ASI bernutrisi bersama blackmores


Sejak hamil anak pertama, saya bisa dibilang sudah cukup aware dengan pentingnya memberikan ASI untuk bayi saya nanti. Karena itulah saat AIMI di kota saya mengadakan Kelas EdukASI saat usia kehamilan saya 8 bulan, saya dengan semangat mengikutinya. Selama 2 hari, saya dan belasan ibu hamil dan menyusui lainnya mendapatkan banyak ilmu seputar ASI dan menyusui dari para konselor ASI. Usai mengikuti acara tersebut, saya pun yakin akan bisa menyusui anak saya dengan lancar nantinya.

Kenyataannya, teori tak selalu sama dengan praktik di lapangan. Begitu melahirkan, saya dihadapkan pada 2 masalah sekaligus. ASI yang tidak keluar dan payudara saya yang ternyata memiliki flat nipple. Berkali-kali saya berusaha menyusui Yumna, namun mulut kecil putri saya itu tak bisa menempel di payudara saya. Akibatnya, di hari ke dua kelahirannya Yumna mengalami demam karena dehidrasi. Beruntung adik saya memiliki stok ASI dari anak keduanya sehingga Yumna bisa mendapat donor ASI sementara saya berusaha memompa ASI.

Setelah berjuang selama kurang lebih 1 bulan, akhirnya Yumna bisa menyusu langsung ke payudara saya. Sebelumnya, saya menggunakan nipple shield untuk menyusui Yumna. Jujur penggunaan nipple shield ini agak merepotkan karena posisinya yang kadang tidak pas. Namun setidaknya cara ini berhasil membuat Yumna menyusu langsung ke payudara saya.
Usai berhasil menyusui, saya berhadapan dengan masalah baru. Pelekatan yang belum sempurna  membuat Yumna tak pernah kenyang saat menyusu. Selama hampir 1 bulan saya harus menyusui Yumna 4 sampai 5 jam sehari. Pinggang rasanya mau patah bahkan saya nyaris tak sempat makan setiap harinya. Beruntung memasuki bulan ke-3 kelahirannya, frekuensi menyusu Yumna sudah tidak selama sebelumnya sehingga saya bisa sedikit santai dan mulai mengumpulkan ASIP untuk masa bekerja nanti.

Sukses menyusui di anak pertama rupanya tak menjamin saya akan sukses lagi saat kelahiran anak ke dua. Saat Yafiq lahir, lagi-lagi saya harus berhadapan dengan masalah ASI yang tidak keluar dan bayi yang tidak bisa menyusu langsung ke payudara saya. Mau tak mau saya memompa ASI agar Yafiq bisa mendapat ASI. Beberapa kali saya coba menyusui Yafiq langsung namun bayi laki-laki saya itu tak bisa memasukkan mulutnya ke puting saya yang terlalu besar akibat dipompa. Akhirnya karena terlanjur bingung puting saya harus menjadi mama Eping untuk Yafiq. Saat ini Yafiq sudah berusia 15 bulan dan saya masih berusaha memberikan ASI untuknya.

Baca juga : Saat Harus Menjadi Mama Eping, Tetap Semangat Memberikan ASI sebagai Perlindungan pada Si Kecil



Hal-hal yang membuat ibu gagal memberikan ASI pada anaknya





Tanpa disadari, kadang para calon ibu meremehkan pemberian ASI kepada anak. Saat melihat seorang ibu sedang menyusui anaknya, mungkin dalam hati kita akan berkata, "Ah, gampang aja menyusui itu. Tinggal dimasukin aja nanti putingnya ke mulut anaknya." Padahal mungkin di balik pemandangan yang kita lihat itu ada perjuangan terus-menerus agar anak mau membuka mulut, puting lecet karena pelekatan yang salah dan berbagai drama lainnya yang tak terlihat.

Selain itu, kenyataannya masih banyak para ibu yang ternyata gagal memberi ASI kepada anaknya karena berbagai alasan seperti ASI yang sudah tidak keluar lagi dan bayi yang tidak mau lagi menyusui karena bingung puting. Pada akhirnya, para ibu ini pun menyerah untuk memberi ASI kepada anaknya.

