Jika membicarakan kesehatan reproduksi perempuan, kanker serviks menjadi salah satu topik yang cukup sering dibahas. Penyakit ini masih menjadi masalah kesehatan serius karena kerap terdeteksi pada tahap lanjut. Padahal, pada fase awal, kanker serviks sering kali tidak menimbulkan gejala yang jelas sehingga banyak perempuan merasa dirinya baik-baik saja.
Saya sendiri mulai lebih memperhatikan isu kanker serviks setelah mendengar kisah seorang wanita aktif berusia sekitar 50 tahun yang harus menjalani pengobatan akibat penyakit ini. Dari cerita tersebut, saya menyadari bahwa gaya hidup sehat saja belum tentu cukup jika tidak diimbangi dengan deteksi dini secara rutin.
Sebenarnya, saya sudah pernah melakukan deteksi dini kanker serviks melalui tes pap smear pada tahun pertama pernikahan, saat menjalani medical check up tahunan. Namun setelah itu, saya belum pernah lagi melakukan pemeriksaan serupa hingga akhirnya pada akhir tahun 2025 saya memutuskan untuk mengikuti tes HPV DNA yang diadakan oleh salah satu klinik di kota Banjarmasin.
Disclaimer: Artikel ini ditulis untuk tujuan edukasi dan berbagi pengalaman. Informasi yang disampaikan tidak dimaksudkan sebagai pengganti diagnosis, saran, maupun tindakan medis dari tenaga kesehatan profesional. Untuk keluhan atau pemeriksaan kesehatan, sebaiknya berkonsultasi langsung dengan dokter atau fasilitas kesehatan terpercaya
Apa Itu Kanker Serviks
Kanker merupakan salah satu penyakit yang membutuhkan perhatian serius karena proses pengobatannya bisa berlangsung lama dan berdampak pada kualitas hidup penderitanya. Kanker serviks sendiri adalah jenis kanker yang terjadi pada leher rahim (serviks), yaitu bagian bawah rahim yang menghubungkan rahim dengan vagina.
Di Indonesia, kanker serviks termasuk salah satu jenis kanker yang paling sering dialami perempuan dan menempati urutan kedua setelah kanker payudara. Kanker ini umumnya terjadi akibat infeksi Human Papillomavirus (HPV), yaitu virus yang menyerang sel-sel serviks dan dapat menyebabkan perubahan sel menjadi ganas.
Jenis-jenis Kanker Serviks
Berdasarkan artikel dari alodokter.com, kanker serviks terbagi 2 jenis yakni:
1. Karsinoma sel skuamosa (KSS)
Ini adalah jenis kanker serviks yang paling sering terjadi. Kanker ini bemula di sel skuamosa serviks, yakni sel yang melapisi bagian luar leher rahim
2. Adenokarsinoma
Jenis kanker serviks yang bermula di sel kelenjar pada saluran leher rahim
Gejala Kanker Serviks yang Perlu Diwaspadai
Untuk gejalanya, pada awalnya kanker serviks ini tidak menunjukkan gejala. Baru kemudian ketika kanker sudah berkembang, beberapa gejala akan muncul diantaranya:
- Adanya keputihan encer atau berdarah dalam jumlah banyak dan berbau busuk
- Terjadi pendarahan vagina di luar siklus menstruasi, setelah berhubungan seksual, atau setelah masa menopouse
- Pendarahan yang lebih banyak saat masa menstruasi dan berlangsung lebih lama dari biasanya
- Sakit saat melakukan hubungan seksual
- Nyeri panggul atau nyeri perut bagian bawah
Jenis-jenis Tes untuk Mendeteksi Dini Kanker Serviks
Kita semua tentunya berharap bisa terhindar dari risiko terkena kanker serviks ini. Salah satu cara yang bisa digunakan untuk mengetahui risiko terkena kanker serviks adalah dengan melakukan tes untuk mengetahui keberadaan virus HPV di leher rahim kita. Dari informasi yang saya dapat, ada 3 tes yang bisa dilakukan untuk deteksi dini kanker serviks ini yakni:
1. Pap Smear
Pap Smear merupakan tes yang dilakukan untuk mendeteksi ada tidaknya kelainan pada sel atau jaringan abnormal yang mengarah pada kanker serviks. Tes ini dilakukan dengan cara mengambil sampel jaringan dari sel leher rahim dengan menggunakan alat khusus yakni spekulum atau sering disebut juga cocor bebek. Saya sendiri pernah melakukan tes pap smear ini sekitar 10 tahun yang lalu tepatnya beberapa bulan setelah menikah.
