Pengalaman Sunat Pen Sealer untuk Anak Usia 7 Tahun: Minim Nyeri dan Mudah Dirawat


Pengalaman Sunat Pen Sealer untuk Anak Usia 7 Tahun

Selain mengajak anak-anak liburan ke pantai, salah satu rencana saya setelah tahun ajaran 2025/2026 berakhir adalah menyelenggarakan sunat untuk Yafiq, anak kedua saya. Rencana sunat untuk Yafiq ini sebenarnya sudah hadir sejak usianya memasuki enam tahun. Namun karena berbagai alasan akhirnya saya putuskan untuk memundurkan hingga Yafiq berusia tujuh tahun.

Tentunya untuk bisa merealisasikan rencana sunat ini saya dan suami sudah melakukan sounding sejak jauh-jauh hari. "Nanti pas kamu umur tujuh tahun siap sunat, ya," begitu kata saya pada Yafiq. 

Yafiq sendiri sebenarnya memiliki ketakutan tersendiri dengan proses sunat. Wajarlah, ya soalnya dia tahu kalau sunat itu artinya ada bagian yang dipotong dari alat kelaminnya. Apalagi Yafiq juga pernah trauma saat cabut gigi pertamanya yang lumayan sakit. Karena itulah meski sudah di-sounding ia memberikan syarat mutlak sebelum disunat. "Pokoknya mama harus cari tahu dulu sunat mana yang nggak sakit," begitu katanya setiap kali saya melakukan sounding sunat ini. 

Setelah membandingkan beberapa metode sunat yang tersedia, saya dan suami akhirnya memilih metode Pen Sealer karena dianggap minim perdarahan dan perawatannya relatif mudah.

Mencari Metode Sunat yang Minim Rasa Sakit

Sebelum merealisasikan rencana sunat untuk Yafiq, saya sudah melakukan berbagai riset terkait metode sunat ini baik lewat internet, pengalaman adik perempuan saya yang kedua anaknya laki-laki dan juga beberapa rekan kerja. Saat ini memang ada cukup banyak metode sunat yang bisa dipilih untuk meminimalisir rasa sakit saat proses sunat. 

Kalau saya pribadi, selain minim rasa sakit, saya juga mencari metode sunat yang proses perawatannya tidak ribet mengingat saya juga harus bekerja dan mungkin takkan bisa merawat Yafiq dengan telaten. 

Selain bertanya pada orang tua yang sudah berpengalaman menyelenggarakan sunat anaknya, saya juga kemudian mencari info sunat lewat Instagram untuk memastikan tempat sunat nantinya tidak terlalu jauh dari rumah. Dari hasil pencarian, saya menemukan tiga tempat sunat yang lokasinya tak jauh dari rumah kami dengan radius sekitar 6 kilometer. 

Saya pun mencoba bertanya terkait metode sunat dan biaya yang harus dikeluarkan. Tenyata untuk dua rumah sunat yang saya tanyai mematok harga yang sama yakni 1,5 juta rupiah sementara yang terakhir mematok harga 2,5 juta rupiah untuk metode yang sama yakni pen sealer. 

Lalu bagaimana dengan sunatan massal? Apakah saya tidak terpikir untuk mencoba metode ini? Mungkin ada yang bertanya demikian. 

Nah, sebagai ibu yang pengennya irit tentu saja saya awalnya berniat agar Yafiq ikut sunatan massal saja yang biasanya diadakan pada libur sekolah. Sayangnya waktu itu info sunatan massal yang saya dapat memiliki syarat domisili kota Banjarmasin sementara saya tinggal di Kabupaten Banjar. Ini membuat saya akhirnya mengurungkan niat untuk ikut sunatan massal.

Memilih Rumah Sunat Alvazka untuk Yafiq



pengalaman sunat dengan metode pen sealer


Setelah keinginan untuk mengikutkan Yafiq ke sunatan massal gagal, saya dan suami akhirnya sepakat untuk memilih salah satu dari dua rumah sunat yang sudah saya incar sebelumnya. Rumah Sunat yang pertama, ternyata sudah penuh slotnya dan hanya ada slot kosong tanggal 17 Juli 2026. Padahal tahun ajaran baru dimulai pada 13 Juli 2026. Jelas sekali saya tidak mungkin mendaftarkan Yafiq untuk sunat di sana. 

