Bagi seorang ibu bekerja seperti saya, kadang muncul sebuah pertanyaan. Apakah saya masih perlu mencari tambahan pekerjaan? Dengan penghasilan yang terbilang tetap dan stabil, rasanya tidak ada alasan bagi saya untuk mencari pekerjaan freelance. Toh, sehari-hari tubuh dan otak sudah kerepotan sendiri membagi waktu antara pekerjaan dan tanggung jawab di rumah.
Nyatanya, saat ini saya masih berusaha mencari bagaimana cara untuk menambah penghasilan di luar dari gaji bulanan. Ada beberapa alasan terkait hal ini salah satunya adalah untuk memenuhi kebutuhan hidup yang semakin meningkat setiap harinya. Alasan lainnya adalah saya ingin memiliki penghasilan lain di luar dari gaji yang uangnya bisa saya gunakan untuk saya sendiri, bukan untuk anggota keluarga yang lain.
Untuk bisa mendapatkan penghasilan tambahan ini ada banyak pilihan yang bisa diambil. Salah satunya adalah dengan mencoba bidang freelancing untuk pemula. Freelancing ini menjadi pilihan yang menarik karena ibu bisa mengerjakannya di waktu-waktu senggang atau malam hari.
Dalam tulisan ini akan membahas terkait apa itu freelancing untuk pemula, bidang-bidang apa yang bisa dicoba dan bagaimana cara memulainya.
Apa Itu Freelancing dan Mengapa Cocok untuk Ibu Bekerja?
Dilansir dari halaman sahabat Pegadaian, freelance atau freelancing adalah jenis pekerjaan yang bebas dari ikatan kontrak kerja perusahaan. Mereka yang melakukan pekerjaan freelancing ini disebut juga freelancer. Orang-orang yang melakukan pekerjaan freelance ini bisa bekerja di beberapa tempat atau klien untuk jangka waktu singkat atau proyek tertentu.
Hal inilah yang membedakan pekerjaan freelancing dengan mereka yang statusnya karyawan tetap. Para pekerja freelance bisa bekerja dengan lebih fleksibel karena pekerjaannya yang tidak terikat waktu. Meski demikian, tentunya tetap ada tenggat waktu dari pekerjaan freelance yang menuntut pelakunya untuk bisa mengatur waktu dengan baik sehingga target pekerjaan bisa tercapai.
Bagi ibu bekerja, pekerjaan freelancing bisa menjadi pilihan karena bisa dikerjakan waktunya yang fleksibel ini. Ibu bisa mengerjakan pekerjaan freelancing dari rumah saat anak-anak sudah tidur atau bahkan di akhir minggu jika memang tak ada agenda bersama keluarga.
Modal untuk melakukan pekerjaan freelance juga tidak besar karena ini biasanya pekerjaan freelance ini mengandalkan keahlian yang sudah dimiliki dan bukan jenis usaha sampingan.
Selain fleksibel dari segi waktu, mengambil pekerjaan freelance berarti ibu bekerja bisa menentukan sendiri jumlah pekerjaan yang ingin diambil sesuai dengan kemampuan. Adapun bidang pekerjaan yang mencakup pekerjaan freelancing ini diantaranya content writer, virtual assistant, design grafis, admin sosial media dan bidang-bidang lainnya yang bisa disesuaikan dengan keahlian ibu bekerja.
Tantangan Freelancing untuk Pemula yang Perlu Disadari Sejak Awal
Berbeda dengan jenis pekerjaan lain, ada beberapa tantangan yang harus disadari bagi mereka yang ingin menjajal bidang freelancing untuk pemula. Apalagi dengan status sebagai ibu bekerja, pastinya juga harus benar-benar menyesuaikan ritme kerja dengan ritme pekerjaan freelance ini.
Beberapa tantangan yang mungkin akan dihadapi bagi ibu bekerja yang ingin memulai bidang freelancing untuk pemula ini diantaranya:
1. Waktu yang terbatas karena peran ganda
Dalam hal ini ibu bekerja mungkin harus menggunakan waktu di tengah malam untuk bisa mengerjaan pekerjaan freelance-nya karena di siang hari sudah disibukkan dengan pekerjaan di kantor.
