikan masukan berarti agar anak buah bisa meningkatkan kompetensinya. 

Hal yang Bisa Dilakukan Agar Tidak Terjebak Stagnasi 

Kerja Lama Tapi Karier Mandek, Ini Penyebab dan Cara Mengatasinya


Adanya kenaikan jabatan atau promosi akan sangat berpengaruh pada penghasilan seorang ibu bekerja. Namun tentunya hal ini juga diiringi dengan beban tanggung jawab yang semakin besar seiring dengan semakin tinggi jabatan. Bisa jadi hal inilah yang kadang membuat seorang ibu bekerja menghindarkan diri dari promosi. 

Di lain pihak, terus-terusan berada di posisi yang sama setelah bertahun-tahun bekerja juga bukan hal yang baik. Seperti yang saya rasakan sekarang, di mana rasa jenuh sudah mulai datang dan rasa minder saat melihat pencapaian rekan satu angkatan yang kadang muncul.

Agar hal seperti ini tidak menggerogoti hati dan pikiran, ada beberapa hal yang bisa dilakukan yang tentunya menjadi catatan sendiri bagi saya yakni:

1. Upgrade Diri Secara Bertahap

Sebagai seorang karyawan, biasanya kita akan mendapatkan jatah upgrade kemampuan dari perusahaan berupa pelatihan ataupun training sesuai dengan bidang yang digeluti. Namun tentunya tidak ada salahnya jika kita melakukan upgrade diri secara mandiri sehingga bisa menambah preferensi kompetensi diri. 

2. Mulai Lebih Aktif Terlibat

Jika selama ini kita hanya bekerja secara pasif dan hanya melakukan pekerjaan sesuai job desk dan lebih banyak diam saat rapat, maka ke depannya kita bisa lebih aktif di perusahaan. Saat rapat, kita bisa memberikan saran dan ikut menjadi tempat berbagi ide atau bahkan memberikan inovasi yang membuat bakat kita terlihat.

3. Perluas Relasi dan Pertemanan

Dalam dunia bisnis dan wirausaha, relasi dan pertemanan adalah hal yang cukup penting dan membantu dalam memperluas jaringan. Hal yang sama juga tentunya berlaku dalam dunia kerja. Memiliki teman dan relasi yang baik di berbagai departemen bisa menjadi salah satu tiket agar potensi kita dilirik atasan. 

5. Cari Alternatif Pengembangan Diri

Jika memang dirasa perusahaan kurang memberikan kesempatan untuk bisa maju, maka pilihan lain adalah dengan melirik peluang di luar perusahaan. Kita bisa mencoba usaha sampingan atau bidang pekerjaan lain yang cocok dengan bakat dan kemampuan atau bahkan yang lebih ekstrim resign dari perusahaan dan mencoba peruntungan dunia baru di luar sana. 

Penutup

Menjadi ibu bekerja adalah sebuah pilihan yang memiliki banyak persimpangan. Di satu sisi, ada keinginan untuk terus berkembang dan mengejar karier. Di sisi lain, ada tanggung jawab keluarga yang tidak bisa diabaikan begitu saja.

Apakah seorang ibu bekerja ingin benar-benar mengejar karier atau memilih bekerja secukupnya, semua kembali pada prioritas masing-masing.

Jika memilih mengejar karier, maka promosi dan kenaikan jabatan tentu menjadi pencapaian yang membanggakan. Namun jika karier terasa stagnan, bukan berarti kita gagal. Bisa jadi, kita sedang berada di fase hidup yang berbeda, fase di mana peran sebagai ibu lebih diutamakan dibanding ambisi profesional.

Saya sendiri masih berada di persimpangan itu. Di satu sisi ingin berkembang, di sisi lain masih harus beradaptasi dengan kondisi yang ada. Namun satu hal yang saya sadari, diam di tempat tanpa melakukan apa-apa bukanlah pilihan. Untuk itulah hingga kini saya masih terus belajar dan mencari cara untuk bisa berkembang meski lewat langkah-langkah kecil. 

Bagi saya sekarang, mungkin bukan soal seberapa tinggi jabatan yang bisa diraih, tetapi tentang bagaimana saya tetap bertumbuh, tanpa kehilangan peran yang juga sama pentingnya dalam hidup saya. 

Bagaimana dengan teman-teman sekalian? Apakah pernah berada di fase yang sama dengan saya? Yuk bagi juga cerita kalian di kolom komentar! Baca juga tulisan saya tentang etiket di dunia kerja di blog ini. Semoga bermanfaat!

Baca Juga

Posting Komentar

0 Komentar