Harapan terakhir saya akhirnya ada pada Rumah Sunat Alvazka yang lokasinya kurang lebih 5 km dari rumah. Saya pun menghubungi admin Rumah Sunat tersebut dan alhamdulillah ternyata ada slot kosong untuk hari Rabu dan Kamis alias dua hari ke depan. Saya pun berkonsultasi dengan suami dan akhirnya kami putuskan untuk mendaftar sunat di hari Kamis, 25 Juni 2026 pukul 14.00 Wita.

Apa Itu Metode Sunat Pen Sealer?




Seperti yang saya tuliskan sebelumnya, sekarang ini ada banyak pilihan untuk metode sunat. Mulai dari yang konvensional, Electrocautery (laser), ring, metode clamp dan yang terbaru adalah metode dengan menggunakan pen sealer. Nah, untuk ketiga rumah sunat yang saya hubungi juga menawarkan metode pen sealer ini namun dengan nama yang berbeda. Rumah Sunat Alvazka sendiri memberi nama metode yang digunakannya dengan sebutan tekno pen sealer dengan biaya 1,5 juta Rupiah.

Dari penjelasan dokter, metode Pen Sealer bekerja menggunakan alat berbentuk menyerupai pena yang dapat memotong kulup sekaligus menyegel pembuluh darah kecil. Karena pembuluh darah langsung tertutup, perdarahan selama proses sunat menjadi sangat minimal. Hal inilah yang membuat metode ini umumnya tidak memerlukan jahitan dan proses penyembuhannya relatif lebih cepat dibanding metode konvensional.

Sebelum akhirnya memilih metode Pen Sealer, saya sempat membandingkannya dengan beberapa metode sunat lain yang umum digunakan di Indonesia. Berikut perbedaannya:


MetodeTeknikLama SembuhKisaran Biaya
KonvensionalKulup dipotong menggunakan pisau bedah kemudian dijahit.2–4 mingguRp500 ribu–Rp1,5 juta
Laser (Electrocautery)Menggunakan pisau listrik untuk memotong sekaligus menghentikan perdarahan.2–3 mingguRp800 ribu–Rp2,5 juta
ClampKulup dijepit menggunakan alat khusus, kemudian dipotong.7–14 hariRp1 juta–Rp2,5 juta
Ring (Plastibell)Kulup diikat menggunakan cincin plastik hingga lepas sendiri.7–14 hariRp700 ribu–Rp1,8 juta
Pen SealerAlat khusus memotong sekaligus menyegel pembuluh darah.7–14 hariRp1,5 juta–Rp3,5 juta

Pengalaman Sunat Pen Sealer di Rumah Sunat Alvazka



Kamis, 25 Juni 2026, sesuai dengan jadwal kami sekeluarga datang ke Rumah Sunat Alvazka yang beralamat di Jl. Bunyamin Residence km. 8 Kab. Banjar. Saat kami tiba, rupanya dokter sedang menunggu satu pasien yang sepertinya belum datang. Akhirnya setelah dipastikan pasien tersebut tidak datang, Yafiq pun dipersilakan memasuki ruang sunat.

Ruang sunat yang ada di Rumah Sunat Alvazka ini memiliki desain yang sangat ramah anak. Dindingnya dicat warna warni dengan berbagai pajangan mobil dan juga boneka. Sebuah ranjang pemeriksaan diletakkan di tengah ruangan yang nantinya akan menjadi tempat proses sunat dilakukan. Untuk nama metodenya sendiri, Rumah Sunat Alvazka menggunakan sebutan Tekno Pen Sealer.

Begitu memasuki ruangan, Yafiq langsung diminta untuk berbaring di ranjang tersebut dan penisnya diolesi salep yang akan memberikan efek kebas. Selama menunggu salep bekerja, dokter meminta kami ke mejanya untuk memberikan penjelasan terkait proses sunat dan juga perawatan pasca sunat. Selain itu kami juga diminta menandatangani surat persetujuan tindakan sunat untuk Yafiq.

