Jika bicara soal penulis novel lokal, nama Dee Lestari bagi saya merupakan jaminan dari sebuah cerita yang menarik dan seru untuk dinikmati. Mulai dari seri Supernova yang fenomenal, kisah remaja dalam Perahu Kertas hingga petualangan penuh misteri dalam Aroma Karsa, Dee selalu berhasil membawa pembacanya masuk ke dunia yang ia ciptakan.
Saya sendiri terakhir membaca novel Dee Lestari sekitar empat tahun lalu yakni, Rapijali 3. Meski sudah menuliskan review buku untuk Rapijali 1 dan Rapijali 2, entah kenapa kehilangan semangat untuk menuliskan kisah penutup dari band Rapijali ini. Mungkin karena kesibukan, atau mungkin juga karena tebalnya novel yang membuat saya merasa perlu waktu lebih untuk merangkum keseluruhan ceritanya.
Rapijali 3 sendiri mengambil setting delapan tahun sejak kemenangan band Rapijali di ajang pencarian bakat. Ping sudah menjadi seorang penyanyi wanita papan atas Indonesia sementara anggota Rapijali lainnya juga hidup dengan karir mereka masing-masing.
Untuk review lengkap dari novel Rapijali 3 teman-teman bisa membaca tulisan ini sampai selesai yaa!
Review Novel Rapijali 3: Kembali
Judul buku : Rapijali 3 : Kembali
Penulis : Dee Lestari
Penyunting : Dhewiberta Hardjono dan Jia Effendie
Perancang sampul : Fahmi Ilmansyah
Pemeriksa aksara : Nurani, Dwi Kurniawati
Penata aksara : Labusiam
Foto penulis : Reza Gunawan
Penerbit : Penerbit Bentang
Tahun terbit: 2021
Jumlah halaman : 756 halaman
Delapan tahun berlalu sejak band Rapijali memenangkan kompetisi band di salah satu stasiun televisi. Berkat bimbingan Pedro, salah satu juri kompetisi tersebut, Ping berhasil meniti karier hingga menjadi penyanyi terkenal.
Sementara itu, itu anggota Rapijali lainnya juga menjalani kehidupan mereka masing-masing. Rakai dan Inggil bekerja di sebuah perusahaan Manajemen Investasi, Buto menjadi pengacara mengikuti jejak orang tuanya, Jemima berada di Boston dan Lodeh menjadi influencer.
Keluarga Sasmita pun mengalami banyak perubahan. Guntur Putra Sasmita bercerai dan menikah Dahlia dengan sementara Ardi selepas SMA pindah ke Australia dan ibunya juga sudah menikah lagi dengan teman lamanya. Kehidupan para tokoh yang dulu saling terhubung kini berjalan di jalur yang berbeda-beda.
Setelah kemenangan Rapijali, Ping sempat menjalin hubungan dengan Rakai. Sayangnya hubungan tersebut tak berjalan lancar karena Ping kemudian malah menjalin hubungan dengan Pedro yang membuat Rakai merasa tersakiti. Hal inilah kemudian yang membuat keduanya tak lagi berhubungan dan menjalani kehidupan masing-masing.
Sayangnya, di tengah puncak kariernya, Ping justru mulai mengalami serangan panik yang mengganggu pekerjaannya sebagai penyanyi. Atas saran Pedro, ia mencoba berkonsultasi dengan seorang psikolog. Namun karena merasa belum menemukan jawaban yang dicarinya, Ping memutuskan
berlibur ke Lombok bersama stylist sekaligus sahabatnya Ken Ikeda untuk mencari ketenangan sekaligus menjauh sejenak dari hiruk-pikuk dunia hiburan.
Di sisi lain, Rakai yang kini sukses menjadi seorang investor mendapat undangan reuni dari kepala sekolah SMA Pradipa Bangsa. Acara tersebut juga mengusulkan reuni sekaligus penampilan kembali band Rapijali dalam perayaan ulang tahun sekolah.
Jelas saja ini adalah hal yang hampir mustahil dilakukan mengingat bagaimana sekarang setiap anggota Rapijali sudah memiliki kehidupan masing-masing. Namun alasan utama dari keengganan Rakai adalah ia tak ingin bertemu lagi dengan Ping. Meski demikian, Rakai akhirnya tetap datang ke reuni sekolah setelah dipaksa oleh Buto sang sahabat.
