Saat Artikel Blog Tidak Terindeks Google, Apa yang Harus Dilakukan?

Sebagai seorang blogger, salah satu hal yang mungkin menjadi sebuah kebanggaan adalah saat artikel yang kita tulis bisa berada di halaman pertama Google. Dengan berada di halaman pertama Google, peluang tulisan kita dibaca orang akan semakin besar dan. Namun bagaimana jika ternyata artikel yang sudah ditulis dengan penuh riset kata kunci dan kaidah SEO dengan jumlah kata yang lumayan itu ternyata malah tidak diindeks oleh Google? Pasti kecewa banget ya? Apalagi kalau ternyata artikelnya adalah artikel lomba atau pesanan dari klien. Tambah pusinglah kita. Hehe.

Sebuah artikel sendiri memiliki waktunya masing-masing untuk bisa terindeks di mesin pencari. Ada yang 1 hari sudah terindeks, bisa juga beberapa hari bahkan ada yang 1 bulan baru bisa terindeks. Ada banyak faktor yang bisa mempengaruhi kemunculan artikel kita di mesin pencari Google seperti algoritma Google, konten dari artikel tersebut hingga persaingan kata kunci yang ada dalam sebuah artikel.

Saya sendiri baru-baru ini mengalami kejadian yang cukup membuat puyeng terkait pengindeks-an artikel ini. Jadi ceritanya, beberapa waktu lalu saya mengecek tulisan saya tentang sebuah sunscreen lokal yang saya gunakan apakah sudah terindeks Google atau belum. Sebagai seorang pengulas produk, saya berharap artikel ini bisa cepat terindeks karena menurut saya belum banyak yang menulis reviewnya. Namun alangkah terkejutnya saya ketika mengetahui kalau artikel tersebut tidak ada di Google padahal sudah lebih dari 1 minggu tayang.

Saya kemudian jadi penasaran dengan artikel saya yang lain yang diterbitkan sebelum artikel tersebut. Setelah saya cek satu per satu, ternyata artikel terakhir saya yang berhasil diindeks Google itu adalah artikel sebulan sebelumnya sementara beberapa artikel sesudahnya tidak ada yang bisa ditemukan di Google. Padahal di bulan tersebut saya cukup banyak menulis artikel dan semuanya tidak terindeks.

Mengetahui hal ini jujur saya jadi panik dan bingung sendiri. Ada apa nih dengan blog saya? Apakah terjadi sesuatu sehingga artikelnya tidak terindeks? Atau ini semata pengaruh algoritma Google yang lambat mengindeks tulisan saya? Bagaimana mengatasinya? Begitulah ujung dari pertanyaan yang muncul di kepala saya.


Cara mengecek artikel sudah terindeks Google atau belum

Sebelum beralih ke permasalahan yang sedang saya hadapi dan berusaha dipecahkan, mungkin ada baiknya saya berbagi info terlebih dahulu cara mengecek artikel kita sudah terindeks atau belum? Berdasarkan ilmu yang saya dapatkan, ada 2 cara yang bisa dilakukan untuk mengetahui sebuah artikel sudah ada ada di halaman pencarian Google, yakni:

Menuliskan site:alamat url di kolom pencarian 


Cara mengecek artikel di google

Cara pertama yang bisa dilakukan untuk mengecek artikel kita sudah diindeks Google adalah dengan menuliskan format site:alamat url di kolom alamat google. Jika artikel sudah ada di Google maka artikel tersebut akan muncul. Sedangkan jika artikel belum terindeks maka artikel yang kita tuliskan tadi tidak akan ditemukan di Google. 

Dalam penggunaan cara pertama ini, jika artikel ternyata belum ditemukan maka kita bisa meminta Google mengindeks atau meratapi artikel kita lewat Google Search Console atau website lain seperti pingfarm.


Menggunakan fitur inspeksi URL di Google Search Console.


Cara mengecek artikel di google search console

Cara kedua untuk mengecek keberadaan artikel kita di laman pencarian adalah dengan menggunakan fitur pada Google Search Console. Caranya tinggal salin url postingan kita dan masukkan ke kolom pencarian. Jika URL sudah diindeks maka akan muncul keterangan URL diindeks dengan centang berwarna hijau. 

Sedangkan jika belum diindeks bisa jadi ada 2 keterangan yang diberikan, yakni URL tidak ada di Google atau URL tidak ada di Google karena terjadi error pengindeks-an. Dalam hal ini, jika keterangan yang diberikan adalah URL tidak ada di Google, kita bisa meminta Google untuk melakukan pengindeks-an di tombol yang sudah disediakan.

