Menginap di Pasar Senen Jakarta, Ke Mana Aja?



Awal Desember ini, saya dan seorang rekan kerja mendapat tugas untuk mengikuti bimtek terkait Manajemen Aset di salah satu hotel yang ada di kota Jakarta. Jujur saya agak kaget juga dengan penunjukan ini karena saya pikir bakal tidak jadi mengingat waktu itu pengajuannya untuk akhir November dan diadakan di Yogyakarta. Namun ternyata lokasi Bimtek dialihkan dari Yogyakarta menjadi ke Jakarta dengan beberapa alasan. 

Selama di Jakarta saya menginap di hotel yang letaknya tepat berada di area Pasar Senen blok 3. Dari beberapa info yang saya dapat, dulunya area ini mengalami kebakaran dan kini sudah dibangun kembali menjadi hotel dan pasar Senen 1 dan 2 dengan tampilan yang lebih modern. Nah, karena lokasinya ini di dalam pasar tentunya tidak heran kalau area hotel tempat saya menginap ini cukup ramai diinapi tamu dan juga pengunjung pasar. 

Pasar Senen sendiri ternyata merupakan salah satu pusat jual beli pakaian bekas atau thrifting di kota Jakarta. Saat saya menginap di hotel, dari kaca jendela saya bisa melihat dengan jelas para pedagang pakaian thrift ini menggelar dagangannya sejak jelang magrib hingga dini hari. Ini mengingatkan saya pada pasar-pasar kaget yang juga ada di kota Banjarmasin yang dibuka dari malam hari. Tak hanya di sisi jalan, pedagang pakaian bekas juga ada di bagian dalam pasar Senen namun hanya buka hingga sore hari.

Saat tiba di Jakarta sendiri, saya sempat bertanya kepada teman-teman twitter tempat apa yang sebaiknya saya kunjungi selama berada di Jakarta Pusat ini. Ada yang menyarankan ke Kota Tua, Pantai Indah Kapuk 2 hingga mencoba kuliner yang ada di sekitar Pasar Senen. Selain bertanya kepada teman-teman twitter, saya juga tentunya mencari-cari informasi di internet terkait tempat wisata di sekitar Pasar Senen ini. Dan dari hasil penelurusan yang saya lakukan, rata-rata menyarankan untuk mengunjungi museum yang memang lokasinya berada tak jauh dari Pasar Senen.

Pada akhirnya beberapa tempat yang saya kunjungi adalah pilihan yang muncul secara acak selama berada di Jakarta. Berikut beberapa hal yang saya lakukan selama berada di Jakarta Pusat tepatnya di Pasar Senen:

Belanja di Pasar Kue Subuh Senen



Pasar Kue Subuh Senen merupakan sentra penjualan aneka kue basah dan kering yang ada di lantai dasar Pasar Senen blok 1 dan 2. Pasar ini mulai beroperasi setelah magrib dan berakhir setelah subuh. Ada banyak sekali kue-kue yang dijual di Pasar Kue Subuh Senen ini mulai dari kue basah, cake, dimsum, brownies dan yang lainnya. Selain kue di pasar ini juga ada penjual makanan berat seperti nasi Padang, nasi Bebek dan juga mie bakso. Berhubung hotel tempat saya menginap tepat berada di samping Pasar Senen Blok 1 & 2, maka tiap malam saya datang ke pasar kue ini untuk mencari makan malam dan juga membeli beberapa jajanan.
 

Mengunjungi Galeri Nasional



Tempat pertama yang saya kunjungi saat berada di Jakarta adalah Galeri Nasional yang berlokasi di jalan Merdeka Timur. Kunjungan ini saya lakukan setelah pelatihan hari pertama selesai. Untuk bisa mencapai Galeri Nasional ini saya menggunakan bus transJakarta jurusan Lebak Bulus - Pasar Senen yang langsung berhenti di depan bangunan galeri nasional. Kebetulan saat saya datang sedang ada acara exhibisi repatriasi barang-barang peninggalan sejarah yang dulunya diambil oleh Belanda. Exhibisi ini gratis namun untuk bisa mengikutinya peserta harus mendaftar secara online.

