Review Drama Korea The Dream Life of Mr. Kim

Review Drama Korea The Dream Life of Mr. Kim


Memasuki tahun kesepuluh bekerja di perusahaan yang sama, saya mulai mempertanyakan karir saya. Apakah suatu hari nanti saya akan bisa naik jabatan atau justru akan mengakhiri masa kerja sebagai staf biasa? 

Perasaan itu semakin sering muncul ketika melihat teman atau kenalan yang seusia dengan saya sudah menduduki posisi manajer, kepala bagian atau jabatan strategis di tempat mereka bekerja.

Dunia kerja memang dunia yang penuh dengan dinamika. Lucunya, ketika sedang banyak memikirkan karier, saya justru "dipertemukan" dengan sebuah drama Korea yang mengangkat tema serupa yang membuat saya merasa seperti sedang bercermin. 

Uniknya lagi, kalau diingat-ingat, saya juga mengalami hal yang sama saat memulai karir di perusahaan sekarang. Waktu itu saya juga sedang menonton Misaeng, drama Korea yang begitu relate dengan kehidupan karyawan baru. Kini, sepuluh tahun kemudian, saya kembali menemukan drama yang terasa sama dekatnya, hanya saja dari sudut pandang yang berbeda.

Drama Korea yang saya maksud adalah The Dream Life of Mr. Kim. 
Drama ini mengisahkan seorang karyawan yang berada di penghujung masa kerjanya dan harus menghadapi berbagai kenyataan pahit dalam dunia kerja. Selain temanya yang menarik, drama ini juga berhasil masuk nominasi Drama Terbaik di Baeksang Arts Awards 2026. Bahkan, Ryu Seung Ryong yang memerankan Kim Nak Su sukses meraih Daesang berkat penampilannya yang luar biasa. 

Berikut review lengkap untuk drama Korea The Dream Life of Mr. Kim. 

Sinopsis The Dream Life of Mr. Kim



Kim Nak Su adalah seorang manajer di sebuah perusahaan telekomunikasi. Di usianya yang sudah kepala lima, Kim Nak Su sangat berharap dirinya bisa mendapat promosi untuk masuk ke jajaran direksi. Ini bukan hal yang mudah mengingat kinerja departemen yang dipegangnya juga tidak terlalu menonjol. Belum lagi kehadiran kandidat lain yang lebih muda dan lebih pandai mengambil hati senior membuat Kim Nak Su merasa ia harus berusaha lebih keras di perusahaan. 

Kekhawatiran Kim Nak Su semakin membesar ketika salah satu rekan seperjuangannya mengalami demosi ke cabang perusahaan. Rekan kerja yang sebelumnya bekerja di kantor kini harus turun ke lapangan dan mengerjakan pekerjaan kasar. Karena tak tahan dengan perubahan ritme kerja ini, rekan kerjanya ini mengambil tindakan ekstrim yang hampir merenggut nyawanya.

Tak ingin nasib karirnya sama seperti rekan kerja, Kim Nak Su berusaha meningkatkan kinerja departemennya. Ia pun mengajak serta ketiga anak buahnya untuk turun langsung ke lapangan dan memasarkan produk perusahaan. 

Usaha Kim Nak Su berhasil karena akhirnya ia mendapat kontrak kerja sama baru. Sayangnya hal ini tidak memberi pengaruh apa-apa pada karirnya. Pada akhirnya Kim Nak Su harus mengalami apa yang dialami rekan kerjanya yakni dilempar ke bagian cabang perusahan menjadi kepala keamanan pabrik. 

Setelah ditempatkan sebagai kepala keamanan di pabrik , Kim Nak Su berusaha mencari cara agar bisa kembali ke kantor pusat. Pada akhirnya Kim Nak Su pun berhasil menemukan cara untuk bisa kembali ke kantor pusat. Sayangnya rasa kemanusiaan membuat Kim Nak Su melepaskan kesempatan ini. Dan ia pun mengambil keputusan tak terduga yakni berhenti dari perusahaan yang sudah menjadi sumber penghasilannya selam 30 tahun. 

