Memilih Menu Sahur yang Nyaman di Perut




Perkara menu sahur dulunya bukan merupakan hal yang besar bagi saya. Di masa kecil hingga dewasa saya termasuk sosok yang bisa makan dengan nyaman saat sahur. Tak seperti orang-orang yang saat sahur makannya hanya sedikit atau bahkan malas menyantap menu sahur, saya malah bisa makan satu piring nasi bahkan nambah. Ini mungkin karena memang menu yang disajikan ibu saya saat saya masih tinggal di rumahnya selalu enak-enak.

Bagi orang Banjar seperti saya, menu nikmat untuk sahur biasanya tak jauh-jauh dari ikan telang asam manis atau pindang asin asam manis. Kadang ibu juga membuatkan menu semur daging agar anak-anaknya semangat untuk makan. Bagi saya yang memang selalu suka dengan masakan tersebut pastinya sangat bersemangat menghabiskan menu-menu tersebut.

Namun keadaan berubah setelah saya menikah dan punya anak. Ada beberapa kejadian yang pada akhirnya membuat pilihan saya untuk makan sahur berubah. Kejadian pertama ketika saya baru menikah. Jadi ceritanya saat sahur bersama ibu dan suami saya dengan bangganya menyuguhkan menu ikan telang asam manis bikinan ibu saya. Saya katakan pada suami kalau ini adalah menu kesukaan saya kalau sahur.

Bukannya tertarik suami malah dengan entengnya berkata,”Ikan asin itu bikin haus pas puasa.”

Demi mendengar jawaban suami tersebut saya hanya bisa manyun. Padahal seingat saya seumur hidup saya berpuasa tidak pernah bermasalah dengan ikan asin. Masalah lapar dan haus di siang hari saat berpuasa kan memang hal yang lumrah jadi rasanya tidak ada bedanya bagi saya mau sahur ikan asin atau menu lainnya. Bagi saya, siksaan terberat itu kalau harinya benar-benar panas yang biasanya ada di akhir-akhir Ramadan.

Meski dalam hati tidak terima dengan ucapan suami, secara tidak langsung ternyata ucapannya ini juga berpengaruh pada saya. Setelah itu saya jadi jarang makan ikan asin untuk sahur. Apalagi setelah kami tinggal di rumah sendiri. Ya, soalnya cuma saya sendiri yang makan kadang suka mager juga untuk membuatnya. Belakangan kemudian saya juga membaca artikel yang menyebutkan kalau makanan asin bisa membuat dehidrasi saat berpuasa jadi ya akhirnya saya jarang makan makanan asin saat sahur.

Kejadian ke dua yang mengubah menu sahur saya adalah ketika saya hamil anak pertama. Kala itu usia kandungan masih 3 atau 4 bulan dan saya tetap menjalankan ibadah puasa. Seperti biasa, ibu saya menyajikan menu sahur yang enak salah satunya adalah sayur sop dan bistik. Sialnya karena saya sedang hamil trimester pertama, sayur sop ini malah membuat perut saya mual dan akhirnya muntah tak lama setelah selesai menyantapnya.

Mulanya saya pikir munculnya rasa mual setelah menyantap masakan berbumbu ini hanya akan terjadi selama saya hamil. Eh, ternyata saya salah. Bahkan setelah melahirkan saya tak lagi bisa menikmati berbagai sahur karena pasti paginya perut saya berasa tak nyaman. Sejak saat itu saya pun mulai pilih-pilih menu sahur. Tak ada lagi menu ikan telang asam manis atau menu dengan bumbu yang kuat karena saya tak suka jika perut saya mual di pagi hari.


Memilih menu sahur yang nyaman di perut




Setelah menyadari kalau saya kini tak bisa lagi menyantap menu sahur sembarangan, maka selama beberapa tahun terakhir saya pun mulai mencari informasi terkait menu sahur yang tidak membuat perut saya jadi rewel pagi harinya. Kalau untuk suami, biasanya menyarankan agar disediakan timun saat sahur yang katanya bisa mengurangi rasa haus saat berpuasa.