Saya sendiri tidak mendaftar secara online karena ya ide untuk datang ke sana aja juga dadakan. Untungnya ternyata panitia membuka pendaftaran offline dengan kuota terbatas. Saya pun langsung mendaftar dan bisa ikut masuk ke ekshibisi setelah para pendaftar online masuk semua. Hari bisa dibilang ada cukup banyak pengunjung yang datang. Ekhibisi yang diadakan ini sendiri cukup ketat karena pengunjung hanya boleh memotret di ruangan pertama acara sementara di ruangan berikutnya tidak boleh memotret sama sekali. 

Mengunjungi Jakarta Aquarium Safari



Tempat ke dua yang saya kunjungi saat berada di Jakarta adalah Jakarta Aquarium Safari yang berlokasi di lantai dasar Neo Soho Mall. Untuk bisa menuju ke sana saya lagi-lagi menggunakan bus trans Jakarta dengan mengambil jurusan Pasar Senen - Pulo Gadung dan turun di halte Petojo lalu disambung naik bus jurusan Pasar Baru - Lebak Bulus dan turun di halte S. Parman Podomoro City. 

Biaya tiket Jakarta Aquarium Safari ini adalah Rp. 150.000,00 untuk dewasa reguler dan Rp. 115.000,00 untuk anak-anak. Saya sendiri membeli tiketnya di aplikasi ota sehingga harganya sedikit lebih murah yakni Rp. 145.500,00. Sesuai dengan namanya, Jakarta Aquarium Safari menyajikan berbagai satwa lautan terutama ikan di dalam aquariumnya. Selain binatang laut terdapat juga beberapa binatang darat seperti ular, meerkat dan binatang lainnya di tempat tersebut. Karena berkunjung sendirian, saya tak menghabiskan waktu lama di Jakarta Aquarium Safari ini.


Berbelanja di Semesta Buku Gramedia

Salah satu tujuan saya saat tahu akan berangkat ke Jakarta adalah mengunjungi Semesta Buku Gramedia di kantor Kompas Gramedia Jakarta. Dari info yang saya dapat akan ada diskon besar-besaran di acara tersebut. Tentunya saya tidak boleh melewatkan event ini dong mumpung lagi di Jakarta. Tambahan lagi saya jadi tahu kantor Kompas Gramedia itu gimana. Hehe. 

Untuk bisa mencapai lokasi event sendiri tetap pilihan transportasi saya adalah bus transJakarta. Nah, saat berada dalam bus dan akan turun di halte, perempuan di sebelah saya tiba-tiba menyelutuk, "Mau ke acara Gramedia juga ya?" Mungkin dia sempat mengintip peta di handphone saya yang menunjukkan rute busway yang sedang saya pantau. Jadilah seturun dari bus kami berdua berjalan beriringan menuju kantor Kompas Gramedia dan berpisah begitu sampai di event tersebut.


Mengunjungi Perpustakaan Taman Ismail Marzuki




Taman Ismail Marzuki merupakan salah satu bangunan ikonik yang ada di kota Jakarta. Diresmikan pada tahun 1968, Taman Ismail Marzuki menjadi tempat penyelenggaraan berbagai event kesenian di Jakarta seperti pementasan musik, wayang, film, pagelaran tari, drama hingga pameran lukisan. Pada bulan Juni 2022 lalu, Taman Ismail Marzuki kembali dibuka setelah direvitalisasi selama kurang lebih 3 tahun. Jadi bangunan-bangunan yang ada di TIM ini pastinya sekarang tampilannya lebih cakep dari sebelumnya.

Salah satu bangunan di Taman Ismail Marzuki yang saya kunjungi adalah bangunan perpustakaannya. Saya berkesempatan mengunjungi perpustakaan di Taman Ismail Marzuki ini saat kopdar dengan blogger Jakarta Mbak Helenamantra yang memang berencana ke sana untuk mengembalikan dan meminjam buku untuk anak-anaknya. Berhubung saya juga penasaran dengan penampilan perpustakaan di Taman Ismail Marzuki dan ada teman yang memiliki kartu anggota tentunya saya bersemangat untuk ikut ke sana. 

Jika dibandingkan dengan perpustakaan yang ada di kota saya, jelas sekali perpustakaan di Taman Ismail Marzuki ini berkali lipat lebih keren. Saat kami tiba di sana kami langsung menuju lantai 4 tempat buku-buku anak berada. Tempatnya sangat luas dan koleksi bukunya sungguh membuat saya iri. Hehe. 

