Berwisata ke Pantai Jo Cemara Tanah Bumbu, Destinasi Wisata Keluarga dengan Camping dan Kolam Renang


pantai jo cemara tanah bumbu


"Bah, kita liburan semester ini ke Pantai Jo Cemara aja yuk?" kata saya pada suami jelang kenaikan kelas beberapa waktu lalu.

"Di mana tuh?" tanya suami

"Di daerah Tanah Bumbu, dekat Angsana. Katanya di situ ada kolam renangnya. Pasti anak-anak suka," rayu saya lagi.

"Ya sudah, kamu siapkan saja semuanya. Aku tinggal nyetir, " kata suami kemudian yang membuat saya tersenyum lebar. Maklum lah ya, selama hampir setahun terakhir kami sekeluarga belum ada berlibur lagi. Dan momen libur kenaikan kelas adalah saat yang tepat untuk merealisasikan rencana liburan keluarga.

Pantai Jo Cemara sendiri adalah destinasi wisata yang berada di Desa Pulau Salak, Kecamatan Kusan Hilir, Kabupaten Tanah Bumbu. Dari Banjarmasin, jarak menuju pantai ini sekitar 230 kilometer dengan waktu tempuh kurang lebih lima jam melalui jalur darat.

Keinginan saya mengunjungi Pantai Jo Cemara bermula dari rekomendasi seorang rekan kerja yang pernah bermalam di sana setelah mengikuti pekan olahraga di Batulicin. Dari ceritanya, pantai ini cocok dijadikan tujuan wisata keluarga karena memiliki area camping, kolam renang, dan suasana yang bersih. Mendengar cerita itu, saya pun semakin yakin mengajak suami dan anak-anak menghabiskan liburan di sana.

Perjalanan Menuju Pantai Jo Cemara

Satu hari setelah pembagian rapor sekolah, saya dan suami pun langsung merealisasikan rencana mengunjungi Pantai Jo Cemara. Kami berangkat dari rumah sekitar pukul sepuluh menuju ke rumah ibu saya yang akan ikut serta menuju Pantai Jo Cemara. Selain ibu, ikut juga istri dari adik sepupu saya beserta kedua anaknya. Setelah semua persiapan perbekalan selesai, kami pun berangkat menuju Pantai Jo Cemara sekitar pukul sebelas siang.

Satu hal yang sempat menjadi kekhawatiran saya dalam melakukan perjalanan ini adalah kondisi mobil tua kami. Mobil keluaran tahun 2000 itu belum pernah dibawa dengan jarak di atas 100 km. Jadi bisa dibilang ini adalah pertama kalinya mobil kami melakukan perjalanan yang lumayan jauh.

Saya masih ingat dulu saat kami melakukan perjalanan ke kota tetangga dan mobilnya malah hampir mogok. Karena itulah berulang kali saya meminta suami untuk mengecek kondisi mobil sebelum perjalanan diakukan. Dan kali ini, suami meyakinkan kalau mobil cukup kuat untuk bisa menempuh perjalanan ke Pantai Jo Cemara. "Kan mobilnya kemarin sudah diservis," kata suami pada saya.

Dalam perjalanan menuju Pantai Jo Cemara ini sendiri, rute yang kami pilih adalah rute kabupaten Tanah Laut yang memang sering digunakan para pengemudi jika ingin menuju Kabupaten Tanah Bumbu. Saat ini sebenarnya ada rute alternatif menuju Kabupaten Tanah Bumbu yang bisa memangkas waktu perjalanan menjadi hanya 3-4 jam saja. Sayangnya rute ini agak ekstrim dan tidak cocok untuk mobil tua seperti yang kami gunakan.

Istirahat di Masjid Jami As Su'ada




Sekitar dua jam setelah meninggalkan Banjarmasin, kami memutuskan berhenti sejenak untuk beristirahat. Perut mulai lapar, waktu salat Zuhur pun telah tiba. Di kawasan Tampang, Kecamatan Pelaihari, kami menemukan Masjid Jami As Su'ada yang menjadi tempat persinggahan siang itu.

Masjid ini ternyata cukup ramah bagi para musafir. Selain area parkir yang luas, tersedia pula pelataran khusus yang bisa dimanfaatkan pengunjung untuk beristirahat atau menikmati bekal sebelum kembali melanjutkan perjalanan. Di pelataran ini sudah tersedia air galon, teh dan toples gula bagi para musafir. Bahkan di dekat masjid juga terdapat sebuah tandon air yang bisa digunakan untuk mencuci piring dan gelas bekas makan kita.



Setelah mengisi perut, Yafiq mengeluarkan papan catur yang sudah dibawanya dari rumah. Sejak awal perjalanan dia semangat sekali mengajak saya untuk bermain catur bersama. Karena saya sendiri sedang sibuk, akhirnya Yafiq mengisi waktu istirahat dengan bermain catur bersama ayahnya.