Setelah sesi penjelasan selesai, sekarang waktunya untuk sunat pada Yafiq. Setelah efek salep mulai bekerja, dokter dan seorang asistennya kemudian mulai memberikan suntikan anestesi lokal. Setelah area tersebut benar-benar mati rasa, dokter memasang alat cetak untuk menentukan ukuran kulup yang akan dipotong. Selanjutnya proses pemotongan dilakukan menggunakan Pen Sealer yang sekaligus menyegel pembuluh darah sehingga hampir tidak terlihat adanya perdarahan.


sunat metode pen sealer

Selama proses sunat sendiri, Yafiq diberikan sebuah konsol PS5 untuk mengalihkan perhatiannya saat dokter mulai bekerja. Saya sendiri juga tidak melihat secara langsung proses sunatnya dan hanya bisa mencium bau daging terbakar selama proses sunat dilakukan. Baru setelah proses sunat selesai dokter memperlihatkan hasil sunat yang sudah rapi dan memang tanpa jahitan. 

Setelah semua proses sunat selesai, dokter memasangkan celana sunat yang sudah disiapkan dan Yafiq sudah bisa bangun dari tempat tidur dan kami semua bisa pulang ke rumah. Untuk 

Proses Penyembuhan Setelah Sunat Pen Sealer

Tak berapa lama setelah kami keluar dari rumah sunat, Yafiq sempat merasakan sakit pada area yang baru selesai disunat. Rupanya efek obat bius yang diberikan dokter sudah menghilang. Kami pun dengan tanggap memberikan obat antibiotik dan pereda nyeri sesuai dengan petunjuk dokter untuk meredakan nyeri yang dirasakan Yafiq.

Untuk perawatan setelah sunat dengan metode Pen Sealer juga terbilang cukup mudah. Sesuai anjuran dokter, area sunat tidak boleh terkena air selama 24 jam pertama. Selanjutnya, perawatan cukup dilakukan dengan menyemprotkan cairan sesuai petunjuk dan mengompres area luka menggunakan kasa sebanyak 3–5 kali sehari.

Lucunya, setelah proses sunat selesai Yafiq benar-benar tidak mau lagi memperlihatkan alat kelaminnya, bahkan kepada ayahnya sendiri. Ia memilih melakukan penyemprotan dan pengompresan secara mandiri di kamar mandi. Saya dan suami hanya bisa mengingatkan jadwal perawatannya sambil sesekali memastikan kondisinya baik-baik saja.

Sebagai ibu, tentu saya tidak berhenti bertanya apakah masih terasa sakit atau apakah ada perdarahan pada area sunat. Syukurlah, setiap kali saya bertanya jawabannya selalu sama. Tidak ada perdarahan, rasa nyeri pun semakin berkurang dari hari ke hari. Alhamdulillah, proses penyembuhan luka setelah sunat berjalan lancar tanpa kendala berarti.

Melihat proses penyembuhan Yafiq yang berjalan lancar membuat saya merasa keputusan memilih metode Pen Sealer memang tepat. Kekhawatiran saya tentang rasa sakit, perdarahan, hingga perawatan pascasunat yang rumit ternyata tidak terbukti. Meski setiap anak memiliki pengalaman yang berbeda, setidaknya pengalaman ini bisa menjadi gambaran bagi orang tua yang sedang mencari metode sunat yang minim perawatan dan memungkinkan anak kembali beraktivitas lebih cepat.

Kesimpulan: Apakah Metode Pen Sealer Layak Dipilih?

Sebagai orang tua, tentunya ada rasa lega ketika saya dan suami akhirnya bisa menyelenggarakan sunat untuk anak laki-laki kami. Alhamdulillah, proses sunat berjalan lebih baik dari yang Yafiq bayangkan. 

Berkat metode Pen Sealer yang kami pilih, tindakan berlangsung lancar dan proses perawatannya pun relatif mudah. Saya juga tidak mengalami kerepotan berarti selama mendampingi masa pemulihannya, sesuatu yang sejak awal cukup saya khawatirkan karena tetap harus bekerja setiap hari.

Demikian pengalaman kami memilih metode Pen Sealer untuk Yafiq. Semoga cerita ini bisa menjadi salah satu referensi bagi orang tua yang sedang mencari metode sunat yang sesuai dengan kebutuhan dan kondisi buah hati mereka. Selain cerita sunat, baca juga pengalaman saya mengajak anak rontgen gigi di RSGM Gusti Hasan Aman di blog ini ya!