Dalam reuni tersebut, Rakai kembali bertemu dengan Jemima yang pulang dari Boston. Pertemuan ini pelan tapi pasti membuat percikan suka yang dulu hadir di antara mereka. Dalam pertemuan-pertemuan mereka berikutnya, Jemima menceritakan kondisi perusahaan ayahnya dan keinginannya untuk bisa membantu ekspansi perusahaan keluarga tersebut. Rakai yang selama ini berkutat di dunia investasi kemudian menawarkan diri untuk menjadi konsultan untuk perusahaan ayah Jemima.
Sementara itu, di Lombok, Ping secara tidak sengaja bertemu kembali dengan Odin, sahabat masa kecilnya yang kini dikenal sebagai peselancar profesional. Alih-alih menikmati jadwal liburan yang telah disusun Ken, Ping lagi-lagi secara impulsif memutuskan untuk menemui pria yang sudah delapan tahun tak ditemuinya itu. Rasa nostalgia masa kecil mereka membuat Ping berniat membangun kembali hubungan yang renggang setelah kepindahan Ping ke Jakarta.
Bagaimana akhir kisah cinta Ping, Rakai, Odin, dan Jemima? Apakah Rapijali akan benar-benar kembali tampil bersama? Semua jawabannya bisa ditemukan dalam novel setebal lebih dari 700 halaman ini.
Kesan Setelah Membaca Novel Rapijali 3
Sebagai penutup trilogi, Rapijali 3 terasa seperti sebuah reuni besar yang mempertemukan kembali seluruh tokoh penting dalam semesta Rapijali.
Jika pada novel pertama dan ke dua fokus cerita lebih banyak tertuju pada perjalanan Ping setelah meninggalkan Cijulang dan kehilangan kakeknya, Yuda Alexander, maka di buku ketiga ini Dee Lestari memberi ruang yang cukup besar bagi perkembangan karakter-karakter lain.
Selain kisah Ping yang harus berjuang melawan psikosomatisnya, pembaca juga disuguhi cerita Rakai dan Jemima yang diam-diam masih menyimpan rasa, Lodeh dan kecanduan yang dialaminya, Ardi yang mulai bisa berdamai dengan kesalahan ayahnya, hingga akhirnya bagaimana akhirnya Ping bisa melakukan rekonsiliasi dengan ayah dan saudara laki-lakinya.
Banyaknya subplot yang dihadirkan membuat Rapijali 3 terasa lebih ramai dibanding dua buku sebelumnya. Dengan tebal buku 700 halaman, kadang saya perlu jeda untuk bisa menyelesaikan setiap bab yang disajikan. Bukan karena ceritanya membosankan, melainkan karena begitu banyak perkembangan karakter dan konflik yang harus dicerna.
Meski demikian, Dee Lestari tetap berhasil menjaga keterikatan pembaca melalui gaya bertuturnya yang hangat dan mengalir. Konflik yang dihadirkan dalam novel ini juga tidak terlalu meledak-ledak. Sebagian besar konflik utama sebenarnya sudah dibangun sejak buku kedua, sehingga Rapijali 3 lebih banyak berfokus pada proses penyembuhan, pendewasaan, dan penyelesaian berbagai persoalan yang selama ini membayangi para tokohnya.
Membaca novel Rapijali 3 bagi saya seperti menyaksikan bagaimana anak-anak remaja yang saya asuh tumbuh menjadi sosok dewasa dengan masalah dan pergulatan hidupnya masing-masing. Dalam novel tidak hanya berbicara tentang cinta, tetapi juga tentang proses berdamai dengan masa lalu, memaafkan diri sendiri, memperbaiki hubungan keluarga, dan menemukan makna rumah dalam arti yang sesungguhnya.
Demikian review buku Rapijali 3 yang merupakan penutup dari seri Rapijali. Baca juga tulisan saya saat akhirnya bisa bertemu langsung dengan
penulis buku Rapijali yakni Dee Lestari di blog ini yaa. Selain itu teman-teman juga bisa membaca
book review lain di blog Mbak Henny Puspita Sari.