Sementara Yafiq sibuk bermain, saya pun berjalan menuju ke area kamar mandi Masjid Jami As Su'ada ini. Lokasi kamar mandi dan toilet wanita di masjid ini ada di bagian belakang. Toiletnya bersih dan cukup nyaman digunakan. Setelah berwudu saya dan ibu langsung berjalan menuju area masjid untuk menunaikan salat.


Setelah urusan makan dan ibadah selesai, perjalanan pun dilanjutkan menuju ke Pantai Jo Cemara. Sewaktu berangkat, jam di pergelangan tangan saya sudah menunjukkan waktu pukul tiga sore. "Kayaknya nggak keburu nih menikmati sunset di pantai," begitu kata saya dalam hati.

Menikmati Senja di Perjalanan


sunset di perjalanan ke tanah bumbu

Meski ini adalah pertama kalinya kami sekeluarga melakukan perjalanan jauh dengan mobil, alhamdulillah tidak ada kendala berarti yang kami hadapi hari itu. Mobil melaju dengan nyaman dan para penumpang juga bisa menikmati perjalanan. Yafiq yang beberapa waktu terakhir penasaran dengan pohon sawit akhirnya bisa puas melihat barisan pohon sawit di sepanjang jalan menuju Tanah Bumbu.

"Ma, ini boleh minta satu nggak buah sawitnya biar bisa jadi oleh-oleh,"celetuknya saat melihat mobil pengangkut sawit yang lewat atau berselisihan dengan mobil kami.

Bicara soal sawit, Kabupaten Tanah Laut memang dikenal sebagai salah satu penghasil kelapa sawit di Kalimantan Selatan. Jadi sepanjang perjalanan menuju Pantai Jo Cemara, kami sering berpapasan dengan mobil-mobil yang mengangkut biji sawit dan juga bibit sawit. Bahkan saya sempat berkelakar kalau di daerah ini bahkan di depan rumah juga ditanami sawit.

Memasuki perbatasan menuju Tanah Bumbu, pemandangan pun berubah. Jalanan yang dihiasi dengan pohon sawit mulai berganti menjadi rute-rute menuju area tambang dan juga danau yang terbentuk sebagai bekas pengerukan batubara.

Anak-anak yang selama ini belum pernah melihat rute tambang pastinya terpana dengan pemandangan ini. "Apa itu, Ma?" tanya Yafiq ketika melihat bongkahan gunung yang sudah dikeruk. Saya sendiri meski tinggal di Kalimantan Selatan, rasanya baru kali ini benar-benar melihat langsung rute jalan batubara di area Tanah Bumbu.

Semakin sore, perjalanan kami semakin dimeriahkan dengan para karyawan perusahaan tambang yang telah menyelesaikan pekerjaan mereka. Masih dengan seragam kerja, mereka menunggu mobil yang akan mengantar pulang ke mess atau asrama mereka. Baik mobil jemputan maupun mobil kami pun melaju di jalan raya sambil ditemani cahaya matahari yang mulai terbenam.

Tiba di Pantai Jo Cemara


malam di pantai jo cemara

Tepat seperti dugaan, kami tiba di Pantai Jo Cemara setelah hari sudah gelap. Untungnya Pantai Jo Cemara ini lokasinya tepat berada di tepi jalan utama jadi meski kami tiba malam hari, tak ada kesulitan dalam menemukan lokasi pantai karena dari pinggir jalan sudah ada papan namanya. Suami pun langsung membelokkan mobil menuju pintu masuk Pantai Jo Cemara.

Begitu memasuki area wisata, kami langsung menuju loket untuk membeli tiket masuk. Saat itu harga tiket Pantai Jo Cemara sebesar Rp15.000 per orang dewasa. Sayangnya saya sudah lupa apakah ada biaya tambahan untuk parkir kendaraan.

Setelah melewati pintu masuk, suasana pantai langsung terasa hidup. Beberapa tenda sudah berdiri di tepi pantai, sementara dari arah Dejo Cafe terdengar alunan musik yang menemani para pengunjung menikmati malam minggu. Melihat suasana tersebut, saya semakin tidak sabar ingin segera mendirikan tenda dan beristirahat.

Sebelum berangkat menuju pantai saya sudah menghubungi pengelola pantai untuk menyewa tiga buah tenda. Sayangnya begitu saya tanyakan perihal tenda ini ternyata tendanya masih dalam perjalanan menuju pantai. Sambil menunggu tenda tiba, saya pun menemani Yafiq yang tak sabar ingin berenang di kolam renang. Tarif berenang di kolam renang Pantai Jo Cemara ini adalah Rp15.000 di malam hari dan Rp25.000 untuk pagi dan siang hari.