2. Rasa minder dan takut belum jago
Layaknya pekerjaan baru lainnya, bisa jadi ibu bekerja akan merasa minder dan belum berpengalaman dalam melakukan pekerjaan freelance ini
3. Penghasilan belum stabil di awal
Saat memulai pekerjaan di bidang freelancing, tentunya kita harus sadar kalau di awal-awal merintis bidang ini penghasilan yang didapat tidak terlalu besar dan belum stabil. Dibutuhkan pengalaman dan jam kerja tinggi untuk bisa mendapat penghasilan yang tinggi.
4. Manajemen energi dan konsistensi
Selain harus bisa memanajemen waktu, ibu bekerja yang mengambil pekerjaan freelancing juga harus bisa memanajemen energinya untuk bisa menyelesaikan pekerjaan sesuai tenggat waktu. Diperlukan juga konsistensi dalam menyelesaikan pekerjaan sehingga bisa memberikan kesan yang baik kepada klien
Dalam menghadapi tantangan ini, tentunya ibu bekerja tak perlu khawatir karena pastinya semua freelancer sudah pernah merasakannya. Dan memang namanya baru memulai, tentunya kita tidak mungkin berharap akan mendapat hasil yang instan. Semua perlu proses dan ketekunan agar pekerjaan freelancing yang dijalani bisa membuahkan hasil.
Jenis Pekerjaan Freelance yang Cocok untuk Ibu Bekerja Pemula
Pertama-tama, saya ingin menekankan kalau pekerjaan freelance itu berbeda dengan usaha sampingan ataupun affiliate. Usaha sampingan adalah jenis usaha yang dijalankan dengan modal tertentu sementara pekerjaan freelancer adalah pekerjaan yang menawarkan jasa dan mengandalkan keahlian dari pelakunya.
Bagi ibu bekerja, berikut adalah beberapa jenis pekerjaan freelancing untuk pemula yang layak untuk dicoba:
1. Freelance Menulis (Content Writer, Blogger)
Pekerjaan freelance di bidang menulis ini bisa dalam bentuk menjadi content writer atau juga blogger. Bidang ini sangat cocok bagi ibu bekerja yang memiliki hobi menulis. Untuk bisa memulai freelance di bidang content writer atau blogger, maka langkah pertama yang dilakukan adalah membuat blog sendiri sebagai dasar dan modal portofolio.
Selain menjadi content writer untuk website, jasa penulisan caption media sosial juga sekarang bisa menjadi pilihan bagi freelancer di bidang menulis.
2. Freelance Virtual Assistant
Belakangan ini freelace bidang virtual assistant juga cukup banyak diminati bagi mereka yang ingin memulai freelancing untuk pemula. Pekerjaan virtual assistant ini meliputi pekerjaan admin dan juga email handling. Bagi ibu bekerja, biasanya sudah cukup familiar dengan pekerjaan yang tercakup dalam virtual assistant dan biasanya banyak menjaring klien dari luar negeri.
3. Freelance Desain Grafis / Canva Designer
Bagi ibu bekerja yang memiliki bakat desain atau menggambar, maka freelance di bidang desain bisa menjadi pilihan. Saat ini dengan bermocal canva, kita sudah bisa menghasilkan berbagai macam desain yang digunakan untuk media visual produk, banner, logo hingga produk digital.
4. Freelance Social Media Admin
Freelance di bidang sosial media admin ini biasanya berhubung pengelolaan akun media sosial dari klien baik itu perorangan. Lingkup pekerjaannya bisa berupa posting konten video atau foto, membalas pesan yang masuk dan termasuk juga menguat caption dari postingan tersebut.
Bidang freelance admin sosial media ini sangat cocok untuk ibu bekerja yang juga aktif di media sosial sehingga pastinya tak kebingungan lagi dalam menjalankan tugasnya.
