"Ran, kamu masih ingat nggak waktu study tour SMA kita ke mana aja waktu itu?" Saya bertanya pada seorang teman SMA terkait momen study tour kami di tahun 2002. Entah kenapa, meski sudah lewat 20 tahun, saya ingin mengenang kembali momen-momen tersebut dan menjadikannya catatan perjalanan di blog ini.
"Ke Pupuk Kaltim sama ke museum," jawab teman saya tersebut.
"Wah, bukan ke PT. Badak?" Tanya saya lagi untuk meyakinkan.
"Bukan."
"Oo. Oke deh. Makasih, ya," kata saya lagi menutup pembicaraan lewat whatsapp tersebut.
Tak lama, teman saya ini kemudian mengirimkan beberapa foto yang masih disimpannya saat study tour SMA dua puluh tahun lalu. Foto-foto itu terlihat buram dengan resolusi rendah. Maklum, teknologi kamera saat itu masih terbatas. Meski demikian, saya masih bisa mengenali wajah-wajah di dalamnya. Wajah-wajah muda yang polos, yang mungkin saat itu belum benar-benar tahu akan menjadi apa di masa depan.
Mengenang Masa-masa SMA
Masa SMA konon merupakan salah satu masa paling berkesan dalam fase kehidupan seseorang. Di masa ini, biasanya ada banyak kenangan yang tercipta. Entah itu cinta pertama, nonton konser pertama, dan berbagai keseruan lainnya yang sulit dilupakan.
Bicara tentang kenangan di masa SMA, saya ingat sekali di masa SMA inilah pertama kali saya berkenalan dengan internet. Kala itu internet hanya bisa dimiliki oleh kalangan tertentu yang memiliki telepon rumah dengan biaya yang dihitung per menit. Hal ini tentunya jauh berbeda dengan sekarang di mana jaringan internet sudah menggunakan fiber optik. Bagi saya yang tidak memiliki sambungan internet, maka pilihan termudah adalah datang ke warnet dengan tarif 4000-6000 rupiah per jam.
Di kubikel-kubikel kecil inilah, saya mulai berkenalan dengan dunia maya. Sapaan "Hi, asl pls," menjadi kalimat pertama yang muncul saat saya membuka saluran chatting miRC. Kadang berjam-jam bisa saya habiskan untuk berkenalan dengan siapa saja yang sedang online. Bahkan pada akhirnya waktu itu saya juga sempat melakukan kopi darat dengan kenalan di miRC tersebut.
Mulai Mengenakan Jilbab di Masa SMA
Selain berkenalan dengan internet, masa SMA ternyata juga merupakan momen pertama kalinya saya mengenakan jilbab, tepatnya saat kelas 3. Waktu itu alasannya sederhana saja. Sekolah membuat program Jum'at Taqwa di mana setiap hari Jum'at seluruh siswa muslim wajib mengenakan pakaian muslim.
Daripada harus repot melepas dan mengenakan kembali, saya memutuskan untuk sekalian memakai jilbab setiap hari. Alhamdulillah, kebiasaan itu bertahan hingga sekarang, meskipun tentu saja ada naik turun dalam perjalanan ibadah.
Handphone dan Perubahan Zaman
Kehadiran handphone juga menjadi salah satu hal yang cukup berkesan di masa SMA. Saya ingat saat di kelas 3, beberapa teman membawa handphone ke sekolah. Saat itu tentunya handphone yang digunakan jauh berbeda dengan handphone sekarang yang serba canggih. Ukurannya masih tebal dan hanya memiliki layar kecil dengan nada dering polifonik. Ada yang meletakkan handphone di kantong seragam dan ada juga yang mengalungkannya di leher.
Saya sendiri baru mulai menggunakan handphone saat berkuliah di Banjarbaru, yang merupakan handphone pemberian almarhum ayah agar saya lebih mudah menghubungi kalau memerlukan sesuatu.
Cerita Study Tour Masa SMA
Jelang kelulusan masa SMA, pihak sekolah menawarkan ide untuk study tour bagi para siswa kelas 3. Untuk pemilihan kota yang akan dikunjungi sendiri diserahkan sepenuhnya pada siswa sementara pihak sekolah hanya memfasilitasi. Untuk itu, sebelum tanggal study tour ditetapkan diadakan terlebih dahulu musyawarah untuk menentukan kota mana yang akan dikunjungi.
