Pertengahan tahun 2025 lalu menjadi sebuah momen yang cukup berkesan bagi saya. Setelah sekian tahun, akhirnya saya bisa merasakan liburan bersama beberapa rekan kerja. Sebelumnya, saya juga pernah melakukan perjalanan serupa di tahun 2021. Saat itu, saya dan beberapa rekan kerja departemen melakukan perjalanan singkat ke salah satu objek wisata yang ada di Banjarbaru
Di tahun 2025 sendiri, saya dan rekan-rekan kerja yang terpilih berkesempatan untuk mengunjungi salah satu tempat outbond di kota Malang selama tiga hari dua malam. Karena kegiatan tersebut bertepatan dengan akhir pekan, sebagian peserta kemudian melanjutkan perjalanan mereka ke berbagai destinasi lain di sekitar Jawa Timur dan Jawa Tengah.
Saya sendiri bersama dua orang teman memutuskan untuk menghabiskan akhir minggu kami dengan mengunjungi kota Yogyakarta. Perjalanan ke Yogyakarta kala itu sebenarnya terasa sangat singkat namun tetap memberikan kenangan manis untuk saya dan kedua rekan kerja.
Bagi saya, perjalanan ke Malang dan Yogyakarta ini adalah kedua kalinya saya pergi ke luar kota tanpa membawa serta anak. Sebelumnya, saya juga pernah mendapat dinas ke Jakarta dalam rangka pelatihan. Namun saat itu karena rekan kerja yang menemani saya adalah laki-laki, maka kami memilih berpisah saat mendapat kesempatan menjelajah kota Jakarta. Saya pergi sendiri, sementara ia memilih menghabiskan waktu dengan kegiatannya sendiri.
Karena itulah, perjalanan ke Malang dan Yogyakarta ini terasa berbeda. Saya bisa menikmati perjalanan bersama teman-teman, tanpa harus membawa anak dan memikirkan berbagai keperluan mereka selama berada di perjalanan.
Ternyata, menyenangkan juga sesekali bepergian seperti ini.
Liburan Bagi Ibu Bekerja
Siapa pun pastinya sepakat bahwa liburan bisa menjadi salah satu cara untuk melepaskan diri sejenak dari kejenuhan dan rasa penat akibat pekerjaan maupun rutinitas sehari-hari. Tak hanya mereka yang masih single, ibu-ibu, termasuk yang bekerja seperti saya juga pastinya memerlukan waktu sejenak untuk ke luar dari rutinitas.
Saya sendiri kemudian teringat pada almarhum Mpok Alfa, yang dalam VT viralnya dulu menyebutkan kalau jalan-jalan ke minimarket saja sudah menjadi kesenangan sendiri bagi ibu rumah tangga seperti dirinya. Bagi sebagian orang mungkin pergi ke minimarket bukanlah sesuatu yang istimewa. Namun bagi seorang ibu yang sehari-hari sibuk dengan pekerjaan rumah tangga, anak, dan berbagai urusan keluarga, keluar sebentar dari rumah saja bisa menjadi hiburan tersendiri.
Bagi ibu bekerja seperti saya sendiri, kesempatan tersebut terkadang bisa datang melalui perjalanan dinas. Ketika mendapat tugas ke luar kota, tentu urusan pekerjaan tetap menjadi prioritas. Saya harus menyelesaikan tugas kantor terlebih dahulu sebelum memikirkan kegiatan lain. Namun ketika pekerjaan sudah selesai dan masih ada waktu luang, mengunjungi tempat wisata terdekat atau sekadar menikmati fasilitas hotel tempat menginap juga bisa menjadi bentuk me time tersendiri.
Dinas luar kota bahkan bisa menjadi kesempatan bagi ibu bekerja untuk merasakan bepergian tanpa keluarga. Kalau kebetulan melakukan perjalanan dinas bersama rekan kerja lain, kesempatan tersebut juga bisa dimanfaatkan untuk menikmati waktu bersama. Bukan untuk mengabaikan pekerjaan, tentunya, tetapi sekadar mengambil sedikit waktu untuk menikmati kota yang sedang dikunjungi.
Ketika Ibu Berlibur Tanpa Keluarga
Bagi seorang ibu, berlibur bersama keluarga pastinya berbeda dengan berlibur bersama teman. Saat berlibur bersama keluarga, ibu kadang masih harus memikirkan hal-hal lain di luar perjalanan terutama yang berhubungan dengan anak-anak seperti pakaian yang harus dibawa anak, cemilan dan hal-hal lain yang membuat ibu tidak bisa menikmati perjalanannya sendiri.
Bahkan ketika sedang berada di tempat wisata, perhatian ibu sering kali masih tertuju kepada anak.
