Tips Menjadi Wanita Karir untuk Ibu Bekerja



Beberapa waktu lalu, perusahaan tempat saya bekerja melakukan perubahan pada struktur departemen yang ada di dalam perusahaan. Ada beberapa departemen yang dilebur, ada yang menghilang dan ada juga departemen yang berganti nama. Sebagai akibat dari adanya perubahan struktur departemen ini, ada banyak mutasi yang diberikan pada karyawan. Saya sendiri termasuk yang tidak terkena mutasi karena divisi tempat saya ditempatkan tidak mengalami perubahan struktur atau digabung dengan divisi lain.

Selain adanya mutasi karyawan, perubahan struktur perusahaan juga bisa berakibat turunnya jenjang karir seseorang. Hal ini juga terjadi di perusahaan tempat saya bekerja. Ada yang dulunya mendapat tunjangan kini tunjangannya berkurang karena jabatannya diturunkan atau jabatannya tetap namun hanya sebagai jabatan fungsional. Bagi mereka yang mengalami penurunan jabatan atau demosi tentunya bukanlah hal yang menyenangkan. Tak hanya karena tunjangan atau gaji yang berkurang, pastinya juga ada rasa tak nyaman sebagai akibat dari penurunan jabatan ini.

Peningkatan Karir dan keuntungannya

Dalam dunia kerja, kenaikan jabatan atau peningkatan karir merupakan sebuah hal yang pastinya diimpikan. Bayangkan perjuangan kerja mulai dari staf biasa kemudian menjadi supervisor, manajer bahkan mungkin direktur pastinya memberikan prestise tersediri bagi yang merasakannya. Selain itu, pastinya ada beberapa keuntungan yang bisa didapat dari kenaikan jabatan di perusahaan diantaranya:

Peningkatan gaji atau tunjangan

Keuntungan pertama dari kenaikan jabatan di dunia kerja pastinya adalah peningkatan gaji atau tunjangan yang diberikan kepada karyawan tersebut. Kenaikan gaji ini pastinya juga akan sangat diperlukan dalam kehidupan rumah tangga karena semakin hari kebutuhan hidup semakin mahal.

Memiliki otoritas sendiri

Kenaikan jabatan juga berarti seseorang berubah posisi dari hanya sebagai staf menjadi orang yang memiliki bawahan. Dengan adanya kenaikan jabatan ini, pastinya seseorang mendapat tanggung jawab baru dan bisa juga mendelegasikan tugas-tugas kepada staf di bawahnya.

Bisa mendapat fasilitas kantor

Selain kenaikan gaji, kenaikan jabatan juga kadang disertai dengan adanya fasilitas kantor yang bisa digunakan seperti laptop, kendaraan untuk operasional hingga bahkan mobil dinas yang bisa digunakan sehari-hari. 

Pentingkah Mengejar Karir bagi Ibu Bekerja?

Dalam era emansipasi seperti sekarang, seorang wanita seharusnya kesempatan yang sama dalam dunia kerja. Karena itulah sekarang kita bisa melihat para wanita yang memegang jabatan penting di perusahaan bahkan di pemerintahan. Ada yang bisa jadi direktur, menteri bahkan perdana menteri dan juga presiden. Adanya para wanita yang sukses dalam karirnya ini tentunya tidak lepas dari perjuangan para wanita di era sebelumnya yang memperjuangkan hak emansipasi bagi wanita seperti tokoh emansipasi kita ibu Kartini. 

Di perusahaan tempat saya bekerja sendiri juga terdapat beberapa ibu bekerja yang berhasil duduk di jabatan penting seperti supervisor, manajer dan juga menjadi direktur. Tentunya mereka yang berhasil mendapat kenaikan jabatan hingga menjadi manajer ini memiliki kompetensi dan kualifikasi yang mumpuni. Apalagi sebagai wanita kita kadang masih dianggap remeh dalam hal memimpin terutama oleh para laki-laki yang merasa insecure jika harus disuruh-suruh wanita. 

Lalu bagaimana dengan saya sendiri? Jujur selama 10 tahun bekerja di perusahaan sekarang saya masih berstatus staf. Pernah saya satu kali mengikuti tes untuk menjadi supervisor namun sayangnya tidak berhasil. Bagi saya sendiri sepertinya tes tersebut akan menjadi satu-satunya tes kenaikan jabatan yang saya ikuti karena dengan karakter yang dimiliki sekarang rasanya sulit bagi saya untuk bisa membawahi orang lain. Tapi tentunya saya tidak tahu bagaimana nasib saya ke depan bukan?