Dalam musyawarah tersebut, semua siswa diberikan hak langsung untuk memilih. Pilihan kota ada 2 yakni Surabaya dan Samarinda. Saya sendiri jujur memilih kota Surabaya kala itu karena pastinya memiliki
rekomendasi wisata yang menarik dan lokasinya di luar Kalimantan.
Namun saat itu hasil voting menunjukkan sebagian besar siswa memilih Samarinda sebagau tujuan study tour. Akhirnya kami semua pun sepakat dengan hasil ini dan para siswa yang ingin ikut study tour diharapkan mengumpulkan uang sebesar 300 ribu rupiah sebagai biaya study tour.
Perjalanan ke Samarinda
Perjalanan menuju kota Samarinda sendiri dilakukan dengan menggunakan dua buah bus untuk tiga kelas IPA. Perjalanan dimulai dari sore hari dengan perkiraaan waktu perjalanan 18 jam. Ini adalah kali pertama saya pergi ke luar kota dan tanpa ditemani orang tua. Di tengah-tengah perjalanan, bus di depan kami berhenti karena beberapa teman di bus tersebut mengalami mabuk darat parah dan muntah-muntah.
Setelah melalui perjalanan belasan jam, tibalah kami di kota Samarinda. Di kota ini, kami menginap di sebuah asrama yang letaknya dekat dengan mall tertua di kota Samarinda. Pembagian kamar pun langsung dilakukan. Seingat saya saat itu saya berada satu kamar dengan 3 orang teman lain yang berbeda kelas.
Usai membereskan bawaan masing-masing dan beristirahat, sore harinya saya dan beberapa teman kemudian menyempatkan diri untuk menyambangi mall dekat asrama tempat menginap sebelum besoknya memulai agenda study tour.
Mengunjungi Kota Bontang
Tujuan pertama kami saat study tour adalah mengunjungi PT. Pupuk Kaltim di kota Bontang. Seingat saya, perjalanan dari Samarinda menunju Bontang memakan waktu kurang lebih 2 jam. Di sini kami diajak untuk melihat-lihat bagian dalam perusahaan dan pastinya juga bagian dapur dari perusahaan penyedia pupuk ini. Kami juga sempat menikmati makan siang di dapur perusahaan ini.
Setelah acara kunjungan ke PT. Pupuk Kaltim usai, perjalanan dilanjutkan dengan mengunjungi salah satu tempat wisata di kota Bontang. Sayangnya saya benar-benar tidak ingat nama tempat yang kami kunjungi ini. Seingat saya ini adalah sebuah tempat wisata dengan banyak pepohonan di dalamnya. Benar-benar tidak membantu yaa? Hehe.
Berkunjung ke Museum di Tenggarong
Setelah kunjungan ke PT. Pupuk Kaltim, perjalanan kami lanjutkan menuju kota Tenggarong. Di kota ini kami semua berkunjung ke Museum yang ada di kota tersebut yang pada bagian depannya terdapat patung hewan Lembuswana.
Museum ini sendiri dulunya adalah bekas istana Kutai Kertanegara yang dibangun oleh perusahaan beton Belanda bernama Hollandsche Beton Maatschappij (HBM) dengan gaya arsitektur Eropa Klasik (Wikipedia). Pada bagian dalam museum pengunjung bisa melihat berbagai koleksi peninggalan istana yang pastinya menambah khasanah pengetahuan para siswa.
Gagal Mengejar "Rangga dan Cinta" di Balikpapan
Di hari terakhir study tour, kami juga menyempatkan diri mampir ke kota Balikpapan. Nah, kebetulan saat itu anak IPS juga sedang menjalankan study tour ke kota tersebut. Tujuan kami ke Balikpapan adalah untuk mengunjungi mall yang ada di sana.
Hal yang menarik dari kunjungan ke Balikpapan ini adalah momennya yang bertepatan dengan rilisnya film yang menjadikan Nicolas Saputra dan Dian Sastro menjadi ikon remaja tahun 90-an. Teman-teman dari kelas IPS memanfaatkan momen ini untuk bisa menonton film ini langsung di bioskop karena di masa itu, di kota kami tidak ada bioskop.
Sayangnya untuk kami anak IPA tidak ada agenda menonton, karena kami harus kembali ke Samarinda sebelum malam tiba. Jadilah kami semua hanya bisa "gigit jari" ketika setelah acara study tour, anak-anak IPS dengan sombongnya menceritakan pengalaman mereka menonton Rangga dan Cinta secara langsung di bioskop.