Berbelanja di Pasar Senen 

Berada di pusat barang thrift tentunya tidak afdol dong kalau saya tidak berbelanja di sana. Awalnya sebenarnya saya tidak terlalu berniat untuk membeli pakaian yang ada di Pasar Senen ini. Tapi ya namanya perempuan masuk pasar pasti bakalan tergoda dong ya untuk berbelanja. Apalagi kalau ketemu barang murah berkualitas malah bisa kalap belanjanya. 

Pedagang di Pasar Senen sendiri terbagi menjadi 2 bagian. Ada yang berjualan di bagian dalam pasar dan hanya berjualan dari pagi hingga sore dan ada juga yang berjualan di pinggir jalan mulai dari magrib hingga dini hari. Barang-barang yang dijual juga harganya ada yang benar-benar murah dari 5 ribuan hingga ada juga yang seratus ribuan. Tergantung kitanya aja kayaknya yang pintar memilih dan menawar harga. 

Mencoba kuliner nasi Kapau di bawah fly over



Di Hari terakhir di Jakarta, sebelum berangkat ke bandara saya menyempatkan diri mencoba salah satu kuliner yang direkomendasikan teman blogger di Pasar Senen yakni nasi Kapau. Nasi Kapau ini katanya berbeda dengan nasi Padang yang sering saya makan. Karena penasaran akhirnya saya sempatkan untuk mampir ke tempat penjual nasi Kapau di daerah Pasar Senen. 

Lokasi nasi Kapau ini sendiri berada di jalan Kramat Raya di sepanjang fly over. Ada banyak warung nasi kapau yang mulai buka sejak pukul 11 siang. Saya Akhirnya memilih yang sudah siap dengan menunya mengingat pukul 12 saya sudah harus check out dari hotel. Ada banyak sekali pilihan menu nasi Kapau yang ada di waung di depan saya. Jika di warung nasi Padang biasanya menu ini menggunakan lemari kaca, maka di deretan warung nasi Kapau menunya benar-benar ditaruh di atas meja dan pembeli bisa bebas memilih ingin lauk apa.


Saya akhirnya memilih rendang ayam saja karena bingung dan lupa membaca menu andalan di warung tersebut. Nah, dari beberapa referensi yang saya baca, yang membedakan nasi Kapau dengan nasi Padang ini ada pada jenis sayur dan lauk yang ditawarkan. Jika di nasi Padang kita mengenal menu rendang, gulai dan juga ayam pop, maka di warung nasi Kapau ada menu yang namanya gulai Tambusu. Saya sendiri tidak memesan menu ini karena agak ngeri dengan ukurannya. Hehe.

Untuk rendang ayam yang saya pilih sendiri ternyata rasanya juga berbeda dengan rendang daging sapi yang biasa saya makan di warung nasi Padang. Rendang ayam di warung nasi Kapau ini rasa kelapanya lebih gurih dan tidak terlalu pedas. Entah ya dengan rendang dagingnya apakah rasanya sama seperti ini. Untuk harga sendiri, sewaktu saya membayar ke kasir harga makanannya sekitar 33 ribu termasuk minum es teh manis.

Selesai makan, saya pun melangkahkan kaki kembali menuju hotel di mana rekan kerja saya sudah menunggu untuk kami bersama menuju bandara Soekarno-Hatta. Demikian sedikit cerita saya saat berada di Jakarta. Sampai jumpa di cerita berikutnya!


Baca Juga
Reactions

Post a Comment

16 Comments

  1. Wah sempat main ke Perpustakaan Taman Ismail Marzuki. Salah satu wishlistku yang belom kesampaian.

    Aku kalau nginep di hotel yang sama kayaknya juga bakalan tiap malam jajan kue. Aku kaget pas tahu malah bukanya setelah magrib hingga abis subuh. Sebab toko kue di sini umumnya buka sekitar subuh hingga sore hari.

    ReplyDelete
  2. Seru banget Mbak pengalamannya. Jadi pengin berkeliling Jakarta. Apalagi ke toko buku plus banyak promo siapa yang gak mau.