Baca Juga

Posting Komentar

30 Komentar

  1. Pertama-tama, selamat yaa Yafiiq. Fix udah jadi laki-laki sejati sekarang mah, soalnya udah berani disunat, hihihi.
    Dan kedua, saya baru tauuu kalo ternyata metode persunatan ini sekarang udah berkembang pesat ya. Gak cuma 1-2 jenis aja, tapi ada banyaaaakkk. Dan pas baca metode pen sealer ini, kok ya canggih betul ya. Bisa sampe gak perlu dijahit gitu, dan penyembuhannya pun cepet banget. Mbok ya zaman dulu udah adaaa gitu harusnya ya, soalnya dulu saya penyembuhannya lama banget, wkwkwkw.

    Tapi pas liat harganya, kayaknya lumayan juga ya. Selisihnya jauh banget dibanding metode sunat konvensional.

    BalasHapus
  2. ternyata sekarang banyak banget yaa metode sunat ini...kemarin anak temenku jug ahabis sunat katanya gak pake dijahit gt sie apa ini metodenya juga sama ya pen sealer ini....
    dan ini tempat sunatnya bener2 cantik banget loo gak berasa masuk ke klinik jadi perhatian anak bisa sedikit teralihkan karena melihat ruangan yang ceria khas cowok banget ini..
    alhamdulillah proses sunat dan penyembuhannya lancar yaa...hebat yafiq dh berasu sunat :)

    BalasHapus
  3. Alhamdulillah, selamat ya buat Nak Yafiq yang sudah sunat, semoga menjadi anak sholeh dan berbakti kepada orang tua.
    Alhamdulillah zaman sekarang sudah banyak pilihan dan metode yang dapat meminimlisir rasa sakit dan mempercepat sembuh bahkan tanpa luka, sungguh ngeri perjuangan sunat kami dulu yang di biusnya dengan cara direndam di kolam yang dingin semalam supaya bisa mati rasa, tapi tetap aja kerasa sakitnya luarbiasa

    BalasHapus
  4. Barakallahu untuk dede Yafiq, semangat sehat ya.
    Ciamik juga ini metode khitan Pen Sealer, karena bisa dikatakan jadinya tanpa memberikan luka yang bakalan bikin si anak menjerit atau nangis kejer ya (hadeeh ini lebay hehe, soalnya jadi keingetan tetangga depan rumah yang anaknya selesai dikhitan dan sampai rumah teriaknya kenceng banget hehe)

    BalasHapus
  5. Anakku dulu juga sistem pen sealer ini mbaaa. Cepeeet yaaaa recovery nya. Dulu pun aku juga terserah si adik mau sunat kapan. Ga pengen maksa Krn takut anaknya ga siap dan malah trauma. Eh pas usia 7 tahun malah minta sendiri, langsung aku dan suami cariin juga tempat sunat yg nyaman.

    Anaknya pun pulang ke rumah tanpa nangis 😄.

    Congrats ya yafiq.. udah besar sekarang.. ☺️.

    BalasHapus
  6. lega banget ya Mbak kalau drama pencarian metode sunat anak sudah selesai dengan sukses! Salut banget sama Yafiq yang berani, apalagi pas pemulihan malah mau merawat lukanya secara mandiri di kamar mandi. Keren!
    Informasi tentang metode Pen Sealer ini sangat membantu dan detail, terutama pembanding harganya. Kebetulan saya juga lagi cari-cari referensi metode sunat yang bikin anak nyaman dan perawatannya nggak bikin orang tua sibuk kebingungan.

    BalasHapus
  7. Aku tuh punya 2 adek laki-laki. Keduanya sunat dengan metode yang berbeda. Meski aku sendiri nggak begitu familiar.

    Selamat ya, dek Yafiq. Metode pen sealer nih mau kukenalkan me iparkulah. Keponakanku sudah waktunya sunat nih.

    BalasHapus
  8. Sama nih kek Maxy, dulu sunat sekitar 7 tahun juga kyknya, pokoknya sebelum masuk SD karena SD-nya lebih dari 7 tahun. Nggak suka ke dokter juga karena sejak kecil ke dokter jadi ada rasa trauma hehe.
    Kalau Maxy dulu keknya clamp, soalnya di antara semua pilihan yang perawatan after sunatnya gampang (menurut emake) adalah itu hehe.
    Pen sealer ini keknya belum ada waktu apa ya? Aku baru denger ini, lho :D
    Hihihi samaan kita, karena khawatir anaknya bisa nahan sakit, nggak, apalagi setelah sunat tuh kan biusnya udah habis yaa. Alhamdulillah yaa anaknya OK2 aja, berarti cucok deh.
    Haha lucuk udah nggak mau nunjukin burungnya, karena udah gedhe yaaa udah malu :D
    Selamat ya Yafiq akhirnya udah sunat. Semoga selalu sehat dan makin pinter.

