"Bah, kita liburan semester ini ke Pantai Jo Cemara aja yuk?" kata saya pada suami jelang kenaikan kelas beberapa waktu lalu.
"Di mana tuh?" tanya suami
"Di daerah Tanah Bumbu, dekat Angsana. Katanya di situ ada kolam renangnya. Pasti anak-anak suka," rayu saya lagi.
"Ya sudah, kamu siapkan saja semuanya. Aku tinggal nyetir, " kata suami kemudian yang membuat saya tersenyum lebar. Maklum lah ya, selama hampir setahun terakhir kami sekeluarga belum ada berlibur lagi. Dan momen libur kenaikan kelas adalah saat yang tepat untuk merealisasikan rencana liburan keluarga.
Pantai Jo Cemara sendiri adalah destinasi wisata yang berada di Desa Pulau Salak, Kecamatan Kusan Hilir, Kabupaten Tanah Bumbu. Dari Banjarmasin, jarak menuju pantai ini sekitar 230 kilometer dengan waktu tempuh kurang lebih lima jam melalui jalur darat.
Keinginan saya mengunjungi Pantai Jo Cemara bermula dari rekomendasi seorang rekan kerja yang pernah bermalam di sana setelah mengikuti pekan olahraga di Batulicin. Dari ceritanya, pantai ini cocok dijadikan tujuan wisata keluarga karena memiliki area camping, kolam renang, dan suasana yang bersih. Mendengar cerita itu, saya pun semakin yakin mengajak suami dan anak-anak menghabiskan liburan di sana.
Perjalanan Menuju Pantai Jo Cemara
Satu hari setelah pembagian rapor sekolah, saya dan suami pun langsung merealisasikan rencana mengunjungi Pantai Jo Cemara. Kami berangkat dari rumah sekitar pukul sepuluh menuju ke rumah ibu saya yang akan ikut serta menuju Pantai Jo Cemara. Selain ibu, ikut juga istri dari adik sepupu saya beserta kedua anaknya. Setelah semua persiapan perbekalan selesai, kami pun berangkat menuju Pantai Jo Cemara sekitar pukul sebelas siang.
Satu hal yang sempat menjadi kekhawatiran saya dalam melakukan perjalanan ini adalah kondisi mobil tua kami. Mobil keluaran tahun 2000 itu belum pernah dibawa dengan jarak di atas 100 km. Jadi bisa dibilang ini adalah pertama kalinya mobil kami melakukan perjalanan yang lumayan jauh.
Saya masih ingat dulu saat kami melakukan perjalanan ke kota tetangga dan mobilnya malah hampir mogok. Karena itulah berulang kali saya meminta suami untuk mengecek kondisi mobil sebelum perjalanan diakukan. Dan kali ini, suami meyakinkan kalau mobil cukup kuat untuk bisa menempuh perjalanan ke Pantai Jo Cemara. "Kan mobilnya kemarin sudah diservis," kata suami pada saya.
Dalam perjalanan menuju Pantai Jo Cemara ini sendiri, rute yang kami pilih adalah rute kabupaten Tanah Laut yang memang sering digunakan para pengemudi jika ingin menuju Kabupaten Tanah Bumbu. Saat ini sebenarnya ada rute alternatif menuju Kabupaten Tanah Bumbu yang bisa memangkas waktu perjalanan menjadi hanya 3-4 jam saja. Sayangnya rute ini agak ekstrim dan tidak cocok untuk mobil tua seperti yang kami gunakan.
Istirahat di Masjid Jami As Su'ada
Sekitar dua jam setelah meninggalkan Banjarmasin, kami memutuskan berhenti sejenak untuk beristirahat. Perut mulai lapar, waktu salat Zuhur pun telah tiba. Di kawasan Tampang, Kecamatan Pelaihari, kami menemukan Masjid Jami As Su'ada yang menjadi tempat persinggahan siang itu.
Masjid ini ternyata cukup ramah bagi para musafir. Selain area parkir yang luas, tersedia pula pelataran khusus yang bisa dimanfaatkan pengunjung untuk beristirahat atau menikmati bekal sebelum kembali melanjutkan perjalanan. Di pelataran ini sudah tersedia air galon, teh dan toples gula bagi para musafir. Bahkan di dekat masjid juga terdapat sebuah tandon air yang bisa digunakan untuk mencuci piring dan gelas bekas makan kita.
Setelah mengisi perut, Yafiq mengeluarkan papan catur yang sudah dibawanya dari rumah. Sejak awal perjalanan dia semangat sekali mengajak saya untuk bermain catur bersama. Karena saya sendiri sedang sibuk, akhirnya Yafiq mengisi waktu istirahat dengan bermain catur bersama ayahnya.
Sementara Yafiq sibuk bermain, saya pun berjalan menuju ke area kamar mandi Masjid Jami As Su'ada ini. Lokasi kamar mandi dan toilet wanita di masjid ini ada di bagian belakang. Toiletnya bersih dan cukup nyaman digunakan. Setelah berwudu saya dan ibu langsung berjalan menuju area masjid untuk menunaikan salat.
Setelah urusan makan dan ibadah selesai, perjalanan pun dilanjutkan menuju ke Pantai Jo Cemara. Sewaktu berangkat, jam di pergelangan tangan saya sudah menunjukkan waktu pukul tiga sore. "Kayaknya nggak keburu nih menikmati sunset di pantai," begitu kata saya dalam hati.