Penutup
Dua puluh tahun berlalu, dan kenangan masa SMA itu masih terasa manis untuk diingat. Di masa itu, saya mungkin belum benar-benar tahu akan menjadi apa, meski sudah memiliki cita-cita dan impian.
Seiring waktu berjalan, banyak hal terjadi—baik dalam kehidupan pribadi maupun di luar sana. Sebagai bagian dari generasi milenial, saya melewati berbagai fase, mulai dari krisis ekonomi, gejolak politik, hingga masa pandemi.
Kini, di usia empat puluhan, saya masih terus belajar, berusaha agar tidak tertinggal oleh zaman, sekaligus mempersiapkan diri menghadapi masa depan, termasuk masa pensiun. Apalagi di era digital seperti sekarang, di mana perubahan terasa begitu cepat.
Lalu bagaimana dengan kamu? Apakah ada momen masa SMA yang masih membekas hingga sekarang? Atau mungkin ada cerita yang ingin kamu abadikan seperti ini?
Baca Juga
38 Komentar
Masa SMA memang sering jadi fase yang paling gampang dikenang, entah karena teman, pengalaman, atau hal-hal kecil yang dulu terasa biasa. Aku juga kadang tiba-tiba ingat momen random waktu sekolah dan malah senyum sendiri karna suamiku dulu kakak kelasku sering pacaran dikantin hehe
BalasHapusMemang masa SMA itu rasanya paling gampang bikin nostalgia ya, apalagi zaman awal kenal internet dan handphone. D
BalasHapusulu hal-hal sederhana kayak chatting di mIRC atau study tour keluar kota saja sudah terasa seru banget. Sekarang teknologi makin canggih, tapi suasana dan rasa antusias zaman dulu memang beda dan susah tergantikan.
Saya dapat ponsel pertama saya ketika lulus SMA. Pas mau kuliah. Makluk, waktu itu rencananya kuliah di luar kota. Jadi, kedua orang tuaku mikirnya biar mudah gitu komunikasinya. Hehehe...
BalasHapusBenar. Soal masa sekolah paling berkesan emang masa SMA. Sampai sekarang, aku masih sering kontak-kontakan sama teman di SMA ketimbang SMP. apalagi SD. Hehehe...
Aku gak pernah ngerasain study tour saat sekolah. Ada sih perjalanan ke Padang dan ke manaa gitu. Tapi aku gak ikut. Mahal soalnya haha. Dan ngerasa lebih enak jalan sama keluarga. Tapi baca tulisan ini jadi kayak nonton adegan Deuk Sun ikutan trip di drama Reply 1988 hahahaha.
BalasHapusPake dandan jamet demi ketemu gebetan yang ternyata lebih naksir sama kakanya.
HapusHahahha... Deuksun ini memang gambaran gen milenial sekalih yaah.. dimana semua gak ada yang instan dalam hidup ini.
Masa SMA itu emang paling ngena banget ya dibanding sama jenjang pendidikan lain, bahkan dengan sarjana yang mungkin lebih dekat jaraknya. Jadi kalo ketemu sama teman SMA kaya kita apa adanya aja ya
BalasHapusSetuju sama Abah, masa SMA memang sesuatu karena banyak kenangan seru, entah bareng temen, atau pas momen belajar.
HapusJadinya ketika ada reuni bisa jadi momen melepas rindu yang unik hehe
Masa-masa sma memang masa yang sangat indah ya karena begitu banyak kegiatan di masa itu kita lakukan dengan ceria dan juga menyenangkan study tour nya juga jauh-jauh sampai ke Bontang dan Samarinda sehingga menjadi kenangan-kenangan yang tidak akan terlupa dan juga berguna untuk memperluas wawasan dan juga pengetahuan
BalasHapusBaca soal masa SMA tuh emang suka bikin senyum-senyum sendiri ya, apalagi pas ngebahas hal-hal kecil yang dulu terasa biasa tapi sekarang malah jadi kenangan 😆 Lucu juga ya ternyata tiap generasi punya cerita sekolah yang beda, dari mulai internet sampai momen study tour. Jadi ikut keinget masa SMA sendiri wkwk.
BalasHapusWaaahhh handphone di tahun 2002 itu ada yang pakainya dikalungkan di leher ya, Mba? Kalunginnya pakai tali lucu lucu kayak sekarang nggak sih, Mba?
