Sebagai seorang komika yang beralih profesi menjadi aktor, penulis skenario dan juga produser, Ernest di mata saya merupakan salah satu penggiat film yang kerap menghadirkan tema keluarga dalam film-film besutannya. Sebut saja Cek Toko Sebelah, Susah Sinyal, Milly & Mamet hingga Imerfect merupakan film-film yang menghadirkan kehidupan keluarga dengan pesan-pesan positif. Sebagai seorang pecinta film, tentunya saya senang dengan kehadiran film seperti ini karena bisa ditonton dengan aman bersama keluarga.
Tahun 2022 yang lalu, Ernest kembali menghadirkan film keluarga akhir tahun yang merupakan kelanjutan dari film Cek Toko Sebelah yang sukses sebelumnya. Masih berkisah tentang keluarga Koh Afuk dan anak-anaknya, Cek Toko Sebelah 2 ini lebih berfokus pada kisah cinta Erwin dan Natalie yang mempersiapkan pernikahan mereka.
Berbeda dengan film pertamanya yang memang memiliki setting toko dan seputar usaha sang ayah, Cek Toko Sebelah 2 lebih bekisah tentang hubungan percintaan antara Erwin dan Natalie. Jika di film pertama tokoh Natalie diperankan oleh Gisele, maka di film ke dua ini Laura Basuki dipilih untuk melanjutkan peran tersebut. Tentunya ini bukan pilihan yang salah mengingat jam terbang Laura yang memang lebih lama ketimbang Gisele.
Bagaimana cerita lengkap dari Cek Toko Sebelah 2? Yuk baca postingan ini sampai selesai.
Review Film Cek Toko Sebelah 2
Setelah menjalin hubungan selama 2 tahun, Erwin dan Natalie memutuskan untuk melanjutkan kisah cinta mereka ke jenjang pernikahan. Sayangnya rencana pernikahan ini sedikit terkendala karena sosok Agnes, mama Natalie yang sangat protektif terhadap putri semata wayangnya. Salah satu bentuk proteksi Agnes adalah larangan Agnes pada Erwin untuk pindah ke Singapura setelah menikah karena tak ingin terpisah dari putrinya.
Padahal sebelumnya Erwin menolak permintaan ayahnya untuk meneruskan usaha toko karena ingin mengejar karir ke Singapura. Hal yang tentunya membuat Erwin merasa tak enak dengan ayahnya yang kini tak lagi mengurusi toko dan menikmati kehidupan pensiunnya.
Tak hanya soal pekerjaan, Agnes juga mengatur segala tetek bengek persiapan pernikahan Erwin dan Natalie. Erwin dan Natalie yang sebenarnya hanya ingin mengadakan pernikahan sederhana mau tak mau harus mengikuti keinginan Agnes yang ingin anaknya menikah secara mewah di Bali.
Bahkan saking protektifnya, Agnes menyewa detektif untuk menyelidiki latar belakang kehidupan keluarga Erwin termasuk ayah dan kakaknya. Puncaknya, Agnes menyodorkan perjanjian pranikah pada Erwin sebagai syarat untuk bisa menikahi Natalie. Meski tersinggung dengan tindakan calon mertuanya ini, demi bisa menikahi pujaan hatinya Erwin pun berusaha mengalah dan tetap menuruti permintaan Agnes.
Sayangnya sebuah insiden membuat perjanjian antara Erwin dengan Agnes diketahui oleh Natalie yang berujung pada pertengkaran keduanya yang bahkan mengancam rencana pernikahan yang tinggal menghitung hari. Erwin juga harus menghadapi kakak dan ayahnya yang kecewa dengan tindakannya yang berbohong tentang kondisi keluarganya. Bagaimanakah Erwin akhirnya menyelesaikan konfliknya dengan Natalie dan keluarganya ini?
Selain berkutat pada kisah persiapan pernikahan Erwin, Cek Toko Sebelah 2 juga sedikit menyoroti kehidupan Yohan dan Ayu. Setelah sekian tahun menikah, Yohan dan Ayu mulai mendapat desakan dari Koh Afuk untuk memberikannya cucu. Hal ini cukup membuat pasangan ini tak nyaman karena Ayu sebenarnya tak ingin memiliki anak. Yohan sendiri sebenarnya tidak masalah dengan keinginan Ayu ini. Namun demi menghormati keinginan ayahnya, Yohan berusaha membujuk Ayu dengan menyetujui permintaan ayahnya untuk menjaga anak salah seorang teman selama orang tuanya mengurus perceraiannya.
Kehadiran Amanda memberikan warna tersendiri dalam kehidupan Ayu yang selama ini disibukkan dengan adonan kue. Namun apakah dengan kehadiran Amanda ini akan berhasil meluluhkan hati Ayu dan mau memiliki anak? Lalu rahasia apa sebenarnya yang disimpannya sehingga kukuh dengan pendirian untuk tidak memiliki anak?
Kesan setelah menonton Cek Toko Sebelah 2
Sebagai sebuah sekuel dari film pendahulunya yang sukses besar, Cek Toko Sebelah sebenarnya menawarkan ide cerita yang tak kalah bagus dengan Cek Toko Sebelah 1. Beberapa isu baru digulirkan dalam film ini yakni tentang child free yang mulai banyak dianut oleh generasi sekarang dengan berbagai alasan yang mendasarinya dan pastinya juga seputar persiapan pernikahan dan konflik yang terjadi di masa itu.
Satu hal yang membuat cukup ambigu dari film ini adalah judulnya yang masih menggunakan Cek Toko Sebelah padahal tokonya sudah tidak beroperasi lagi. Hehe. Seperti yang kita ketahui bersama, memang di ending Cek Toko Sebelah 1 Erwin akhirnya tidak jadi meneruskan toko ayahnya dan ternyata Koh Afuk juga pensiun mengelola toko di film ke dua ini. Jadi bisa dibilang unsur toko yang sebelumnya menjadi tagline dari film ini menjadi hilang di film ke dua.
