[Review Film] Parasite, Ketamakan yang Berakhir Tragedi




Saya adalah penggemar drama Korea. Namun anehnya, berbanding terbalik dengan kesukaan akan dramanya, saya jarang sekali tertarik menonton film Korea. Bosan dan lambat. Itulah salah satu alasan saya jarang menonton film Korea. Entah kenapa beberapa kali menonton film Korea saya selalu merasa bosan dan ujung-ujungnya tidak berhasil menyelesaikan film tersebut.

Meski begitu, jika sebuah film Korea berhasil menjadi perbincangan, biasanya saya akan menontonnya. Miracle in Cell No. 7. Train to Busan, A Moment to Remember dan Sunny adalah beberapa film Korea yang berhasil saya selesaikan. Dan tahun ini, bertambah 1 lagi daftar film Korea yang berhasil mencuri perhatian saya.

Parasite. Film ini langsung menjadi perbincangan setelah berhasil memenangkan penghargaan tertinggi di Festival Film Cannes. Sutradaranya sendiri adalah Bang Joon Ho, yang sudah dikenal sebagai sutradara bertangan dingin dengan karyanya seperti Memories of Murder, Snowpiercer, Okja dan film-film keren lainnya yang sayangnya belum satupun saya tonton. Heu.

Baca juga : [Review] Avengers : Endgame dan Sedikit Catatan tentang Filmnya

Review Film Parasite

Sejak awal saya sudah mendapat info kalau film Parasite ini merupakan film thriller. Nah, uniknya, mereka yang sudah menonton film ini rata-rata tak mau membocorkan alur dan jalan cerita dari filmnya. Saya juga tak entah kenapa tak terlalu rajin mencari tahu jalan ceritanya. Hingga akhirnya saya pun menonton film Parasite benar-benar dalam keadaan "kosong".

Parasite bercerita tentang keluarga Kim yang miskin yang tinggal di sebuah basement di kota Seoul(?). Untuk bisa menyambung hidup, keluarga ini menerima berbagai pekerjaan, termasuk melipat kotak pizza. Satu hari, Ki Woo, putra sulung keluarga itu didatangi sahabatnya. Oleh sahabatnya ini Ki Woo diminta menggantikannya menjadi tutor Bahasa Inggris di rumah keluarga Park yang kaya raya.

Berbekal ijazah palsu dari Universitas Yonsei, Ki Woo yang mengubah namanya menjadi Kevin pun datang ke kediaman keluarga Park. Oleh nyonya Park, Ki Woo sempat dites terlebih dahulu sebelum akhirnya diterima menjadi tutor bagi putri sulungnya. Nah, saat akan pulang dari rumah keluarga Park ini, Ki Woo melihat peluang untuk memasukkan Ki Jung adiknya bekerja di kediaman keluarga Park.

Ki Jung, menyamar sebagai Jessica, kemudian bekerja sebagai guru menggambar bagi Da Song, putra bungsu keluarga Park. Tentu saja Ki Woo tidak mengatakan kalau Jessica adalah adiknya. Tak lama kemudian, dengan muslihatnya, kedua kakak beradik ini berhasil menyingkirkan supir dan pelayan di rumah keluarga Park dan memasukkan ayah ibu mereka di rumah keluarga Park. Akhirnya resmilah satu keluarga ini bekerja di kediaman keluarga Park.

Satu hari keluarga Park pergi berkemah dalam rangka ulang tahun Da Song. Keluarga Kim memanfaatkan momen ini untuk tinggal dan menikmati kemewahan di rumah keluarga Park. Saat sedang menikmati kebersamaan mereka, tiba-tiba seseorang memencet bel. Ternyata pelayan yang dulunya bekerja di rumah itu datang dan ingin mengambil sesuatu di lantai bawah rumah tersebut. Meski awalnya ragu, Chung Sook, sang ibu akhirnya membukakan pintu dan mengizinkan mantan pelayan itu masuk ke rumah.

Siapa sangka ternyata pelayan tersebut menyimpan rahasia di kediaman keluarga Park. Sialnya, saat ibu Ki Woo berusaha mengancam pelayan tersebut. eh malah kedok keluarga ini yang ketahuan. Konflik pun tak bisa dihindari antara 2 kubu ini. Setelah melewati sedikit baku hantam, akhirnya keluarga Park berhasil memenangkan permainan. Saat mereka semua masih sibuk membersihkan sisa-sisa pertikaian, tiba-tiba istri tuan Park menelpon mengabarkan kalau mereka akan kembali ke rumah karena rencana berkemah gagal. Bagaimanakah akhir dari cerita ini?

Baca juga : [Review] Fantastic Beasts the Crimes of Grindelwald

Pesan Moral Film Parasite

Dari segi cerita, sutradara Bong Joon Ho berhasil memberikan sebuah cerita yang sangat menarik. Satu hal yang paling tidak saya duga dari film Parasite ini adalah plot twist dan adegan klimaks-nya. Meski sejak awal kita mungkin sudah menduga kalau Ki Woo akan memanfaatkan keluguan nyonya Park untuk kepentingan keluarganya, namun siapa sangka ternyata tak hanya mereka yang melakukan hal tersebut. Adegan klimaks yang berupa tragedi juga cukup berhasil memberikan efek kejut bagi penontonnya.