Baca Juga
22 Komentar
Emang kalau Dee Lestari bercerita lewat novel-novelnya kita akan tahu terpikat dengan kisah yang dituturkan dalam tulisannya dan kisah Band Rapi Jali yang ternyata belum selesai masih bisa menarik perhatian para pembaca dengan aneka macam intrik dan juga aneka macam plot yang ada di dalamnya membuat para pembaca buku-buku sebelumnya mendapatkan kelanjutan kisah dari cerita yang mereka baca dulu
BalasHapusDee Lestari keren ngga ada obat!
BalasHapustak heran novel2nya always laris manis tanjung kimpul.. banyak yg diadaptasi ke layar lebar juga kan.
Bakal sukaaa bangett akutu ama Rapijali...apalagi yg ini
berfokus pada proses penyembuhan, pendewasaan, dan penyelesaian berbagai persoalan yang selama ini membayangi para tokohnya.
Kalau ada reuni dipastikan ada kenangan lama yang muncul ke permukaan ya. Hehe... Seperti percikan cinta antara Rakai dan Jemima
BalasHapusPenasaran ih jadi pengen tahu sendiri bagaimana ini kisah lengkapnya
Karya Dee emang selalu bisa membuat kita merasa puas dan nambah wawasan
Aku malah baru baca rapijali 3 ini beberapa bulan lalu mbaaa hehe...soalnya tebelnya ini loooo gak maen2 hehe...dan aku juga suka closing di rapijali 3 ini karena setiap tokohnya mendapatkan porsi yang adil, masing2 dengen permasalahan ataupun keadaannya sekarang, bisa kembali menemukan jatidiri dan mimpinya selama ini,,,dan akhirnya bisa menutup buku dengan sebuah senyuman ;)
BalasHapusAku belum pernah baca bukunya Dee Lestari, malah nonton filmnya dulu yang film filosofi kopi itu. Tapi belum baca bukunya. Entah sepertinya nunggu mood dan kesiapan, juga menunggu TBR menipis. Hihihi...
BalasHapusSecara kalau baca reviewnya temen² booklover, buku² Dee ini recomended sekali. Banyak filsafat hidupnya termasuk hal² yang berhubungan kesehatan mental juga. 🥹🥹
menarik sepertinya review dari buku rapijali 3 ini, jadi flashback pada roadmap kehiduoan sehari-hari
BalasHapusdari dulu pengen banget baca Supernova, tapi sampe sekarang belum kesampean, dari resensi resensinya buku dewi lestari ini isinya bikin penasaran, dan tebal2
BalasHapussemoga suatu saat bisa juga baca novel ini
wah ternyata rapijali 3 ini tebal banget ya mbak, 700 halaman lebih tapi isinya bukan cuma soal kelanjutan band rapijali aja. dari reviewnya kebayang banget kalau setiap tokohnya dapat ruang buat tumbuh, berdamai sama masa lalu, keluarga, cinta, juga luka-luka yang selama ini dibawa. aku suka nih kalau cerita penutup trilogi nggak cuma mengejar konflik besar, tapi juga memberi rasa pulang dan selesai buat pembacanya. jadi penasaran pengin baca dari buku pertama dulu hehe
BalasHapusWah banyak bener nih tokoh cerita dlm novel Rapijali 3 ini. Mbak Dee emg konsisten bikin cerita yg unik. Walau ceritanya ini agak klise dgn kebanyakan novel lain, tp mbak Dee berhasil menata kepingan cerita kehidupan yng msh masuk akal.
BalasHapusKyk kisah percintaan masa remaja yg indah. Penasaran dgn endingnya nih. Ping berhasil berlabuh di mana tuh! Masa CLBK?
Setuju banget kalau karya Dee Lestari itu selalu punya magnet tersendiri yang bikin pembaca larut ke dalam ceritanya.
BalasHapusMelihat perkembangan karakter Ping dkk yang makin dewasa di buku ketiga ini emang kerasa hangat banget, ya. Salut juga bisa konsisten menyelesaikan buku setebal 700 halaman lebih ini di tengah kesibukan. Proses berdamai dengan masa lalu di novel ini emang kena banget ke hati.
aku tuh ya mba, sempet agak trauma baca dee lestari hahahahahaha... yg supernova itu, ntah kenapa ga mudeng isinya... baru setengah buku, terpaksa aku stop... sejak itu aku ga sentuh buku2 dee lagi... kecuali madre, itu juga yg aku suka cuma cerpen madre. buku2 lainnya aku belum berani utk baca,krn kuatir ga mudeng kayak supernova... tp kalau baca rapijali ini kayak menarik.... alurnya ga rumit yaaa kayak supernova?