5. Freelance Voice Talent
Buat ibu bekerja yang memiliki keahlian di bidang molah suara, freelance di bidang voice talent juga bisa menjadi pilihan. Saat ini cukup banyak bidang yang memerlukan jasa voice talent ini seperti untuk voice over konten hingga menjadi MC dari sebuah acara webinar. Tentunya ibu bisa memilih acara yang tidak mengganggu jam kerja atau waktu bersama keluarga.
Cara Memulai Freelancing untuk Pemula Tanpa Harus Resign dari Pekerjaan
Bagi ibu bekerja, memulai freelancing tanpa harus resign dari pekerjaan adalah sebuah tantangan tersendiri. Hal ini karena untuk bisa mengerjakan pekerjaan freelance ini, ibu harus menyisihkan waktu khusus di luar jam kerja. Namun tentunya hal ini bukan tidak mungkin dilakukan selama ibu memiliki manajemen waktu yang baik.
Untuk bisa memulai pekerjaan freelancing ini sendiri, ibu bisa memulainya dengan langkah-langkah berikut:
1. Mengidentifikasi skill yang sudah dimiliki
Hal pertama yang harus dilakukan ibu bekerja yang ingin memulai freelancing adalah melakukan identifikasi keahlian yang dimiliki. Keahlian ini merupakan modal utama dari pekerjaan freelancing untuk pemula. Tidak perlu terburu-buru untuk mengambil sertifikasi atau kelas karena beberapa pekerjaan freelancer bisa dimulai dari kemampuan mengorganisir atau keahlian ibu bermedia sosial.
2. Membuat jadwal teratur untuk mengerjakan pekerjaan freelance
Dengan status sebagai seorang pekerja, pastinya ibu bekerja harus meluangkan waktu khusus untuk menjalankan aktivitas freelancing yang dijalani. Untuk itu, ibu bisa meluangkan waktu 1-2 jam sehari khusus untuk mengerjakan proyek yang digarap. Dengan membuat jadwal khusus untuk pekerjaan freelance ini akan membantu ibu dalam menyelesaikan pekerjaan freelance-nya.
3. Membangun portofolio
Langkah selanjutnya dalam memulai jasa freelancing untuk pemula adalah dengan membangun portofolio sesuai dengan bidang yang dipilih ibu bekerja. Jika ibu memilih bidang content writer, maka portofolio bisa dibangun lewat tulisan-tulisan di blog pribadi.
Lalu jika ibu memilih bidang desain bisa menampilkan hasil karya di blog ataupun akun instagram sementara jika bidang yang dipiih adalah edit video, tentunya portofolio yang dibangun berupa video di akun media sosial ibu.
Jika portofolio sudah dirasa cukup, ibu bisa melanjutkan langkah ini dengan membuat CV untuk melengkapi portofolio ibu bekerja.
4. Mendaftar di situs freelance
Salah satu keuntungan hidup di era digital seperti sekarang adalah para freelancer bisa menemukan berbagai pekerjaan lewat situs dan platform freelancer baik lokal maupun internasional. Ibu bisa mulai mendaftarkan diri di beberapa situs freelance dan menampilkan portofolio sesuai dengan bidang yang dipilih.
Platform Freelance yang Bisa Dicoba oleh Pemula
Untuk bisa menjalankan aktivitas freelancing, tentunya ibu bekerja harus mengetahui beberapa platform yang bisa memfasilitasi pekerjaan ini. Saat ini ada banyak platform freelancer yang menawarkan berbagai proyek dan pekerjaan sesuai dengan jasa dan keahlian yang ditawarkan. Berikut adalah beberapa platform penyedia jasa freelance yang bisa dicoba ibu bekerja untuk menambah penghasilan:
1. Sribulancer
Sribulancer adalah platform freelance lokal yang menyediakan lebih dari 200 kategori job freelance online mulai dari jasa desain grafis, web developer, fotografer, content writer, social media specialist, video editor, digital marketing, bahkan psikolog
2. Fastwok.id
Fastwork adalah platform freelance online terbesar di Asia Tenggara yang kini sudah melebarkan sayapnya id Indonesia. Ada banyak kategori freelance yang bisa dipilih di fastwork.id ini mulai dari desain grafis, penerjemahan, web desain, pemasaran dan periklanan hingga jasa konsultasi.
