Cara Memadukan Warna Baju dan Kerudung untuk Ibu Bekerja agar Tampil Rapi dan Percaya Diri

 

Cara Memadukan Warna Baju dan Kerudung untuk Ibu Bekerja agar Tampil Rapi dan Percaya Diri


Tantangan Ibu Bekerja dalam Memadukan Warna Baju dan Kerudung

Sebagai ibu bekerja, kemampuan memadukan warna baju dan kerudung menjadi hal penting agar tetap tampil rapi, profesional, dan percaya diri di lingkungan kerja. Kemampuan ini juga merupakan bagian dari manajemen waktu bagi ibu bekerja saat menghadapi pagi hari yang hectic. Tentunya ibu bekerja tidak ingin menghabiskan waktu berpuluh-puluh menit hanya untuk memilih warna kerudung yang dipakai hari itu bukan?

Saya jadi ingat sebuah kejadian di awal masuk bekerja di mana gaya berkerudung saya sempat dikritik oleh salah satu senior. Menurut beliau, gaya berkerudung saya tidak mencerminkan gaya wanita kantoran pada umumnya. Sebagai pribadi saya menganggap teguran ini sebagai sebuah masukan agar saya bisa lebih memadukan pakaian kerja dengan kerudung yang dikenakan. 

Setiap orang sebenarnya memiliki gayanya sendiri dalam berpakaian. Ada yang memiliki gaya berpakaian aman dengan warna-warna natural, ada juga yang antimainstream karena gemar melakukan tabrak warna seperti Diana Rikasari. Bahkan ada juga yang hanya mengenakan satu warna dalam keseharian seperti yang dilakukan Steve Jobs, Mark Zukerberg atau para penganut hidup minimalis.

Meski memiliki gayanya sendiri, ada salah satu hal yang membuat penampilan seseorang terlihat menarik, yakni kemampuan memadupadankan pakaian yang digunakan. Baik itu pakaian setelan, potongan, hingga pakaian muslimah seperti gamis dan kerudung, memerlukan padu padan yang baik terutama dalam pemilihan warna dan model pakaiannya. Jadi meskipun kita memilih warna yang berseberangan, misalnya, akan tetap terlihat oke dengan pilihan warna yang tepat. 

Trik Ibu Bekerja Memadukan Warna Baju dan Kerudung 

Saya sendiri bisa dibilang termasuk yang golongan konservatif dalam hal berpakaian. Dalam memilih warna pakaian saya akan memilih warna-warna yang kalem dan tidak banyak model. Saya juga lebih senang mengenakan pakaian yang longgar dan tidak menonjolkan bentuk tubuh. Selain karena saya berjilbab, bentuk tubuh yang tak lagi ideal juga menjadi alasan saya memilih pakaian longgar untuk keseharian. 

Nah, sebagai seorang muslimah yang berjilbab, kadang permasalahan yang dihadapi dalam padu padan pakaian adalah memilih warna kerudung yang cocok dengan pakaian yang dikenakan. Apalagi sebagai ibu bekerja, sehari-hari saya memiliki beberapa pilihan seragam dinas yang memerlukan padu padan yang baik antara pakaian dengan kerudungnya.  

Lalu bagaimana cara memadukan warna baju dan kerudung untuk ibu bekerja agar penampilan kita terlihat menarik? Berikut beberapa cara yang bisa dilakukan:

1. Menggunakan kerudung warna netral 

Warna-warna netral seperti hitam, putih, abu-abu, dan coklat merupakan warna yang selalu cocok dipadupadankan dengan warna lainnya. Warna ini juga bisa digunakan di berbagai situasi baik itu acara formal maupun non formal. Jadi pastikan di lemarimu memiliki kerudung atau pakaian dengan warna netral ini, ya.

2. Padukan yang polos dengan bercorak

Punya pakaian atau kerudung yang bermotif? Agar terlihat seimbang pakaian atau kerudung yang bermotif bisa dipasangkan dengan pakaian atau kerudung yang polos. Dalam hal memadukan pakaian bercorak dengan jilbab polos ini tentunya kita juga tetap harus memperhatikan warna dasar dari corak pakaian/kerudung yang akan digunakan. Pilihlah kerudung/pakaian dengan warna yang mendekati warna dasar atau salah satu warna dari corak pakaian/kerudung yang dikenakan.
 

3. Sesuaikan dengan skin tone

Hal lain yang perlu diperhatikan dalam memilih pasangan baju dan kerudung adalah dengan menyesuaikan warna pakaian dengan warna kulit yang dimiliki. Dalam hal warna kulit, ada 2 patokan yang bisa digunakan yakni skin tone dan undertone. Skin tone merupakan warna kulit yang bisa kita lihat secara langsung. Untuk orang Indonesia, skin tone ini terbagi atas putih, kuning langsat dan sawo matang.
 
Sedangkan undertone merupakan warna di bagian bawah kulit kita. Undertone ini terbagi menjadi 3 yakni warm, cool dan neutral. Ada beberapa cara yang bisa digunakan dalam mengetahui undertone kulit salah satunya adalah dengan mengecek warna urat nadi di pergelangan tangan di bawah sinar matahari. Mereka yang memiliki undertone cool urat nadinya akan berwarna kebiruan atau keunguan, sementara undertone warm urat nadinya berwarna kehijauan dan undertone neutral memiliki warna nadi di antara keduanya.

Dengan mengetahui skin tone dan undertone dari kulit kita tinggal mencocokkannya dengan warna-warna yang sejenis seperti yang bisa dilihat pada lingkaran warna di bawah ini.




