Liburan bagi ibu bekerja sering kali bukan sesuatu yang bisa direncanakan jauh-jauh hari. Jadwal kerja, urusan rumah, dan kebutuhan keluarga membuat kata spontan justru lebih sering terjadi. Begitulah yang terjadi pada saya dan keluarga di awal Januari ini.
Maksud hati menghadiri walimahan adik sepupu di kota sebelah, kami semua malah berakhir menginap di salah satu tempat rekreasi di Banjarbaru dengan konsep kebun keluarga. Nama tempat tersebut adalah Bangkal Forest yang berlokasi di Jl. H. Mistar Cokrokusumo, Bangkal, Kec. Cemp., Kota Banjar Baru.
Rencana yang Berubah di Tengah Jalan
Semula, perjalanan ini diawali dari keinginan ibu saya yang meminta ditemani berkunjung ke Candi Agung di Amuntai, Hulu Sungai Selatan. Sebagai ibu bekerja, saya berusaha menyusun jadwal seefisien mungkin. Maka kami sepakat menggabungkan rencana tersebut dengan menghadiri walimahan adik sepupu di Banjarbaru di awal tahun 2026.
Sayangnya, kondisi alam berkata lain. Hujan yang terus turun dan air pasang yang menyebabkan banjir di beberapa wilayah Kalimantan Selatan membuat kami mengurungkan niat ke daerah Hulu Sungai. Meski katanya jalan utama masih bisa dilewati, kami memilih untuk tidak mengambil risiko.
Menariknya, ibu saya ternyata sudah siap menginap. Hal itu terlihat dari tas besar yang dibawanya, lengkap dengan pakaian ganti.
"Jadi kita mau ke mana, nih habis dari acara nikahan?" tanya ibu saya di sela-sela persiapan acara walimah.
ebagai ibu bekerja, mencari tempat yang praktis, mudah diakses, dan ramah keluarga adalah prioritas. Lokasi walimahan berada di Karang Intan, sehingga sebenarnya kami bisa saja menuju Tahura Sultan Adam atau destinasi wisata lain di rute yang sama.
Saya sempat menemukan satu lokasi camping di kawasan Riam Kanan yang menarik untuk dijadikan tempat menginap. Namun ide tersebut ditolak suami karena lokasi yang mengharuskan menyeberang pulau, sementara kondisi kaki ibu saya tidak memungkinkan untuk perjalanan yang terlalu melelahkan.
Akhirnya, pencarian berlanjut hingga saya teringat satu tempat rekreasi yang sempat viral beberapa tahun lalu.
"Kalau ke Bangkal Forest ini gimana?"
Suami mengecek lokasi Bangkal Forest lewat Google Map di handphone-nya. "Hmm ini lokasinya di Cempaka, ya. Bisa aja sih nanti kita coba," jawab suami kemudian.
Go Show ke Bangkal Forest Banjarbaru
Setelah cukup lama berada kediaman mempelai pria, saya dan keluarga akhirnya pamit pulang kepada keluarga mempelai meski acara walimahan belum dimulai. Oh, ya, di tempat tinggal suami dari sepupu saya ini, walimahan ternyata diadakan dari Sabtu sore hingga malam hari, bukannya dari pagi ke siang hari layaknya walimahan lain yang sering saya datangi. Itulah sebabnya ketika kami tiba di lokasi walimahan sekitar pukul 11 siang, pengantinnya bahkan masih pakai pakaian rumahan.
Setelah berpamitan, perjalanan pun kami lanjutkan menuju Bangkal Forest seperti yang sudah saya rencanakan. Saya sendiri belum menghubungi pihak admin dari tempat rekreasi ini dan kami memilih go show saja hari itu. Jika ada rumah yang kosong maka kami menginap, dan jika ternyata penuh maka anak-anak hanya akan berenang dan mungkin kami akan langsung pulang setelahnya.