3. Fiver
Fiver merupakan salah satu aplikasi platform yang sangat populer. Platform ini merupakan platform luar negeri yang menawarkan berbagai kategori. Dan karena fiver adalah platform dari luar maka ini akan membuka peluang bagi pekerja freelancer untuk mendapat job dengan gaji dolar.
4. Freelancer.co.id
Freelancer.co.id merupakan salah satu platform freelance terbesar yang menawarkan berbagai jenis pekerjaan freelance dari berbaga penjuru dunia. Pengguna dapat memilih pekerjaan berdasarkan kategori pekerjaan ataupun bahasa yang dipilih.
5. Upwork
Upwork mungkin merupakan salah satu platform freelancer yang paling populer saat ini. Lewat platform ini pekerja freelance dapat terhubung dengan berbagai klien di seluruh dunia. Sistem kerja di Upwork bisa dibilang tak jauh berbeda dengan platform yang lain di mana freelancer membuat profil, melamar proyek, dan menggunakan token virtual bernama Connects untuk mengirim proposal
Tips Mengatur Waktu Freelancing untuk Ibu Bekerja agar Tidak Burnout
Bagi ibu yang sudah memulai pekerjaan freelancing, salah satu hal yang harus diperhatikan adalah manajemen waktu agar pekerjaan bisa selesai tepat waktu dan ibu tidak mengalami burnout karena kelebihan beban kerja. Meski katanya para wanita itu paling jago soal multitasking, mengerjakan banyak pekerjaan pastinya juga akan menambah mental load bagi ibu bekerja.
Bayangkan ibu sudah bekerja di pagi hari, pulang kerja juga masih harus menyiapkan makan malam dan menemani anak-anak, lalu mungkin baru di larut malam ibu bisa mulai melakukan pekerjaan freelancernya. Karena itulah ibu bekerja perlu strategi dalam mengatur waktu antara pekerjaan kantor, urusan rumah tangga dan pekerjaan freelancenya.
Strategi pengaturan waktu bagi ibu bekerja yang memulai pekerjaan freelancing ini antara lain:
1. Menentukan jam khusus untuk freelance
Layaknya pekerjaan kantoran, bagi ibu bekerja yang menjalankan pekerjaan freelancing juga perlu untuk membuat jam khusus untuk pekerjaan freelance-nya. Jam yang dipilih tentunya di luar jam kerja harian dan waktu untuk bersama keluarga.
Dalam hal ini pilihannya adalah di malam hari atau dini hari. Ibu juga bisa memanfaatkan hari libur untuk melakukan pekerjaan freelance jika di hari tersebut tidak ada jadwal bersama keluarga.
2. Menggunakan bantuan tools sederhana untuk memanajemen pekerjaan
Menjalankan beberapa pekerjaan sekaligus pastinya memerlukan sistem pencatatan dan pengaturan waktu yang baik. Untuk itu ibu bekerja bisa menggunakan tools sederhana dalam hal pengaturan waktu seperti Google Calendar, to do list, notion, tick tick dan berbagai aplikasi lainnya. Ibu juga bisa membuat
3. Jangan ngoyo mengambil banyak proyek dalam satu waktu
Selain harus bisa mengatur waktu antara pekerjaan utama dengan pekerjaan freelancer, ibu bekerja juga sebaiknya tidak terlalu ngoyo dalam mengambil pekerjaan freelancer. Memang kadang ibu tergoda dengan berbagai tawaran pekerjaan yang bisa menambah pundi-pundi rupiah. Namun tetap saja ibu harus ingat kalau ada pekerjaan utama yang juga harus diselesaikan.
4. Jangan lupa istirahat
Dengan adanya tambahan waktu bekerja bagi ibu yang mengambil pekerjaan freelance, satu hal yang perlu diingat ibu harus tetap mempriotitaskan kesehatannya.