    BalasHapus
  9. Barakallah, Yafiq selamat ya sudah sunatan dan Alhamdulillah sehat serta lancar jaya prosesnya.

    Selalu salut sama ortu yang mencari metode sunat terbaik dan cepat pulih.

    Ternyata memilih metode Pen Sealer untuk sunat anak lelaki mbak adalah salah satu keputusan tepat. Proses pemulihan nya beneran cepat dan kalau ditanya sakitnya pun semakin berkurang dari hari ke hari, tentu hal kayak gini bikin ortu bisa lebih tenang. Apalagi tempat sunatnya pun nyaman dan bagus ya.

    BalasHapus
  10. Saya baru tahu ada metode sunat Pen Sealer ini. kirain paling baru yang metode laser. Tapi sekarang kalau sunat sudah enak. Ga sakit, cepat prosesnya, Malah bisa cepat pakai celana. kalau dulu ribet pakai sarung hehehe.

    BalasHapus
  11. Alhamdulillah, selamat yafiq sudah disunat. Metode Pen Sealer ini baru Saya baca disini. Kirain laser udah paling canggih. Ternyata yg ini lebih mantap dan lekas sembuh. Plus Yafiq jadi lebih mandiri ya. Apa-apa periksa sendiri

    BalasHapus
  12. Sepertinya mulai sekarang bakalan banyak yang menggunakan metode Pen Sealer untuk sunatan anak
    Bagaimana pun kalau sudah lebih canggih akan meminimalisir rasa sakit dan pengeringan luka itu sangat bagus

    Yakin deh metode sunat menggunakan alat berbentuk pena yang dapat memotong kulup sekaligus menyegel pembuluh darah kecil kemaluan anak Kana lebih cepat pulih dibandingkan dengan sunat metode konvensional, ya.

    BalasHapus
  13. Makin canggih aja nih teknologi utk sunat biar cepat sembuh dan ga bikin sakit si kecil. Kyknya metode ini jg udh rame dipake di masing2 rumah sunat modern. Tetanggaku kmrn pake metode ini dan terbukti kurang dr seminggu udh tuh anak udh bisa lari2.

    Aku dulu hrs 2 mingguan biar sembuh krn ga bs menahan makan berkuah. Wkwk soalnya ada mitos kalo pgn sembuh sunatnya lbh cepet, hrs makan tanpa kuah. Ya aku ga bisa kalo makan tanpa banjir alias berkuah banyak.

    Untung aja metode sunat pen sealer ini udh ngebikin anak2 ga takut sunat lagi. Kebayang dulu hrs lihat darah meski lgsg dibersihin tuntas.

    BalasHapus
  14. Teknologi persunatan makin canggihhh ya . Makin banyak opsi... Harga juga menyesuaikan tingkat kenyamanan untuk bocil

    Hamdalahh udah masuk fase baruuu nih...jelang dewasa awal qkqkqkqk. BarokAllah ya anak sholih..makin sehaaattt, membahagiakan ortu

    BalasHapus
  15. Wah teknologi sunat makin canggih ya baru tahu yang metode pen sealer ini, anakku waktu lulus SD sunatnya pakai clamp itu dan cepat sembuh ternyata metode ini lebih cepat dan aman ya pas itu belum ada..

    BalasHapus
  16. Barakallah fiik Kakak yazid sudah disunat. Sekarang teknologi semakin canggih ya, banyak pilihannya. Kadang fase ini tidak hanya membuat anak ketar-ketir tapi ibunya juga karena yang rempong pasca proses khitan biasanya ibu. Tapi dengan perkembangan teknologi, semakin banyak pilihan metode khitan, rasa was-was sempoga semakin berkurang. karena proses penyembuhannya pun tergolong cepat.

    BalasHapus
  17. Metode sunat semakin canggih. Minim rasa sakit, cepat sembuh dan perawatannya pun mudah. Waktu anak saya sunat juga pakai metode ini, jadi anaknya nyaman dan nggak ada trauma sama sekali. Keren dah pokoknya metode ini ya, walaupun harganya juga lumayan hehehe...