Berdasarkan beberapa informasi yang saya baca, perut yang mual dan tidak nyaman saat berpuasa bisa jadi disebabkan oleh asam lambung yang naik saat kita berpuasa. Karena itulah untuk meminimalisir asam lambung ini naik kita bisa menyiasatinya dengan menyajikan menu-menu tertentu diantaranya:

Memilih menu dengan minim bumbu

Ini adalah satu trik yang saya gunakan selama 2 tahun terakhir. Jadi alih-alih membuat masakan pedas atau terlalu berbumbu saya lebih senang menyiapkan menu sederhana seperti sayur bening atau lalapan saja untuk kami sekeluarga sehingga perut tidak perlu bereaksi dengan berbagai macam rasa di pagi harinya. 

Memilih menu dengan karbohidrat kompleks

Nasi memang masih menjadi menu karbohidrat utama orang Indonesia dikonsumsi tak terkecuali untuk sahur dan berbuka. Pokoknya kalau belum makan nasi rasanya belum kenyang begitu yang sering kita dengar. Nah, selain nasi sebenarnya kita bisa mengganti menu sahur dengan karbohidrat kompleks seperti oatmeal, nasi merah atau granola yang aman bagi lambung. 


Pilih menu sahur yang mengandung serat

Pilihan lain untuk menu sahur yang nyaman di perut adalah menu sahur yang mengandung serat seperti buah dan sayuran. Kandungan serat yang ada pada buah dan sayuran akan membantu mempertahankan rasa kenyang di perut kita. Salah satu sayuran yang bisa mencegah asam lambung naik adalah bayam, asparagus dan pokcoy. 


Pilih makanan yang tidak menimbulkan gas

Ada beberapa jenis makanan yang bisa menimbulkan gas di dalam perut kita dan pastinya itu akan membuat perut jadi kembung dan tidak nyaman. Beberapa jenis makanan yang menimbulkan gas ini seperti produk susu, bawang bombai, biji-bijian utuh, brokoli, kembang kol, kubis, jamur dan pastinya minuman bersoda. Nah biar perut tetap nyaman selama berpuasa sebaiknya kita menghindari makanan yang menimbulkan gas ini saat makan sahur.


Itulah dia beberapa menu sahur yang aman bagi lambung dan nyaman di perut. Beberapa dari menu di atas sudah saya praktikkan selama beberapa tahun terakhir dan alhamdulillah cukup meminimalisir rasa tak nyaman yang hadir di perut di pagi hari saat berpuasa. Bagaimana dengan teman-teman? Ada menu sahur khusus tidak untuk puasa di rumah?



Baca Juga
Reactions

Post a Comment

18 Comments

  1. Menu sahur memang ga banyak variasi seperti saat akan berbuka puasa, namun kalau pas yang benar disukai bisa makan dalam porsi lebih dari biasanya. Setiap orang memang berbeda sih, ada yang sahurnya ga makan juga. Tapi kuncinya tetap sediakan menu sahur yang bisa memenuhi kebutuhan nutrisi tubuh ya, Kak

    ReplyDelete
  2. dirumahku ga ada menu khusus, tapi dari sekian menu kayaknya sambel selalu ada.
    Pantangan ketika hamil bisa membuat makanan kesukaan jadi ga suka makan ya mbak,
    biasanya kalau sahur aku usahakan banyak minum air putih meskipun ga banyak banget, soalnya ga beigitu suka air putih

    ReplyDelete
  3. Ternyata perut tidak nyaman yang Mbak alami karena pengaruh asam lambung, ya. Saya juga ada penyakit asam lambung jadi nggak bisa sembarangan sarapan.