Jika tubuh terasa lelah, maka ibu harus berhenti sejenak dan beristirahat. Jangan sampai karena mengejar tambahan penghasilan ibu lupa beristirahat hingga jatuh sakit.
Potensi Penghasilan Freelancing untuk Pemula
Bicara tentang penghasilan freelancing untuk pemula, tentunya ini yang membuat ibu bekerja paling penasaran. Apakah penghasilan dari pekerjaan freelancing ini benar-benar bisa menambah pundi-pundi tabungan ibu bekerja?
Dalam hal penghasilan freelancer sendiri, tentunya itu semua bergantung pada bidang pekerjaan yang dipilih, banyaknya proyek yang diambil, klien yang bekerja sama hingga jam terbang dari freelancer tersebut.
Berikut adalah gambaran penghasilan pekerjaan freelancing bagi ibu bekerja sesuai bidang yang dipilih yang saya dapatkan dari berbagai sumber:
1. Content Writing/Blog/Artikel SEO
Bidang pekerjaan content writing umumnya dihargai per artikel atau per kata. Untuk artikel 2000-5000 kata, content writer mendapat bayaran Rp. 50.000 - Rp. 150.000. Sementara jika dihitung per kata maka bayarannya adalah Rp. 50 - Rp. 200.
Nilai kontrak dari content writing ini sendiri bisa meningkat seiring dengan jam terbang penulisnya dan jika memiliki blog maka rate juga bisa naik jika blog tersebut memiliki authority yang tinggi.
2. Admin Media Sosial / Virtual Assistant
Admin media sosial atau virtual assistant umumnya memiliki tugas menjawab komentar di media sosial klien, manajemen email, membuat postingan ringan hingga juga jadwal meeting klien. Untuk tarif pembayarannya dihitung 5-10 jam/minggu dan sistem penggajian bulanan yang berkisar di angka Rp.500.000–Rp. 1.500.000 per bulan.
3. Desain Grafis Ringan (Canva / Social Media)
Freelancer bidang desain grafis umumnya meliputi pekerjaan membuat banner, logo, konten instagram flyer dan lain sebagainya. Sistem pembayaran untuk freelancer di bidang desain grafis ini bisa per gambar atau per proyek. Untuk freelancer pemula, rate bayaran bisa dimulai dari Rp. 50.000-Rp. 200.000 dan bisa semakin meningkat seiring bertambahnya jam terbang.
4. Data Entry / Input Online
Bidang freelance data entry umumnya bertugas melakukan penginputan data ke google spreadsheet atau sistem database klien. Untuk bidang ini rate pembayarannya dihitung per 10 jam/minggu dengan pembayaran Rp.200.000-Rp. 500.000 per minggu.
Penutup
Menjalankan freelancing bagi pemula bagi ibu bekerja merupakan salah satu langkah yang bisa dipilih jika ibu ingin menambah penghasilan. Tentunya dalam menjalani pekerjaan freelancer ini dibutuhkan juga ketekunan dan sistem manajemen waktu yang baik dari ibu bekerja. Selain menjadi freelancer, ibu bekerja juga bisa menambah penghasilan dari usaha rumahan yang dikembangkan dari hobi atau keahlian yang dimiliki ibu bekerja.
Buat kamu yang sedang mencari informasi terkait pekerjaan freelancing untuk pemula, semoga tulisan ini bermanfaat dan menambah semangat untuk mencoba bidang baru.




37 Komentar
Aku jadi freelancer sebagai side job aja. Untuk pekerjaan utama di offline. Untuk cari kerja di bidang yang kita miliki agak susah di perusahaan. Karena ketat dan daya saingnya banyak sama orang lain.
BalasHapusWaah..detil sekali tulisan ini. Terima kasih yaaa...sangat membuka wawasan ttg freelancing (yg ternyata ada bnyk jenis2 pejerjaannya yaa..hehe..)..
BalasHapusJadi memotivasi juga yaa, ka Tanti..