    ReplyDelete
  3. Sebagai mantan preman Senen, #ehgimana, area Senen tuh banyak hidden gemnya. Kebetulan omku udh tinggal di sana sejak awal thn 80-an jadi sudah paham lah area Pasar Senen dan sekitarnya. Makanya kalau ke Senen saya suka minta saran tempat mana lagi yang harus kujelajahi di sana.
    Btw, FYI, biasanya setiap hari minggu pertama di jalan Tanah Tinggi tuh suka ada pasar kaget gitu lho.. kadang suka nemu barang2 lucu dengan harga miring.

    ReplyDelete
  4. Wahhh banyak tempat yang bisa dikunjungi yaa kalau mampir ke daerah sekitaran pasar senen jakarta, mulai dari kulinernya, wisatanya, dan lain sebagainya. Selalu ada yang menarik untuk bisa di explore hihihi

    ReplyDelete
  5. Luar biasa. Benar-benar keliling dan menikmati Jakarta dalam beberapa hari saja. Malah saya belum pernah ke TIM dan pasar kue subuh setelah di renovasi 🤭

    ReplyDelete
  6. Wah, asik banget tugas dinas sambil jalan2 ya kak, bisa sambil wisata ke tempat2 bagus, sambil kulineran juga. Aku dari dulu paling penasaran sama Taman Ismail Marzuki, tapi sampai sekarang beluk pernah kesampaian. Berarti nginep di daerah Pasar Senen ini recommended ya kak? Next kalo ke Jakarta bisa jadi referensi..

    ReplyDelete
  7. Seru yah kelilingan Jakarta Kak? Senen banyak hidden gem nya. Tapi kue subuh yg paling hits dan menarik untuk dikunjungi :D kapan-kapan kalo tugas ke Jakarta lagi kontak-kontak yaa aku temenin ke Kota Tua :D

    ReplyDelete
  8. Salfok sama nasi kapau yang ada di bawah fly overnya, bikin ngiler hahah. Nginap di pasar senen ternyata asik juga ya mbak, banyak hidden game yang benar-benar menarik

    ReplyDelete
  9. Seru banget kak. Emag enak sih ya nginap di tempat yang dekat mau kemana mana. Jadi kangen Jakarta

    ReplyDelete
  10. 5 hari, mbak. yang dikunjungi dekat-dekat aja kok. hehe

    ReplyDelete
  11. Kemarin waktu Mba Antung di grup ngabarin kalau sedang perjadin ke Jakarta, pengen banget sih aku bisa nyamperin Mba dari Bogor. Sayang sekali ternyata kesempatanku pun belum cocok. Banyak juga tempat yang Mba kunjungi ya. MasyaAllah. Wish one day kita beneran bisa meet up ya Mbakku.

    ReplyDelete
  12. Sering banget dengar nama tempat ini, tapi belum pernah kesana. Dari artikel ini jadi dapat gambaran seperti apa menariknya beberapa tempat wisata, kuliner yang nantinya akan di singgahi. Dan pasar senen juga sering terdengar kalau katanya lumayan banget. jadi penasaran deh

    ReplyDelete
  13. sekitar pasar senen itu banyak banget tempat kuliner dan belanja baju, ngethrift juga bisa sih di sana, wah lengkap deh pokoknya

    ReplyDelete
  14. Mbak Antung... seru banget loh walaupun hanya beberapa hari tapi udah banyak tempat yang dikunjungi. Keren... Kemana-mana naik bus transjakarta. Semoga kapan-kapan bisa main ke Jakarta lagi yaaa bawa keluarga.

    ReplyDelete
  15. Asik banget liatnya keliling kawasan Senen mba :D Banyak tempat yang bisa dieksplorasi ya.. Pasar Subuh masih ada ya sampai sekarang. Aku dulu waktu kecil pernah diajak ortuku ke sana. Thrifting juga pernah di Senen tapi pas kuliah dulu udah lama hehe.. Jadi pingin lagi eksplor Senen, deh.. :D

    ReplyDelete
  16. Makan rendang tuh uda paling aman yaa, ka Antung.
    Btw, aku dulu pernah tinggal beberapa waktu di kawasan Senen, jadi sedikit banyak apal daerah Senen. Tapi ya, sekarang memang banyak banget berubahnya.

    Salut, Jakarta semakin rapih dan nyaman.

    ReplyDelete