Anak sudah makan belum?
Capek tidak?
Mau pulang atau masih ingin bermain?
Tempat ini aman untuk anak atau tidak?
Hal-hal kecil seperti itu mungkin sudah menjadi bagian dari keseharian seorang ibu sampai terkadang kita tidak menyadari bahwa kita melakukannya hampir secara otomatis.
Hal yang berbeda tentunya akan ibu rasakan saat berlibur tanpa keluarga atau bersama teman-temannya. Saat berlibur sendiri atau bersama teman-temannya, ibu memiliki waktu untuk bisa menikmati waktu untuk dirinya sendiri tanpa harus memikirkan kesiapan anak, dan juga memilih tempat wisata tanpa harus memikirkan apakah anak-anak akan cocok dengan lokasi tersebut. Di momen berlibur tanpa keluarga ini membuat ibu bisa kembali menjadi dirinya sendiri.
Ini bukan berarti ibu tidak memikirkan keluarga lho, ya. Karena kenyataannya meski berlibur sendiri atau bersama teman, ibu akan tetap mengingat keluarganya di rumah. Entah itu dalam bentuk telepon di malam hari atau membelikan aneka oleh-oleh untuk suami dan anak-anak di rumah.
Hal-Hal yang Perlu Diperhatikan Saat Berlibur Bersama Teman
![]() |
Meski menyenangkan, berlibur bersama teman juga membutuhkan persiapan. Bagaimanapun, setiap orang memiliki kebiasaan, kebutuhan, dan kemampuan yang berbeda. Supaya perjalanan tetap menyenangkan dan tidak menimbulkan masalah di kemudian hari, ada beberapa hal yang menurut saya perlu diperhatikan.
1. Menentukan Lokasi dan Tanggal Liburan
Menentukan waktu liburan bersama teman mungkin terdengar sederhana, tetapi bagi ibu bekerja ternyata tidak selalu mudah. Ada jadwal pekerjaan yang harus disesuaikan, ada anak-anak yang perlu diperhatikan, dan tentu saja ada urusan keluarga yang tidak bisa begitu saja ditinggalkan.
Karena itu, sebaiknya tanggal dan lokasi dibicarakan jauh-jauh hari. Dengan begitu masing-masing bisa menyesuaikan jadwal pekerjaan dan urusan di rumah. Tidak perlu memaksakan perjalanan yang terlalu jauh jika waktunya terbatas. Liburan singkat pun tetap bisa menyenangkan selama semua peserta merasa nyaman.
2. Menyiapkan Dana Liburan
Hal lain yang tidak kalah penting adalah masalah biaya. Sebelum berangkat, sebaiknya sudah ada kesepakatan mengenai perkiraan biaya perjalanan. Mulai dari transportasi, penginapan, makanan, tiket masuk tempat wisata, hingga biaya lain yang mungkin muncul selama perjalanan.
Kemampuan finansial setiap orang tentu berbeda. Karena itu, menurut saya tidak ada salahnya membicarakan anggaran sejak awal agar tidak ada teman yang merasa terbebani. Liburan bersama teman seharusnya membuat pikiran lebih ringan, bukan malah menambah beban setelah pulang.
Selain itu menyiapkan dana liburan ini juga penting sekali agar liburan tidak menganggu keuangan keluarga. Kalau kata teman saya yang seorang Lifestyle Blogger Madura, ibu itu harus melek finansial agar keluarga jadi tangguh,
3. Melakukan Pembagian Tugas
Jika bepergian bersama beberapa orang, sebaiknya dilakukan pembagian tugas. Misalnya ada yang bertugas mengatur keuangan, menyusun itinerary, mencari penginapan, mengatur transportasi, atau mencari tempat makan. Dengan adanya pembagian tugas ini tentunya perjalanan bisa lebih terkoordinir dan jika ada hal yang di luar rencana juga bisa didiskusikan bersama.
Bukan berarti seluruh urusan perjalanan harus dibebankan kepada orang tertentu. Justru dengan membagi tugas, masing-masing bisa ikut berkontribusi sehingga tidak ada satu orang yang merasa harus mengurus semuanya.
4. Menyamakan Ekspektasi
Ini mungkin terlihat sepele, tetapi menurut saya cukup penting. Ada orang yang senang membuat banyak agenda ketika bepergian. Ada pula yang lebih suka menikmati perjalanan dengan santai. Sebelum berangkat, sebaiknya dibicarakan ingin seperti apa liburan tersebut.
Apakah ingin mengunjungi banyak tempat? Apakah lebih banyak waktu di hotel? Apakah ingin berburu kuliner? Atau sekadar menikmati waktu bersama teman? Semakin jelas ekspektasinya, semakin kecil kemungkinan terjadi kesalahpahaman selama perjalanan.