2. Pemeriksaan IVA
Pemeriksaan IVA dilakukan dengan cara membuka vagina dengan alat spekulum kemudian dokter akan mengoleskan asam asetat dengan kadar 3-5% pada permukaan mulut rahim. Jika jaringan serviks sehat, maka permukaan serviks tidak akan berubah warna. Sebaliknya jika ada kelainan pada jaringan serviks, maka permukaan serviks akan muncul bercak putih setelah diolesi asam asetat.
3. Pemeriksaan HPV DNA
Pemeriksaan HPV DNA dilakukan untuk mengetahui keberadaan virus HPV di leher serviks. Dalam pelaksanaannya, dokter akan mengambil sampel jaringan di leher rahim dengan menggunakan sikat khusus
Pengalaman Saya Melakukan Tes HPV DNA
Di akhir Desember 2025 lalu, saya mendapat informasi tentang adanya pemeriksaan Tes HPV DNA gratis yang diadakan oleh beberapa klinik dan rumah sakit di kota Banjarmasin. Ketika mendapat informasi ini, saya tanpa pikir panjang mendaftar karena kapan lagi kan bisa tes HPV DNA secara gratis? Selain saya, beberapa rekan kantor juga mendaftar untuk tes HPV DNA ini.
Sebelum mengikuti tes HPV DNA ada beberapa hal yang harus saya patuhi yakni:
- Tidak melakukan hubungan suami istri selama 2 hari sebelum pemeriksaan
- Tidak dalam keadaan menstruasi
- Tidak mencuci vagina menggunakan sabun kewanitaan
Setelah jam makan siang, saya dan seorang teman kantor berangkat menuju klinik tempat diadakannya tes HPV DNA ini. Begitu kami tiba di lokasi ternyata sudah ada cukup banyak antrian. Mungkin karena pemeriksaan ini diadakan secara gratis sehingga banyak yang bersedia untuk melakukannya. Dari wawancara saya dengan petugas parkir sendiri ada ratusan yang mendaftar tes HPV DNA. Semoga saja ini artinya sudah cukup banyak ya yang aware dengan deteksi dini kanker serviks ini.
Setelah kurang lebih 1 jam menunggu, nomor antrian saya dipanggil. Sebelum melakukan tes HPV DNA saya diminta mengisi sebuah formulir terkait riwayat kesehatan. Setelah itu barulah nama saya dipanggil untuk pengambilan sampel.
Sebelum tindakan dilakukan, petugas menanyakan apakah saya ingin mengambil sampel secara mandiri yang tentu saja saya tolak. Berbeda dengan informasi yang saya dapat sebelumnya, pengambilan tes HPV DNA ini dilakukan dengan menggunakan sebuah alat seperti cotton bud namun ukurannya cukup besar yang dimasukkan sedikit ke dalam vagina.
Jadi proses tidak mwnggunakan alat cocor bebek seperti yang pernah saya di beberapa sumber. Tentu saja hal ini sedikit melegakan karena proses pengambilan sampel menjadi lebih cepat. Setelah sampel diambil saya pun diberitahu kalau hasil tes akan dikirim lewat WhatsApp kurang lebih 1 minggu kemudian.
Penutup
Setelah menunggu kurang lebih 10 hari, akhirnya informasi terkait hasil tes HPV DNA yang saya lakukan datang juga ke whatsapp saya. Dengan sedikit gugup saya membuka dokumen yang dikirimkan tersebut. Dan alhamdulillah dari sampel yang diambil tidak ditemukan virus yang bisa menyebabkan kanker serviks pada saya.
Baca Juga
23 Komentar
Dulu puskesmas dekat rumah rutin kasih pemeriksaan gratis ke warga. Ibuku juga salah satu yang menerima manfaat tes gratis itu. Tapi sekarang aku udah gak denger lagi, antara emang masih tapi akunya gak tahu atau sebaliknya udah disetop. Padahal manfaatnya luar biasa banget.