BalasHapuscoba deh yaaa, mau belajar utk baca buku dia lagi hahahahahhaa... semoga ntr mudeng... apalagi 700an halaman, ini ceritanya pasti detaiiiil. krn aku sukanya justru buku2 yg tebal mba
Mbak aku pas baca supernova juga nggak mudeng sampai bingung kok bisa banyak yang suka? hehe. Tapi kemudiana aku baca perahu kertas dan ini lebih gampang dicerna dan selanjutnya aku malah baca buku-buku dee yang lain
HapusSaya itu pertama kali membaca cerita Dewi Lestari di sebuah Cerpen yang dimuat di Majalah Remaja MODE. JUdulnya Rico de Coro. Nah, saya suprise di akhir cerita ada keterangan kalau cerpen itu ditulis Dewi Lestari salah satu personel RSD yang lagi hits. Dan sampai sekarang cara bertuturnya keren. napasnya sangat panjang menulis novel lanjutan. termasuk novel Rapijali ini yang novel ke 3-nya saja sekitar 700 halaman. bisa buat cadangan bantal di rumah hahaha.
BalasHapusDaku pikir ini bukan novel trilogi alias satuan gitu, eh ternyata berseries ya?
BalasHapusKayaknya bisa dibaca dari yang pertama dulu kali ya, biar punya gambaran yang lebih dalam dan nyambung juga baca ceritnya
Dee ini salah satu penulis favoritku juga mbak, saya juga sudah membaca hampir semua bukunya. Baik yang novel maupun yang kumcer. Tinggal Rapijali 2 dan 3 yang belum saya baca. Padahal bukunya sudah ada di rumah hahahha...
BalasHapusJadi mohon maaf saya skip reviewnya biar tidak terpapar spoiler 😆
Nggak seru rasanya kalau baca tapi sudah sedikit tahu ceritanya 🤭
Saya mulai suka denhgan karya Dee Lestari sejak tahun lalu, dan baru punya tiga bukunya Perahu Kertas, Filosofi Kopi dan Supernova, setelah membaca review Kak Antung malah jadi pingin mengoleksi semuanya he..he..
BalasHapusWah jadi kalau baca Rapijali sebaiknya baca dari buku pertamanya ya, biar nyambung aja sih ya :D
BalasHapusMenarik juga tu salah satu karakternya yang relate sama fenomena orang2 yang di puncak karir justru kadang merasa ada yang nggak beres dalam hidupnya. Kek ada ketakutan kalau jatuhnya gedebukan kali ya, dibandingkan saat kariernya biasa2 aja hehe.
Trus ternyata nggak semuanya berkarier di bidang yang sama yaa. Ada yang benar2 lepas dari urusan ngeband.
Kyknya menarik kalau bisa baca pengembangan diri dari karakter2 yang ada di novel yaa :D
Membaca sinopsis cerita Rapijali 3 jadi penasaran niih..apakah Band Rapijali akan jadi manggung bersama? Waah harus membaca bukunya yaa kalau mau ceritanya lengkap...
BalasHapusSaya belum membaca Rapijali 3 ini mbak, menarik setelah membaca review mbak, jadi semakin ingin membacanya, saya salah satu penggemar karya Dewi Lestari, baru selesai baca beberapa bukunya aja
BalasHapusDitutup dengan indah di Rapijali 3 dan seperti biasaaa... Dee selalu menawarkan kisah yang "beda" dari kebanyakan novel yang sedang hype pada masanya..
BalasHapusAku inget banget pas launching ini, konsepnya mengundang banyak calon penulis untuk bisa baca bareng Rapijali versi raw dan rame-rame kasih komentar atau boleh memberikan ide.. sehingga Dee sekaligus memberi lecture singkat tentang kepenulisan novel dengan plot dan karakter yang konsisten.
Sungguh unik strategi marketingnyaa..
Aku lihat wujudnya sudah takut gak bisa ngabisin sampe halaman terakhir
BalasHapusTapi sekarang aku butuh bacaan
Sepertinya memang akan punya dalam waktu dekat
Maafkan mbak antung, aku skip dulu bacanya soalnya masih baca Rapi Jali 1 ahahahaa.... So far kangen karya Dee yang novel begini sih daripada kumcer, dan akhirnya... Dee comeback with brilliant serial novel.
BalasHapus