Sendi merupakan bagian tubuh yang menghubungkan tulang dan membantu tubuh kita bergerak. Di tubuh kita, diperkirakan ada 200-250 sendi yang menghubungkan tulang-tulang. Selain menghubungkan tulang-tulang, sendi juga memiliki fungsi memberi struktur tubuh dan membantu otot menggerakan tulang.
Sebagai bagian tubuh yang aktif digunakan, sendi tentu tidak luput dari berbagai gangguan. Salah satu gangguan yang paling sering terjadi adalah artritis atau yang lebih dikenal dengan sebutan radang sendi.
Radang sendi merupakan kondisi peradangan pada satu atau beberapa sendi yang menyebabkan nyeri, kaku, serta keterbatasan gerak. Penyakit ini dapat menyerang siapa saja, termasuk anak-anak dan remaja, meski lebih sering dialami oleh orang dewasa dan lansia.
Gejala Radang Sendi
Beberapa gejala yang umum dirasakan oleh penderita radang sendi antara lain:
- Nyeri atau rasa sakit pada sendi
- Sendi terasa kaku, terutama di pagi hari
- Pembengkakan di sekitar sendi
- Kulit di sekitar sendi tampak kemerahan
- Gerakan sendi menjadi terbatas
- Otot di sekitar sendi melemah dan mengecil
Sebab terjadinya radang sendi
Ada banyak hal yang bisa menjadi sebab terjadinya radang sendi, diantaranya:
1. Faktor usia
Seiring bertambahnya usia, kepadatan tulang dan kualitas sendi akan menurun. Pada usia di atas 60–65 tahun, risiko terjadinya radang sendi meningkat karena sendi tidak lagi sekuat saat muda.
2.Cedera pada Sendi
Benturan, kecelakaan, atau cedera olahraga dapat merusak jaringan sendi. Cedera yang tidak ditangani dengan baik berpotensi menimbulkan peradangan kronis.
3. Gangguan pada metabolisme tubuh
Kadar asam urat atau kalsium yang terlalu tinggi dalam tubuh dapat memicu peradangan pada sendi, seperti yang terjadi pada penyakit asam urat.
4. Infeksi sendi
Infeksi akibat bakteri, virus, atau jamur juga bisa menyerang sendi dan menyebabkan peradangan, yang dikenal sebagai septic arthritis.
5. Autoimun
Pada kondisi autoimun, sistem kekebalan tubuh justru menyerang jaringan sehat, termasuk sendi. Hal inilah yang terjadi pada rheumatoid arthritis dan lupus.
Jenis-jenis radang sendi
Radang sendi yang terjadi pada tubuh kita sendiri ada bermacam-macam. Bahkan disebutkan ada 100 jenis penyakit radang sendi yang bisa dialami manusia. Beberapa jenis radang sendi yang sering ditemui antara lain:
1. Osteoarthritis
Osteoarthritis merupakan jenis radang sendi yang paling sering terjadi. Radang sendi jenis osteoasthritis ini terjadi karena ada masalah pada tulang rawan dan menyebabkan tubuh jadi sulit bergerak.
2. Rheumatoid Arthritis (RA)
Rheumatoid Arthritis terjadi karena adanya masalah pada sistem imun tubuh atau masalah autoimun. Pada radang sendi jenis ini, sistem imun yang seharusnya melindungi tubuh malah berbalik menyerang jaringan yang ada pada tubuh, termasuk sendi.
3. Penyakit Asam Urat
Penyakit asam urat ternyata juga digolongkan sebagai penyakit radang sendi. Tingginya kadar asam urat dalam tubuh berakibat pada munculnya rasa nyeri di beberapa bagian tubuh kita. Salah satu sendi yang paling sering diserang asam urat ini adalah bagian jempol kaki.
4. Psoriasis arthritis
Psoriasis arthritis terjadi pada mereka yang mengalami psoriaris di kulitnya.
5. Ankylosing spondylitis
Ankylosing spondylitis merupakan radang sendi yang mempengaruhi tulang otot dan ligamen belakang. Radang sendi ini menyebabkan kekakuan dan menyatunya persendian pada tulang belakang. Tak hanya itu, radang sendi Ankylosing spondylitis ini juga bisa mempengaruhi bagian tubuh lain seperti mata.
6. Lupus
Lupus merupakan penyakit radang sendi yang juga disebabkan oleh masalah autoimun pada tubuh.
7. Juvenile Idiopathic Arthritis
Juvenile Idiopathic Arthritis merupakan penyakit radang sendi yang menyerang anak-anak berusia 16 tahun dan muncul akibat kelainan autoimun yang disebabkan faktor keturunan dan virus.
8. Septic Arthritis
Septic Arthritis merupakan radang sendi yang umumnya terjadi di lutut dan biasanya disebabkan oleh infeksi kuman di dalam sendi.
Cara Mencegah Terjadinya Radang Sendi
Radang sendi merupakan penyakit bersifat progresif dan tidak bisa disembuhkan secara total. Penyakit ini hanya bisa dikurangi kadar nyerinya dengan mengkonsumsi obat-obatan seperti obat penghilang rasa sakit, obat non steroid anti inflamasi dan
obat kortikosteroid.