Jika ditanya adegan mana yang paling membekas di pikiran saya, itu adalah saat kediaman keluarga Kim kebanjiran akibat hujan lebat. Duh asli nyesek banget melihat bagaimana kediaman keluarga ini porak-poranda akibat air yang meluap. Adegan lain pastinya adegan pesta yang berakhir tragedi itu. He.

Nah, setelah menonton film Parasite ini, beberapa pesan moral yang bisa saya ambil antara lain:

Ketamakan bisa membuat seseorang menjadi jahat

Setelah memasuki kediaman keluarga Park, Ki Woo yang pintar tahu kalau keluarga ini mudah dimanipulasi. Sayangnya ketamakan membuatnya melampaui batas. Tak hanya adiknya, dua kakak beradik ini juga dengan liciknya menyingkirkan pegawai lama dan memasukkan orang tua mereka. Mungkin tujuannya agar mereka tak perlu lagi kesusahan secara ekonomi. Namun pada akhirnya ketamakan keluarga ini berakhir petaka saat rahasia mereka terbongkar.

Jangan terlalu percaya pada orang yang baru kau kenal

Sebagai pasangan suami istri Park bisa dibilang sangat lugu. Mereka bisa langsung percaya pada Ki Woo dan Ki Jung padahal baru mengenal kedua anak ini. Saat mendapat rekomendasi pun keduanya tak mau repot mencari tahu lebih dalam tentang latar belakang orang-orang yang akan bekerja di rumah mereka. Padahal biasanya orang-orang seperti mereka sangat cerewet dalam memilih pegawai untuk rumah mereka. Namun di sinilah sutradara ingin menyampaikan pesannya agar kita bisa lebih berhati-hati saat bertemu dengan orang baru.

Hati-hati dengan lidahmu

Saat ini sudah bukan hal baru jika kita mendengar berita pembunuhan karena si pembunuh tersinggung dengan ucapan korbannya. Nah, dalam film Parasite sendiri, ada sebuah adegan di mana tuan Park menyebutkan sebuah kalimat tentang pak Kim yang memiliki bau tak enak. Bau kereta bawah tanah. Begitu kira-kira yang diucapkan tuan Park. Siapa sangka perkataan yang diucapkan sambil lalu itu membekas dan menjadi salah satu kunci dari akhir tragedi dari film ini.

Pelajarilah sandi morse

Oke, ini sebenarnya pesan yang kurang penting. Tapi siapa tahu kan nanti kita ada pada situasi darurat seperti yang diceritakan di film ini dan harus mengirimkan pesan lewat kata sandi pada orang yang kita kenal? Hehe.

Itulah dia review saya akan film Parasite. Semoga bermanfaat :)

Post a Comment

31 Comments

  1. Ulun termasuk yang nyuruh kawan2 nonton tapi ga bocorin jalan ceritanya. Biar merasakan kejutan2 di dalamnya ������ Setuju lawan pelajarannya, Kak. Intinya jangan serakah...

    ReplyDelete
  2. wah wah, makasih banyak sharingnya mbak, kalau drakor saya ga suka, to film kore saya suka, saya juga udah nonton miracle in sell no 7 n train to busan, tinggal parasite aja yg belum nonton.

    udah beberapa kali bawa thread di twitter tentang bagusnya film ini, bahkan Joko Anwar sendiri turut memuji. saya akan nonton segera

    ReplyDelete
  3. Greedy will kill you
    Kurang lebih gitu message-nya yak
    --bukanbocahbiasa(dot)com--

    ReplyDelete
  4. Kok menarik ya yg pelajari sandi morse ini. Jadi kepengen juga deh belajar.

    Mengenai film ini jujur ga mau nonton karena aku ga suka genre thriller dan ngeri liat kalo ada adegan bunuh membunuh. Huhu :(

    ReplyDelete
  5. Waah baca reviewnya jadi penasaran. Terakhir nonton film korea itu train to Busan. Gk lepas dari aku yg memang kurang suka nonton hehehe. Tapi takut sama genrenya tapi penasaran. hahaha

    ReplyDelete
  6. Wkwkwkk, saya setuju dengan sandi morse. Sudah beberapa novel yg saya baca yg menyampaikan pesan tentang pentingnya mempelajari sandi morse ini. Btw, pesan moral film ini bagus sekali yak. Sayang saya tak terlalu suka nonton film korea. Tapi adik saya penggemar berat Korea. Nantilah saya tanya dia. Saya curiga jangan-jangan dia sudah duluan nonton film ini XD

    ReplyDelete
  7. Lumayan penasaran pengen nonton film ini, sayang belum ada waktu yang tepat buat nontonnya. Karena kayaknya kalau nonton film begini mesti fokus biar gak bingung sama alur nya

