Pertimbangan Memilih Popok untuk Bayi Baru Lahir


Pertimbangan Memilih Popok Bayi untuk Bayi Baru Lahir

Hamil dan melahirkan merupakan 2 proses menakjubkan yang dialami setiap wanita. Beda kehamilan, beda juga pengalaman yang dirasakan. Seperti yang saya rasakan saat mengandung Yumna dan Yafiq, kedua anak saya yang kini memasuki masa balita dan kadang lumayan bikin saya pening dengan kelakuan mereka.

Saat hamil Yumna, misalnya, saya mengalami Morning sickness yang cukup lama hampir 6 bulan kehamilan. Sementara saat hamil Yafiq, mual yang saya rasakan tak terlalu lama dan bisa dibilang saya cukup santai saat menjalani awal-awal kehamilan kedua. Namun meski tak mengalami morning sickness yang parah, di kehamilan kedua saya sempat mengalami anemia yang membuat saya merasa pusing di beberapa kesempatan.

Tak hanya anemia, selama hamil Yafiq saya juga merasakan nyeri berkepanjangan di bagian pantat sebelah kiri yang membuat saya merasa tak nyaman. Saya sudah berusaha mengurangi nyeri tersebut dengan dengan mendatangi tukang urut langganan namun rasa nyeri tersebut tak kunjung hilang. Uniknya, setelah Yafiq lahir, mendadak rasa nyerinya hilang tak berbekas. Aneh, ya? Heu.


Hal-hal yang dilakukan selama masa kehamilan

Selama masa kehamilan, tentunya sebagai seorang ibu saya melakukan berbagai hal yang dirasa baik untuk perkembangan janin saya. Hal pertama yang dilakukan tentunya memeriksakan kehamilan ke dokter kandugan. Saya ingat begitu dua garis biru merah muncul di test pack yang saya gunakan untuk mengecek kehamilan, saya segera mengatur jadwal untuk mengunjungi dokter kandungan agar bisa tahu secara pasti usia kehamilan saya. Saya juga menginstal aplikasi kehamilan untuk mengetahui lebih banyak tentang perkembangan kehamilan. Seru sekali rasanya melihat bagaimana perkembangan tubuh bayi yang diibaratkan dengan buah dan tanaman lewat aplikasi kehamilan ini.

Nah, selain rutin memeriksakan diri ke dokter atau bidan, ada beberapa hal lain yang biasanya dilakukan ibu hamil selama kehamilan ini, antara lain:

Menjaga asupan makanan agar janin dalam kandungan mendapat nutrisi yang baik

Saat kita hamil, janin yang ada di rahim kita akan mengambil nutrisi makanan dari tubuh ibu. Karena itu penting sekali bagi ibu hamil untuk menjaga asupan makanan dengan makanan bergizi agar baik ibu dan janin mendapat cukup nutrisi. Lalu bagaimana jika ibu hamil mengalami morning sickness parah hingga tak bisa makan? Untuk mengatasi hal ini, ibu hamil bisa mencoba mengkonsumsi makanan-makanan yang bisa mengurangi morning sickness seperti jahe, makan buah, makan dalam porsi sedikit dan tentunya vitamin yang diberikan oleh dokter.

Rajin berolahraga/mengikuti senam hamil

Selama hamil, ibu juga sebaiknya tetap melakukan olahraga untuk menjaga kebugaran tubuhnya. Olahraga bagi ibu hamil ini bisa mulai dilakukan setelah trimester awal dilewati dengan baik yang artinya janin sudah cukup kuat di rahim ibu. Untuk jenis olahraga yang bisa dilakukan selama hamil bisa jenis olahraga yang ringan seperti jalan kaki, berenang, yoga, pilates, dan pastinya senam hamil jelang masa persalinan.
 

Menyiapkan diri dengan menggali informasi seputar menyusui dan merawat bayi

Selama masa kehamilan, penting juga bagi calon ibu untuk mencari informasi seputar perawatan bayi yang akan dihadapi setelah melahirkan. Salah satu kelas yang penting sekali diikuti selama jelang persalinan adalah kelas menyusui. Kadang para calon ibu berpikir kalau menyusui itu perkara mudah, tinggal masukin aja itu p*ting ke mulut bayi dan bayi bisa langsung minum. Padahal ternyata menyusui itu adalah masa yang penuh perjuangan terutama di awal kelahiran bayi. 
 