Jika dibiarkan terus-terusan, penyakit ini akan semakin menyebar dan bisa menimbulkan kecacatan pada tubuh. Oleh karena itu, penting bagi kita untuk melakukan pencegahan sebelum terjadi radang sendi ini.
Beberapa hal yang bisa dilakukan untuk mencegah terjadinya radang sendi antara lain:
1. Menjaga pola makan
Hal pertama yang bisa dilakukan untuk mengurangi risiko terjadinya radang sendi adalah dengan menjaga
pola makan kita. Seperti yang kita tahu, pola makan sangat berpengaruh pada kesehatan tubuh. Pastikan Anda mengkonsumsi makanan yang sehat dan seimbang, serta tambahkah antioksidan dalam pola makan untuk mengurangi peradangan dalam tubuh.
2. Hindari obesitas
Kelebihan berat badan atau obesitas meningkatkan risiko kita terkena penyakit, termasuk juga radang sendi. Semakin berat tubuh kita, maka beban yang ditanggung tulang dan sendi juga semakin berat. Itulah sebabnya, para penderita obesitas lebih rentan terkena penyakit radang sendi. Oleh karena itu, penting sekali bagi kita untuk menjaga agar tubuh tidak kegemukan dengan menjaga pola makan dan berolahraga.
3. Rutin berolahraga
Selain dengan menjaga pola makan dan menjaga berat badan, olahraga juga menjadi salah satu cara untuk mencegah terjadinya radang sendi. Rutin berolahraga memiliki manfaat yang sangat baik untuk kesehatan tubuh termasuk kesehatan tulang dan sendi. Nah, untuk mencegah terjadinya radang sendi, sebaiknya lakukan
olahraga dengan intensitas rendah dan hindari olahraga yang dapat membebani tulang dan sendi.
Penutup
Radang sendi memang bukan penyakit yang bisa disepelekan. Dengan mengenali penyebab, jenis, serta cara pencegahannya sejak dini, kita dapat menjaga kesehatan sendi agar tetap aktif dan produktif dalam menjalani aktivitas sehari-hari.
Semoga informasi ini bermanfaat dan bisa menjadi pengingat bagi kita semua untuk lebih peduli terhadap kesehatan tulang dan sendi. 🌿
Baca Juga
11 Komentar
yesss bener, dengan rutin olahraga banyak bergerak pasti akan lebih sehat :D
BalasHapuswah.. banyak sekali ya yang menjadi faktor penyebabnya. semoga bisa menghindari deh.. sehat semua
BalasHapuswww.ipung..net
Katanya kebiasaan untuk hmm...gimana ya nulisnya, nyeklek-nyeklek jari itu juga ga bagus karena dia mengikis bantalan yang ada di persendian ya mbak. Ngeri juga sih kalo udah bantalan itu habis, terus tinggal tulang ketemu tulang, kaya apa itu sakitnya.
BalasHapusmolly sering nih radang sendi karena suka olahraga setiap hari. kadang engselnya suka ngehang. kalo misalnya sakitnya gak ketahan ya molly makan obat pain killer.
BalasHapusWah aku baru tahu kalau lupus salah satu penyakit radang sendi mbak. Aku kira beda nggak menyangkut sendi sama sekali. Karena ada tetangga sih yang kena lupus ini. Dan emang penjagaannya lumayan ketat.
BalasHapusYa ampun, kebeneran banget, baca ini pas otot di atas tumit kanan berasa agak nyeri.
BalasHapusEntah salah ngolet atau memang warning buat kasi badan lebih banyak lagi istirahat.
Semangat jaga sehat bareng..
Agak ngeri gimana gitu kalau sendi sakit. Sakitnya linu banget berasa tulang itu kegesek gimana mbak. Jadi lebih tahu tentang radang sendi dan cara mencegah penyakit radang sendi.
BalasHapusBeberapa bulan yg lalu saya juga kena radang sendi mbak. Kata dokter saya obesitas. Alhamdulillah setelah mengatur pola makan sudah berangsud pulih. Tips yang mbak tulis ini sudah saya lakukan semua saking pengennya gak sakit lagi 😄
BalasHapusDuh, olahraga masih menjadi PR buatku. Kadang terasa nyeri sendi mengganggu, apalagi pas gendong anak yang semain berat. Coba kalau lebih rajin olahraga pasti kondisi fisik juga makin prima.
BalasHapusMakasih tulisannya ya mba
Ibuku juga kena bagian sendinya dan kata dokter harus bersepeda setiap hari.
BalasHapusAlhamdulillah,
Ternyata memang hidup kudu seimbang dengan olahraga dan makan makanan yang bergizi.
Olahraga dan mencegah obesitas, setuju banget nih kak. Utamanya kalau udah menjelang usia senja, radang sendi kerap menyerang para lansia nih. Tak terkecuali yg masih kayak kita2. Makanya, penting banget ya kak menerapkan pola hidup sehat sejak dini. Sbg modal utama persiapan di hari tua.
BalasHapus