BalasHapusAlhamdulillah kalau hasilnya aman ya Mbak. Daku belum pernah periksa apa beepotensi kena kanker servix atau gak. Ternyata gak cukup periksa hanya dari alat USG.
BalasHapusPas baca 'cocor bebek' langsung kerasa ngilunya, untuk pakai alat yang berbeda.
Di Lombok jarang mendengar fasilitas pap smear gratis. Yang sering terdengar, betapa minimnya akses informasi terkait ini. Apa mungkin ada hubungannya dengan norma umum di masyarakat sini ya: hal-hal yang berhubungan dengan alat intim dianggap tabu.
BalasHapusAdanya tes HPV DNA ini jadi meningkatkan awareness kepada masyarakat khususnya kaum Hawa ya, agar meminimalisir kanker serviks. Semoga tes ini tersedia di seluruh fasilitas kesehatan di berbagai tempat.
BalasHapusKayanya wanita harus rutin tes untuk mendeteksi kanker serviks ini ya. Saya sendiri baru pernah tes IVA sekitar tahun 2019. Kalau dari akurasi, mana yang lebih baik dalam mendeteksi ya? Kayanya tahun ini harus coba pap smear.
BalasHapuskatanya tes hpv dna ini lebih akurat mbak
HapusIni kayaknya mesti banyak digaungkan sama pemerintah yaa. Kemarin teman2 istriku pun banyak yang sudah membicarakan seputar tes juga vaksin HPV. Dan dia itu rela sampai nabung khusus, karena biayanya pun nggak murah. Moga aja nanti ada subsidi dari pemerintah lah ya
BalasHapusDi puskesmas dekat rumah dulu ada pemeriksaan serviks gratis tiap hari rabu. Hanya sekarang sudah nggak ada lagi, kalau mau pemeriksaan serviks kudu ke klinik atau rumah sakit. Dan harganya nggak terjangkau sama beberapa orang.
BalasHapusPadahal pemeriksaan ini sangat penting banget buat keseharan serviks dan tentu saja rahim wanita. 🤧
Kapan hari komplek perumku juga ngadain pemeriksaan ini. Entah siapa yang menginisiasi. Cuma waktu itu aku juga gak ikutan hehe, karena pas di hari kerja juga pemeriksaannya.
BalasHapusTernyata HPV DNA beda ya dengan papsmear, tetapi misal mau vaksin HPV bisa lakukan salah satu di antara keduanya aja kan ya, kalau nggak keliru?
Owh ternyata tidak semengerikan papsmear yaa, soalnya emang cocor bebeknya itu yang bikin setres huhu.
Betul, Mbak, deteksi dini itu penting sekali supaya kita bisa tahu lebih awal kalau memang ada indikasi, sehingga penanganannya juga bisa dilakukan lebih cepat.
BalasHapusSaya jadi ingat, di akhir tahun lalu di WAG komplek saya sempat ada pemberitahuan cek gratis tes HPV DNA. Sayangnya saya telat tahu, jadi tidak sempat daftar. Kalau tidak salah, programnya dari puskesmas kelurahan, dan cukup banyak ibu ibu tetangga yang memanfaatkan fasilitas ini untuk tes.
Alhamdulillah, senang sekali mendengar hasil Mbak Antung baik.
Kesehatan memang paling penting di perhatikan, apalagi perempuan yang begitu komplex. Terutama bagian intim. Paling sering di anjurkan untuk menjaganya dengan melakukan pap smear.
BalasHapusSenang ya bisa mendapatkan kesempatan Tes HPV DNA, dan syukurlah hasilnya baik dan semoga terus baik. Amin.
Alhamdulillah, ikut merasa lega pas tau hasilnya bagus. Tenyata memang ya perempuan itu perlu dan butuh tes HPV DNA, buat memastikan bahwa rahim aman dan terbebas dari virus yang menyebabkan kanker serviks.
BalasHapusMakasih banyak loh artikelnya sangat edukatif sekali, jadi paham terkait kanker serviks, bahkan ada dua jenis pula ya.
Harus diwaspadai ini ya virus yang menyebabkan kanker serviks. Makanya bagus sekali diadakan tes HPV DNA apalagi gratis. Kalau kalau ada yang kena virus, bisa langsung ditangani. Alhamdulillah Mbak Antung aman.