Tak lama kemudian, tenda pun akhirnya tiba. Kami pun segera mencari lokasi yang paling pas untuk memasang tenda yang sudah disewa seharga Rp100.000/tenda tersebut. Berhubung kami membawa beberapa peralatan masak, maka pilihannya adalah dekat dengan gazebo yang berada di depan pantai. Dengan bantuan seorang pemuda, tenda pun dipasang sementara saya dan istri sepupu mengangkut barang-barang yang ada di mobil untuk diletakkan di gazebo.

Setelah puas berenang, Yafiq pun bergabung dengan kakaknya untuk bermain pasir di pantai. Semakin malam, suasana di pantai semakin ramai. Anak-anak muda datang silih berganti untuk menghabiskan malam minggu mereka di cafe Dejo yang menyediakan menu barbeque.

Ada juga rombongan keluarga lain yang juga memilih menyewa tenda seperti kami di depan pantai. Musik tak berhenti mengalun hingga tengah malam baik dari cafe maupun pengunjung pantai yang berkaraoke ria. Saya jadi kepikiran, ini anak-anak muda apa nggak takut pulang kemalaman? Saya sendiri akhirnya memilih untuk tidur ditemani suara-suara dari luar tenda.

Pagi Hari di Pantai Jo Cemara



pagi di pantai jo cemara tanah bumbu


Pagi hari saya dimulai dengan suara ribut anak-anak dari luar tenda. Rupanya sejak sebelum subuh kedua anak saya itu sudah bangun dan memaksa ayah mereka untuk menemani bercebur ke pantai. Saya pun akhirnya bangun dan berjalan menuju musala di bagian belakang pendopo untuk menunaikan salat subuh.


bermain pasir di pantai jo cemara tanah bumbu


Setelah menunaikan salat subuh, saya pun langsung kembali menuju bibir pantai tempat tenda kami berdiri. Dari depan tenda saya lihat anak-anak kini sudah berendam di pantai bersama ayahnya. Sesekali anak-anak kembali ke daratan untuk mengumpulkan kerang dan bermain pasir di pantai.

Suasana pagi hari di Pantai Jo Cemara bisa dibilang cukup cerah. Pantai Jo Cemara di pagi hari menawarkan pemandangan pantai yang luas dengan deretan pohon cemara di sepanjang bibir pantai dengan pasir putih kecoklatannya.

pasang tenda di pantai jo cemara tanah bumbu


cafe dejo pantai jo cemara tanah bumbu


Alih-alih bercebur ke pantai atau berenang, saya memutuskan untuk berjalan-jalan saja di sekitar pantai. Beberapa keluarga tampak menikmati pagi mereka seperti saya. Ada yang sibuk berfoto-foto dan juga lari pagi di pantai.




Di beberapa sudut pantai juga terdapat warung-warung sederhana yang menjual mi instan, kopi, teh, dan berbagai minuman dingin. Bagi pengunjung yang tidak membawa bekal seperti kami, warung-warung ini bisa menjadi tempat untuk mengisi perut sebelum kembali bermain di pantai atau berenang.

Saya juga menyempatkan diri berjalan menuju area camping ground yang ada di sisi kiri pintu masuk. Area camping ground ini terlihat lebih rindang dengan pepohonan dan rumput tipis di atas tanahnya. Saya juga menemukan beberapa bangunan yang sepertinya kamar atau penginapan yang sayangnya tidak digunakan. 

area camping pantai jo cemara tanah bumbu

Kalau dibandingkan dengan pantai yang pernah saya lihat di Pulau Jawa, warna air laut di Pantai Jo Cemara memang tidak tampak biru jernih. Dari pandangan mata saya, air biru jernih hanya bisa ditemukan jika pengunjung berlayar ke tengah laut. Namun, hal itu tidak mengurangi keseruan anak-anak bermain air. Ombaknya relatif tenang sehingga mereka tetap bisa bermain di tepian pantai dengan pengawasan orang tua.


kolam renang pantai jo cemara tanah bumbu

Setelah puas bermain di laut, Yumna dan Yafiq rupanya masih belum kehabisan energi.

"Ma, sekarang berenang di kolam renang, ya," pinta mereka hampir bersamaan.

Saya hanya bisa tertawa. Rupanya bermain di pantai saja belum cukup.

Akhirnya saya pun kembali membeli tiket kolam renang untuk Yumna dan Yafiq, kali ini lengkap dengan ban dan pelampung. Untuk harga sewa ban sendiri adalah Rp25.000 dan baju pelampung Rp10.000.

Sembari menunggu anak-anak yang sibuk berenang, saya menyempatkan diri untuk menyewa gazebo untuk digunakan karena tenda harus sudah dibongkar sebelum pukul delapan pagi karena kami mengambil lokasi di depan gazebo. Untuk biaya sewa gazebo ini adalah Rp50.000 sepuasnya. Keberadaan gazebo ini pastinya cukup membantu karena kami bisa tetap beristirahat dengan nyaman sambil menikmati sarapan di pagi hari.


gazebo di pantai jo cemara tanah bumbu

Satu hal yang paling berkesan bagi saya selama berada di Pantai Jo Cemara, itu adalah kebersihannya. Biasanya setiap kali berkunjung ke pantai di Kalimantan Selatan, saya masih sering menemukan sampah plastik yang tertinggal di sepanjang bibir pantai. Namun, pemandangan seperti itu hampir tidak saya temui di sini. Tempat sampah disediakan di berbagai lokasi sehingga pengunjung bisa membuang sampah pada tempatnya. 