Pensiun tanpa persiapan jelas tidak ada dalam rencana hidup Kim Nak Su. Kim Nak Su pun berpikir keras bagaimana caranya agar ia tetap berpenghasilan meski tak bekerja. Sayangnya, keputusan yang diambilnya justru menyeret Kim Nak Su ke dalam masalah keuangan yang jauh lebih besar. Kalau kata pepatah, sudah jatuh tertimpa tangga pula. 

Tak hanya Kim Nak Su, putra semata wayangnya Kim Su Gyeom juga menghadapi masalah. Setelah pertemuannya dengan teman SMP dan berkenalan dengan gengnya, sang putra malah ditipu dan terlilit hutang yang akhirnya dibayar oleh Kim Nak Su. Untuk bisa melunasi hutang pada ayahnya ini, Kim Su Gyeom akhirnya berinisiatif untuk berjualan online yang ternyata tidak berjalan sesuai keinginannya. 

Apakah akhirnya Kim Nak Su bisa terlepas dari permasalahan yang ia hadapi? Dan bagaimana reaksi istrinya ketika mengetahui baik suami dan anaknya sama-sama terlilit hutang?

Karakter Drama The Dream Life of Mr. Kim

Berikut adalah beberapa karakter utama dari drama Korea The Dream Life of Mr. Kim:

Kim Nak Su



Seorang pria berusia lima puluhan yang berharap bisa diangkat menjadi jajaran direksi pada perusahaan telekomunikasi tempatnya bekerja selama tiga puluh tahun. Kim Nak Su memiliki semangat juang yang tinggi namun kurang pandai dalam merangkul bawahannya. Ia juga memendam luka masa kecil akibat persaingan dengan kakak kandungnya.

Park Ha Jin



Sosok istri yang setia menemani Kim Nak Su dalam susah dan senang pernikahan mereka. Setelah melahirkan putranya, Park Ha Jin berhenti bekerja dan fokus menjadi ibu rumah tangga. Memasuki usia ke lima puluh, Park Ha Jin merasa perlu untuk mengupgrade dirinya dengan mengikuti kelas sertifikasi properti. Hal yang sebenarnya ditentang oleh Kim Nak Su namun pada akhirnya bisa membantu dirinya. 

Kim Su Gyeom



Putra satu-satunya Kim Nak Su yang selalu menjadi kebanggaannya. Kim Nak Su berharap sang putra bisa mengikuti jejak dirinya bekerja di perusahaan besar. Sayangnya Su Gyeom tak sependapat dan ingin menemukan jalannya sendiri. Ia pun berkenalan dengan orang-orang baru yang malah menjerumuskan dirinya pada hutang 30 juta. 

Kesan Setelah Menonton The Dream Life of Mr. Kim

Sebagai seorang ibu berusia empat puluhan yang sudah bekerja selama sepuluh tahun di perusahaan, saya merasa apa yang dialami Kim Nak Su sangat relate dengan dunia kerja sesungguhnya. 

Saya jadi membayangkan bagaimana rasanya menghabiskan puluhan tahun membangun karier di satu perusahaan, lalu harus menerima kenyataan bahwa loyalitas tidak selalu berbanding lurus dengan penghargaan yang diberikan perusahaan. Drama ini berhasil menggambarkan kegelisahan tersebut dengan sangat realistis.

Sosok seperti Kim Nak Su rasanya tidak sulit ditemukan di dunia kerja. Banyak karyawan yang mengabdikan puluhan tahun hidupnya untuk sebuah perusahaan dengan harapan dapat menutup masa kerjanya di posisi terbaik. Sayangnya, kenyataan tidak selalu berjalan sesuai harapan. Kadang ada saja hal yang membuat karir yang dibangun dengan darah dan keringat tiba-tiba mandek atau malah berantakan. 