BalasHapusIngat nama Pupuk Kaltim sudah begitu Bontang, hal pertama yang mampir di benakku malah sebuah novel tentang marching band remaja asuhan perusahaan itu deh, Mba.
Bisa-bisanya anak IPA sama anak IPS beda destinasi penutupnya. Hihihi... jadi cerita berkesan bareng teman lama deh jadinya ya Mba.
ASL PLS? 19/M/Kuningan
BalasHapusAaaaa seru nih kalo udah ngomongin Nostalgia... tahun 2000an saya kebetulan kerja di perusahaan IT (toko Service Komputer dan warnet) hahahaha. jadi tiap hari pasti bukanya MIRC, kalo agak kesinian pakenya Yahoo Mesengger.
Saya malah berhasil ketemuan dengan cewek dari MIRC, padahal pas zaman saya mah belum ada HP, cuma di kasih alamat, dengan modal tanya - tanya tapi bisa ketemu, sayang ga lanjut karena memang dulu media buat tetap terkoneksi belum ada. Ah jadi kangen
Whahaha, belum pernah aktif di MIRC tapi sedikit banyaknya tau si. Soalnya dulu saya suka nongkrong di warnet dan iseng nyoba-nyoba juga. Cuma kalo pas awal kerja mah, banyaknya pake Yahoo Messenger, bukan MirC lagi.
BalasHapusDuh, 20 tahun ya mbak. Ku yang 14 tahunan aja udah berasa banget lho. Jauuuh banget perkembangan zaman, dan begitu banyak yang berubah dalam hidup ini. Kadang terselip rasa rindu juga uey, penge ketemu temen-temen lama lagi.
Masa SMA paling berkesan bagi kebanyakan orang ya. Study tour ke PT Pupuk keren menurutku di tahun 2002. Aku dulu ga terlalu berkesan momen study tour lebih ingat momen roman picisan masa SMA, hehe.
BalasHapusWah kita sepantaran lho mbak.. 2002 saya juga pas SMA dan ada kejadian yang seru sekaligus memalukan banget buat anak hampir seluruh anak sekelas saya, dulu namanya di sebut saja aubade-gate. 2022 ada reuninya tapi saya ga bisa hadir karena pindah ke lokasi yang cukup jauh.
BalasHapusEmang seru banget pastinya mengenang masa SMA ini
Eh. Ternyata aku pernah lho ke museum Tenggarong. Waktu itu, aku masih kerja di Sangatta, Kalimantan Timur. Pas libur nasional, aku saama rekan kerjaku liburan ke Samarinda gitu. Asyik deh.
BalasHapusNah ini, obrolan tentang masa sekolah emang gak pernah ada habisnya dan selalu seru buat dikulik. Suka banget sama gaya penulisannya yang mengalir santai tapi ngena banget di hati. Makasih udah berbagi cerita indahnya ya, sehat dan sukses selalu!
BalasHapusMasa SMA memang momen yang gak dilupakan. Dan ciamik juga ini Kak Antung di masa pas film fenomenal.
BalasHapusSemangat selalu Kak, jaga kesehatan jelang masa pensiun
Sama dengan saya mbak, masa SMA adalah saat pertama berhijab..hanya zaman saya sih belum ada handphone masih sangat terbatas media komunikasinya. Tapi meskipun begitu tetap bagi saya masa SMA itu masa paling banyak kenangan indah.
BalasHapusBener banget lagi mbaa masa SMA itu masa2 awal berkenalan dengan internet haha...dulu aku diajarin dulu sama salah satu temenku habis itu baru deh tiap minggu kalo ada uang lebih dipake ke warnet trus chat di IRC itu asl pls hahaha...kocak banget ya mba...aku juga sempat looo kopdar dari hasil chatingan hehehe..yuppp generasi milenial yang menghadapai berbagai perubahan zaman dan berhasil survive sampai saat ini..harus bangga donk yaa :)
BalasHapusMemang masa SMA itu sering jadi salah satu fase yang paling membekas, mungkin karena di masa itu kita sedang banyak bermimpi dan mulai mengenal arah hidup. Walaupun dulu belum benar-benar tahu akan jadi apa, ternyata pengalaman yang dilalui pelan-pelan membentuk diri kita sampai sekarang.