HapusRasanya freelancing dan menambahkan income di era saat ini bisa menjadi pilihan untuk kondisi keuangan yang lebih lega...
Penjelasan tentang freelancing untuk pemula ini cocok banget buat yang ingin mulai dari nol. Aku juga pernah tertarik mencoba, tapi memang butuh konsistensi dan keberanian untuk ambil peluang. Dari yang dijelaskan, terlihat bahwa membangun portofolio itu jadi langkah awal yang penting
BalasHapusSebelum anak bertambah, dulu sempat freelance, tapi ternyata gak kuat juga ya, skillnya harus benar-benar mumpuni. Akhirnya pilih kerja, kebetulan ada kesempatan.
BalasHapusAsli, tulisan ini 'daging' semua tapi dikemas ringan banget. Setuju banget sama poin-poin yang disebutin Ayana, emang buat pemula tuh langkah pertamanya yang paling berat. Baca ini jadi ngerasa dapet suntikan semangat baru buat rapihin portofolio. Sukses terus ya buat blognya, kontennya bermanfaat parah!
BalasHapusSekarang nggak ada kata tidak mungkin buat ibu di rumah yang inging mengembangkan karirnya. Adik saya juga alhamdulillah loh, di rumah aja tapi gaji 2 digit dari Fiverr.
BalasHapusTulisan yang enak dibaca, informatif, dan cocok banget buat pemula yang mau mulai freelancing. Semoga makin banyak insight praktis seperti ini dibagikan terus.
BalasHapusPilihan freelancing masuk akal untuk kondisi ibu bekerja, karena fleksibel dan bisa disesuaikan dengan waktu yang terbatas. Tapi memang perlu realistis juga: jangan sampai niat menambah penghasilan justru mengorbankan kesehatan atau waktu istirahat, mengingat beban yang sudah cukup padat.
BalasHapusjadi freelancer itu harus punya skill yang kuat, soalnya kuat juga saingannya hehe. Inginnya juga nyoba bidang voice talent sama input data nih
BalasHapusMakasih banget mbak Antung,,,,rekomendasi jenis-jenis pekerjaan frelancer bagi ibu rumah tangga yang mbak kasih. Ya Allah lengkap sekali, benar-benar memberi wawasan dalam mencari peluang pengahsilan tambahan di tengah situasi ekonomi yang makin sulit ini.
BalasHapusPas banget sih kalau perempuan mengambil job freelancer biar lebih fleksibel jam kerjanya. Bisa tetap mengurusi rumah tangga ,, suami dan anaknya di rumah
HapusMenarik untuk dicoba sarannya mbak, ga ada salahnya mencari tambahan selama tidak mengganggu tugas utama sebagai ibu . Sayapun juga ingin mencoba voice talent
BalasHapus
BalasHapusTernyata banyak juga ya peluang ibu bekerja mendapatkan sampingan dari pekerjaan freelance yang bisa dikerjakan dari rumah.
Semangat ikut pelatihan VA-nya mbak.
Menjadi ibu bukan berarti menghalangi produktivitas yaa..
BalasHapusMemang kudu manegement waktunya oke banget nih.. tapi yakin kalau sudah dijalani, bisa.
Aku uda lama banget ga ambil project nulis.. jadi kangen.. hehehe~~
Hari ini mesti cari tambahan yang Oke untuk pemasukan keluarga namun saya sih sangat baik ya untuk menjadi freelance selama bisa mengelola waktu dan pekerjaan supaya pekerjaan rumah tidak keteteran karena itu yang utama yang penting harus produktif dan happy jangan sampai bikin stress banget
BalasHapusZaman sekarang mah emang harus keep up ya sama dunia digital. Apalagi sebenarnya ada banyak cara untuk mendapatkan penghasilan tambahan, beberapa diantaranya sudah disebutkan di tulisan ini. Nice info mbak antung, terima kasih ya.
