Setiap kali mendengar kabar mutasi karyawan di kantor, kepala saya langsung dipenuhi berbagai pertanyaan. Siapa yang akan dimutasi kali ini? Apakah giliran saya? Atau saya akan tetap bertahan di posisi yang sama? Isu mutasi karyawan memang selalu berhasil membuat suasana kantor terasa lebih tegang, apalagi bagi karyawan yang sudah cukup lama berada di satu departemen seperti saya.

Seperti awal Januari 2021 ini, selama 2 hari saya dan rekan-rekan yang lain harap-harap cemas menanti apakah akan menerima surat internal dari perusahaan terkait mutasi karyawan. Sejak akhir tahun 2020 kemarin, isu adanya mutasi besar-besaran memang sudah terdengar. Wajar saja sih, mengingat sudah lewat 2 tahun sejak mutasi karyawan terakhir diberlakukan di perusahaan saya.

Saat Isu Mutasi Karyawan Mulai Terdengar

Saya sendiri sudah 7 tahun berada di departemen yang sama. Di tahun 2018 kemarin, saya mendapat mutasi internal yang kalau diibaratkan kayak pindah kamar dalam rumah. Kalau ditanya apakah saya betah berada di departemen ini, jujur saya nyaman-nyaman saja karena teman-teman di departemen ini semuanya asyik-asyik dan menyenangkan.

Lalu kalau ditanya apakah saya bosan berada di tempat yang sama selama 7 tahun? Hmm.. entah ya. Rasa bosan pasti ada. Apalagi di divisi yang baru pekerjaan saya terbilang monoton dan harus selalu stand by di depan komputer. Tapi seperti yang sering saya katakan, "Selama saya bisa internetan, buka youtube dan ngeblog, I will be fine." Hihi.

Mutasi Karyawan: Tujuan dan Alasannya

Dalam dunia kerja, mutasi atau pemindahan karyawan bukanlah hal yang baru. Mutasi karyawan merupakan sebuah langkah yang dilakukan perusahaan dengan tujuan meningkatkan efektivitas dan efisiensi kerja di perusahaan tersebut. Secara umum, mutasi karyawan memiliki beberapa tujuan antara lain:
  1. Meningkatkan produktivitas kerja karyawan
  2. Menambah dan memperluas pengetahuan karyawan
  3. Menghilangkan rasa bosan atas pekerjaan yang dijalani
  4. Sebagai pemicu agar karyawan mau dan terus berupaya dalam meningkatkan karir
  5. Sebagai pelaksanaan hukuman atau sanksi atas pelanggaran yang dilakukan karyawan
  6. Sebagai imbalan atas prestasi karyawan
  7. Penyesuaian pekerjaan karyawan dengan kondisi fisik karyawan
  8. Mengatasi konflik yang terjadi antar karyawan

Alasan Mutasi Karyawan

Lalu apa saja yang bisa membuat seorang karyawan dimutasi? Berikut beberapa alasannya:

Sudah terlalu lama berada di posisinya

Berada di zona nyaman kadang memang menyenangkan. Namun kalau terlalu lama berada di zona nyaman juga bukan hal yang baik. Seorang karyawan yang terlalu lama berada di posisi yang sama pasti juga akan merasakan kejenuhan dan bisa jadi malah tidak berkembang. 

Apalagi kalau zona tempatnya bekerja juga bukan wilayah yang memberikan tantangan setiap harinya. Dengan dilakukan mutasi, karyawan yang terlalu lama berada di zona nyaman akan mendapat suasana baru dalam bidang pekerjaannya.

Bermasalah dengan rekan kerja/atasan

Konflik dalam dunia kerja bukanlah hal yang aneh terjadi. Cukup sering kita temukan karyawan yang bermasalah dengan rekan kerja bahkan mungkin atasannya. Alasan dari konflik ini bisa jadi masalah personal atau mungkin persaingan antar karyawan. Adanya konflik dalam satu divisi tentunya bukanlah hal yang sehat bagi sebuah perusahaan. Dan salah satu solusi dalam hal ini adalah dengan melakukan mutasi terhadap karyawan yang berkonflik ini agar tak mengganggu kinerja perusahaan.