Tentang apakah penting bagi ibu bekerja mengejar karir sendiri, tentunya itu bergantung pada individu masing-masing. Ada individu yang memang ambisius sehingga dalam hal pekerjaan pun ia akan mengejar karir hingga ke posisi yang diinginkan. Ada juga individu yang karakternya santai dan tidak menginginkan pencapaian apapun yang penting gajinya lancar. Dan ada pula yang cukup beruntung karena meski tidak ambisius ia berhasil memperoleh jabatan yang baik di kantor. 

Di samping itu, saat seorang ibu mengejar karir, tentunya akan ada hal yang mungkin harus dikorbankan dan menjadi dilema tersendiri bagi ibu bekerja. Di balik peningkatan gaji yang didapat, ibu mungkin harus menghadapi waktu bersama keluarga yang semakin tersita, jam lembur yang bertambah dan berbagai konsekuensi lain yang harus siap dihadapi ibu bekerja yang mengejar karir. Karena itulah terkait mengejar karir ini pastinya harus didiskusikan terlebih dahulu dengan pasangan untuk menghindari permasalahan di kemudian hari. 

Tips Menjadi Wanita Karir bagi Ibu Bekerja 

tips menjadi wanita karir


Untuk bisa meraih jenjang karir yang bagus tentunya diperlukan beberapa usaha. Bagi ibu bekerja sendiri, selain mendapat ridho dari suami, juga perlu menerapkan beberapa hal agar karir semakin meningkat. Berikut adalah beberapa tips menjadi wanita karir bagi ibu bekerja:

Tingkatkan kompetensi diri

Jika ingin karir kita berkembang, maka syarat utama tentu saja dengan cara meningkatkan kompetensi diri. Dalam hal ini ibu bisa mengikuti pelatihan, sertifikasi atau bahkan mengambil kuliah lagi di luar jam kerja. 

Menunjukan Performa terbaik dalam pekerjaan 

Di dunia kerja pastinya salah satu penilaian yang dilakukan untuk bisa naik jenjang adalah performa kerja karyawannya. Tidak mungkin kan misalnya perusahaan merekomendasikan karyawan dengan performa yang buruk untuk diberikan promosi? 

Meningkatkan kemampuan berkomuninasi

Kemampuan berkomunikasi juga bisa menjadi salah satu kunci kesuksesan seseorang di dunia kerja. Komunikasi ini bisa mencakup hal yang sangat luas mulai dari komunikasi formal hingga informal dengan rekan kerja. Dengan memiliki kemampuan komunikasi yang baik pastinya juga akan memudahkan seseorang dalam penyampaian maksud dan tujuan kita. 

Menjalin relasi yang baik dengan rekan kerja atau atasan

Sudah bukan hal baru lagi jika kemampuan menjalin relasi juga menjadi salah satu faktor seseorang bisa mendapat kenaikan jabatan atau promosi. Sekilas mungkin ini akan terkesan negatif karena seseorang mungkin akan bermanis-manis di depan atasannya agar dapat penilaian baik. Namun tetap tidak ada ruginya jika kita bisa menjalin relasi yang baik dengan sesama karyawan bahkan mungkin atasan. Setidaknya kalau nama kita disebut dalam sebuah wacana tidak akan ada yang bingung siapa kita. Atau ketika musim lebaran tiba kita bisa berbangga karena mendapat banyak hampers. Heu. 

Itulah dia sedikit sharing saya tentang tips menjadi wanita karir bagi ibu bekerja. Selanjutnya saya akan bercerita tentang tips memilih pengasuh anak untuk ibu bekerja. Terus ikuti tulisan tentang ibu Bekerja di blog ini yaa! 

18 Comments

  1. Kalau dulu aku kerja agar tetao aktif ilmunya shg otak tetap bekerja aktif tapi gak ngejar karier sih. Biar abak2 juga bisa keurus

    ReplyDelete
  2. Terima kasih tipsnya...
    berguna baanget buat aku si calon ibu pekerja yang juga mengejar karir
    tapi hmm sebisamungkin kerja di rumah InsyaAllah...

    ReplyDelete
  3. Terima kasih tipsnya Mba.
    Memang benar, untuk pencapaian karir ini nggak semua orang (khususnya perempuan) yang berambisi buat dapetinnya karena "Takut" nggak bisa balance kehidupan antara pekerjaan dan kehidupan di rumah. Nggak sabar buat baca artikel selanjutnya ttg ibu bekerja iniii.

    ReplyDelete
  4. Bukan hanya perempuan aja sih kalau untuk meningkatkan karir perlu banget untuk meningkatkan kompetensi diri, menjalin komunikasi dan meluaskan jaringan.