Hal menarik lainnya dari drama The Dream Life of Mr. Kim adalah bagaimana dalam drama ini kita bisa melihat pendewasaan Kim Nak Su dan keluarganya. Sebagai akibat dari kesembronoannya, Kim Nak Su dan keluarga harus menanggung hutang yang besar. Dari peristiwa tersebut, Kim Nak Su mau tidak mau harus mundur selangkah untuk merefleksikan perjalanan hidup serta berbagai keputusan yang telah ia ambil.. Benarkah ia melakukan hal tersebut untuk keluarganya? Atau hanya memuaskan egonya? 

Selama menonton drama ini, kadang saya merasa kesal dengan sikap Kim Nak Su. Namun di lain pihak saya juga pelan-pelan bisa memahami apa yang ia rasakan dan belajar menempatkan diri di posisinya. Drama ini tidak berusaha menggambarkan Kim Nak Su sebagai sosok yang sempurna, tetapi sebagai manusia biasa yang bisa salah mengambil keputusan dan harus menanggung konsekuensinya.

Di sisi lain, saya juga sangat mengagumi sosok Park Ha Jin. Ia bukan hanya istri yang setia mendampingi suaminya dalam suka dan duka, tetapi juga menjadi sumber kekuatan ketika keluarganya sedang berada di titik terendah. Karakternya menunjukkan bahwa dukungan keluarga sering kali menjadi alasan seseorang mampu bangkit kembali setelah mengalami kegagalan.

Yang membuat pengalaman menonton drama ini terasa istimewa bagi saya adalah waktunya. Sepuluh tahun lalu saya ditemani Misaeng saat baru memulai karier sebagai karyawan. Kini, setelah menjalani satu dekade bekerja, saya justru ditemani The Dream Life of Mr. Kim yang mengajak melihat dunia kerja dari sudut pandang seorang karyawan senior. Rasanya seperti sedang melihat dua sisi dari perjalanan karier yang sama.

Pesan Moral Drama Korea The Dream Life of Mr. Kim

Setelah menuntaskan drama The Dream Life of Mr. Kim, ada beberapa pesan moral yang bisa kita ambil yakni:

1. Dunia Kerja adalah Dunia yang Penuh Dinamika

Pesan Moral pertama yang bisa diambil dari drama ini adalah tentang dinamika dunia kerja yang kadang tidak bisa diprediksi. Hari ini kita bisa berada di posisi yang nyaman, tetapi besok belum tentu. 

Mutasi, restrukturisasi, hingga perubahan kebijakan perusahaan bisa mengubah arah karier seseorang dalam waktu singkat. Karena itu, selain bekerja dengan baik, kita juga perlu membangun kemampuan untuk beradaptasi dengan perubahan.

2. Pentingnya Literasi Keuangan Jelang Pensiun

Drama ini juga mengingatkan pentingnya memiliki literasi keuangan sebelum memasuki masa pensiun. Penghasilan yang stabil selama puluhan tahun bukan jaminan seseorang akan terhindar dari masalah finansial. Tanpa perencanaan yang matang, tabungan pensiun yang seharusnya menjadi bekal hari tua justru bisa habis akibat keputusan investasi yang tergesa-gesa atau karena tergiur keuntungan instan.

3. Keluarga adalah sistem pendukung terbaik saat masa sulit

Ketika karier dan kondisi keuangan Kim Nak Su hancur, keluarganyalah yang tetap berada di sisinya. Dukungan dari orang-orang terdekat menjadi salah satu kekuatan terbesar yang membantunya bangkit kembali.

4.Tidak ada kata terlambat untuk memulai dari nol

Meski harus memulai kembali di usia yang tidak lagi muda, Kim Nak Su membuktikan bahwa seseorang masih bisa membangun kehidupan baru selama memiliki kemauan untuk terus berusaha.

5. Hidup tidak selalu berjalan sesuai rencana

Terkadang apa yang kita rencanakan selama puluhan tahun bisa berubah dalam sekejap. Drama ini mengajarkan pentingnya kemampuan beradaptasi dan menerima perubahan yang tidak dapat kita kendalikan.