Setelah kurang lebih 30 menit di dalam mobil, akhirnya kami tiba di Bangkal Forest. Bangkal Forest sendiri lokasinya berada tepat di pinggir jalan di depan sebuah SD Negeri. Di bagian depan tempat rekreasi terdapat plang nama dan sebuah rumah yang dipenuhi tanaman hias. Untuk bisa menikmati fasilitas yang ada di tempat ini, pengunjung bisa langsung masuk ke dalam lewat sebuah pintu masuk di sebelah kiri. Saat kami tiba, ternyata sudah ada satu keluarga yang sedang memulai acara barbeque di area tengah.

Awalnya saya sempat bingung mencari area lobby atau resepsionis dari Bangkal Forest ini. Dan ternyata area lobby ini ada di bagian sebelah kanan setelah gerbang masuk di bagian dalam. Saya pun mendatangi resepsionis yang sedang berjaga dan bertanya apakah ada rumah yang bisa diinapi hari itu mengingat saya tak melakukan pemesanan sebelumnya. Untungnya setelah dicek masih ada 1 rumah yakni Rumah Daun yang bisa muat hingga 4 orang dengan tarif Rp. 450.000,- per malamnya. Sebelum setuju, saya dipersilakan untuk melihat dulu bagian dalam rumahnya dan setelah saya lihat tempatnya cukup luas untuk kami semua (sebenarnya) sehingga tanpa ragu saya setuju untuk menginap di sana.
Fasilitas Bangkal Forest Banjarbaru
Bicara tentang fasilitas, Bangkal Forest menyediakan fasilitas menginap berupa rumah-rumah mungil yang tersebar di berbagai area. Rumah-rumah ini memiliki namanya masing-masing yakni:
Rumah Daun – Rp450.000/malam
Rumah Bunga – Rp450.000/malam
-
Rumah Kupu – Rp500.000/malam
-
Rumah Rotan – Rp1.200.000/malam (paling luas, dilengkapi bathtub)
Selain rumah untuk menginap, Bangkal Forest juga menyediakan tenda bagi mereka yang ingin merasakan sensasi camping ground dengan harga 100 ribu rupiah.

Memasuki area dalam Bangkal Forest, suasananya benar-benar menyerupai hutan mini. Tanaman hias berukuran besar, termasuk rotan, mendominasi area. Terdapat kolam renang yang bisa digunakan anak-anak, area bilas dan kamar mandi, serta area tengah yang sering dimanfaatkan untuk barbeque atau api unggun.
Di sudut lain, saya melihat beberapa gazebo yang bisa digunakan untuk makan-makan serta sebuah pendopo berukuran cukup besar dekat kolam renang. Di bagian belakang juga terdapat sebuah musholla yang bisa digunakan bagi pengunjung yang ingin menjalankan salat. Bagi ibu bekerja seperti saya, fasilitas ini cukup membantu karena semua kebutuhan keluarga tersedia dalam satu area tanpa perlu berpindah-pindah lokasi.
 |
| musholla |
Review Rumah Daun di Bangkal Forest
Seperti yang saya tuliskan di atas, saya dan keluarga akhirnya berkesempatan menginap di sebuah rumah kecil yang disebut Rumah Daun di Bangkal Forest. Rumah Daun ini posisinya ada di belakang bersisian dengan Rumah Bunga. Bangunannya terbuat dari kayu dengan konsep rumah panggung. Jadi untuk bisa masuk ke dalam rumah terlebih dahulu kita harus menaiki tangga kayu yang disediakan. Di bagian depan sendiri terdapat beberapa bangku yang bisa digunakan untuk bersantai.

Bagian teras Rumah Daun ini terdapat sebuah tempat duduk yang terbuat dari kayu yang menyatu dengan terasnya dengan sebuah meja kecil untuk meletakkan makanan. Pada bagian dalam rumah sudah tersedia satu buah kasur spring bed berukuran Queen, sebuah televisi dengan saluran Netflix yang sudah terdaftar sehingga tamu bisa langsung menonton dan juga saluran Youtube. Pada bagian dekat tempat tidur terdapat sebuah meja yang dihiasi sebuah ornamen lukisan kecil sementara pada bagian dinding tergantung sebuah ornamen bambu. Untuk bagian lantai sendiri ditutup dengan karpet laminasi dengan motif abstrak.