Selain itu, selama berada di pantai, saya beberapa kali melihat petugas kebersihan berkeliling mengumpulkan sampah yang ditinggalkan pengunjung. Menurut saya, upaya seperti ini patut diapresiasi karena membuat kawasan pantai tetap bersih dan nyaman dinikmati. Tentu saja, kebersihan tersebut juga harus didukung oleh kesadaran setiap pengunjung untuk membawa kembali atau membuang sampah pada tempatnya.

Pulang Tanpa Sempat Menikmati Fasilitas Pantai Jo Cemara

cafe pantai jo cemara tanah bumbu

Jika ada satu hal yang cukup membuat saya kurang puas saat berlibur di Pantai Jo Cemara, itu adalah tidak sempatnya kami mencoba beberapa fasilitas yang disediakan di pantai. Karena baru tiba pada malam hari dan tak ingin tiba di Banjarmasin terlalu malam, keesokan paginya, sekitar pukul sepuluh kami sudah mulai mengepak barang dan bersiap meninggalkan kawasan pantai.

Padahal, dari informasi yang saya dapat, di Pantai Jo Cemara ini menawarkan berbagai aktivitas yang cukup menarik. Selain kolam renang di tepi pantai, pengunjung juga bisa mencoba wahana jet ski maupun banana boat yang pasti sangat seru untuk dicoba. Sayangnya, kami harus melewatkan semuanya karena waktu yang terbatas.

Hal yang paling saya sesalkan justru tidak sempat mampir ke DeJo Cafe yang berada di dalam kawasan pantai. Ketika saya mampir untuk membeli minuman, pegawai yang bekerja menginformasikan kalau kafe tersebut baru mulai beroperasi sekitar pukul 10 pagi. Padahal saya dan suami sudah membayangkan menikmati secangkir kopi hangat sambil memandangi suasana pantai sebelum pulang.

Bicara soal fasilitas, selain menyediakan tenda untuk disewa, Pantai Jo Cemara juga menyediakan vila untuk menginap yang berada di area kanan dekat kolam renang. Dari beberapa video yang saya lihat, vila yang disewakan ini memiliki dua kamar dengan tarif 1,8 juta/malam, cocok sekali bagi mereka yang ingin menginap bersama keluarga dengan nyaman.

toilet pantai jo cemara

Fasilitas penunjang lainnya pun tergolong lengkap. Area bilas dilengkapi beberapa shower, sementara toilet dipisahkan antara pria dan wanita dengan jumlah yang cukup memadai. Di dekat kolam renang juga terdapat aula yang dapat digunakan untuk berbagai kegiatan serta sebuah musala yang berada di bagian belakangnya.

Penutup

Pengalaman melakukan perjalanan ke Pantai Jo Cemara di tahun 2026 ini pastinya menjadi salah satu perjalanan liburan yang berkesan bagi saya dan keluarga. Ini adalah pertama kalinya kami melakukan perjalanan darat yang cukup jauh dengan menggunakan mobil pribadi. Pertama kalinya juga berlibur ke Tanah Bumbu dan menginap di salah satu pantainya. 

Kalau suatu hari nanti ada kesempatan kembali, saya ingin berangkat lebih pagi agar bisa tiba sebelum sore. Dengan begitu, kami bisa menikmati suasana pantai lebih lama, mencoba berbagai wahana yang kali ini belum sempat dicoba, hingga menikmati secangkir kopi di DeJo Cafe yang masih menjadi "utang" kecil kami dari perjalanan ini. Siapa tahu, kami juga bisa menyempatkan diri menjelajahi destinasi wisata lain di sekitar Pantai Jo Cemara.

Meski belum sempat menikmati semua fasilitas yang tersedia, perjalanan ini tetap terasa sangat berharga. Melihat anak-anak bermain pasir, berendam di laut sejak subuh, hingga kembali berenang di kolam renang sudah lebih dari cukup untuk membuat perjalanan lima jam dari Banjarmasin terasa sepadan. 

Kalau kamu sedang mencari destinasi wisata keluarga di Kalimantan Selatan yang menawarkan suasana pantai, area camping, dan berbagai fasilitas pendukung, Pantai Jo Cemara layak masuk dalam daftar tujuan liburanmu.

Sampai di sini dulu cerita perjalanan saya. Kalau kamu ingin mencari inspirasi wisata pantai lainnya di Kalimantan Selatan, jangan lupa membaca pengalaman saya saat berkunjung ke Pantai Batakan yang juga sudah saya bagikan di blog ini.