Saya jadi ingat bagaimana perjuangan saya untuk bisa menyusui Yumna secara langsung gara-gara saya punya puting yang datar. Padahal sebelum melahirkan saya sudah mengikuti kelas menyusui yang diadakan oleh AIMI. Lah, begitu bayi lahir, saya bingung sendiri bagaimana cara menyusuinya karena ternyata saya punya p*ting datar, hehe. Karena itulah penting sekali bagi ibu hamil untuk mengikuti kelas menyusui sebelum melahirkan agar mendapat gambaran dan pengetahuan tentang tantangan yang harus dihadapi saat menyusui bayi.


Menyiapkan barang-barang jelang kelahiran

Siapa yang setuju kalau bagian menyiapkan printilan bayi jelang kelahiran merupakan hal yang paling menyenangkan di masa kehamilan? Biasanya di trimester akhir kehamilan para calon ibu akan mulai bergerilya ke toko bayi untuk membeli berbagai peralatan bayi. Dalam hal membeli berbagai perlengkapan sebelum menjadi ibu ini, ada baiknya calon ibu melakukan riset terlebih dahulu barang apa saja yang penting dibeli untuk ibu dan bayi dan mana yang mungkin tidak terlalu terpakai.
 
Saya ingat sekali dulu saat hamil anak pertama, karena tidak melakukan riset akhirnya hanya membeli sedikit kain bedong dan popok kain untuk Yumna. Padahal kain bedong dan popok kain ini terpakai banget di awal-awal masa kelahiran bayi terutama jika ibu memilih tidak memakaikan popok sekali pakai dulu ke bayinya karena takut dengan kulit sensitif bayi. Untungnya saat itu adik perempuan saya datang ke rumah dengan satu kardus penuh kain bedong sehingga saya tak perlu membeli kain bedong baru sebelum akhirnya beralih ke popok sekali pakai.
 

Tantangan yang dihadapi setelah bayi lahir



Saat bayi kita lahir, pastinya kita dibuat takjub bagaimana makhluk semungil itu bisa lahir dari rahim kita. Kulit mereka begitu halus dan terasa sangat rapuh membuat para ibu bahkan kadang tak berani menggendong bayinya. Saat bayi diletakkan di dada kita untuk IMD, kita kembali dibuat takjub bagaimana bayi itu memiliki kemiripan dengan diri orang tuanya. Matanya seperti ayahnya dan hidung seperti ibunya atau bisa juga wajah si bayi plek ketiplek wajah salah satu orang tuanya. Di saat itu pula, kita disadarkan akan tugas baru yang sudah siap menanti sebagai orang tua.
 
Setelah melahirkan, tantangan sebagai seorang ibu pun akhirnya dimulai. Mata yang lelah karena begadang, ASI yang keluar sedikit  hingga rasa bingung ketika menghadapi bayi yang terus-menerus menangis menjadi rutinitas baru yang harus dijalani para ibu. Seorang ibu mendadak harus bisa mengerti bahasa tangisan bayi apakah karena lapar, popoknya basah, merasa tak nyaman atau sedang mengalami apa yang disebut dengan kolik yang membuatnya menangis tanpa henti. Karena itulah penting sekali bagi ibu untuk mempersiapkan diri dengan berbagai pengetahuan seputar bayi selama masa kehamilannya. 

Salah satu tantangan yang cukup saya ingat saat Yafiq, anak kedua saya lahir, adalah masalah BAB-nya. Layaknya anak pertama, di awal kelahiran saya masih menggunakan popok kain untuk Yafiq agar kulit sensitif bayi yang dimilikinya tidak iritasi karena pemakaian popok bayi baru lahir. Namun rupanya Yafiq ini berbeda dengan kakaknya. Tak seperti Yumna yang saat masih bayi BAB-nya jarang, maka Yafiq termasuk bayi yang sangat sering BAB. Setiap kali saya kasih ASI, dia langsung BAB. Ada kali dalam sehari itu saya harus ganti popok kainnya 10 kali karena selalu BAB. Saya sampai khawatir kalau Yafiq kena diare saking seringnya BAB. Untungnya setelah saya tanya sana sini ternyata hal tersebut masih normal di awal kelahiran bayi. 