Menikmati Senja di Perjalanan
"Ma, ini boleh minta satu nggak buah sawitnya biar bisa jadi oleh-oleh,"celetuknya saat melihat mobil pengangkut sawit yang lewat atau berselisihan dengan mobil kami.
Bicara soal sawit, Kabupaten Tanah Laut memang dikenal sebagai salah satu penghasil kelapa sawit di Kalimantan Selatan. Jadi sepanjang perjalanan menuju Pantai Jo Cemara, kami sering berpapasan dengan mobil-mobil yang mengangkut biji sawit dan juga bibit sawit. Bahkan saya sempat berkelakar kalau di daerah ini bahkan di depan rumah juga ditanami sawit.
Memasuki perbatasan menuju Tanah Bumbu, pemandangan pun berubah. Jalanan yang dihiasi dengan pohon sawit mulai berganti menjadi rute-rute menuju area tambang dan juga danau yang terbentuk sebagai bekas pengerukan batubara.
Anak-anak yang selama ini belum pernah melihat rute tambang pastinya terpana dengan pemandangan ini. "Apa itu, Ma?" tanya Yafiq ketika melihat bongkahan gunung yang sudah dikeruk. Saya sendiri meski tinggal di Kalimantan Selatan, rasanya baru kali ini benar-benar melihat langsung rute jalan batubara di area Tanah Bumbu.
Semakin sore, perjalanan kami semakin dimeriahkan dengan para karyawan perusahaan tambang yang telah menyelesaikan pekerjaan mereka. Masih dengan seragam kerja, mereka menunggu mobil yang akan mengantar pulang ke mess atau asrama mereka. Baik mobil jemputan maupun mobil kami pun melaju di jalan raya sambil ditemani cahaya matahari yang mulai terbenam.
Tiba di Pantai Jo Cemara
Setelah melewati pintu masuk, suasana pantai langsung terasa hidup. Beberapa tenda sudah berdiri di tepi pantai, sementara dari arah Dejo Cafe terdengar alunan musik yang menemani para pengunjung menikmati malam minggu. Melihat suasana tersebut, saya semakin tidak sabar ingin segera mendirikan tenda dan beristirahat.
Pagi Hari di Pantai Jo Cemara
Setelah puas bermain di laut, Yumna dan Yafiq rupanya masih belum kehabisan energi.
"Ma, sekarang berenang di kolam renang, ya," pinta mereka hampir bersamaan.
Saya hanya bisa tertawa. Rupanya bermain di pantai saja belum cukup.
Akhirnya saya pun kembali membeli tiket kolam renang untuk Yumna dan Yafiq, kali ini lengkap dengan ban dan pelampung. Untuk harga sewa ban sendiri adalah Rp25.000 dan baju pelampung Rp10.000.
Sembari menunggu anak-anak yang sibuk berenang, saya menyempatkan diri untuk menyewa gazebo untuk digunakan karena tenda harus sudah dibongkar sebelum pukul delapan pagi karena kami mengambil lokasi di depan gazebo. Untuk biaya sewa gazebo ini adalah Rp50.000 sepuasnya. Keberadaan gazebo ini pastinya cukup membantu karena kami bisa tetap beristirahat dengan nyaman sambil menikmati sarapan di pagi hari.
Satu hal yang paling berkesan bagi saya selama berada di Pantai Jo Cemara, itu adalah kebersihannya. Biasanya setiap kali berkunjung ke pantai di Kalimantan Selatan, saya masih sering menemukan sampah plastik yang tertinggal di sepanjang bibir pantai. Namun, pemandangan seperti itu hampir tidak saya temui di sini. Tempat sampah disediakan di berbagai lokasi sehingga pengunjung bisa membuang sampah pada tempatnya.
Selain itu, selama berada di pantai, saya beberapa kali melihat petugas kebersihan berkeliling mengumpulkan sampah yang ditinggalkan pengunjung. Menurut saya, upaya seperti ini patut diapresiasi karena membuat kawasan pantai tetap bersih dan nyaman dinikmati. Tentu saja, kebersihan tersebut juga harus didukung oleh kesadaran setiap pengunjung untuk membawa kembali atau membuang sampah pada tempatnya.
Pulang Tanpa Sempat Menikmati Fasilitas Pantai Jo Cemara
Penutup
Meski belum sempat menikmati semua fasilitas yang tersedia, perjalanan ini tetap terasa sangat berharga. Melihat anak-anak bermain pasir, berendam di laut sejak subuh, hingga kembali berenang di kolam renang sudah lebih dari cukup untuk membuat perjalanan lima jam dari Banjarmasin terasa sepadan.
Kalau kamu sedang mencari destinasi wisata keluarga di Kalimantan Selatan yang menawarkan suasana pantai, area camping, dan berbagai fasilitas pendukung, Pantai Jo Cemara layak masuk dalam daftar tujuan liburanmu.
Sampai di sini dulu cerita perjalanan saya. Kalau kamu ingin mencari inspirasi wisata pantai lainnya di Kalimantan Selatan, jangan lupa membaca pengalaman saya saat berkunjung ke Pantai Batakan yang juga sudah saya bagikan di blog ini.

















0 Komentar