Penutup

Menonton drama Korea The Dream Life of Mr. Kim mengingatkan saya bahwa kehidupan tidak selalu berjalan sesuai rencana. Terkadang kita merasa sudah berusaha sekuat mungkin, namun hidup terkadang membawa kita ke jalan yang sama sekali tidak kita bayangkan. Pada akhirnya, yang bisa kita lakukan adalah menerima, beradaptasi, dan terus melangkah dengan sebaik-baiknya.

Dunia kerja yang digambarkan dalam drama ini pun terasa begitu dekat dengan realitas. Persaingan, mutasi, tekanan untuk terus berprestasi, hingga ketidakpastian menjelang masa pensiun adalah hal-hal yang mungkin dialami oleh banyak orang. Karena itulah, selain bekerja dengan baik, kita juga perlu mempersiapkan diri menghadapi berbagai kemungkinan yang bisa terjadi di masa depan, baik dari sisi kemampuan maupun kondisi finansial.

Jika melalui Misaeng yang saya tonton di usia 30-an saya belajar tentang perjuangan seorang karyawan baru dalam beradaptasi di dunia kerja, maka melalui The Dream Life of Mr. Kim di usia 40-an saya diajak berkaca sebagai seorang karyawan yang telah menjalani satu dekade perjalanan karier. Drama ini mengingatkan saya bahwa yang perlu dipersiapkan bukan hanya cara meraih kesuksesan, tetapi juga kesiapan menghadapi perubahan ketika hidup tidak berjalan sesuai rencana.

Demikian review saya untuk drama Korea The Dream Life of Mr. Kim. Buat teman-teman pecinta drama Korea dengan tema dunia kerja, bisa juga mampir ke review Drama Korea Love Scout yang bercerita tentang dunia perekrutan karyawan. 

Baca Juga

Posting Komentar

31 Komentar

  1. sinopsisnya bikin penasaran, jadi pengen nonton juga :D

    BalasHapus
  2. Hmmm jadi bener sih kata orang. Kalo kerja ga usah terlalu royal. Belum tentu perusahaan ngelihat atau peduli sama kita.

    BalasHapus
  3. Sebagai seseorang yg baru saja keluar dari dunia kerja setelah lebih 3 daa Warsa..saya benar2 penasaran dg drama ini. Hmm..bagaimana akhir perjuangan kelg ini yaa?? BTW, terimakasih sharing drama ini, Kak..

    BalasHapus
  4. Wah aku nonton ini jugaaaa. Walau aku agak2 lupa gimana endingnya ya haha.
    Tapi aku masih inget aku gemes banget sama Mr. Kim ini, karena kek relate sekali sama bayangan akan boomer2 yang udah mau masa pensiun tetapi kyk ada kekhawatiran tertentu, terutama pada bagian agak sulit menerima hal baru.
    Jangankan boomer, aku aja juga merasakan kekhawatiran yang sama, karena mungkin dulu menerima didikan "begini" tapi melihat generasi berikutnya kok "begitu" haha.
    Kekhawatiran bekerja bertahun2 tapi kok posisi masih gitu2 aja, valid banget yaa :D
    Ini keknya drakor yang cucok ditonton sama pak-bapak dan bu-ibuk budak corporate nih :D
    Setuju banget sama lesson learned-nya, apalagi bagian keluarga adalah pendukung utama, juga yaaa, pentingnya manajemen finansial.

    BalasHapus
  5. Hidup kadang memang tidak bisa ditebak ya mbaa..kadang maksud kita baik tapi endingnya malah bikin kita susah sendiri pun dalam dunia kerja karena loyalitas saja kadang masih kurang sebagai pekerja kita juga harus bisa memberikan performa terbaik karena jika kita sering gagal maka bukan hal yang tidak mungkin jika akhirnya kita harus terlempar dr kursi nyaman kita

    BalasHapus
  6. Drama Korea yang sangat menarik sekali, ternyata memang mendapatkan penghargaan Baeksang juga 🤩

    The Dream Life of Mr. Kim, beneran dekat sama dunia kerja. Salut sama Mbak yang udah bekerja di satu perusahaan selama 10 tahun, keren lho mbak. Aku aja paling lama kerja 4 tahun di satu perusahaan, selebihnya aku beberapa kali pindah kerja.