BalasHapusWah study tour SMA beneran study ya Kak, keren. Kalau saya dulu lebih ke rekreasi tempat wisata, tujuannya ke Bali, hehe. Pelaksanaannya sewaktu kelas 2, karena kalau kelas 3, waktunya terlalu mepet rentetan ujian sampai snmptn (jadi ketahuan angkatan berapa)
BalasHapusSeru yaaaa
BalasHapusAku waktu sekolah gak pernah ikut study tour sama sekali. Alasannya karena suka mabok. Jadilah gak punya kenangan perjalanan sama sekali dengan teman-teman. Atau mungkin pernah sekali waktu ke kolam renang yang masih di kota sendiri, hwhwhw
Seperti syair lagu Paramita Rusady, masa SMU adalah masa yang paling indah. Pasti banyak kenangan manis yang tak terlupaakan. termasuk naksir-naksiran hehehe.
BalasHapusKalau saya pas STM belum ada internet juga hape. Masih pakai surat-suratan hahaha. kirim-kirim salam lewat radio. Dan yang saya paling terkenang ada majalah remaja. Pas saya STM malah ga pernah study tour. Paling PKL saja 2 bulan pas mau naik kelas 3. Dan saya PKL di TVRI Makassar hehehe
Masa-masa SMA itu memang moment yang penuh warna. Banyak kegiatan yang bisa diikuti, banyak moment yang bisa diabadikan. Bahkan lebih mudah mengingat teman-teman waktu SMA dibandingkan teman waktu kuliah he...he... ternyata memang semanis itu kenangannya sampai susah dilupakan
BalasHapusBaru-baru ini, aku isi sharing session di sekolah SMK ku dulu. Rupanya, aku sudah lulus 14 tahun yang lalu dari SMK hehehe. Masa-masa berkesan ketika SMK, lebih ke pertemanan antar jurusan sih. Saat itu, aku punya banyak teman di luar dari jurusan ku Akuntansi.
BalasHapusHanya saja masa SMK ku dilalui dengan lebih lelah karena harus sambil kerja paruh waktu buat biaya sekolah hehe.
Masa SMA mbak seru sekali ya. Meski ada gagal nonton AADC di bioskop karena harus pulang. It's oke, generasi milenial emang strong parah. Ke warnet adalah favorit ku pas SMK, 14 tahun lalu hehe. Bisa download lagu dan film di save ke flashdisk.
Seru dan manis di kenang ya Mba. Banyak hal menarik serta berkesan.
Idem, aku juga kenal internet dan pakai kerudung zaman SMA. Dulu aku diajarin temenku. Masih keinget warnet di mall mihil banget buat ukuran anak SMA kelas 1 wkwk, tapi pas kelas 2 karena warnet udah menjamur jadi lebih murah harganya.
BalasHapusKalau pakai kerudung tanpa rencana sih. Aku pakai kelas satu cawu2 atau 3 gitu, lupa, jadi "membuang" seragam yang baru dipakai beberapa bulan.
Kalau studi tour keknya dulu ada larangan karena apa yaa dulu tuuuh, jadi sama teman2 arrange sendiri buat menginap aja di vila di Malang, tanpa sekolah cawe2. Jadi kek per-kelas gitu perginya, di kelas 2 ma 3, kalau kelas 1 aku kok lupa ya, eh iya sih bepergian sewa vila juga haha :P .
Aku kok lupa2 ingat yaa masa SMA-ku, tapi belakangan masih suka ngobrol di WA grup ma teman2 lawas sih :D
Masa-masa SMA itu masa yang menyenangkan ya mbak, seru banget ya, jadi menginspirasiku untuk menuliskan masa SMA ku juga. DI masa-masa aku lumayan bandel sampai bolos bareng satu kelas wkwkwk
BalasHapusbtw study tournya sampai ke mall juga ya ternyata, baru tahu nih
kok bisaaa bolos satu kelas, mbak? nggak dihukum gurunya kah?
Hapusyaampun ASL PLS aku juga merasakannyaa, ahaha. Terus inget banget, dulu kalau ketemu sama mhs yang umurnya 23 atau 20an ke atas tuh ngerasa mereka udah tua banget. Tapi sekarang kalau diinget inget umur segitu justru masih mudaaa, huahaha.