BalasHapusJangankan ibu - ibu, rasanya saya juga mau menambah penghasilan agar punya financial freedom, salah satunya mungkin ini ya, menjadi freelancer, dan banyak pilihan jenisnya ternyata, bisa di pilih sesuai dengan kapasitas kita, sisanya tinggal kemauan dan istiqomah saja sepertinya
BalasHapusin this economy semuahal harus dicoba yaa buat nambah2 pemasukan...aku sendiri juga pengen bisa dapet penghasilan sendiri...sementara yan dikerjain baru dari blog sama affiliate gt tapi kok rasanya blm nemu yang bener2 klik menghasilkan banyak gt yaa..apa kurang telaten kali ya ngerjainnya..dan dari baca ini aku jadi tau ada situs2 khusus buat freelancer...makasih sharingnya mba
BalasHapusselepas resign aku pernah kepikiran cari freelance.... tapi ntahlaah, pada akhirnya aku lebih memilih meningkatkan asset dengan cara fokus ke passive income. pendapatan dari sewa apartemen dan rumah, aku putar di saham dengan dividen .. jadi saat dividen masuk, biasanya aku putar lagi untuk saham lain, atau untuk di obligasi.... dari obligasi dapat return tiap bulan, itu aku putar untuk taro di emas digital.
BalasHapusjadi muter2nya di situ aja mba.. assetku berkembang dari cara begitu. dan mungkin aku lebih bagus dalam bidang itu, daripada harus melakukan pekerjaan untuk orang lain.. :D
tapi buat teman2 yg memang rezekinya lewat freelancing, ga masalah... asal mau terus belajar, fokus di sana, bagusin portofolio, pasti request dari klien juga makin banyak ...
Freelancing mungkin terlihat menggoda. Kita bisa mengatur sendiri waktu bekerja. Mau ambil berapa projek. Tapi, tantangannya memang bukan hal yang mudah. Apalagi soal kemampuan.
BalasHapusMenjadi freelancing ini sangat-sangat bisa dilakukan oleh seorang ibu yang pekerja yang sudah mempunyai penghasilan tetap. Soalnya freelancing waktunya fleksibel. Bisa dilakukan kapan saja, bahkan tanpa harus meninggalkan rumah. Apalagi sudah banyak pekerjaan freelancing. Jadi tinggal disesuaikan saja dengan minat dan kemampuan. Di awal-awal memang agak berat karena belum terbiasa. Tapi lama-lama akan terbiasa dan enjoy.
BalasHapusSalut dan sungkem banget aku sama ibu bekerja yang masih menyempatkan diri untuk Freelancing entah menjadi virtual asisten atau lainnya. Keren banget dari sisi membagi waktunya.
BalasHapusBener sih Freelancing pemula ini mesti pinter-pinter baca peluang, tingkatkan portofolio, in this economy penghasilan dari satu Lina aja nggak cukup ya.
Wah, jadi kepikiran ternyata memulai freelance itu memang nggak sesederhana cuma punya skill ya. Justru yang sering bikin maju atau berhenti itu soal konsistensi dan berani mulai. Saya juga sering merasa minder karena melihat orang lain portofolionya sudah banyak, padahal mungkin mereka juga memulai dari nol. Bagian yang paling saya suka ketika dijelaskan bahwa pengalaman pertama tidak harus langsung proyek besar. Rasanya jadi lebih realistis dan nggak terlalu menakutkan.
BalasHapusManajemen waktu kerap kali jadi kendala buat siapa saja yang ingin punya side job atau tambahan pekerjaan lain sebagai freelancer, karena kalau dipikirkan ya iya juga, udah seharian bekerja di kantor terus kerja freelance, belum lagi pas di rumah mengurus rumah. Hemm, semangat selalu untuk yang sedang melakukan hal ini.