    BalasHapus
  18. Hmm banyak ya sekarang metode sunat yang bisa dipilih
    Ini bisa memudahkan yang punya anak lelaki
    Bisa cari yang paling g sakit dan cepet sembuh ya

    BalasHapus
  19. Hmm banyak ya sekarang metode sunat yang bisa dipilih
    Ini bisa memudahkan yang punya anak lelaki
    Bisa cari yang paling g sakit dan cepet sembuh ya

    BalasHapus
  20. Alhamdulillaah..
    Barakallahu shaliih.. sudah melewati masa-masa yang paling menegangkan.
    In syaa Allah semakin sehat, kuat dan cerdas..

    kabarnya kalau habis sunat makin ninggiin badannya yaa, ka Antung.
    metode Pen Sealer bisa menjadi opsi bagi yang orangtuanya ingin memberikan treatment terbaik untuk momen tak terlupakan ananda shalih.

    BalasHapus
  21. Terimakasih sharing pengalamannya ya...pas banget nih sbg referensi untuk bunda2 yg sedang mempersiapkan sunat utk ananda tercinta..

    BalasHapus
  22. Alhamdulillah banget ya sekarang metode sunat makin mutakhir. Minim nyeri dan orang tua yang merawat anak juga nggak terlalu repot atau capek. Saya pengalaman merawat anak sulung yg habis sunat, pemulihan satu minggu.

    BalasHapus
  23. Kalau bahas sunat anak aku mungkin agak beda ya Mba. Karena dilakukan saat El baru menginjak 2 bulan. Karena belum tau sunat tuh seperti apa, aku cari yang perawatan dan penyembuhannya cepat juga direkomendasikan oleh dokter. Kalau masih ingat ngilu banget sih >.<

    BalasHapus
  24. Anak-anak zaman sekarang cukup beruntung ya. Sekarang tempat sunat itu benar-benar menarik, kayak area bermain, terus teknologi juga makin canggih.

    BalasHapus
  25. Alhamdulillah selamat ya dek sudah berani sunat, dan kalau pakai metode pen sealer bisa cepat sembuhnya. Tidak ada pantangan makanan pasca sunat kan ya?
    Tahun lalu Saladin sunat pakai metode laser.

    BalasHapus
  26. Makin canggih ya metode sunat sekarang bkin anak gk takut lagi buat sunat boleh juga nih buat rekomen keponakan yang lagi kepengen sunat

    BalasHapus
  27. Alhamdulillah ya Allah..seiring kemajuan saman teknoligi makin berkembang. Termasuk metode sunnat makin memberi kenyamanan pada pasien sunat. Dulu masih dipotong manual pakai pisau sekarang sudah laser. Penyembuhan juga makin cepat rasa sakit makin sedikit. Alhamdulillah metode sunnat Pen Seller semakin membantu yaa.

    BalasHapus
  28. Pengalaman seperti ini pasti membantu banget untuk orang tua yang masih bingung memilih metode sunat bagi anaknya. Wajar sekali kalau sebelumnya merasa cemas, terutama membayangkan rasa sakit dan proses perawatan setelah sunat. Ternyata dengan metode pen sealer, prosesnya bisa dilalui anak dengan lebih nyaman dan perawatannya pun tidak terlalu merepotkan. Senang juga membaca anaknya sudah bisa kembali aktif tanpa drama yang berkepanjangan. Tentunya kesiapan mental anak serta pendampingan orang tua juga berpengaruh besar.

    BalasHapus
  29. Aku baru tahu ada metode sunat menggunakan pen sealer seperti ini. Buat orang tua, pasti banyak pertimbangan sebelum memilih metode yang akan digunakan untuk anak, mulai dari prosesnya sampai perawatan setelah tindakan. Pengalaman langsung seperti ini menurutku cukup membantu karena bisa memberikan gambaran dari sudut pandang orang tua, bukan sekadar penjelasan medis

    BalasHapus
  30. Dari segi harga, metode Sunat Pen Sealer di Rumah Sunat Alvazka juga yang paling tinggi yaa..
    Tapi dengan minim trauma, ini akan sangat membantu sekali bagi sang anak dalam masa penyembuhan dan bagi kedua orangtua yang merawat pasca sunat.

    BalasHapus