Bagi saya sendiri, akan lebih menyenangkan jika perjalanan menuju Pantai Jo Cemara ini dilakukan lebih pagi dengan demikian kami bisa tiba siang atau sore hari sehingga bisa mencoba berbagai fasilitas yang disediakan di pantai. Atau bisa juga saya bermalam dulu di penginapan dekat pantai sehingga bisa sekalian mengeksplor tempat-tempat menarik di sekitar Pantai Jo Cemara.

Sekian sedikit cerita saya saat berlibur bersama keluarga di Pantai Jo Cemara, baca juga tulisan saya tentang wisata pantai lain di Kalimantan Selatan yakni Pantai Batakan di blog ini yaa! 
Baca Juga

Posting Komentar

43 Komentar

  1. seru juga ya baca ceritanya, vibes liburan keluarganya dapet banget apalagi ada camping di pinggir pantai gitu. pantai jo cemara ini keliatannya emang cocok buat bawa anak-anak ya, ada kolam renang juga jadi nggak cuma main pasir sama ombak aja

    BalasHapus
  2. Rasanya tuh seneng banget kalau bisa ngecamp di pantai begini... 😍

    Entah kenapa aku nggak terlalu suka ngecamp di pantai mbak. Jangankan ngecamp, ke pantai sebenarnya aku ndak terlalu suka, karena panas dan gerah. Juga kalau ada angin, mataku pernah iritasi kena pasir pantai. 🥲

    Cuma kalau misal sekedar short escape dua tiga jam masih bisa lah. Kayak bikin BBQ an di sana. Karena beberapa kali di bulan maret kami bikin BBQ di salah satu pantai di Malang.

    Pantai Jo Cemara ini cukup strategis ya, pinggir jalan aja udah ditemukan. Nggak blusuk² masuk jalan gitu. Termasuk kids friendly juga kawasannya.. 🥰🥰

    BalasHapus
  3. Loh loh pantainya ini kok lengkap banget ya jadi tempat rekreasi keluarga. Jadi nggak cuma lihat ombak dan pantai aja, tapiiii bisa renang-renang cantik di kolam renangnya. Cocok buat yang bawa anak keciil niih main-main ke pantai Jo Cemara.

    Camping di sana juga pasti seru soalnya jadi mudah banyak fasilitas kan. Kalau di pantai selatan campingnya coboy banget karena cuma ada fasilitas dasar aja nggak ada yang fancy, hehe.

    BalasHapus
  4. Rasanya saya sudah ratusan kali kemping, cuma ya karena say anak gunung, sekalipun belum pernah kemping di pantai, seru juga kayaknya.
    tulisan mbak Antung jadi inspirasi saya kapan-kapan buat kemping di pantai bareng keluarga.
    Cuma mungkin yang jadi tantangan kalo kemping di pantai itu sepertinya panasnya yang ga nahan ya, harus pilih pilih pantai yang banyak pohonnya kaya pantai Jo Cemara ini, banyak cemara lautnya

    BalasHapus
    Balasan
    1. Iya, mang. Buset panas banget camping di pantai apalagi milihnya di bibir pantai Kayaknya mending pakai tenda terbuka aja

      Hapus
  5. Wah iya ya mbak, terlalu kesingkatan liburannya di Pantai Jo Cemara. Sampainya malam, besok paginya pulang. Next time mungkin harusnya dua hari satu malam ya, dengan tiba di siang hari, pulang di siang hari lagi.

    So far menarik nih Pantai Jo Cemara. Saya malah penasaran dengan sejarah penamaannya sih, kayaknya unik pisan.

    BalasHapus
  6. Ikut senang di Pantai Jo ini sudah banyak disediakan tempat sampah sehingga tidak bisa berkelit lagi untuk sembarangan buang sampah ya...
    Semoga saja semakin bersih kondisinya semakin banyak pengunjungnya dan meningkatkan perekonomian setempat juga
    Senang banget itu pantainya siang malam tetap ramai
    Jadi mau kapan sampai juga bisa langsung bermain sepuasnya ya

    BalasHapus
  7. Wiihh asyik bener mbak kemping sekeluarga di pantai gitu :D
    Jadi ini pantainya terhitung di luar kota Banjarmasin dan mayan juga perjalanannya ya.
    Oh ya kalau bawa tenda sendiri tanpa sewa tenda bisa nggak ya?
    BTW kalau ramai sampai malam gitu, asal nggak keterlaluan party2nya keknya masih bisa ditoleran, soalnya malah kek ngrasa aman banyak orang di sekeliling sana nggak sih? hehe
    Aku kalau ke sana mungkin juga bakalan nyobain bobo di tenda, ketimbang di vila, karena experience-nya pasti beda hehe :D
    Fasilitasnya lengkap ya, banyak permainan dan aktivitas yang bisa dilakukan di sana juga.
    Mungkin next bisa dijadwalkan balik lagi, minimal banget 2 atau 3 malam keknya mbak biar legaan :D

    BalasHapus
  8. Lengkaaappp kappp kaappp.
    Fasilitasnya bikin pengunjung ngerasa nyamaannn dan happy ya.
    bisa puas nikmatin vitamin sea dan having fun bareng family

    BalasHapus
  9. Fasilitas campingnya yang menarik buatku. Jarang-jarang ada tempat wisata pantai dengan villa yang mau sediakan pilihan tenda untuk bermalam. Kolam renangnya pun terbuka untuk tamu non villa, walau harus bayar lagi. Keren lho pengelolanya ga menciptakan sekat antara tamu villa dan tenda.