5. Tidak Harus Selalu Melakukan Semuanya Bersama
Berlibur bersama teman bukan berarti setiap kegiatan harus dilakukan bersama-sama. Kalau ada teman yang ingin beristirahat sementara yang lain ingin jalan-jalan, tidak ada salahnya melakukan aktivitas secara terpisah untuk sementara waktu. Justru dengan memberikan ruang seperti ini, masing-masing bisa menikmati perjalanan sesuai kebutuhannya.
6. Menghargai Kebiasaan dan Kondisi Teman
Setiap orang memiliki kebiasaan yang berbeda. Ada yang mudah bangun pagi, ada yang lebih suka tidur lebih lama. Ada yang kuat berjalan jauh, ada pula yang cepat lelah. Begitu juga dengan pilihan makanan, kemampuan finansial, maupun kebutuhan untuk tetap berkomunikasi dengan keluarga. Menurut saya, saling menghargai hal-hal kecil seperti ini penting agar perjalanan bersama tetap menyenangkan.
7. Tetap Memberi Kabar kepada Keluarga
Meskipun sedang menikmati waktu bersama teman, bukan berarti kita harus benar-benar lepas dari keluarga. Bagi saya, memberi kabar kepada suami atau anak justru membuat perjalanan terasa lebih tenang. Tidak perlu terus-menerus berkomunikasi, tetapi sekadar memastikan keluarga tahu kondisi kita sudah cukup. Dengan begitu, kita juga bisa menikmati liburan tanpa terus dihantui rasa khawatir.
Menikmati Waktu Bersama Teman Bukan Berarti Meninggalkan Keluarga
Setelah menjadi ibu, mungkin kita terbiasa menghabiskan sebagian besar waktu untuk keluarga. Ditambah dengan pekerjaan, urusan rumah, dan berbagai tanggung jawab lainnya, waktu untuk diri sendiri sering kali menjadi sesuatu yang berada di urutan paling belakang.
Karena itulah, melakukan liburan bersama teman bisa menjadi pilihan bagi ibu untuk bisa beristirahat sejenak dari berbagai tugas dan pekerjaan rumah tangga. Bukan berarti kita ingin meninggalkan keluarga. Bukan pula berarti kita tidak memikirkan anak-anak. Namun terkadang kita hanya membutuhkan waktu untuk menjadi diri sendiri.
Menjadi seorang ibu memang merupakan bagian penting dari kehidupan kita. Begitu juga dengan menjadi seorang pekerja, istri, maupun anggota keluarga. Namun jangan lupa sebelum semua peran tersebut kita juga merupakan seorang perempuan yang memiliki teman, kesukaan, keinginan, dan kebutuhan untuk menikmati hidup. Liburan bersama teman bisa menjadi salah satu cara untuk mengingat kembali bagian diri tersebut.
Penutup
Bagi sebagian orang, berlibur bersama teman mungkin adalah hal yang biasa. Namun bagi seorang ibu yang disibukkan dengan berbagai urusan rumah tangga dan pekerjaan, perjalanan bersama teman merupakan sesuatu yang mungkin harus diusahakan di sela-sela kesibukan.
Perjalanan saya bersama dua orang teman ke Malang dan Yogyakarta memang berlangsung singkat. Namun, pengalaman tersebut cukup berarti bagi saya. Dari perjalanan itu saya menyadari bahwa ternyata tidak apa-apa meninggalkan anak dan keluarga sejenak untuk menikmati waktu bersama teman dan menemukan kembali diri sendiri di tengah berbagai peran yang saya jalani.
Tentu saja, pergi tanpa anak bukan berarti kita bisa begitu saja meninggalkan tanggung jawab sebagai ibu. Sebelum berangkat, ada hal-hal yang perlu dipersiapkan agar anak-anak tetap merasa nyaman dan kebutuhan mereka tetap terpenuhi selama kita pergi. Dengan begitu, kita bisa menikmati perjalanan dengan lebih tenang.
Pada akhirnya, liburan bersama teman bukan tentang seberapa jauh tempat yang kita datangi atau berapa lama kita pergi. Kadang, beberapa hari untuk tertawa, bercerita, dan menikmati waktu bersama teman sudah cukup untuk membuat kita pulang dengan perasaan yang lebih ringan.
Dan mungkin, sesekali memberi waktu kepada diri sendiri bukanlah bentuk keegoisan. Kita hanya sedang mengingat bahwa di balik peran sebagai ibu dan pekerja, ada seorang perempuan yang juga membutuhkan waktu untuk menikmati hidup.
.jpg)


0 Komentar