Lanjut ke kamar mandi, bagian dalam kamar mandi di Rumah Daun ini didominasi warna putih. Terdapat shower dan toilet duduk dan juga sebuah cermin. Sayangnya di kamar mandi ini tidak menyediakan amenities ataupun handuk untuk tamu yang menginap. Pun untuk air mandi juga hanya tersedia air dingin saja. Jadi untuk tamu memang sebaiknya membawa sendiri peralatan mandi jika ingin menginap di Bangkal Forest.
Selain tak menyediakan amenities, penginapan di Bangkal Forest ini juga tidak menyediakan air minum di dalam kamar. Namun jika ingin meminta air minum baik dingin atau panas, tamu bisa meminta langsung ke bagian lobby. Sementara jika ingin membuat minuman seperti teh atau kopi, akan dikenai biaya. Berita baiknya, di pagi harinya tamu akan mendapat berupa 2 porsi nasi kuning dengan minuman teh hangat.
Aktivitas yang bisa dilakukan di Bangkal Forest
Berhubung kami hanya datang untuk menginap, maka aktivitas yang kami lakukan hanyalah menikmati suasana yang ada di Bangkal Forest ini. Setelah selesai melakukan reservasi, anak-anak langsung menuju kolam renang dan menceburkan diri ke dalamnya. Selain mereka ada juga anak-anak lain yang berenang yang sepertinya juga merupakan tamu yang menginap di hari itu. Untuk berenang di Bangkal Forest ini sendiri, pengunjung dikenakan biaya 20 ribu per orang.
Selain berenang, aktivitas yang bisa dilakukan di Bangkal Forest adalah masak-memasak atau barbeque yang bisa dilakukan di area tengah yang juga menjadi area api unggun. Area tengah ini juga bisa menjadi area untuk melakukan aktivitas kelompok seperti game dan juga area camping karena sudah disediakan tenda. Untuk gazebo, sepertinya tidak banyak yang menggunakan dan pengunjung sepertinya lebih memilih menggunakan area tengah untuk bakar-bakaran.
Selain area bermain dan berenang, di Bangkal Forest juga terdapat sebuah pendopo berukuran cukup luas yang bisa digunakan jika cuaca sedang tidak mendukung untuk beraktivitas di ruang terbuka. Terdapat juga beberapa wahana untuk anak bermain seperti jungkat-jungkit dan jaring-jaring ala survival game. Di beberapa lokasi terdapat kandang berisi beberapa ekor bebek dan juga kolam ikan.
Penutup
Secara keseluruhan, menginap di Bangkal Forest Banjarbaru ini merupakan pengalaman yang menyenangkan untuk saya dan keluarga. Untuk ibu bekerja, tempat ini cocok sebagai destinasi liburan singkat tanpa banyak persiapan. Anak-anak bisa bermain bebas, sementara orang tua tetap bisa bersantai menikmati suasana alam.
Seandainya persiapannya lebih matang, mungkin kami bisa menghabiskan malam dengan memasak makan malam sendiri sambil menikmati api unggun di malam minggu. Dari sisi fasilitas dan pelayanan, Bangkal Forest masih memiliki ruang untuk berkembang, terutama dalam hal kenyamanan tamu yang menginap. Namun tetap saja, Bangkal Forest menjadi pilihan yang pas untuk liburan spontan keluarga.
Itulah dia sedikit cerita saya melakukan rekreasi dan menginap di Bangkal Forest Banjarbaru. Sampai jumpa di cerita perjalanan selanjutnya!
Baca Juga
1 Comments
wuih bisa Netflix juga, seru sekali
ReplyDelete