    Banyak pembelajaran berharga dari drakor The Dream Life of Mr. Kim. Apalagi terkait literasi keuangan menghadapi pensiun. Sempat aku dengar beberapa rekan kerja lama ku nyeletuk "usia 20 an nggak usah mikirin tabungan atau persiapan pensiun, masih kejauhan" ujar salah seorang accounting. Padahal menurut saya sih nggak di persiapkan sejak dini buat dana darurat juga kan, maklum sekarang dunia kerja pun rawan layoff. Jadi kudu punya antisipasi yang tepat.

    BalasHapus
  7. Banyak pelajaran dari film ini. Mengajarkan literasi keuangan dikemas dalam cerita yang bagus. Jadi pengen nonton filmnya juga.

    BalasHapus
  8. Aku minggu lalu mau nonton drama ini mbak. Cuma ke distrak sama drakornya My Royal Nemesis. Akhirnya berpaling..

    Ceritanya menarik, mengambil POV pekerja laki² usia 40 tahun. Cukup jarang menurutku ada drama yg ambil POV pekerja kantoran paruh baya.

    Dan memang pekerja kantoran tuh salah satu masa hidup yang dinamis, yang bisa kita amati. ❣️

    BalasHapus
  9. Nanti aku cari ah drakornya. Yg Misaeng aku udah nonton dan sukaaaa juga mbak . Seru sih kalau nonton drama yg berbau dunia kerja begini. Dan Korea ini memang ngeri sih persaingannya ya. Apalagi kdg segala cara dilakukan. Blm lagi suka kalah saing dengan orang2 yg lebih punya privilege.

    Aku belajar dari dunia kerja ku yg sebelumnya, bahwa karir itu tergantung juga dengan koneksi 😅😅. Kenyataannya begitu. Daaan kalaupun bos menjanjikan akan ada kenaikan jabatan, jangan yakin dulu sebelum ada hitam di tas putih 🤣🤣. Krn beberapa kali aku kena prank, dijanjikan naik, tp ternyata pending. Padahal udh semangat dan bilang ke orangtua. Sejak itu aku belajar, selagi belum hitam di atas putih, alias tandatangan job desk baru, anggab aja blm terjadi 😅

    BalasHapus
  10. Aku setuju dengan dua paragraf terakhir. Jangan sampai kita hanya memikirkan bagaimana cara meraih kesuksesan, tapi lupa belajar mempersiapkan perubahan. Apalagi di usia senja, pada saat energi terasa habis dan fisik tak lagi sekuat dulu.

    BalasHapus
  11. Sepertinya di jaman sekarang sudah mulai jarang bisa ditemukan ibu rumah tangga mirip sosok Park Ha Jin yang di akhir kisah justru jadi penyelamat keluarga
    Bahkan walaupun sebelumnya sang suami melarang, tapi terbukti justru bisa membangkitkan perekonomian yang sebelumnya terpuruk

    BalasHapus
  12. saya belum nonton drakor yang ini ba, karena temanya agak berat, hahaha. tapi baca sinopsisnya bikin penasaran nih, apa yang akan teradi dengan mr kim ya setelah pensiun dan mendapat masalah keuangan gak hanya dari rumah tangga tapi juga anak? hmm harus nonton dong ini sih, hahahaha

    BalasHapus
  13. Jadi teringat satu quotes yang kurang lebih begini, "kerjalah secukupnya, jangan sepenuhnya. Karena kamu gak pernah tau kapan kamu dianggap tak berguna lagi". Dannnn ini relate banget sama kenyataan hidup, dan film mr. kim ini.
    Kadang kita menjalani profesi dengan sebegitu total dan setia, padahal kenyatannya, kita ini bisa didepak kapan saja, apalagi kalau sudah tua dan dianggap tak berguna.