Mengatasi artikel yang belum terindeks Google

Setelah mengetahui ada cukup banyak artikel saya yang ternyata belum diindeks Google, saya pun langsung melakukan tindakan menginput URL yang belum terindeks tersebut secara manual. Nah, setelah dilakukan input manual ini, hasilnya adalah terjadi error pengindeks-an karena kesalahan pengalihan. Duh, makin pusing saya. Sebenarnya ini bukan kali pertama sih artikel di blog saya mengalami kesalahan peralihan. Namun dengan jumlah artikel mengalami kesalahan pengalihan yang menyentuh 20 saya jadi takut juga blog saya kena block atau apa.

Saya pun mencoba bertanya dan meminta saran kepada beberapa master SEO yang saya kenal di dunia maya dan juga mencari info di dunia maya. Berikut adalah beberapa saran yang saya dapatkan dari para master SEO ini yang kemudian saya lakukan untuk mengatasi permasalahan indeks artikel ini:
  1. Cek robot.txt pada blog saya apakah sudah benar siapa tahu ada kode yang meminta agar tulisan saya tidak dirayapi
  2. Lakukan validasi pada artikel yang mengalami kesalahan pengalihan. Validasi bisa memakan waktu berhari-hari karena itu kita harus sabar menunggu
  3. Coba perbaiki artikel dan ganti url-nya. Jangan lupa lakukan pengalihan khusus setelah mengubah url lama menjadi url baru dan lakukan input manual di Google Search Console
  4. Ganti template. Meski sebenarnya saya sudah puas dengan template lama, saya mencoba cara ini siapa tahu ada pengaruhnya
  5. Hapus peta situs yang ada dan pasang kembali. Siapa tahu, kan peta situs yang lama agak error jadi mungkin perlu penyegaran. Hehe
  6. Daftarkan blog di Google News/Google Publisher. Cara ini saya lakukan setelah mendengar cerita dari rekan blogger yang tulisannya lebih cepat terindeks. Setelah saya coba, benar saja tulisan saya cepat terindeks dan blog yang mengalami kesalahan pengalihan berkurang seiring waktu. 
  7. Input url postingan ke GSC dengan menambahkan ?m=1 setelah html
Setelah melakukan semua langkah di atas, apakah artikel saya langsung terindeks? Tentu tidak. Hehe. Setiap hari saya mengecek cakupan indeks pada Google Search Console untuk mengetahui perkembangan validasi artikel-artikel saya. Saya juga melakukan input manual untuk tulisan-tulisan baru agar lebih cepat dirayapi Google. Beberapa kali saya menerima email yang menyatakan kalau validasi yang saya lakukan gagal dan saya harus mengulang kembali proses validasi artikel yang error tersebut. 

Nah, setelah sekitar 2 minggu, saya mulai menemukan setitik cahaya. Google mengirimkan email yang menyatakan kalau validasi yang saya lakukan berhasil. Yay! Segera saya membuka lama Google Search Console untuk memastikannya dan eng ing eng! Artikel saya tetap belum terindeks. Hehe. Namun saya tidak patah semangat. Saya coba buka ke peta situs dan mengecek ke halaman yang dikecualikan. 

Ternyata ada beberapa halaman yang keterangannya di-crawl saat ini tidak diindeks dan ditemukan saat ini tidak diindeks. Saya bukan keterangan dari artikel yang sudah dicrawl dan ditemukan tapi tidak diindeks tersebut. Ada beberapa alamat artikel yang sebelumnya berada dalam daftar kesalahan pengalihan. Saya coba salin alamatnya dan saya tempelkan di kolom pencarian Google sesuai cara pertama yang saya tulis di atas. 

Hasilnya, beberapa artikel ternyata sudah bisa ditemukan dan beberapa artikel lain masih belum ditemukan. Saya kurang tahu ya kenapa hasilnya seperti itu, namun saya berusaha berprasangka positif Google masih perlu waktu untuk mengindeks artikel yang sudah ditemukannya tersebut. Akhirnya beberapa artikel yang masih belum ditemukan tersebut saya submit lagi ke Google search console.
 
Setelah hampir 1 bulan bolak-balik mengecek keberadaan artikel saya di Google search console, akhirnya saya mulai bisa bernafas lega. Satu per satu artikel yang divalidasi berhasil muncul di halaman pencarian Google. Bahkan artikel yang baru beberapa hari lalu saya terbitkan juga sekarang sudah bisa ditemukan di halaman pencarian. Sekarang saya tinggal menunggu beberapa artikel lain yang masih dalam proses validasi. Semoga saja artikel-artikel tersebut juga bisa memberikan kabar baik beberapa hari ke depan.

Demikian sedikit curhat saya terkait suka duka selama menjadi bloger. Semoga bermanfaat bagi teman-teman semua!
Baca Juga