BalasHapusAlhamdulillah hasilnya negatif ya, Mbak Antung! Lega juga bacanya.
BalasHapusMemang bener banget, kadang saking sibuknya ngurus kerjaan sama keluarga, kesehatan sendiri suka ke-skip. Padahal kalau ibunya sakit, satu rumah bisa bubar jalan ya, hehe.
Makasih sharing pengalamannya tentang tes HPV DNA ini, Mbak. Jadi tau kalau prosesnya ternyata nggak semenakutkan yang dibayangkan (bebas cocor bebek itu nilai plus banget! 😂).
Kalau aku pernah yang IVA, karena ternyata trs itu masih termasuk gratis yang paket ulang tahun dari Puskesmas itu lho. Jadi tahun lalu, sekitar 2 mingguan setelah ulang tahun, aku daftar CKG (Cek Kesehatan Gratis) yang dari Pemerintah itu. Dan Alhamdulillah dapet tes IVA juga, ya sekalian saja lah yaa, hehe. Alhamdulillah hasilnya pun baik-baik aja. Gak terlihat ada masalah.
Sehat2 terus sekeluarga mbaakk!
Deteksi dini sangatlah penting untuk kesehatan terutama untuk kanker yang kadang-kadang sudah diketahui ketika sudah parah dan ternyata prosesnya seperti yang dituliskan di sini ya karena saya sendiri belum pernah dan semoga semuanya baik-baik dan sehat-sehat saja
BalasHapusIya ya sebaiknya tes dini ini biar tahu kalau ada kelainan cepat ditangani.. Alhamdulillah hasilnya baik ya say..
BalasHapusBener ya embak , hidup sehat aja enggak cukup kalau tidak ada medical check up rutin. Kanker mulut rahim saat ini banyak kasusnya enggak melulu orng yang berusia yang muda aja banyak gitu how itu sangat menakutkan , terimakaih sharing nya embak penting bangeut inimah
BalasHapusAlhamdulillah, senang bacanya pas tahu hasil akhirnya negatif. Mudah-mudahan sehat selalu, ya, Mbak.
BalasHapusIni juga sebaiknya dapat diperhatikan oleh banyak perempuan dan pemerintah harus intens mensosialisasikannya kalau ada tes HPV DNA gratis agar masyarakat dapat terfasilitasi dengan baik sebagai bentuk preventif dari kanker serviks ini
Artikelnya mengandung rasa yang emak emak paham banget. Satu kata, ngilu! Hehe. Aduh semoga organ kita yang satu itu sehat selalu ya. Ngeri dan mgilu banget soalnya urusan sama spot satu itu. Itulah karenanya penting ya buat tes seputar servis. Salah satunya HPV DNA ini
BalasHapusPemeriksaan HPV itu penting untuk wanita minimal sekali seumur hidup. Kanker serviks tidak menunjukkan tanda sebuelum masuk stadium lanjut jadi dnegan adanya pemeriksaan bisa membantu mendeteksi dari dini jika ada penyakit. BUtuh kerjasama dengan suami juga yaa, karena harus gak boleh HB dulu 2 hari sebelum pemeriksaan. Sehat sehat selalu ya mbak
BalasHapusAh iya, penting bgt nih buat deteksi dini dgn pemeriksaan rutin. Jgn sampe penyakit udh masuk, kita baru kelabakan. Iya kalo punya asuransi. Kalo ga pny? Ya wassalam deh. Kemarin ponakanku umur 25an malah udh terdeteksi kanker payudara. Untung masih kecil bgt. Jd bs terdeteksi dini dan bs diobati. Dan untungnya lagi masih pny asuransi. Jd lbh ringan biayanya.
BalasHapusalhamdulillah hasilnya baik ya mbak, tidak ditemukan virus yang dikhawatirkan, ikutan seneng bacanya
BalasHapusHiks aku masih maju mundur cantik untuk melakukan tes hpv ini. Mengumpulkan niat lagi nih setelah membaca artikel mbak, terima kasih ya
Kayaknya Puskesmas dekat rumahku nggak ada pemeriksaan gratis. Soalnya biasanya kalau ada program gratisan gitu kadernya aktif infoin. Aku dah lama mau cek juga tapi ya gitu ngumpulin niat & keberanian. Ngilu duluan ngebayanginnya 😁
BalasHapus