Catatan Perjalanan Hidup di Tahun 2023


Tahun sudah berganti. Seperti biasa, saya melewatkan malam tahun baru dengan tidur. Hehe. Di saat beberapa teman dan anggota keluarga menghabiskan malam tahun baru dengan berkumpul bersama anggota keluarga lain, sejak dulu saya dan keluarga setia dengan tidak melakukan kegiatan apa-apa ini. Anak-anak bahkan sudah terlelap sebelum pukul 10 karena siangnya mereka tidak tidur saat berada di rumah nenek mereka. 

Tahun 2023 sendiri merupakan tahun yang cukup menyenangkan bagi saya. Memang tidak ada pencapaian khusus atau prestasi yang saya torehkan di tahun tersebut. Namun ada beberapa impian dan cerita yang pastinya menambah warna dalam hidup saya salah satunya adalah perjalanan bersama keluarga yang akhirnya berhasil diwujudkan. Bahkan tak hanya 1 kali, Allah memberikan kesempatan bagi saya untuk melakukan perjalanan sebanyak 2 kali di tahun 2023 yang lalu. 

Nah, untuk kali ini saya ingin berbagi sedikit rangkuman kehidupan saya di tahun 2023 lalu baik dalam kehidupan pribadi dan juga dunia literasi.

Dunia blogging dan literasi

Menjalani profesi sebagai blogger, tentunya tak lengkap jika saya tak menuliskan perjalanan ngeblog saya di tahun 2023 lalu. Sejak 2022, fokus blog saya tak lagi hanya di 1 blog melainkan sudah terpecah pada platform lain yakni Kompasiana. Karena harus mengelola 2 platform ini risiko tulisan saya terbagi menjadi 2 adalah sebuah hal yang tidak bisa dihindari. Maklum saya bukan tipe penulis yang bisa menghasilkan sebuah tulisan secara spontan setiap harinya. Kadang ada masa di mana untuk menulis 1 artikel saja saya perlu waktu berhari-hari dan ada juga masanya saya bisa menulis 700 kata hanya dalam waktu 1 jam.

Untuk tahun 2023 sendiri, total artikel yang saya tulis untuk blog ayanapunya.com adalah 104 tulisan yang merupakan gabungan antara tulisan organik dan juga tulisan berbayar. Jumlah ini sebenarnya lebih rendah dibandingkan tahun sebelumnya di mana saya berhasil menulis 116 artikel dan ini artinya selama 2 tahun berturut-turut saya mengalami penurunan produktivitas menulis. Sedangkan untuk Kompasiana saya berhasil merampungkan 28 tulisan di mana 6 tulisan berhasil menjadi artikel utama di platform tersebut.

Tahun 2023 sebenarnya saya memiliki impian untuk bisa menyelesaikan novel yang sudah saya tulis sejak bertahun-tahun lalu. Saya bahkan sudah membagikan beberapa bab novel saya itu di aplikasi novel online. Sayangnya saya kurang disiplin dalam menulis novel ini sehingga novelnya lagi-lagi mandek. Sebagai gantinya, saya akhirnya ikut antologi cerpen yang diadakan oleh salah satu komunitas menulis dengan tema Patah Hati yang memang kebetulan saat itu pas dengan tema cerpen yang saya tulisan. Semoga saja ini bisa menjadi awal dan motivasi bagi saya untuk lebih disiplin dalam menulis novel.

Terakhir adalah tentang buku bacaan. Setiap tahunnya saya memiliki tantangan untuk bisa membaca sekian jumlah buku yang datanya saya masukkan ke akun Goodreads. Nah untuk tahun 2023 kemarin saya alhamdulillah bisa menyelesaikan 30 buku sesuai dengan target yang sudah saya tetapkan di awal tahun 2023.

