Review Film Tinggal Meninggal: Refleksi Kesepian Orang Dewasa dari Sudut Pandang Ibu Bekerja

 

review film tinggal meninggal

Sebagai ibu bekerja, ada fase di hidup saya di mana hari-hari terasa penuh, tapi tetap saja sunyi. Di tengah rutinitas harian yang membosankan, notifikasi datang silih berganti, namun di tengah semua itu, ada perasaan tidak benar-benar dilihat. Saya sendiri tak bisa memungkiri kalau faktor kepribadian menjadi salah satu alasan mengapa saya tak memiliki banyak teman di kantor. Di saat beberapa rekan kerja kerap berkumpul bersama untuk makan siang atau hang out, saya yang tak pandai bergaul ini lebih banyak di depan komputer berkelana dengan dunia saya sendiri.

Namun ada kalanya rasa sunyi dan sepi bukan masalah tidak memiliki teman di sekitar kita. Bisa jadi juga rasa sepi ini terjadi karena orang-orang begitu sibuk dengan dunia mereka masing-masing dan melupakan sosok yang duduk menyendiri di pojok ruangan, menanti untuk disapa dan diajak bicara. Perasaan itulah yang tiba-tiba teringat kembali ketika saya menonton film Tinggal Meninggal. Sebuah film yang terdengar absurd dari judulnya, tapi ternyata menyimpan cerita yang sangat dekat dengan realita orang dewasa: tentang kesepian, perhatian, dan keinginan untuk dianggap ada.


Sinopsis Singkat Film Tinggal Meninggal


Published from Blogger Prime Android App

Film debut Kristo Immanuel ini bercerita tentang Gema, seorang pemuda yang hidup dalam kesepian sejak kecil. Orang tuanya bercerai, ia tinggal sendirian di rumah ayahnya yang menjadi sengketa, dan di tempat kerja pun Gema dikenal sebagai sosok yang sering berbicara sendiri, cukup untuk membuatnya dianggap aneh dan tidak masuk dalam lingkaran pertemanan.

Keadaan berubah ketika ayah Gema meninggal. Untuk pertama kalinya, ia merasakan perhatian dari orang-orang di sekitarnya. Rekan kerja yang sebelumnya cuek mendadak hadir, peduli, dan menemani layaknya sahabat yang sering nongkrong bareng. Pengalaman baru ini membuat Gema terkejut dan pada akhirnya ia merasa akhirnya “terlihat”.

Sayangnya, perhatian itu tidak berlangsung lama. Setelah masa berkabung berakhir, hidup kembali berjalan seperti semula. Orang-orang kembali sibuk, dan Gema kembali sendirian, duduk di kubikel kecilnya sambil berharap teman-temannya mengajaknya berbicara dan menemaninya makan siang. 

Di titik ini, cerita Tinggal Meninggal terasa sangat relevan dengan kehidupan banyak orang dewasa. Bahwa perhatian sering datang bukan karena siapa diri kita, tapi karena situasi tertentu. Dan ketika perhatian itu hilang, rasa kosongnya bisa terasa lebih menyakitkan.

Tak ingin kembali dilupakan, Gema mulai berbohong. Tentang kematian kakek-neneknya, tentang kucingnya, tentang ibunya, hingga pada titik ekstrem, ia bahkan merencanakan kematiannya sendiri. Semua demi satu hal: agar orang-orang tetap bersamanya.

Di sini, penonton mungkin akan merasa kesal dengan Gema. Namun di saat yang sama, sulit untuk tidak merasa iba. Karena kebohongan itu lahir bukan dari niat jahat, melainkan dari ketakutan akan kesepian. Akankah Gema akhirnya bisa mendapatkan perhatian penuh dari teman-temannya tersebut?

Eksekusi Cerita dan Akting Para Pemain

Sebagai film debut, Tinggal Meninggal terasa segar dan berani. Ceritanya mengalir dengan baik, didukung akting para pemain yang solid, terutama Omara yang berhasil membawa karakter Gema dengan sangat meyakinkan.

Pilihan Kristo Immanuel untuk membuat Gema sesekali berbicara langsung ke kamera juga membuat penonton merasa dilibatkan, seolah menjadi satu-satunya “teman” yang benar-benar mendengarkan Gema.

Meski begitu, ada beberapa bagian yang terasa berlebihan. Plot twist di akhir, misalnya, cukup mengejutkan, tapi secara pribadi saya merasa cerita ini tetap kuat bahkan tanpa twist tersebut. Dan ya, sedikit catatan ringan: Nirina terasa agak terlalu muda untuk memerankan ibu Omara. Hehe.

Pesan Moral Film Tinggal Meninggal untuk Orang Dewasa (dan Ibu Bekerja)

Setelah menonton film Tinggal Meninggal ini, ternyata ada banyak sekali pesan moral yang berkaitan langsung dengan hidup kita. Pesan moral tersebut diantaranya:

1. Kesepian Bisa Hadir di Tengah Keramaian

Film ini menunjukkan bahwa kesepian tidak selalu berarti sendirian secara fisik. Kita bisa dikelilingi orang, tetapi tetap merasa tidak benar-benar diperhatikan.Seperti Gema, sehari-hari ia bekerja bersama satu tim yang sebenarnya cukup solid. Sayangnya Gema tidak berhasil masuk ke circle pertemanan tersebut dan membuatnya merasa kesepian. 