Menggunakan Konsep Lingkaran Warna dalam Memilih Pakaian 


 

Cara lain yang bisa dilakukan dalam mengaplikasikan warna baju dan kerudung adalah dengan menggunakan konsep lingkaran warna. Konsep lingkaran warna ini sering digunakan dalam dunia fashion dan desain karena membantu menentukan kombinasi warna yang serasi dan enak dipandang.  Berdasarkan konsep lingkaran warna ini, ada beberapa kombinasi yang bisa kita gunakan dalam mengaplikasikan warna baju dan kerudung. Kombinasi tersebut antara lain:

1. Pilih  warna yang bersebelahan (Analogous)

Salah satu kombinasi yang paling aman dipilih dari lingkaran warna ini adalah dengan memilih warna yang bersebelahan. Bisa dilihat dari lingkaran warna, warna yang letaknya bersebelahan memiliki warna dasar sama dengan tingkat kegelapan/kecerahan yang berbeda. Jadi kalau misalnya kamu mengenakan pakaian berwarna biru, maka kerudungnya berwarna biru muda.

2. Pilih warna berseberangan (complementary)

Dalam teori lingkaran warna, warna yang berseberangan ini disebut complementary. Jadi kamu bisa memadukan warna kuning dengan ungu atau hijau dengan merah. Hmm.. apakah tidak terlalu kontras? Untuk menyiasatinya, kamu bisa memilih warna yang lebih tua dari salah satu warna yang berseberangan. 

3. Pilih warna yang membentuk segitiga (triadic)

Kamu juga bisa memadupadankan pakaian dengan memilih warna yang membentuk segitiga pada lingkaran warna, misalnya ungu, hijau dan orange. Tentunya kita tidak harus menggunakan ketiga warna yang membentuk segitiga tersebut. Cukup pilih salah satu yang dirasa cocok dengan warna pakaian yang dikenakan.

Penutup

Pada akhirnya, bagi ibu bekerja, berpakaian bukan semata soal mengikuti tren atau tampil sempurna di mata orang lain. Lebih dari itu, berpakaian adalah cara sederhana untuk menghargai diri sendiri di tengah padatnya peran dan tanggung jawab yang dijalani setiap hari.

Dengan memahami dasar memadukan warna baju dan kerudung untuk bekerja, kita bisa tampil rapi, nyaman, dan tetap percaya diri tanpa harus menghabiskan banyak waktu di depan lemari. Tidak perlu selalu tampil mewah, yang penting serasi, pantas, dan membuat kita merasa nyaman sepanjang hari. 

Semoga beberapa tips di atas bisa membantu para ibu bekerja untuk lebih mudah mengaplikasikan warna baju dan kerudung dalam keseharian. Karena saat kita merasa nyaman dengan apa yang kita kenakan, semangat menjalani hari pun akan ikut bertambah. 

Kalau kamu seorang ibu bekerja, kombinasi warna apa yang paling sering kamu pakai saat berangkat kerja? Cerita yuk di kolom komentar. Aku senang sekali membaca pengalaman teman-teman.


Baca Juga

Posting Komentar

9 Komentar

  1. Baru tau trik yang pake metode lingkaran itu. Sekarang kayaknya banyak yang pakai model tabrak lari ya. Wkwk, kerudung baju sama celana kadang nggak match tapi gas ajaa yang penting PD..

    BalasHapus
  2. saya lebih suka pakai yang polosan sih tuk hijab, biasanya juga yang senada atau yang lebih tua/muda dari baju, kadaang yang motif juga dengan warna senada.

    masih bingung nih menggunakan color whee, jadi penasaran pengen tahu lebih lanjut ;)

    BalasHapus
  3. Wah ini ilmu baru nih buatku. Selama ini suka mati gaya kalau sudah memadupadankan warna. Apalagi kalau pakaian yang two piece, atasan dan bawahan. Lebih sering pakai warna yang sama atau bagian bawahnya warna gelap supaya 'aman'.Atau misal atasannya bercorak, bawahannya polos tapi tetap satu warna. Nanti dipelajari lagi deh tentang color wheel ini, sepertinya menarik.

    Oh ya kalau untuk kulit tone warm, lebih cocok pakai baju warna apa ya?

    BalasHapus
  4. saya kalo bajunya bermotif, kerudungnya biasanya yang polosan dan warna kerudungnya saya sesuaikan dengan motif bajunya. Tapi kadang kalo pakai baju polos hijau, kerudungnya saya pakein warna kuning

    BalasHapus
  5. wah terima kasih tipsnya mbak
    jadi bisa padu padukan baju dan kerudung jadi lebih matching lagi

    kalau yang aku lakukan selama ini adalah jika bajunya bercorak, kerudungnya polos.

    Begitu juga sebaliknya, kalau baju polos ya kerudungnya bercorak

    BalasHapus
  6. Asyik tipsnya. Jadi nggak bakal saltum kalau mau kemanapun.
    Apalagi kalau ada undangan semi formal.
    Terus, jadi bisa pilah pilih juga, kalau mau beli kerudung baru, cocokin dulu saja dengan koleksi baju yang ada di lemari ^^

    BalasHapus
  7. Kalau aku pakai warna yang netral. Untuk pakaian berwarna hanya kalau ada dresscode

    BalasHapus
  8. Kemampuan memadu padankan warna baju dan kerudung yang baik memang diperlukan agar penampilan menarik dan elegan. Jangan sampai salah pilih warna sehingga jatuhnya jadi norak.

    BalasHapus
  9. Gaya berbusana ini memang masalah selera. Tapi sekali lagi, taste juga bisa dinilai.
    Kalau nyaman bagi orang lain, kan pakai baju sesimple apapun, paduannya enak dilihat, maka terlihat stylist.

    BalasHapus