Kehidupan pribadi, keluarga dan pekerjaan

Terkait kehidupan pribadi sendiri, ada beberapa momen penting yang terjadi di sepanjang tahun 2023 lalu. Momen pertama adalah ketika saya dan keluarga akhirnya bisa melakukan perjalanan liburan selama hampir 2 minggu ke Pulau Jawa. Diawali dengan mengunjungi mertua di Tangerang Selatan, perjalanan kemudian berlanjut menuju Kembumen untuk mengunjungi keluarga suami. Saya juga menyempatkan diri mampir ke Yogyakarta sebelum akhirnya ke Surabaya dan akhirnya pulang. Sungguh sebuah perjalanan yang sangat membekas di hati saya dan juga pastinya anak-anak.

Dan rupanya, cerita perjalanan saya tak berhenti di pertengahan tahun. Awal Desember, saya mendapat tugas dari perusahaan untuk mengikuti bimtek terkait Manajemen Aset bersama salah satu rekan kantor. Tugas dinas ini membuat saya terbang kembali ke Jakarta selama kurang lebih 5 hari karena dinasnya bertepatan dengan weekend. Alhamdulillah selama di Jakarta saya bisa mencoba transportasi umum di sana, berkunjung ke beberapa tempat dan berjumpa juga dengan salah satu rekan blogger.

Selain impian perjalanan yang tercapai, tahun 2023 juga menandai tahun pertama putri sulung saya di sekolah barunya. Tahun ini Yumna resmi diterima di salah satu sekolah negeri yang lokasinya dekat dengan kantor. Ini membuat Yumna sehari-hari ikut saya ke kantor untuk berangkat dan pulang sekolah. Selain itu sejak kelas 1 ini Yumna juga saya daftarkan di TPQ yang lokasinya juga tak jauh dari kantor agar mengajinya semakin lancar.

Sementara untuk Yafiq, di awal tahun 2023 putra saya ini akhirnya bisa lepas popok setelah di akhir tahun saya memulai toilet trainingnya. Dan meski tahun ini usianya sudah 4 tahun, saya belum memasukkannya ke TK ataupun PAUD. Pertimbangan saya ya karena toh TK masih bisa tahun depan jadi biarlah Yafiq bermain-main saja dulu. Lucunya, ternyata di usianya yang memasuki 4 tahun ini Yafiq sudah menunjukkan ketertarikan untuk belajar menulis dan berhitung. Mungkin karena melihat kakaknya yang setiap hari sekolah dan belajar menulis jadi anaknya ingin belajar juga. 

Jika bicara tentang kejadian tak mengenakkan, tentunya dalam setahun saya mengalaminya dong. Nah. ada 2 momen yang cukup membuat saya merasa tak nyaman di tahun 2023. Pertama ketika saya ditegur karena anak-anak saya terlalu ribut saat salat tarawih. Asli ini kejadian yang benar-benar jleb untuk saya. Maksud hati ingin mengenalkan anak dengan ibadah tarawih eh ternyata anaknya belum siap. Salah saya juga kayaknya tidak mengakrabkan anak-anak dengan masjid lebih awal. Kejadian ini membuat saya berpikir lagi apakah tahun ini tetap mengajak anak tarawih di masjid atau tidak.

Lalu kejadian ke dua adalah ketika putri sulung saya ternyata harus memakai kacamata dengan minus dan silinder yang cukup besar. Duh, ini beneran bikin kaget karena usianya baru 7 tahun dan sudah harus mengenakan kacamata minus dan silinder. Saya sendiri sudah mengenakan kacamata sejak kelas 5 SD. Saat ini Yumna masih menggunakan kacamata seperlunya saja. Semoga saja minus mata Yumna tidak terlalu cepat naiknya dan saya dimudahkan rezeki untuk bisa mengobati minus mata anak saya ini.

Demikian rangkuman kehidupan saya di tahun 2023 yang lalu. Di awal tahun ini saya tentunya berharap bisa menjalani tahun 2024 dengan lebih baik, bisa lebih mengembangkan diri dan dimudahkan rezeki oleh Allah Swt.  
Baca Juga
Reactions

Post a Comment

0 Comments