Law of Attraction: Cara Praktis Menarik Kesuksesan di Tahun Baru

Beberapa hari sebelum tahun 2022 berakhir, saya dan adik perempuan terlibat percakapan tentang Law of Attraction. Jadi ceritanya adik saya mengikuti seorang trainer khusus Law of Attraction ini. Setelah mengikuti berbagai video dan konten yang dibagikan sang trainer, adik saya pun langsung termotivasi untuk mempraktikkan Law of Attraction dalam kesehariannya.

Saya sendiri sudah cukup lama juga mendengar istilah Law of Attraction, namun tak pernah benar-benar mendalami pengertian dan pengaplikasiannya dalam hidup. Belakangan saya akhirnya mengerti kalau Law of Attraction merupakan filosofi yang menyatakan kalau pikiran positif akan mendatangkan hasil yang positif pula dalam kehidupan seseorang. Konon katanya jika diaplikasikan dengan benar, Law of Attraction ini akan sangat membantu kita dalam menggapai mimpi dan cita-cita yang kita targetkan.

3 Langkah Praktik Law of Attraction

3 Langkah Praktik Law of Attraction


Saya kemudian menonton tautan video yang dikirimkan adik saya. Nah dari video tersebut saya menemukan 3 hal yang bisa dipraktikkan terkait Law of Attraction ini yakni sebagai berikut:

1. Set Your Dream atau tuliskan mimpimu secara terperinci. 

Entah itu dalam hal pekerjaan, materi, urusan finansial hingga tempat yang ingin dikunjungi. Misalnya mimpi kita adalah bisa mengunjungi tempat wisata impian, naik jabatan, nah semuanya harus diset dengan jelas.

2. Memvisualisasikan mimpi kita tersebut.

Jika kita bermimpi untuk bisa ke Korea Selatan tempat para oppa kesayangan berada, maka untuk memvisualisasikannya kita bisa menempel foto kota Seoul hingga juga menghadirkan suasana kota tersebut dalam bayangan kita. Lalu semisal saat lagi naik bus, kita membayangkan sedang berada di bus di Seoul. 

3. Melakukan affirmasi positif terhadap goal dan tujuan yang ingin dicapai. 

Kita bisa melakukannya dengan menuliskan affirmasi tersebut dalam bentuk jurnal syukur atau yang lainnya. Salah satu contoh misalnya dengan mengucapkan kata-kata positif setiap harinya seperti, "Hari ini aku akan menjalani hari dengan baik," atau "Hari ini aku bisa menyelesaikan pekerjaan tepat waktu." Dengan melakukan affirmasi seperti itu akan mendorong kita untuk optimis dan berpikir positif. 

Jika ketiga hal di atas sudah dijalankan, maka tugas kita selanjutnya adalah menunggu hingga muncul sinyal kalau cita-cita tersebut akan tergapai. Sinyal ini bisa berupa tawaran atau kesempatan baru yang hadir dalam hidup kita. Berapa lama kita harus menunggu hingga sinyal ini hadir? Nah kalau untuk hal ini saya kurang tahu namun tentunya jika kita memang benar-benar menginginkan sesuatu, kita biasanya akan mengusahakan untuk mendapatkannya, bukan? 

Law of Attraction dan Perspektif Agama

Setelah dipelajari, jujur saya merasa langkah-langkah yang dijabarkan ini sebenarnya bukan hal yang baru. Kita kerap menemukan orang-orang yang sudah menjalankan tips-tips di atas tanpa tahu kalau itu adalah bagian dari Law of Attraction ini. 

Misalnya adik saya yang benar-benar ingin lulus PNS dan kemudian Allah ijabah keinginannya untuk menjadi PNS di kota tetangga. Lalu ibu saya yang selalu berkata ingin umroh berkali-kali dan memang benar beliau berhasil mewujudkan keinginannya tersebut.

Tentunya untuk bisa mencapai impian mereka tersebut, ibu dan adik saya tidak diam saja menunggu keajaiban datang pada mereka. Adik saya mengikuti kelas khusus persiapan tes PNS dengan sangat serius. Dia bahkan stop membuka media sosial dan tidak menonton film di layanan streaming jelang tes PNS. Sedangkan ibu saya tentu saja yang dilakukannya adalah dengan mengumpulkan uang untuk bisa memenuhi biaya umroh tersebut. 