    ReplyDelete
  5. Terima kasih tipsnya.. Jaman sekarang perempuan memang harus berdaya tidak melulu harus tinggi jabatan ya penting profesional

    ReplyDelete
  6. Pentingnya perempuan tetap harus berdaya, bukan hanya membantu untuk menopang finansial rumah tangga tapi kemampuan intelektual kita harus tetap terasah. Tidak melulu bekerja diluar rumah, selama memang bekerja di rumah jadi pilihan saat ini tetapi harus produktif untuk pengembangan diri

    ReplyDelete
  7. Ibu bekerja sebenarnya tak hanya mengejar karier ya
    Tapi juga untuk mengaplikasikan ilmu
    Kalau itu sih alasanku menjadi ibu bekerja

    ReplyDelete
  8. Ibu bekerja memang membutuhkan skill double-double ya Mbak. Selain harus fokus dengan urusan kantor, urusan di rumah pun perlu diprioritaskan. Sebagai mantan ibu bekerja, dulu menyeimbangkan keduanya ini yang agak rumit, walau buka berarti tak mungkin. Impian saya juga sih, bisa terus berdaya dan produktif dari mana pun.

    ReplyDelete
  9. Jadi teringat adik saya (laki-laki) yang berkarier selama 10 tahun dan kini alhamdulillah menjadi manajer. Katanya, rekannya yang IRT sulit untuk mengembangkan karier karena ada tanggung jawab lain di rumah. Namun, tentu semuanya kembali ke komitmen masing-masing. Seperti yang sudah Mbak sebutkan di atas ada juga IRT yang berhasil menjadi manajer bahkan direktur.

    ReplyDelete
  10. Menjadi ibu yang bekerja dan pencapaiannya memang menjadi perhatian tersendiri yaa..
    Karena kini wanita pun kudu punya keamanan di bidang finansial. Selain memang pengamplikasian ilmu dan menebar kebaikan untuk pengamalannya.

    ReplyDelete
  11. Menajdi wanita karir itu tidak mudah ya mbak
    Pasti banyak tantangannya
    Tentu saja juga butuh dukungan banyak pihak ya
    Terutama orang terdekat ya

    ReplyDelete
  12. Tantangan besar ada di lingkungan bekerja apalagi yang memiliki jenjang karir.
    Harus senantiasa meningkatkan soft skill dan hard skill secara bersamaan sehingga ketika ada ujian lagi sudah lebih matang persiapannya.

    Semangaaatt ka Antung.
    Semoga jenjang karir semakin meningkat dan semakin banyak pengalamannya.

    ReplyDelete
  13. Dulu saya bekerja, di perusahaan swasta sih, dan selalunya mau aja disuruh ngerjain apapun, biar kata itu kerjaan orang lain.
    Jadi, meski karir terbilang stagnan, tapi emang kelebihannya saya bisa merasakan fasilitas kantor lebih dibandingkan rekan yang sama jabatannya.
    Saya juga punya privilege bisa langsung laporan ke direktur, palingan yang masih dikejar itu adalah gaji, wakakakak

    ReplyDelete
  14. Menurut saya menjadi seorang wanita karir itu tidak mudah , apalagi untuk seorang ibu tapi bukannya tidak mungkin dan punya banyak potensi untuk mendapatkan prestasi di bidang pekerjaan semaksimal mungkin, tipsnya sangat bermanfaat dan bisa diaplikasikan oleh banyak orang

    ReplyDelete
  15. Menjadi wanita karir memang impian sebagian perempuan. Jalan yang harus ditempuh pun tidak mudah. Namun sudah banyak contoh wanita karir yang berhasil hingga ke jenjang tertinggi di perusahaan.

    Beberapa tips di atas memang sudah pernah saya terapkan saat masih menjadi karyawan di salah satu perusahaan media dan itu cukup banyak membantu relasi saya setelah resign dan bekerja secara independent.

    ReplyDelete
  16. Wah menarik sih memang mbak. Sebagian perempuan di era sekarang memiliki impian mandiri finansial. Sehingga memutuskan bekerja tentu pelu berpikir tentang jenjang karirnya. Terkait itu, tentu ada yang perlu disiapkan ya.

    Aku sendiri dulu sebenernya agak naif hahaha. Bekerja pengen ngembangin diri tapo orientasi gaji agak kurang realistis. mungkin dikarenakan bidangnya bidang2 pengabdian.

    ReplyDelete
  17. Salut Mbak...Memang butuh kiat tersendiri menjadi wanita karir mengingat saat seorang ibu mengejar karir, tentunya akan ada hal yang mungkin harus dikorbankan dan menjadi dilema tersendiri bagi ibu bekerja.
    Kapan hari saya mengikuti acara kantor suami, di antara sekitar 30-an karyawan yang hadir hanya ada 2 perempuan dan keduanya berada di posisi top manajemen. Ikut bangga saya melihat mereka:)

    ReplyDelete
  18. Lamanya masa kerja tidak menjamin karir ya kak? Tapi tidak ada yang tahu kalau sudah rejeki, gak kemana. Semoga kedepannya akan lebih baik lagi.

    ReplyDelete
Previous Post Next Post