    ReplyDelete
  4. Ini bener banget sih mbak. terutama untuk bagian nasi itu, kalau di saya nasi jangan banyak-banyak. Iya sih ga merasakan laper, tapi ngantuk banget rasanya kalau makan nasi banyak pas sahur. Jadinya saya pakai karbohidrat tapi yang lebih "ramah", yaitu kentang.

    ReplyDelete
  5. Enaknya makan sahur itu pake sayur sama ditambah buah2an. Tapi pada prakteknya malah seringnya sama ceplok telur hehe

    ReplyDelete
  6. Thanks ka sudah sharing bagaimana memilih menu sahur agar nyaman di perut. Setuju banget sama yang dituliskan. Kalau aku biasanya harus ada sayur yg berkuah dan buah-buahan, biar seratnya juga terpenuhi

    ReplyDelete
  7. Sama dengan pengalaman saya. Sejak menikah, berubah drastis makanan sehari-hari. Karena istriku kebanyakan tidak suka makanan khas kampungku. Akhirnya aku harus menyamakan selera, kasian dia kalau harus masak 2 menu untuk sekali makan. Jadi aku skrg sangat jarang makan makanan khas kampungku seperti sambel tempoyak, daun ubi tumbuk, lalap petai, sambel berbahan buah semisal nanas, mangga, dll, sambel atau gulai berbahan jamur, dll. Kondisi itu bikin aku selalu lahap makan kalau di rumah org tuaku. Tapi itu bikin istriku kecewa, karena tak selahap makan di rumah. 😄😁

    ReplyDelete
  8. Perlu banget pastinya dihindari deh makanan yang bergas ini karena biasanya pasti buat perut gak nyaman ya, Mba. Dengan pilihan menu yang tepat pastinya puasa pun makin lancar deh seharian.

    ReplyDelete
  9. Benar kak, kalau makanan mengandung gas gitu malah makin gak enak di perut khususnya yang punya gangguan di pencernaan

    ReplyDelete
  10. Wah bener banget nih. Saya mah gak mikir menunya apa karena ngantuk, pengennya tinggal makan aja

    ReplyDelete
  11. Salfok memilih menu sahur yang tidak mengandung gas🤣🤣 biar pas siang hari nggak sering² kentut 🤣🤣

    ReplyDelete
  12. Jadi tahu kalau yang mengandung gas ngga baik ya mba. Alhamdulillah selama ini cuma tempe sama sayur bening kalau sahur. Soalnya lebih ke malas makan dan yang paling enak ya makan berkuah, tinggal lep gitu ..

    ReplyDelete
  13. Kalau di rumah sih aku membiasakan diri untuk.makan sahur yang berkuah supaya seger secara tengah malam makan kan harus yang enak2 supaya nafsu makan bertambah

    ReplyDelete
  14. Memilih menu sahur yang nyaman di perut itu penting
    Aku sekarang memilih real food sebagai menu sahur
    Sahur buah bikin perut nyaman

    ReplyDelete
  15. Penting gak penting, tapi faktanya memilih menu sahur itu ya patut dipertimbangkan, karena akan ikut memengaruhi kondisi tubuh saat menjalankan puasa seharian. Thanks for sharing this, Kak.

    ReplyDelete
  16. bener, harus selektif milih menu sahur ya. pernah salah makan pas sahur, setelah subuh diare dan ga enak perut seharian, huhu

    ReplyDelete
  17. Baru tahu kalau bumbu bisa ngefek ke perut juga. Saya kira jenis makanannya. Karena saya sering mengalama perut kurang nyaman waktu puasa. Mungkin karena kebiasaan masak yang sangat berbumbu kali ya.

    ReplyDelete
  18. TApi jujur ya, pilih menu sahur itu beneran harus yang enak dan nyaman di perut. Soalnya entah kenapa aku tuh suka males makan klo sahur. Apalagi kalo menunya gak disukai jadinya tambah males makan kan hehe

    ReplyDelete