BalasHapusDulu dari ngeblog bisa berpenghasilan lumayan besar mengingat setiap tulisan terasa begitu dihargai
BalasHapusSekarang, jangankan ada yg hire, ada yang baca tulisan kita aja sudah beruntung banget
Tapi meskipun sepi, job ngeblog tetap saya jalankan
Selalu menyisihkan waktu untuk update blog, siapa tahu kedepannya blog berjaya lagi
Dulu dari ngeblog bisa berpenghasilan lumayan besar mengingat setiap tulisan terasa begitu dihargai
BalasHapusSekarang, jangankan ada yg hire, ada yang baca tulisan kita aja sudah beruntung banget
Tapi meskipun sepi, job ngeblog tetap saya jalankan
Selalu menyisihkan waktu untuk update blog, siapa tahu kedepannya blog berjaya lagi
Jadi freelancer memang jadi salah satu jalan buat menambah penghasilan, dan buat IRT ada banyak pilihan kesempatannya, tinggal baik-baik atur waktu. Terutama bagi yang bekerja. Karena jangan sampaikan mengorbankan kesehatan yang mungkin saja nanti biaya berobat dan perawatannya malah lebih besar dari penghasilan yang didapat.
BalasHapuspekerjaan freelance memang sangat menjanjikan bagi yang tidak mau disibukkan dengan persoalan administrasi dan rutinitas yang membosankan, karena pekerjaan ini bisa dilakukan di mana saja tanpa terikat tempat. tapi sebelum memutuskan harus benar-benar dikuasai satu skill saja dan dintensifkan agar maksimal hasilnya
BalasHapusBaik IRT maupun working mom hampir semua enjoy lakukan side hustle
BalasHapuskarena memang semua harga kebutuhan meroket.. so harus piawai cari peluang berburu cuan.
ini ciamikkk bener mba
Tetap semangat para emak2 semua. Kalian bs tetap dpt cuan meski sambil di rumah aja, apalagi ngemong anak atau sambil bersih2 rumah. Peluangnya masih banyak. Tinggal kita cari sesuai selera atau bs cari aplikasi freelancer itu. Banyak yg udh dpt cuan dr sana tuh. Apalagi produk digital yg bs dijual di internet. Atau afiliasi yg lagi tren bgt.
BalasHapusRekomendasi platform lokal seperti Fastwork dan Sribulancer rasanya cocok banget buat yang baru mau coba merintis. Setuju banget kalau portofolio itu modal awal yang paling penting sebelum mulai daftar. Artikel ini bikin jadi makin semangat buat rapihin portofolio digital buat aku yang suka males-malesaaan...
BalasHapusSaya pun sehari-hari sudah di posisi pekerjaan tetap, tetapi bersyukur masih bisa mengatur waktu untuk menjadi freelancer di bidang kepenulisan, which is di blogging. Dan, alhamdulillah double combo sih senengnya, karena kita bisa terus mengembangkan hobi di bidang literasi plus di bayar pula.
BalasHapusUntuk platform freelancer yang dishare Kak Antung ini saya belum daftar walau sudah tahu beberapa. Jadinya kepo pengen nyobain juga. Siapa tau rezeki tambahannya ada di sana, ya :)
Masya Allah, tulisan ini sangat bermanfaat sekali, pas juga saya sedang galau karena mau mencoba terjun sebagai freelancer, sehingga ytulisan Kak NAtung bisa memberikan pencerahan.
BalasHapusFreelancing ini selalu tampak menggoda ya. Walaupun setelah dikerjakan memang nggak mudah. Terutama bagi waktu dan tenaganya. Buat aku yang IRT aja berat apalagi untuk ibu bekerja. Butuh disiplin dan konsisten tinggi emang ya.
BalasHapusAku kalau baca threads tu mbak suka ada yang sharing soal freelance buat nambah2 keuangan. mayan banget. Kadang aku juga bantuin suamiku kalau pas dapat proyek hehe :D
BalasHapusMenurutku apa aja asal halal dan nggak meninggalkan prioritas tu kerjain aja :D
Kyknya aku baru punya akun upwork deh. Tapi elbih seringnya dapat dari agensi, mungkin karena dulunya kenal dari dunia bloger juga jadi lumayan ada gambaran mau ngerjain apa dan dapat kerja dari siapa:D
Ah iya, ada banyak ya peluang freelancing untuk ibu rumah tangga. Yang penting harus sediakan waktu untuk mencari dan menjalankan pekerjaan tersebut
BalasHapus