    ReplyDelete
  8. waaah pesan moralnya terasa meusuk baget. jangan terlalu percaya sama orang baru. iya dong. waspada harus hehehe..yang juga mengena soal menjaga lidah. bener lagi hahahaha
    aku cuman ntn Korea tuh Train to Busan yang diulang2 sama anak2 di rumah. sereeem. hahaha

    ReplyDelete
  9. Habis baca ini jadi pengen nonton langsung deh filmnya, kbetulan aku sangat suka thriller hehe penasaran dgn akhir kluarga ini :D

    ReplyDelete
  10. Aduhh gimana ini, penasaran tapi takut, hahaha.. mba antung sukses nih bikin orang penasaran. Aku penakut banget soalnya. Tapi penasaran sm endingnya

    ReplyDelete
  11. Kayanya bikin deg deg deh tar pas lihatnya, tapi reviewnya bikin penasaran nih...hehe

    ReplyDelete
  12. Setuju banget.. . Ketamakan bis membuat orang jadi jahat... Ada beberapa kasus kaya gitu

    ReplyDelete
  13. aku sampai detik ini belum berani nonton film ini meski sudah banyak infonya di timeline. tapi jujur tetep penasaran. semoga setelah ini memberanikan diri untuk nonton. karena Ternyata banyak pelajaran yang bisa diambil.

    ReplyDelete
  14. bagus reviewnya, tapi kada ketonton sepertinya...lagi berhasrat ingin nonton gundala hihi

    ReplyDelete
  15. Plotnya menarik ya, kalau baca dari review-nya.

    ReplyDelete
  16. Banyak pesan moralnya ya, jadi film ini juga tidak hanya tentang menghibur tapi juga memberikan pelajaran untuk penonton.

    ReplyDelete
  17. Belum nonton sih, cuma emang hits banget filmnya dan banyak banget pelajaran yg bisa d ambil 😄

    Salam,

    www.rizkyashya.com

    ReplyDelete
  18. Beberapa kali baca review film ini jadi tertarik untuk lihst. Tapi ingat kalau endingnya kok tragedi jadi mlipir deh saya.. Masih penganut akhir kisah ala cinderela, yang akhirnya berbunga-bunga.. Hihi..

    ReplyDelete
  19. Menarik ya review nya, bacanya aja jadi ikut terhanyut

    ReplyDelete
  20. Bagus reviewnya! :') Bisa coba tonton film thriller korea yg lain kak, kayak bluebeard atau the wailing ✌

    ReplyDelete
  21. Ramai film ini, agaknya laris banget. Sampai sekarang masih banyak yang mengulas

    ReplyDelete
  22. wah aku belum nonton nih film Parasite. Mau ahhh nonton.. menarik reviewnya

    ReplyDelete
  23. Wah beneran kenyang baca review Parasite, bikin penasaran 😁😁

    ReplyDelete
  24. Huhuhu nggak suka film yang serem-serem...suka kebayang-bayang sendiri soalnya..

    ReplyDelete
  25. Lidah memang tidak bertulang
    Tetapi sungguh mampu membunuh karakter seseorang dengan menggunakan lidah
    Semoga jauh dari kondisi seperti itu

    ReplyDelete
  26. Aku belum nonton nih jadi penasaran jalan ceritanya. Soalnya belum sempat hehe

    ReplyDelete
  27. Aku gagal nonton film ini, tapi baca review nya udah ikut kebawa sih. Dan bener juga kalo kita harus hati-hati dengan ucapan, tetap bersyukur dalam setiap kondisi

    ReplyDelete
  28. Sesekali pernah nonton film korea tetapi yang thiller atau action dan comedy. Klo untuk drama gak terlalu hehehe

    ReplyDelete
  29. Belum nonton tapi baru baca sinopsisnya aja :") Agak agak takut mau nonton huhu

    ReplyDelete
  30. Saya kepo ampun-ampunan mba Antung, tapi belom bisa nonton, kira-kira kapan ya tayang di Viu? hahaha

    Sebagai maniak nonton, saya juga suka ama Train to Busan, Miracle no 7.

    Btw, kita berbanding terbalik mba, saya paling sukaaaa nonton film, tapi sungguh bosan nonton drakor.
    Semua drakor yang viral, entah mengapa saya cuman mendapat feel nya di episode 1-3, setelah itu kayak dibuat-buat, plotnya menyebar, dan mungkin juga karena drakor sungguh bikin habis waktu.

    Saya lebih suka nonton film, film apa saja, mostly barat sih, Korea atau Asia dan Indonesia juga suka, tapi kalau Indonesia biasanya lebih suka drama yang dari kisah nyata.

    Menurut saya, film itu lebih ringkas, beneran menghibur, karena nggak butuh banyak waktu.

    Tapi memang semua balik ke selera ya :)

    ReplyDelete
  31. Duluuuuu waktu kuliah aku penggemar korea. Masih jaman VCD DVD gituuuu. Sekarang udah ga pernah nonton lagi, apalagi drama kores di TV sekalipun. Bener, alurnya lama emang. Better nonton film yang sekali abis aja.

    Tapi aku lebih senneg liat film romantis gitu si kalau horor, yaa ku orangnya cemen aka. penakut. Hahahaha

    ReplyDelete