Untuk urusan dandan atau make up, saya sebenarnya bukan tipe ibu bekerja yang wajib mengenakan make up tebal ke kantor. Selain karena waktunya yang mepet, bidang pekerjaan saya juga tidak mewajibkan saya untuk selalu tampil full make up untuk menghadapi pelanggan. Meski demikian, jelas sekali saya tidak akan pergi ke kantor kalau tidak mengenakan make up sama sekali. Siapa coba yang ingin terlihat jelek saat harus ke luar rumah? Heu.
Alasan Ibu Bekerja Menggunakan Make Up
Sebagai wanita kita semua tentunya ingin selalu terlihat cantik di segala kondisi. Karena itulah kadang make up bisa menjadi salah satu cara untuk bisa mempercantik penampilan. Untuk ibu bekerja sendiri, make up ini kadang bisa menjadi tuntutan terutama jika bekerja di bidang yang harus menghadapi pelanggan.
Selama bertahun-tahun bekerja, saya sendiri sudah mengalami berbagai fase dalam menggunakan make up ini. Saat masih berstatus karyawan baru, saya benar-benar bekerja tanpa berdandan karena saat itu saya memang benar-benar buta soal make up dan skincare. Kalau melihat foto-foto di masa itu jadi bertanya-tanya, "Kok pede banget saya tampil dengan wajah polos begini? Pantas nggak banyak yang naksir. " Wkwkwk.
Perjalanan Mengenal Make Up sebagai Ibu Bekerja
Setelah melahirkan anak pertama, barulah saya mulai mendalami dunia make up ini lewat tutorial make up yang kala itu memang sedang nge-trend. Suhay Salim menjadi 'guru' pertama saya untuk urusan dandan, yang saya pelajari di tengah proses menyusui anak pertama yang penuh perjuangan.
Selain lewat video Youtube, saya juga mulai rajin membaca review para blogger terkait berbagai produk skincare dan make up untuk menunjang penampilan. Salah satu blogger yang bisa menjadi acuan untuk review produk kecantikan ini adalah Mbak Aisyah Dian yang merupakan Beauty Blogger Balikpapan.
Nah, setelah masa cuti berakhir, saya pun seolah terlahir menjadi sosok yang baru karena mulai berani berdandan ke kantor meski saat itu alis saya masih ngeblok dan miring sebelah. Hehe.
Rutinitas Make Up Minimalis Ibu Bekerja Sehari-hari
Seiring berjalannya waktu, sekarang saya malah memutuskan untuk mengurangi penggunaan make up ini saat bekerja. waktu pagi yang semakin terbatas dan rasa malas membersihkan wajah berulang kali, terutama saat harus salat. Akhirnya, make up minimalis menjadi pilihan paling realistis, yang penting wajah tidak terlihat pucat.
Berikut adalah urutan make up ibu bekerja yang saya terapkan sehari-hari:
Menyiapkan Wajah dengan Skincare
Hal pertama yang harus disiapkan sebelum menggunakan make up pastinya adalah mempersiapkan kulit dengan rutinitas skincare. Setiap orang memiliki rutinitas skincare yang berbeda-beda namun untuk saya urutannya adalah cleanser-toner-serum-pelembap dan diakhiri dengan sunscreen. Kulit yang terhidrasi dengan baik membuat make up lebih menempel meski hanya menggunakan sedikit produk.
Alis On Point untuk Membingkai Wajah
Sejak memahami pentingnya membingkai alis, kini saya jarang sekali keluar rumah tanpa merapikan alis terlebih dahulu. Apalagi alis saya tergolong tipis, jadi jika tidak dibentuk, wajah terlihat aneh dan kurang segar. Saat ini saya menggunakan brow cream yang dirapikan dengan maskara alis agar hasilnya lebih natural.
Bedak Tabur atau Two Way Cake sebagai Base
Alih-alih menggunakan foundation, sekarang saya lebih sering menggunakan bedak tabur atau two way cake. Selain lebih praktis, hasilnya juga terasa lebih ringan di wajah. Foundation biasanya saya gunakan untuk momen-momen khusus saja seperti acara ulang tahun perusahaan, Hari Kartini yang mewajibkan penggunaan kebaya, atau kalau saya memiliki cukup waktu untuk menggunakan foundation ini.
Lipstik agar Wajah Tidak Pucat
Selain pensil alis, lipstik juga merupakan salah satu peralatan make up andalan ibu bekerja. Cukup dengan 1 pulasan lipstik sudah cukup untuk membuat wajah terlihat lebih segar. Saya sendiri biasanya menggunakan lip cream karena lebih tahan lama dan praktis digunakan di tengah aktvitas.
Blush On, Eye Shadow, dan Eyeliner sebagai Pelengkap
Jika masih ada sedikit waktu, saya biasanya menambahkan blush on di area pipi agar wajah lebih hidup. Blush on yang saya gunakan kadang hanya dari lipcream yang digunakan sebelumnya. Untuk eye shadow dan eyeliner, pemakaiannya sangat kondisional dan dipakai hanya jika benar-benar ada waktu luang di pagi hari.
Parfum agar Tetap Wangi dan Percaya Diri
Setelah semua urusan wajah selesai, maka langkah terakhir dari ritual make up saya sehari-hari adalah menggunakan parfum. Meski jatuhnya wangi-wangian, parfum bagi saya juga termasuk dalam make up harian ibu bekerja.
Penutup
Sebagai seorang ibu bekerja yang sudah memasuki usia 40 tahun, make up untuk ibu bekerja bagi saya tidak harus sempurna atau mengikuti tren. Yang terpenting adalah nyaman, praktis, dan membuat diri sendiri merasa lebih percaya diri. Dengan rutinitas make up sederhana, ibu bekerja tetap bisa tampil rapi dan segar tanpa mengorbankan banyak waktu.
Nah, itulah sedikit sharing saya tentang rutinitas make up minimalis ala ibu bekerja. Setiap ibu tentu punya cara masing-masing untuk tampil percaya diri. Saya jadi penasaran, bagaimana dengan Mbak Aisyah Dian travel blogger Balikpapan, seperti apa rutinitas make up Mbak Aisyah sehari-hari?


2 Comments
Rutinitas make up ibu bekerja ini terasa realistis, menunjukkan usaha tetap merawat diri di tengah kesibukan tanpa harus berlebihan atau menyita banyak waktu. Kalau aku yang terpenting iipstik hehehe
ReplyDeleteSetuju banget, Mbak! Make up minimalis emang paling satset buat ibu bekerja. Yang penting wajah seger dan tetep percaya diri.
ReplyDelete