Opsi Pengobatan untuk Rinitis Alergi

Opsi Pengobatan untuk Rinitis Alergi



Rinitis alergi adalah peradangan yang terjadi pada rongga hidung akibat reaksi terhadap alergen. Penyebab utama dari rinitis alergi reaksi kekebalan tubuh yang melepaskan senyawa histamin sebagai respon terhadap alergen. Reaksi ini yang memicu pembengkakan dan iritasi pada hidung. Gejala rinitis alergi antara lain adalah hidung berair atau tersumbat, bersin, mata gatal, dan batuk.

Pengobatan untuk Rinitis Alergi


Obat untuk rinitis alergi yang mudah diperoleh adalah antialergi dan dekongestan. Namun akan lebih baik jika Anda langsung berkonsultasi ke dokter, karena pilihan obat yang paling tepat adalah tergantung dari tingkat keparahan gejala yang timbul. Berikut ini adalah beberapa opsi pengobatan yang bisa Anda lakukan ketika terkena rinitis alergi

1. Obat-obatan

Antialergi atau antihistamin adalah obat semprot hidung dapat digunakan untuk meringankan gejala rinitis. Obat semprot ini memiliki keunggulan lebih efektif daripada obat oral. Menurut dosisnya, obat semprot ini dapat digunakan setiap 10 hingga 12 jam sesuai kebutuhan Anda, dengan catatan maksimal dua kali semprot per hari. Penggunaan obat semprot ini dibatasi agar tidak dipakai lebih dari tiga hari secara berurutan karena akan malah memperparah keadaan.

Obat lainnya adalah dekongestan. Dekongestan dapat berbentuk obat oral maupun obat hirup yang bisa digunakan untuk meredakan hidung tersumbat. Dekongestan bekerja dengan cara meredakan pembengkakan pembuluh darah di dalam hidung sehingga saluran napas menjadi terbuka.

Baca juga : Zat yang Terkandung di Daun Jambu Biji

2. Imunoterapi atau desensitasi

Info kesehatan tentang pengobatan rinitis alergi selanjutnya adalah imunoterapi. Pengobatan ini dilakukan dengan cara menyuntikkan alergen ke penderita dalam interval waktu tertentu. Dosisnya akan ditambah seiring waktu untuk menurunkan sensitivitas imun tubuh terhadap alergen tertentu. Selain melalui suntikan, alergen juga bisa dalam bentuk tablet siap minum.

3. Irigasi hidung

Tindakan ini dilakukan untuk membersihkan rongga hidung dengan menyemprotkan cairan steril ke dalam lubang hidung lalu mengeluarkannya lewat mulut. Efek samping dari opsi pengobatan ini adalah iritasi hidung, nyeri telinga, atau berkumpulnya cairan dalam rongga sinus sekitar hidung. Namun pada umumnya efek samping ini jarang sekali terjadi dan dapat ditangani.
Baca Juga
Reactions

Post a Comment

4 Comments

  1. Rinitis..sebuah kata yg masih asing di telingaku..aku lbh sering mendengar ttg sinusitis..hehe.. Terima kasih sharingnya mba..

    ReplyDelete
  2. Apakah biasanya gejalanya jadi sering bersin gitu kalau pas ketemu alergennya. Misal kayak temanku yang bersin-bersin mulu saat udara mulai lebih dingin?

    ReplyDelete
  3. Kalau aku alerginya sama dingin kadang atau seafood kalau seafood-nya enggak dicuci dengan bersih
    Makanya baca ini jadi ingat lagi kapan terakhir makan seafood
    Semoga enggak pernah lagi dengan menjaga kondisi

    ReplyDelete
  4. Dengan membersihkan hidung secara teratur dan berkala bisa untuk terapi pengobatan Rinitis Alergi yaa..
    MashaAllah~
    Jadi paham makna wudlu bagi kesehatan nih, kak Aya.

    ReplyDelete