    Banyak banget si makna dan pelajaran yang bisa kita ambil dari film ini :D

    BalasHapus
    Balasan
    1. Kalau di udah menjelang 40++ rasanya kerja emang sebaiknya secukupnya ya Mas. Eh, sekarang setelah lihat kondisi indonesia yang begini di usia 20++ tidak juga membuat perusahaan melihat usaha kita.

      Drakornya Mr. Kim ini bikin kita nggak cuma ngeh sama dinamisnya hubungan karyawan dan kantor, tapi juga gimana mempersiapkan keuangan setelah berhenti kerja (dan menurutku tidak harus menunggu setelah pensiun atau resign) 🥲

      Hapus
  14. Dari yang tadinya di pusat jadi terlempar ke cabang, hemmm. Meski demikian, jadi pembelajaran ya lewat peran Kim Nak Su bagaimana kerasnya dunia kerja dan kudu punya strategi jitu buat menghadapi nya

    BalasHapus
  15. Yang aku suka dari Drakor tema kerjaan, ceritanya relatable bangetttt!
    karakternya juga dibikin sedemikian human, masuk akal. nggak hero syndrome, aakkk pokoke sukaaa.
    kita sebagai pemirsa belajar banyak hal.dari perdrakoran tema kerja.

    BalasHapus
    Balasan
    1. Iyaya kak, jadinya dapat gambaran gimana dunia kerja yang gak sebahagia tatkala nerima gajian hehe.
      Ada aja gitu warnanya.
      Kalau ga urusan sama temen kerja, ya bisa atasannya, atau lingkungannya

      Hapus
  16. sepakat mbak, keluarga memang support system yang luar biasa apalagi pasangan
    suka dengan ceritanya aku mbak, literasi finansial ini memang penting banget buat kita, jangan sampai salah mengelola keuangan yang akhirnya susah sendiri nanti saat tua

    BalasHapus
  17. Semacam ngebuat saya ikut merenungkan perjalanan karier sendiri. Jujur, ulasan ini terasa sangat personal dan jujur karena ditulis dari sudut pandang seorang karyawan yang sudah berpengalaman satu dekade.
    Sinopsis drama ini sekilas mengingatkan kita kalau loyalitas kerja memang kadang tidak seindah kenyataannya. Karakter Park Ha Jin juga terdengar sangat menginspirasi sebagai support system.
    Boleh jadi tontonan minggu ini ya

    BalasHapus
  18. Drama Korea memang selalu punya cara menarik untuk mengangkat cerita yang dekat dengan kehidupan. Dari judulnya saja sudah bikin penasaran, apalagi kalau dipadukan dengan karakter yang kuat dan alur yang bikin penonton ikut terbawa emosi. Jadi masuk watchlist nih. 😄

    BalasHapus
  19. Setuju banget sama poin nomor 3, Kak. Di saat dunia kerja lagi gak berpihak sama kita, emang cuma keluarga yang bisa jadi support system paling tulus tanpa syarat. Karakter Park Ha Jin di drakor ini bener-bener menginspirasi banget sebagai seorang istri.

    Emang benar ya, loyalitas di dunia kerja itu dinamis banget dan kadang gak seindah ekspektasi. Pengingat yang bagus banget buat kita para pekerja kantoran biar gak cuma ngejar karier, tapi juga siap sama segala perubahan. Bagus banget sih pov orang dewasa soal literasi keuangan ini.

    BalasHapus
    Balasan
    1. Merasa jadi gak secure lagii yaah..
      Aku jadi memikirkan finansial freedom yang selama ini diagung-agungkan.
      Boong kalo kita kerja hanya sesuai passion, pasti juga karena gaji. Huhuhu.. dan kebayang ketika uda di mutasi, banyak perubahan terjadi dan butuh adaptasi lagiii..