Dalam agama saya sendiri, saat kita menginginkan sebuah hal ada 3 hal yang harus dilakukan. Pertama berdoa, lalu berusaha dan ke tiga adalah bertawakkal pada Allah atas hasil yang diberikan dari usaha kita. Berdoa atas keinginan yang dimiliki menunjukkan bahwa kita ada seorang hamba yang tentunya harus meminta terlebih dahulu jika menginginkan sesuatu. 

Lalu untuk usaha atau ikhtiar menandakan bahwa kita diberi kesempatan untuk menunjukkan kesungguhan kita dalam menggapai tujuan atau keinginan tersebut. Sedangkan dengan bertawakal berarti kita menyerahkan semua keputusan kepada Allah karena Allah lebih tahu yang terbaik bagi hambanya. 

Salah satu hal yang mungkin menjadi kontra antara Law of Attraction ini dengan agama yang saya anut adalah Law of Attraction menjadikan semesta mengikuti keinginan kita.  Seolah-olah jika kita melakukan semua hal yang disarankan terkait Law of Attraction ini, maka cepat atau lambat keinginan kita akan terwujud. Padahal sejatinya semua yang terjadi atas diri manusia semata-mata karena izin Allah Swt. 

Namun setidaknya ada satu hal yang saya setujui dari prinsip Law of Attraction ini yakni senantiasa berpikir positif. Pikiran-pikiran negatif seperti tidak yakin bisa melakukan sesuatu atau merasa tidak mampu mencapai mimpi hanya akan menjadi batu penghalang bagi kita dalam usaha mewujudkan impian kita. Selain itu jika terhadap hal-hal negatif yang mungkin terjadi dalam hidup kita juga bisa melakukan reframing agar bisa melihat hal negatif tersebut dari sisi yang lain.


Law of Attraction dan Resolusi Tahun Baru

Pada praktiknya, Law of Attraction juga bisa kita terapkan saat membuat resolusi tahun baru. Setiap pergantian tahun, biasanya orang-orang ramai membagikan resolusi di tahun yang baru dihadapi ini seolah hal tersebut adalah sebuah tradisi. 

Ada yang ingin menurunkan berat badan, mengunjungi kota tertentu, mendapatkan promosi hingga mungkin memiliki rumah atau kendaraan pribadinya sendiri. Nah untuk setiap keinginan dan tujuan yang kita capai tersebut, kita bisa menuliskannya dengan rinci dan melakukan visualisasi dan affirmasi positif atas tujuan yang ditetapkan.    

Saya sendiri tentunya juga memiliki resolusi untuk tahun 2023 ini. Ada 2 resolusi yang ingin saya wujudkan untuk tahun 2023 ini yakni bisa mempelajari ilmu dan kemampuan baru dan juga menambah sumber pemasukan keluarga.

Jujur selama beberapa tahun terakhir saya sukses dibuat iri dan terkagum-kagum pada teman-teman sesama blogger yang semakin berkembang saja setiap harinya. Ada yang sekarang menjadi pembicara, trainer dan hingga spesialis di dunia digital. Bahkan ada juga teman-teman yang ternyata sudah sekolah lagi melanjutkan pendidikannya. Sungguh membuat iri! Hihi.

Lalu terkait menambah sumber pemasukan keluarga, mungkin ini terdengar materialistis, tapi tentunya saya harus realistis. Sudah bertahun-tahun saya tidak liburan dan saya juga berharap di masa tua bisa menjalaninya dengan sejahtera atau setidaknya tidak kekurangan. 

Gaji saya dan penghasilan dari blogger sebenarnya cukup dan saya masih memiliki sedikit dana darurat. Namun berhubung usaha suami juga masih belum berjalan dengan baik maka mau tak mau kami harus berpikir untuk mencari sumber pendapatan lain agar bisa memenuhi beberapa kebutuhan dan sedikit bersenang-senang dengan keluarga.

Harapan saya, dengan saya belajar hal baru di tahun 2023 ini, siapa tahu juga bisa berpengaruh pada pendapatan saya. Seperti yang mungkin banyak dialami oleh orang-orang lain yang mencoba hal baru sehingga akhirnya bisa mendapatkan penghasilan bahkan mungkin beralih profesi karena keahlian barunya tersebut. Demikian sedikit curhatan saya terkait resolusi tahun baru dan law of attraction. Selamat tahun baru 2023!



Baca Juga