Kemampuannya diperlukan di divisi lain

Dalam proses penerimaan sebuah perusahaan, kadang latar belakang pendidikan calon karyawan tidak terlalu berpengaruh dalam penempatan posisi kerja. Apalagi kalau misalnya kualifikasi yang dicari adalah SMA, maka biasanya akan ditempatkan di divisi umum. Dalam perjalanannya, bisa jadi karyawan tersebut berhasil meningkatkan kualifikasi jenjang pendidikannya sehingga berhak untuk ditempatkan di divisi yang lebih spesifik.

Mendapat promosi

Penyebab lain karyawan dimutasi adalah karena karyawan tersebut mendapat promosi atau naik jabatan. Tentunya mutasi seperti ini merupakan hal yang menyenangkan, ya, karena naik jabatan berarti naik gaji pula. Kalau di perusahaan tempat saya bekerja ini, promosi bisa terjadi lewat serangkaian tes atau atas rekomendasi atasan. Misal yang dulunya staf bisa naik menjadi koordinator.

Perasaan Karyawan Saat Menghadapi Mutasi

Saat menerima kabar mutasi, biasanya akan ada beberapa reaksi yang muncul bagi seorang karyawan. Reaksi pertama adalah senang, karena mutasi tersebut adalah hal yang sudah ditunggu-tunggu dan divisi yang diberikan juga sesuai dengan keinginannya. 

Sedangkan reaksi kedua kedua adalah kecewa karena mungkin divisi yang baru bukan yang diharapkan atau karena masih betah di divisi lama. Ada juga reaksi ketiga yakni takut. Takut tidak betah di departemen baru, takut tidak punya teman dan ketakutan lainnya yang mungkin akan hadir saat menerima surat mutasi. 

Selain rasa senang dan kecewa, mutasi karyawan juga memberikan sebuah efek baru bernama adaptasi bagi karyawan tersebut. Lingkungan baru, rekan kerja baru dan kebiasaan baru sudah menunggu di departemen yang dituju. 

Jika karyawan yang dimutasi merupakan karyawan dengan kepribadian ekstrovert, pastinya takkan kesulitan beradaptasi dengan orang-orang di lingkungan baru. Namun bagi mereka yang introvert, mungkin akan butuh waktu untuk beradaptasi di departemen baru ini.

Sebagai orang yang baru merasakan mutasi internal, tentunya saya tak mengalami yang namanya adaptasi dengan lingkungan baru karena saya tetap berada di ruangan yang sama. Adaptasi yang harus saya hadapi hanya berupa perubahan tugas kerja harian dan pergantian tipe atasan.

Jujur jika ditanya apakah jika mendapat jatah mutasi saya akan senang atau kecewa, maka jawaban saya adalah takut. Kenapa takut? Saya takut akan kesulitan beradaptasi di lingkungan baru mengingat kepribadian saya yang introvert, suka menyendiri dan cenderung tak memperhatikan lingkungan sekitar. Kalau kata orang Banjar, saya ini orangnya kada heran-heran lawan orang. Itulah sebabnya saya lumayan takut kalau harus kena mutasi ke departemen baru dengan image seperti ini.

Ketika Pengumuman Mutasi Karyawan Akhirnya Keluar

Rabu pagi, pengumuman mutasi akhirnya dikeluarkan. Sebanyak 61 karyawan dimutasi dari tempat mereka masing-masing. Ada yang naik jadi koordinator ada juga yang dipindah ke departemen baru. Ajaibnya, di departemen saya hanya ada 1 karyawan yang keluar dan ada penambahan 2 orang karyawan di salah satu sub departemen. 

Saya sendiri lagi-lagi tak masuk dalam daftar mutasi. Artinya, untuk sementara waktu saya masih akan duduk di bangku yang sama dan menjalani rutinitas yang sudah familiar. Jujur saja, ada rasa lega karena tidak perlu beradaptasi dengan lingkungan baru. Meski begitu, saya sadar bahwa mutasi karyawan adalah bagian dari perjalanan karier yang suatu saat mungkin juga harus saya hadapi.

Sebagai karyawan, khususnya ibu bekerja, menghadapi mutasi karyawan memang bukan hal mudah. Namun mau tidak mau, kesiapan mental dan sikap terbuka terhadap perubahan menjadi bekal penting agar kita tetap bisa bertumbuh, di mana pun posisi kita ditempatkan.



Baca Juga