BalasHapusBtw, aku keskip atau dirimu gak mention main friendster mbak? hehee. Masa SMA itu emang masa masa yang dikenang sepanjang hayat yaa. seru dan pertemanannya (ada kemungkinan) bisa bertahan lama.
anu aku nggak main friendster, mbak. hehe. pernah punya akun cuma nggak terlalu sering kubuka
HapusJadi ikutan nostalgia nih. Dari ponsel pertama, warnet, sampai miRC. Saya pertama punya ponsel waktu kelas dua SMA kalau tidak salah. Sekitar tahun 2003-2004. Pertama kali berhijab juga saat SMA.
BalasHapusStudy tournya seru ya mbak. Aku dulu study tour SMA cuma ke Unair di Surabaya kalau nggak salah. Itu pun hanya perjalanan sehari. Nggak nginap.
Sekolah mbak lebih menarik study tournya ke banyak tempat. Sayang sekali nggak ada agenda nonton AADC ya 😁
Wah nostalgia sekali ini sih mba.. aku juga sering ingat ingat momen saat sekolah dulu rasanyaaaa ingin kembali lagi deh, wkwk. Masih friendster yang beralih ke Facebook lalu mulai sering pergi ke warnet. Aahhh sama banget mbak hihi
BalasHapusTernyata kita beda setahun aja kak. Hehe. Aku tahun segitu udh jadi maba. Dan bener sih kenangan di masa itu tuh ga terlupakan bgt. Meski udh ada internet dan handphone, aku malah blm pake tuh di zaman SMA. Masih suka telepon pake koin. Mana antre lagi pakenya. Haha.
BalasHapusAku baru tahu deh perjalanan ke Samarinda ternyata jauh jg yak ampe 18 jam. Dan sempet2nya loh bs nobar ke bioskop buat nonton Ada Apa dengan Cinta. Ini film emg keren bgt dan viral bgt di masa itu. Bioskop di mana2 ampe penuh.
Tp aneh sih. Kok bs satu sekolahan jadwalnya beda. Anak IPS bs nonton. Lha anak IPA malah udh balik.
Tp jujur sih aku dulu malah ga ikut study tour. Dulu sekolahku ngadain ke Bali. Dan orgtua ku dulu ngelarang. Padahal emg ga pny uang sih. Akhirnya kita yg ga ikut bs camping dgn anak Pramuka di Telaga Sarangan Magetan, Jatim.
Dan anehnya, aku ga ikut studytour ke Bali selama 4 hari, eh diganjar Allah bs kuliah di Bali selama 5 tahun. Wkwkk
Karena memang beda kak IPA sama IPS tujuannya. Anak IPS dari awal tujuan Study tournya ke Balikpapan. Alhamdulillah ternyata rezekinya malah bisa kuliah di Bali lebih puas pastinya jalan-jalan di bali
HapusIni ceritanya nostalgia sejenak ya mbak
BalasHapusMemang katanya, masa-masa SMA ini menjadi kenangan yang tak terlupakan ya
Btw, samaan kita. Aku juga mulai pakai jilbab pas kelas 2 SMA
Rapiii banget foto SMA-nya ka Antung..
BalasHapusThe True ana IPA yaa.. selalu elekhaan.. mashaAllah..
Entah kenapa foto kami pas SMA selalu semrawut.. huhuhu.. tapi yaa itu, jadi kebaca banget karakternya kan yaa...
Akupun mulai berhijab sejak SMA.
Barruu 3 hari masuk SMA, tiba-tiba pas pulang sanlat, aku bilang ke Ibu "Bu, adek mau pakai hijab."
Langsung beli seragam barruu laggii..
MashaAllah..
Itu yang aku belajar banget dari Ibuku.
Kalau anak uda ada punya niat baik, gaperlu ditanya aiu, langsung "Yuukk.."
Bismillahirrahmanirrahim.
Salah satu kenangan pengasuhan dari orangtua yang sangat kuingat sampe sekarang.
Seru banget masa SMA-nya, kebetulan aku anak STM hihi jadi ga kebayang kehidupan SMA gimana tapi melalui tulisan ini rasanya kayak seruuu ya ternyata jadi anak SMA tuh hihi
BalasHapuskalau ngomongin masa SMA, semua yang baca auto flashback ya mba, hahaha. seru sih bisa study tour dan itu jadi kenangan yang tak tergantikan. meski, sekarang dilarang, untungnya sekolah anak-anak saya masih mengadakan dan saya setuju, biarlah mereka merajut kenangan mereka sendiri, seperti kita dulu ya, hihihi.
BalasHapus