Ada beberapa faktor yang bisa membuat para ibu gagal memberikan ASI kepada anaknya. Faktor-faktor tersebut antara lain:

Kurangnya edukasi tentang ASI dan menyusui kepada calon ibu

Edukasi di sini bukan hanya tentang betapa ASI sangat penting dan memiliki banyak manfaat untuk bayi, namun juga tentang permasalahan dan tantangan yang akan dihadapi para ibu setelah melahirkan nanti. Seperti yang saya tuliskan di atas, para calon ibu kadang menggampangkan masalah menyusui karena mengira prosesnya akan mudah.
Siapa sangka begitu bayi lahir ternyata ASI tidak keluar, pelekatan tidak sempurna sehingga BB bayi susah naik dan berbagai masalah lainnya yang muncul. Bahkan saya sendiri, yang sebelum melahirkan mengikuti kelas EdukASI tetap gagap begitu melahirkan dan harus berhadapan dengan bayi yang kesulitan menyusui. Karena penting sekali bagi ibu hamil untuk mencari info sebanyak-banyaknya tentang ASI dan menyusui agar setelah melahirkan tidak terlalu buta dengan dunia menyusui.


Kurangnya dukungan dari keluarga untuk memberi ASI

Keluarga sepatutnya menjadi orang pertama yang mendukung seorang ibu untuk memberikan ASI kepada anaknya. Namun tak jarang kita temukan di lapangan justru keluarga sendirilah yang membuat ibu kesulitan memberikan ASI kepada anaknya. Mulai dari menyarankan ibu untuk memberikan susu formula kepada bayi hingga meremehkan usaha ibu untuk bisa menyusui anaknya.

Kurangnya dukungan juga bisa dalam bentuk tidak adanya bantuan dari pasangan atau anggota keluarga saat ibu menyusui anaknya. Kelelahan dan stress yang dialami ibu bisa mempengaruhi produksi ASI dan mungkin menyurutkan semangat ibu untuk terus menyusui anaknya. Karenanya penting sekali bagi ibu menyusui untuk memiliki lingkungan dan orang-orang yang terus mendukungnya untuk memberi ASI kepada anaknya.

Ibu berjauhan dengan anaknya

Faktor jarak juga bisa menjadi penyebab kegagalan seorang ibu memberikan ASI kepada anaknya. Salah satu rekan kerja saya di kantor beberapa waktu lalu melahirkan anak pertamanya di kampung halamannya di pulau Jawa. Karena pandemi Corona, rekan kerja ini memutuskan untuk menitipkan anaknya di kampung halaman bersama orang tuanya. Selama masa cuti, mungkin bayi ini masih mendapat ASI dari ibunya. Namun dengan jarak terpisah pulau, rasanya sulit sekali bagi si ibu untuk tetap memberikan ASI untuk anaknya.


Baca juga : Sewa Pompa ASI, Yay or Nay?

Kiat memberikan ASI bernutrisi untuk buah hati


Sebagai makanan pertama untuk bayi, ASI memiliki kandungan yang sangat lengkap. Kandungan yang ada pada bayi ini antara lain air, karbohidrat, protein, lemak, karnitin, vitamin dan mineral. Dengan kandungan yang ada pada ASI ini, bayi tak perlu lagi makanan tambahan hingga usianya 6 bulan. Selain itu, memberikan ASI kepada si kecil juga memberikan manfaat yang besar bagi tumbuh kembang bayi. Manfaat tersebut antara lain:

  1. Mencegah bayi terserang penyakit, bayi yang meminum ASI diketahui memiliki daya tahan tubuh yang lebih besar ketimbang bayi yang diberi susu formula. Ini membuat bayi tidak mudah terserang penyakit.
  2. Membantu Perkembangan Otak dan Fisik Bayi
  3. Membuat berat badan bayi ideal, bayi yang minum ASI biasanya terhindar dari obesitas
  4. Meningkatkan perkembangan kognitif
  5. Memenuhi seluruh kebutuhan nutrisi pada bayi
Sebagai ibu, tentunya kita ingin memberikan makanan terbaik untuk bayi kita. Beberapa hal yang bisa dilakukan agar ibu lancar menyusui dan memberikan ASI bernutrisi dan ASI berkualitas untuk bayi antara lain:

  • Makan makanan bergizi. Seorang ibu menyusui sebaiknya menjaga asupan makanan yang masuk ke tubuhnya. Menyusui berarti kita memberikan vitamin dan mineral yang ada di tubuh kita untuk anak kita. Sebagai gantinya, seorang ibu harus selalu makan makanan bergizi agar gizi untuk ibu tetap terpenuhi dan anak juga mendapat ASI yang bernutrisi
  • Menghindarkan diri mengkonsumsi makanan yang berpengaruh buruk pada tubuh seperti alkohol, kopi, makanan berpengawet
  • Banyak minum air putih agar karena ASI berasal dari cairan tubuh kita.
  • Menghindari diri dari stress yang bisa menghambat produksi ASI
  • Meminum suplemen tambahan jika diperlukan