Bicara soal kelucuan, seperti yang memang menjadi ciri khas Ernest juga, Cek Toko Sebelah 2 juga menawarkan unsur komedi yang cukup sukses membuat penonton tertawa lewat sosok Asri Welas dan beberapa teman Koh Yuan dan juga pastinya anak buah Ayu di bakery-nya.
Pesan Moral Film Cek Toko Sebelah 2
Di balik ceritanya yang ringan dan menghibur, Cek Toko Sebelah 2 menyimpan pesan moral yang cukup dalam tentang hubungan keluarga, pernikahan, dan pilihan hidup. Film ini mengajarkan bahwa komunikasi yang jujur dan terbuka menjadi kunci utama dalam menjaga keharmonisan hubungan, baik antara pasangan maupun antara anak dan orang tua. Keputusan Erwin untuk menyembunyikan masalah demi menghindari konflik justru membawa dampak yang lebih besar dan berujung pada kesalahpahaman.
Melalui sosok Agnes, film ini juga memperlihatkan bagaimana kasih sayang orang tua yang terlalu protektif dapat berubah menjadi tekanan bagi anak. Niat yang awalnya baik, jika tidak diiringi dengan kepercayaan dan penghargaan terhadap pilihan anak, justru bisa melukai perasaan dan merusak hubungan.
Sementara itu, kisah Yohan dan Ayu membuka sudut pandang baru tentang keputusan memiliki atau tidak memiliki anak. Film ini mengajak kita untuk lebih menghargai pilihan hidup setiap pasangan tanpa menghakimi, karena setiap keluarga memiliki pertimbangan dan perjalanan masing-masing.
Pada akhirnya, Cek Toko Sebelah 2 mengingatkan kita bahwa keluarga bukan tentang siapa yang paling benar, melainkan tentang bagaimana setiap anggota saling memahami, menerima kekurangan, dan tumbuh bersama. Sebuah pesan hangat yang membuat film ini terasa dekat dan relevan dengan kehidupan banyak keluarga.
Baca Juga
14 Komentar
Ernest memang super talented.
BalasHapusaku suka karya2 yg dihasilkan.
suka ngikutin podcast doi di YouTube jugaaaa
Jadi pengen nonton. Padahal yg pertama belum nonton juga nih, Cil. Hehe. Seru ga filmnya banyak issue kekinian yg d angkat. Untun judul, mgkn krn melanjutkan alur capt awal jd ttp pake itu Cil, meski tutup sudah tokonya..
BalasHapusSepertinya seru filmnya ya Mbak. Saya belum nonton sih yang bagian pertamanya. Tapi baca sinopsisnya menarik juga. Cek Toko Sebelah seperti menggambarkan problematika umum yang dihadapi para pasangan muda hingga kini ya. Menjembatani aneka keinginan keluarga dan pasangan.
BalasHapusAku sempet nonton film Cek Toko Sebelah tapi yg sessions 1 sama anakku mbak. Cuma baru separo udh ketiduran duluan ahaha. Next pengen lanjutin lagi. Bagus emang mengenai problematika kehidupan. Eh sekarang malah udh ada yg kedua ya 😂
BalasHapusWah, ada season dua nya ya
BalasHapusLucu film ini
Aku nonton yang season satu
Seru ceritanya
Aku malah belum nonton yang season dua dari reviewnya ngak seasyik season pertama ya, tapi masih ada unsur lucunya, aku suka yang pertama lucu buat hiburan banget pas lagi suntuk mikiran kerjaan rumah yang ngak ada habisnya. OTW nonton ah.
BalasHapusWah, unsur toko yang sebelumnya menjadi tagline dari film ini menjadi hilang di film ke dua ya ...tapi tak mengapa masih ada Ernest, Asri Welas yang bikin segar filmnya
BalasHapusMembaca review nya seakan membaca realita keluarga muda saat ini. Penuh tantangan yang lebih beragam
BalasHapusAsik banget, kini uda hadir Cek Toko Sebelah 2.
BalasHapusKarena yang pertama mengundang antusiasme dari penonton, maka kini jangan ketinggalan buat nonton kelanjutannya. Permasalahan pernikahan ini memang ribet yaa... Setiap adat dan keluarga pasti memiliki ciri khasnya masing-masing, Tapi zaman sekarang tuh ketambahan ada perjanjian pra-nikah ini loo.. Jadi terkesan ada beban di sebelum menikah, kalo itu memang bisa dikatakan beban yaa.. Padahal tujuannya mah, untuk kebaikan bersama.
Penasaran ingin nonton .. yg CTS 1 saya sudah nonton, tapi agak samar-samar ingetnya heheh.. kalau ngga salah, ada sibling conflict juga antara Erwin sama kakak ( atau adik ?) ya mba..
BalasHapusmungkin harus rewatch CTS 1 dulu baru nonton yg kedua.
wah sudah muncul nih sekuelnya, ciri khas Ernest dalam membuat film ya
BalasHapusnonton ah supaya ga penasaran
wah sudah muncul nih sekuelnya, ciri khas Ernest dalam membuat film ya
BalasHapusnonton ah supaya ga penasaran
Mau nih nonton, dulu ngikutin yang film 1 sama series nya. Kocak banget dah! Apalagi Ernest itu khas banget kalau bikin film
BalasHapusFilm Indo makin beragam temanya ya, semoga saja kualitas akting nya juga makin oke. Masih jarang2 nonton sih aku, paling pilih judul tertentu saja. Makasih mbak reviewnya.
BalasHapus