    Dari cerita Mbak Antung ini, saya kebayang jauhnya, mana lewatin perkebunan sawit pula. Mungkin lain kali memang harus berangkat lebih pagi mbak, biar gak kemaleman sampenya. Biar bisa nikmatin suasana pantai di kala senja.

    Jujur saya kira di Banjarmasin itu gak ada wisata pantai lho. Kayak Palembang, main ke pantainya ke mana? Ke Lampung dulu baru ketemu pantai hehe. Tapi dari tulisan ini saya jadi tahu, warga Banjarmasin juga punya wisata pantai.

    BalasHapus
  10. Kalau ke pantai memang asiknya dari agak pagian ya Kak, karena bisa menikmati suasana pagi, belum ramai pengunjung dan healignya itu jadi makin terasa.
    Happy deh bareng keluarga untuk bisa datang ke sana

    BalasHapus
  11. Oh seruuuuu bangetttt kemping di depan pantainya ya mbaaa 😍😍😍😍. Duuuuh aku dah lamaaa bgt pengen ngerasain kemping tp blm kesampaian. Apalagi depan pantai begini.

    Lumayan jauh juga jaraknya dari tempat mba. Sayang aja tiba di destinasi dah agak malam. Memang hrs pagiiii kalau jauh begitu , supaya bisa lihat sunset, atau nginepnya beberapa hari mba 😁.

    Ngeliat bentuk pantai, trus gazebo dan kursi2 utk menikmati kuliner, kliatan bagusnya 👍👍. Ntah kapan aku bakal ke Kalimantan. Tp kalau ada rezeki kesana, pengen bgt datangin ❤️

    BalasHapus
  12. Dari jaraknya yang jauh dari Banjarmasin, sampai 10 jam, memang riskan PP ya, Mbak. Jadi solus jitu menginap dengan sewa tenda. bisa bangun pagi, main air tepi pantai juga.
    Dan sesuai namanya, Pantai Jo Cemara, memang banyak pohon cemara. Terus pasirnya putih dan halus. kolam renangnya juga keren bikin anak-anak main happy.

    BalasHapus
  13. Perjuangan lima jam pakai mobil lansiran tahun 2000-an dan akhirnya sampai dengan selamat itu beneran bikin lega. Salut juga sama Masjid Jami As Su'ada yang ramah banget buat musafir, fasilitasnya jempolan.
    Sayang banget ya belum sempat nyicipin kopi di DeJo Cafe atau nyoba wahana airnya karena buru-buru pulang. Tapi melihat anak-anak puas berenang dari subuh plus bonus pantainya yang bersih bebas sampah plastik, rasanya lelah di jalan langsung terbayar lunas.

    BalasHapus
  14. Aku ngebayangin perjalanan ke Pantai Jo Cemara ini melelahkan bgt ya kak. Sampe 5 jam loh dr Banjarmasin. Aku aja yg 3 jam aja udh lelah bgt.

    Tp dr fotonya, aku bs merasakan kebahagiaan keluarga terutama anak2 yg seneng bgt main air. Ga hanya nyebur ke air laut tapi jg kolam renang di pinggiran pantainya.

    Apalagi saat camping bersama dan makan bareng. Kebersamaan spt ini yg tak ternilai harganya.

    Untung si kecil ga mabok darat ya kak. Malah seneng bs ngajarin di sepanjang perjalanan, baik kelapa sawit, batu bara dan apapun selama dlm mobil. Seru nih ngebayangin perjalanannya meski melelahkan.

    BalasHapus
  15. Asik sekali bisa berkemah dan Menikmati keindahan Pantai Jo Cemara ini karena jarang saya menginap dengan cara menginap di tenda dan disewa di tempatnya jadi kita nggak usah repot-repot bawa tenda tapi sudah ada di sana walaupun harus menunggu dulu ya pastinya jadi sebuah pengalaman yang menyenangkan liburan di pantai dan menginap di Timur

    BalasHapus
  16. Bagus pantainya mbak. Bersih dan rapi. Fasilitasnya juga lengkap. Walaupun datangnya kemalaman tetap bisa menikmati suasana dan kegiatan di pantai. Buat fasilitas yang belum sempat dicoba, semoga suatu hari bisa datang lagi ke sana dan mencobanya.