Salah satu suplemen yang saya gunakan selama masa menyusui adalah Blackmores Pregnancy & Breast-Feeding Gold. Perkenalan saya dengan Blackmores Pregnancy & Breast-Feeding Gold ini berawal saat saya hamil anak kedua. Salah seorang teman yang hamilnya berbarengan dengan saya mengkonsumsi produk ini untuk vitamin kehamilannya. Sebenarnya saya sangat tertarik untuk mencoba produk Blackmores ini namun karena waktu itu saya masih mengkonsumsi vitamin dari dokter, maka keinginan untuk mencoba suplemen Blackmores Pregnancy & Breast-Feeding Gold pun harus tertunda. Baru setelah melahirkan keinginan untuk mencoba produk Blackmores Pregnancy & Breast-Feeding Gold ini terpenuhi.






Saat akan mengkonsumsi produk ini, jujur saya agak kaget dengan ukuran kapsulnya yang cukup besar. Namun karena kapsul Blackmores Pregnancy & Breast-Feeding Gold berupa salut selaput, saya merasa tidak ada masalah dalam menelannya. Selain itu, kapsul Blackmores Pregnancy & Breast-Feeding Gold ini juga tak memiliki bau menyengat yang bisa mengganggu penciuman saat mengkonsuminya.




Beberapa kelebihan dari Blackmores Pregnancy & Breast-Feeding Gold ini antara lain:

  • Blackmores Pregnancy & Breast-Feeding Gold mengandung 17 nutrisi esensial yang dibutuhkan oleh Ibu Menyusui:
  • Tinggi asam folat yang dapat bantu menjaga Ibu dari resiko anemia
  • Tinggi kalsium, untuk pertumbuhan tulang dan gigi buah hati dan juga mencegah terjadinya osteoporosis pada Ibu
  • Zat besi yang tidak menyebabkan konstipasi sehingga aman dan bantu Ibu jaga energi supaya tidak mudah sakit
  • Omega 3/DHA tidak berbau yang baik untuk pertumbuhan otak & mata buah hati, sehingga tidak menyebabkan mual saat dikonsumsi.
  • Vitamin & Mineral lainnya yang dibutuhkan oleh Ibu Menyusui 
Baca juga : Mengenal Lebih Dekat dengan 8 Gejala Anak Intoleransi Laktosa

Blackmores Pregnancy & Breast-Feeding Gold dukung World Breastfeeding Week



Bulan Agustus bisa dibilang sebagai bulannya ibu menyusui. Di bulan ini, mulai dari tanggal 1-7 diperingati sebagai World Breastfeeding Week atau yang lebih dikenal sebagai Pekan ASI Sedunia. Sebagai salah satu penyedia suplemen untuk ibu hamil dan menyusui, Kalbe Blackmores Nutrition tentunya sangat mendukung dalam upaya pemberian ASI kepada buah hati.

Memperingati World Breastfeeding Week 2020 ini, Kalbe Blackmores Nutrition telah menggandeng

para blogger yang pernah atau sedang menyusui, memberikan serangkaian edukasi di media sosial, bagi sesama ibu hamil dan menyusui, mengenai pentingnya ASI dan masa menyusui serta pemenuhan ASI bernutrisi untuk ibu dan bayi.

Selain itu, komitmen berkelanjutan dari Kalbe Blackmores Nutrition dalam mendukung upaya pemenuhan nutrisi ibu hamil dan menyusui sudah dibuktikan melalui kerjasama Kalbe Blackmores Nutrition dengan Yayasan Bumi Sehat Foundation, organisasi non-profit yang berfokus pada penyediaan akses layanan kesehatan berkualitas, higienis, serta pengupayaan kelahiran anak secara layak. Sejak tahun 2017 Kalbe Blackmores Nutrition dan Yayasan Bumi Sehat telah melakukan pembagian 12.000 botol Blackmores Pregnancy and Breast-Feeding Gold setiap tahunnya di Klinik Bumi Sehat, yang tersebar di 3 kota yaitu Denpasar, Aceh, dan Papua.

Buat teman-teman yang sedang hamil dan menyusui, yuk, berikan ASI bernutrisi untuk ibu dan bayi yang istimewa. Jika teman-teman ingin mendapatkan produk Blackmores Pregnancy & Breastfeeding ini, teman-teman bisa membelinya di Official Store Blackmores di E-Commerce Lazada, Tokopedia, Blibli dan Shopee. Jangan lupa juga follow media sosial Blackmores Indonesia di alamat berikut:

Website : www.blackmores.id
Instagram : @blackmoresid
Baca Juga