      Hapus
  20. kegelisahan menjelang masa berakhir kerja memang pasti diraskan tiap orang. Banyak hal yang menghantui, termasuk apa yang akan dilakukan setelah pensiun nanti? Belum lagi kalau keuangan belum stabil. Masih ada tanggungan yang belum terselesaikan. Jadi saya setuju, dengan anjuran mempersiapkan investasi sejak dini. agar saat sudah pensiun sudah tenang menikmati hidup.

    BalasHapus
  21. Ceritanya kok relate bgt dgn dunia pekerja di sini yak. Udh susah bgt buat naik jabatan, giliran udh kasih performa bgs malah dimutasi ke kantor cabang. Udh jumpalitan biar bs ke kantor pusat, eh malah kinerja kita ga dihargai. Itu sih emg kita disuruh resign tanpa pesangon. Bnyk nih perusahaan kyk gt. Lah malah curcol. Yg endingnya resign, makan tabungan, anak kena masalah, kelilit utang. Duh relate semua ini.

    Penasaran dgn endingnya tuh. Gmn cara Mr Kim buat ngatasinnya. Aku jadi pengen nonton juga nih mbak.

    BalasHapus
  22. Sepanjang nonton ini sepanjang itu pula saya jengkel dan gregetan sama tokoh satu ini
    Akhirnya anak istrinya juga seperti menanggung karakternya
    Ah, memang ya ada orang yang prinsipnya seperti pak Kim ini
    Banyak yang mau berada di posisinya

    BalasHapus
  23. Dunia kerja itu cukup rumit yaa...
    Ada variabel tak terduga yang kadang bisa terjadi.
    Aku dulu punya atasan yang seriiing banget curcol sama kita ((aku dan temenku)). Tapi giliran rapat, beneran se-profesional ituu.. kadang aku KZL juga siih.. sama atasan yang menyudutkan bawahan, padahal kita kan deket yaah..

    Sejak saat itu, aku gak percaya sama persahabatan di dunia kerja.
    Wkkwkw... bahaya dan tipikal "Lu gua pake kalo masih bermanfaat, kalo engga... papayy..."
    Sediihhnya kayak Pak Naksu.

    BalasHapus
  24. tokoh Kim Nak Su menjadi pembelajaran bagi kita semua akan pentingnya membangun kapasita kinerja yang bagus dalam membangun portofolio karena nantinya akan terangkat dominasinya menjadi pemimpin ideal di perusahaan

    BalasHapus
  25. Setelah membaca ulasan Kak Antung terhadap film ini, saya jadi semakin paham mengapa di tempat kerja kita harus profesional, bukan "loyal tanpa arah". Karena kondisi di tempat kerja susah diprediksi, banyak hal yang bisa terjadi. Ada kalanya loyalitas kita terhadap tempat kerja justru yang menjadi "bumerang", sehingga akhirnya "bekerja sesuai porsi" sepertinya memang menajdimpilihan terbaik. Dan ya, apapun yang bterjadi keluarga tetap suport sistem terbaik.

    BalasHapus
  26. Aku biasanya suka nonton drama tentang dunia kerja seperti ini mbak
    Drama ini juga sempat aku tonton walau cuma episode episode awal, mungkin aku yang belum klik sama ceritanya

    BalasHapus
  27. Dulu Misaeng aku bosen banget nontonnya, kalau The Dream Life of Mr. Kim kira-kira lebih menarik nggak ya? Kalau dari ceritanya sih oke. Walaupun bukan genreku. Boleh dicoba dulu lha 1-2 episode.

    BalasHapus
  28. Sepertinya drama ini menarik mbak karena relate dengan kehidupan saya juga, sebagai karyawan yang sudah bekerja lebih dari 2 dasawarsa rasanya pasti anno-nano kan ya.
    Coba nonton deh, biasanya drakor tuh detailnya bagus

    BalasHapus