Karena terlalu sering BAB ini, tentunya membuat cucian jadi menumpuk. Sementara saya tak ada bantuan untuk mencuci popok yang terkena BAB itu. Akhirnya dengan berbagai pertimbangan, saya memutuskan menggunakan popok sekali pakai kepada Yafiq sebagai bentuk Sentuhan Cinta Mamy. Dalam hal memilih popok untuk bayi ini, tentunya saya tak bisa sembarangan karena kulit bayi baru lahir setengah kali lebih tipis daripada kulit biasanya. Salah dalam memilih produk bisa-bisa berakibat kulit Yafiq jadi iritasi yang pastinya membuatnya jadi tak nyaman dan bahkan bisa kena ruam popok
 
 

Memilih Mamypoko Royal Soft, bentuk Sentuhan Cinta Mamy untuk si Kecil



Ada cukup banyak popok sekali pakai yang dijual di pasaran, dan tentunya seorang ibu harus memilih popok bayi terbaik untuk bayinya. Salah satu merk popok yang sudah tak perlu diragukan lagi kualitasnya adalah Mamypoko Royal Soft tipe perekat yang diperuntukkan bagi bayi baru lahir. Sebagai brand yang menjadi pilihan nomor 1 ibu Indonesia, Mamypoko Royal Soft memiliki beberapa kelebihan yakni:

Bahan yang lembut dan cepat menyerap pipis



Kulit bayi batu lahir lebih setengah kali lebih tipis dari kulit biasanya. Karena itu pastikan popok sekali pakai yang dipilih berbahan lembut sehingga kulit bayi terhindar dari iritasi. Selain itu popok yang dipilih juga harus cepat menyerap pipis agar kulit bayi terhindar dari rasa basah terlalu lama yang bisa menyebabkan ruam popok pada bayi. 
 
MamyPoko Royal Soft memiliki susunan penyerapan yang menyerap pipis lebih banyak dan cepat. Selain itu lapisan popoknya memiliki gelombang lembut dan mengurangi kontak dengan kulit bayi sehingga kulit bayi tetap kering.
 

Memiliki potongan yang disesuaikan untuk pusar bayi yang belum sembuh



Tali pusar bayi yang baru lahir biasanya memiliki waktu yang bervariasi untuk bisa kering dan terlepas dari pusarnya. Ada yang seminggu bahkan ada yang memakan waktu 1 bulan untuk bisa lepas. Untuk itu, sebaiknya kita memilih popok dengan potongan yang disesuaikan untuk pusat bayi yang belum sembuh. 
 
Dalam hal ini MamyPoko Royal Soft tipe perekat memiliki Navel Cut sehingga tidak menutupi bagian pusar bayi yang belum sembuh. Selain itu MamyPoko Royal Soft memiliki Soft Gather yang memeluk lembut paha bayi sehingga mencegah kemerahan.


Ada indikator pipis



Adanya indikator pipis pada popok yang digunakan bayi baru lahir akan sangat membantu ibu mengetahui apakah bayi popok sudah perlu diganti atau belum. Selain itu indikator pipis juga membantu ibu mengetahui apakah bayi sudah cukup minum ASI atau belum. Seperti yang diketahui, salah satu tanda bayi cukup ASI adalah dengan frekuensi pipis 6-8 kali sehari. Pada MamyPoko Royal Soft tipe pereket, indikator pipis akan berubah warna menjadi kuning saat popok sudah penuh.

Nah, buat para ibu atau calon ibu yang sedang mempersiapkan kelahirannya, jangan ragu untuk memberikan Sentuhan Mamy lewat popok Mamypoko Royal Soft bagi buah hati Anda. Mom bisa membeli produk MamyPoko ini di akun official Unicharm di Shopee dan cantumkan kode unik UNICROYAL. Untuk bayi baru lahir, kelembutan nomor 1 dari MamyPoko. 

Baca Juga

Post a Comment

4 Comments

  1. Kalau saya malah kehamilan kedua yang kena morning sickness parah, Mbak. Yang awalnya pede aja bisa menjalani kehamilan kedua dengan lancar eh ternyata malah K.O.😂

    Btw setuju banget kalau kita harus hati-hati memilih popok untuk bayi yang baru lahir, selain untuk meyakinkan diri sendiri, juga perlu meyakinkan mama yang sering sewot kalau cucunya dipakaikan popok 🤭

    ReplyDelete
  2. Rekomendasinya bgus nih, jadi ga bisa asal ya memilih popok bayi untuk yg baru lahir. Indikator air pipisnya itu pasti membantu untuk mengganti popok jika sudah penuh.

    ReplyDelete
  3. Rekomennya mantap mba anting bisa Eny note klo nanti udah berkeluarga yah hhi pastinya pengen yg terbaik buat buah hati

    ReplyDelete
  4. rekomendasi mantap nih kak antung
    teman dan keluarga aku banyak yg pilih MamyPoko. soalnya sudah teruji ramah untuk kulit bayi

    ReplyDelete