2. Perhatian yang Datang Karena Situasi Bersifat Sementara

Perhatian merupakan salah tanda bahwa seseorang menerima kita dengan baik. Namun, ada kalanya perhatian tersebut tak bersifat lama dan hanya terjadi untuk peristiwa khusus. Contohnya pada Gema. Rekan kerjanya baru memberikan perhatian setelah ayahnya meninggal dan bukan karena mereka benar-benar akrab. Akibatnya setelah masa berkabung selesai mereka kembali ke rutinitas dan melupakan Gema. 

3. Kebutuhan untuk Dianggap Ada adalah Kebutuhan Dasar Manusia

Sebagai manusia, pada dasarnya kita semua memiliki keinginan untuk dianggap bahkan untuk lingkaran terkecil. Bayangkan betapa menyedihkannya jika di lingkungan keluarga pun tidak ada yang menganggap kehadiran kita. Jadi bisa dibilang keinginan Gema untuk diperhatikan bukanlah hal berlebihan. Film ini dengan jujur menunjukkan bahwa kebutuhan untuk dilihat dan didengar adalah kebutuhan emosional yang sah. 

4. Kesepian yang Dipendam Bisa Mendorong Tindakan Berbahaya

Kebohongan Gema lahir dari rasa takut kehilangan perhatian. Gema sudah terlalu lama hidup dalam kesepian sehingga membuatnya rela melakukan berbagai cara agar bisa mendapat teman dan perhatian. Film ini menjadi pengingat bahwa kesepian yang tidak tertangani dapat mendorong seseorang mengambil keputusan ekstrem.


Penutup: Film yang Mengajak Kita Berkaca

Pada akhirnya, Tinggal Meninggal bukanlah sebuah film tentang kematian, melainkan tentang kebutuhan manusia untuk diperhatikan dan diterima. Tentang bagaimana kesepian bisa muncul bahkan saat kita dikelilingi orang. Dan tentang betapa berbahayanya ketika perhatian menjadi satu-satunya sumber kebahagiaan.

Dalam kehidupan nyata sendiri kita juga sering menemui orang-orang yang melakukan berbagai cara untuk bisa mendapat perhatian. Ada yang melakukannya dengan marah-marah, menciptakan konflik dan juga berbohong seperti yang dilakukan Gema. Dan dalam lingkup media sosial, bisa kita lihat orang-orang juga melakukan apa saja agar bisa mendapat perhatian alias viral tak peduli apakah viralnya itu atas hal yang positif ataupun negatif. 

Bagi saya pribadi, film Tinggal Meninggal ini menjadi pengingat bahwa di tengah peran sebagai ibu bekerja, kita juga tetap manusia yang butuh didengar, bukan hanya saat ada sesuatu yang “terjadi”, tapi juga saat hidup berjalan biasa saja.

Baca Juga

Post a Comment

5 Comments

  1. Jujur film ini salah satu film yang maju mundur mau kutonton mbak Ay. Karena relevan sama kondisiku sendiri. Apalagi kalau nonton pas jam² waktu sendirian kayak jam anak sekolah atau suami kerja. Feelsnya jadi makin gimana gitu.. 🥹

    Eh, tapi aku baru tahu kalau ini film perdananya si Imanuel lho, karena aku tahu doi tuh dari YT si gilang dirga dan salah satu VO yang kocak menudutku. Termasuk jokes²nya yang dark.. 🤭

    ReplyDelete
  2. Baru aja nonton di NF dan so far cukup menghibur
    Kaget juga sih karena beneran meninggal dan tak ada yang peduli ketika beneran berada di posisi itu hanya karena sebuah kebohongan di awal
    Hmm... amit amit deh ya bohong akan kematian

    ReplyDelete
  3. Saat Tinggal Meninggal redup di FFI, sedih juga, padahal kayak Omara itu, dia bisa masuk di kategori aktor terbaik lewat film ini dan film Pengepungan di Bukit Duri. Walau untungnya dia menang lewat film satunya.

    Kristo juga bisa masuk di jajaran sutradara terbaik. Untungnya film ini berjaya di Yogya Film Festival. Dan, aku pribadi termasuk yang suka film ini walaupun sedikit kurang sreg dengan endingnya yang.... itu haha. Harusnya cukup sampai di lift saja endingnya.

    ReplyDelete
    Replies
    1. Bener banget, yan. Aku sampai hah kok masih nyambung padahal itu sudah Perfect endingnya. Tapi keren sih kristo di karya pertamanya ini bahkan bisa menang banyak di yogya kemarin

      Delete
  4. Film ini udh aku tunggu2 masuk Netflix 😍😍😍😍. Mau nonton ah ntr

    Banyak yg bilang memang baguuuus 👍. Tp ternyata temanya ttg kesepian ya mba. Aku blm nonton samasekali sih, cuma kayak bisa paham kenapa gema melakukan itu. Biasanya, walau ga semua, anak2 yg begini, ya Krn kurang kasih sayang saat kecilnya. Ortu ntah di mana, jadi begitu ada yg perhatian sedikit ke dia, langsung seneng, dan berharap perhatiannya ga akan hilang.

    Cuma sayang kalau caranya pake bohong demi mendapatkan perhatian

    ReplyDelete