    Btw kolam renang di pinggir pantai nih jarang ada kalau bukan di hotel.

    BalasHapus
  17. Ah senangnya bisa liburan keluarga seperti ini
    Salfok sama pantainya, sangat bersih dan bagus viewnya ya mbak

    BalasHapus
  18. Perjalanan jauh jadi terobati lelahnya karena Pantai Jo Cemara Tanah Bumbu sangaatt nyaman untuk keluarga.
    Kalau melihat perjalanan keluarga ini, rasanya menjadi sebuah momen yang semoga akan selalu diingat anak-anak yaa.. Bahagiaa..
    Barakallahu fiikum liburannya ka Antung.

    BalasHapus
  19. Pantainya cantik dan bersih ya, pasirnya putih dan pemandangan masih asri banget.. biarpun sederhana tapi fasilitas juga lengkap..

    BalasHapus
  20. Aku pernah ke daerah tanah bumbu mbaa tapi blm pernah diajak kesini sama suamiku katanya pantai2nya jelak gak taunya sebagus ini looo ternyata...
    lumayan banget ini mbaa buat liburan mungkin harusnya nginep 2 malam kali ya mbaa biar bisa lebih leluasa menikmati pemandangan sembari menikmati semua fasilitas yang ada disana ato kalo gak berangkatnya pagi buta biar masih bisa ketemu sunset disana yakkk

    BalasHapus
  21. Serunya road trip bersama keluarga. Perjalanan lima jam terasa terbayar saat melihat anak-anak begitu bahagia bermain pasir, berenang di laut, lalu lanjut ke kolam renang, yaaa. Saya senang membaca Pantai Jo Cemara dikelola dengan baik dan kebersihannya sangat diperhatikan. Semoga kalau nanti kembali ke sana, Mbak bisa datang lebih pagi sehingga sempat menikmati sunset, mencoba banana boat, dan tentu saja ngopi di DeJo Cafe yang masih jadi "utang" kecil dari perjalanan kali ini.

    BalasHapus
  22. Seru banget liburannya mba, saya belum kesampaian aja sampai sekarang kemping di pinggir pantai seperti ini. Btw keren deh pantai Jo ini, kebersihannya terjaga dengan baik, jarang-jarang lho.

    BalasHapus
  23. Saya pikir kalau kolam renang dekat pantai, bakalan penuh pasir gitu air dan sekeliling nya. Ternyata di Lantai Jo ini kolam renangnya tetap bersih ya. Airnya jernih, bebas sampah juga. Bikin betah memang main di Pantai Jo

    BalasHapus
  24. Mbak Antung,,,,,jauh juga yaa perjalanan ke pantainya,,,berangkat dari rumah jam sebelas siang dan baru sampai ke pantai sore menjelang malam. Tapi perjalanan jauh terbayar oleh pemandangan pantai Jo Cemara yang indah ini. Pengalaman kemping di pinggir pantai ih asyik banget yaa,,,,memberi memori baik untuk anak-anak tentang liburan. mantap deh agenda liburannya.

    BalasHapus
  25. Seru juga ya, wisata pantai tapi tetap ada kolam renangnya. Jadi bisa milih salah satu atau bahkan keduanya, biar terasa bedanya antara renang di pantai dan di kolam renang. Harusnya staynya lebih dari 1 malam ya mba biar lebih puas menikmati semua fasilitas pantainya.

    BalasHapus
  26. Saya suka pantai dengan angin dan aromanya. Tapi, kurang suka main air di pantai. Kayaknya saya bakal seneng banget deh ke sini karena ada kolam renangnya. Menarik banget tempatnya bahkan bisa camping juga.

    BalasHapus
  27. Baru tahu ada wisata pantai di Banjarmasin. Excited juga ada tenda di Vila dan di tepi pantai sepertinya seru banget ini.

    BalasHapus
  28. seru nih mbak liburannya, menginap di pantai dengan suara deburan ombak, pantas anak-anak hepi ya mbak, bisa puas main air mereka, apalagi pantainya nyaman

    BalasHapus
  29. Sukaaa sekali dengan parenting ka Antung..
    Aku pernah jadi tantrum karena bocil bolak-balik mainan pasir lagii pasiirr lagii padahal uda mandi dan ganti baju. Tapii yaah... kapan lagiii dapet pengalaman begini yaa..
    Cuma kalo pasir pantai, mashaAllah pas nyucinya yaak.. kudu terpisah dan dibilang dulu...

    Tendanya sangat estetik..
    Enaknya tuh semua uda ready, fasilitas dari Pantai Jo Cemara.

    BalasHapus
  30. Kayaknya seru juga ya camping di pantai begini. 😊 Bangun pagi langsung disambut suara ombak, terus anak-anak bisa puas main pasir dan berenang. Tapi sayang juga ya, mbak karena belum sempat nyobain semua fasilitasnya, apalagi ngopi di DeJo Cafe yang sudah masuk wishlist sejak awal. Eh tapi gpp, jadi ada alasan buat balik lagi ke sana kan? 😄

    BalasHapus
  31. Menikmati senja di mobil, seru, view-nya indah banget. Perjalanan menuju
    Pantai Jo Cemara ternyata semengenyangkan dan sepanjang itu ya.

    So far Pantai Jo Cemara ini sangat rekomen apalagi buat kita-kita yang suka tempat wisata bersih. Fasilitasnya juga lengkap, bener sih mesti berangkat lebih pagi supaya sampainya masih agak siang dan bisa menikmati setiap fasilitas yang disediakan. Semoga mbak dan keluarga bisa kesana lagi dalam waktu dekat.

    BalasHapus
  32. Seakan diajak menjelajahi Kalimantan, maklum, belum pernah ke sana. Saya menggarisbawahi keadaan pantai yang bersih. Wah, PR besar pantai-pantai di Pulau Jawa, nih. Semoga pulau-pulau lain bisa mengikuti, ya.

    BalasHapus
  33. Aku fokus ke mesjidnya vintage, cakep. Ini sih liburan paket lengkap. Pantai lepasnya dapat, kolam renang ada, alamnya rimbun, pokoknya lengkap! Kalau ada kesempatan kembali ke Banjarmasin pengin mampir ke Pantai Jo Cemara.

    BalasHapus
  34. kemping pinggir pantai bareng keluarga, waaah idaman saya banget mbaaa. pengen banget tapi belum kesampaian. saya gak tau nih kalau di pantai jawa barat ada juga paket wisata seperti Jo Cemara ini, bisa kemping juga. saya pernah kemping depan pantai tapi segala bawa sendiri, hahahaha. tapi enaknya ya gak dibatasi waktu checkout ya, cuman ya kalau mau ke kamar mandi yaaa harus jalan kerumah saudara dan itu jauh atau pakai wc umum, ehm kurang nyaman nyaman, hahahaha.

    BalasHapus
  35. Seru banget bisa camping di pantai bersama keluarga. Saya kayaknya udah lama banget deh gak camping di pantai seperti ini, jadi kangen deh. Apalagi pasir pantai Jo Cemara ini tampaknya halus dan bersih ya. Pasti enak buat camping bersama keluarga dan teman-teman karena fasilitasnya lengkap.

    Saya tahu Kabupaten Tanah Bumbu karena ada teman yang pernah dinas kesana. Sampai saat ini ke Kalsel baru sampai di Banjarmasin, Banjarbaru dan Hulu Sungai Selatan. Siapa tahu berikutnya ke Kalsel bisa eksplore Tanah Bumbu juga. Lihat di peta sih selain pantai Jo Cemara ini Tanah Bumbu juga punya beberapa pantai lainnya ya..

    BalasHapus
  36. Engga banyak pantai yang tetep buka di malam hari dan bisa camping. Kolam renang pun tetep nyaman di malam hari, ya. Pasti seru nih menginap di pantai sampai besok paginya

    BalasHapus
  37. Wah jaraknya 230 km dr Banjarmasin. Jauhnya. Tapi kebayar dengan keindahan alam pantainya ya mbak. Fasilitasnya juga lengkap. Asyik nih liburan sekeluarga

    BalasHapus
  38. Baca ini jadi pengin ngajak keluarga healing juga. Kadang yang kita butuhin bukan liburan mewah, tapi momen sederhana yang bikin hati sama kepala sama-sama istirahat.

    BalasHapus
  39. Ikut senang membaca perjalanan kakak ini, apalagi sudah lama banget ya gak jalan-jalan. Alhamduillah, mobil tuanya tetap bisa jalan, old but gold. Buat dek Yafiq, besarnya jangan jadi pria nyawit ya, boleh punya sawit banyak tetapi ingat batasannya. O iya, gapapa Kak, mungkin di lain waktu keluarga kakak bisa menikmati cafe itu. Barang kali di akhir tahun, pas libur panjang kembali tiba.

    BalasHapus
  40. Suasana pagi di pantainya menyenangkan banget mba dan bikin adem ya. Menyenangkan bisa berwisata ke kota tersebut ya.

    BalasHapus
  41. Destinasi wisata pantainya komplit banget mbak. Gak sekadar pantai gitu aja, tapi pengunjung pun bisa berkemah, bersantai, nongkrong di kafe, bahkan ada kolam renangnya pula, mushola, aihh mantap!

    BalasHapus
  42. Awalnya kaget, sampai pantai malam hari tapi masih menyala terang lampunya. Ternyata emang ada tempat kemping bahkan ada vilanya. Unik banget, ada kolam renang di dekat pantai. Anak-anak jadi lebih aman kalau berenang di sana.
    Sayang kafenya buka jam 10 ya, coba kalau buka jam 7 pagi, bisa sarapan sambil ngopi di sana.

    BalasHapus