Review Film Laapataa Ladies (2024): Kisah Kehilangan, Harapan, dan Perjuangan Perempuan India

Sejak awal tahun 2024 ini, saya kembali pada kesukaan saya menonton film-film Bollywood. Hal ini awalnya disebabkan oleh jenuhnya saya dengan drama Korea yang rasanya ceritanya semakin monoton. Pas banget juga di ott merah sedang banyak diserbu film-film Bollywood baru yang penasaran ingin saya tonton. Akhirnya sampai sekarang saya rajin banget menjelajahi berbagai film India mulai dari Bollywood, Telugu sampai Tamil.

Salah satu film terbaru Bollywood yang saya tonton adalah Laapataa Ladies atau Lost Ladies yang merupakan film hasil rumah produksi Aamir Khan. Film disutradarai oleh Kiran Rao yang juga adalah mantan istri Aamir Khan dengan mengangkat tema tentang isu perempuan di berbagai ranah kehidupan. Film ini juga mendapat review yang sangat baik dari para penonton baik saat pemutaran di bioskop maupun saat filmnya sudah tayang di ott. Bagaimana kisah lengkap dari Laapataa Ladies ini? Yuk baca tulisan ini sampai akhir!

Review Film Laapataa Ladies



Dalam perjalanan pulang dari kediaman keluarga istrinya, Deepak dan Phool, pasangan pengantin baru bertemu dengan pasangan lain di dalam kereta dengan pengantin perempuan yang mengenakan gaun pengantin yang sama dengan Phool. Tambahan lagi, mengingat pasangan ini juga baru menikah, maka pengantin perempuan ini menutup wajahnya sehingga baik Phool maupun pengantin tersebut tidak terlihat wajahnya dari luar.

Saat kereta masih berjalan, Deepak beranjak dari kursinya di kereta untuk sebuah urusan. Nah, di saat Deepak beranjak dari kursinya ini beberapa penumpang turun dan akhirnya membuat posisi duduk Phool istrinya berubah. Akibatnya, ketika kereta yang mereka tumpangi tiba di kampung Deepak, ia dengan cepat menarik tangan pengantin yang duduk di sampingnya yang sebenarnya bukan istrinya. Phool sendiri yang sedang tertidur akhirnya bablas naik kereta hingga stasiun akhir.

Kehebohan pun terjadi ketika Deepak dan keluarganya sadar ia membawa pengantin yang salah. Akhirnya mau tidak mau keluarganya pun menampung Pushpa Rani, pengantin yang dibawa Deepak ke rumah sementara Deepak melaporkan kehilangan istrinya ke polisi.

Di desa lain, Phool yang terdampar sendirian di stasiun kereta bertemu dengan orang-orang baik yang bersedia menampungnya. Sambil menunggu Deepak datang menjemput, ia membantu seorang nenek yang membuka kedai di stasiun dan mendapat banyak pelajaran hidup dari nenek tersebut.

Di lain pihak, suami dari Pushpa juga melaporkan kehilangan istrinya. Pria ini juga melaporkan kalau istrinya itu membawa serta perhiasan yang merupakan mahar pernikahan. Berita ini kemudian disampaikan ke kantror polisi di desa Deepak dan polisi yang menangani kasus Deepak mulai langsung mencurigai Pushpa Rani sebagai istri dari pria tersebut. Namun anehnya nama pengantin yang disebutkan pria tersebut adalah Jaya dan bukan Pushpa Rani.

Keberadaan Pushpa Rani sendiri di keluarga Deepak memberikan warna tersendiri. Dengan caranya sendiri ia berhasil membuka mata para perempuan di keluarga tersebut tentang bagaimana seorang perempuan juga memiliki hak untuk mengembangkan kemampuannya dan juga bermimpi. Pushpa Rani bahkan juga memberikan saran untuk menghadapi hama yang mengancam panen di sawah keluarga Deepak. 

Lalu benarkah Pushpa Rani ini adalah seorang penipu seperti yang disangkakan polisi padanya? Dan apakah akhirnya Deepak bisa bertemu dengan Phool yang mulai kehilangan harapan akan bisa bertemu lagi dengan suaminya?

Isu tentang Perempuan yang Disampaikan di Film Laapataa Ladies



Laapataa Ladies merupakan sebuah film dengan bintang-bintang muda di dalamnya. Meski ini adalah film Aamir Khan, penonton tidak akan menemukan sosoknya di filmnya. Jika dilihat dari segi aktor, mungkin film ini tidak terlalu menjual. Namun kadang nama besar aktor tidak selalu mempengaruhi kualitas sebuah film melainkan bagaimana film tersebut digarap.

Laapataa Ladies sendiri sendiri sebenarnya adalah sebuah film dengan isu sosial yang sangat kental. Film ini memiliki premis yang sederhana dan bisa jadi berpotensi menjadi sebuah film komedi. Namun nyatanya Kiran Rao menjadikan sebuah premis sederhana sebagai sebuah jembatan dari isu yang kerap kita temukan sehari-hari terutama dalam dunia perempuan.

Layaknya budaya timur di beberapa negara lainnya, India juga masih memegang kultur patriarki yang sangat kuat. Jika teman-teman sering menonton film Bollywood pasti sangat hafal dengan kisah-kisah patriarki ala film Bollywood di mana suami dianggap sebagai raja dan istri bertugas melayani suami dengan sepenuh hati. Lalu apa saja pesan dan isu tentang perempuan yang diusung film Laapataa Ladies ini? Berikut yang bisa saya sampaikan:

1. Perempuan Bisa Berdaya

Isu feminisme dalam film Laapataa Ladies sendiri dibawakan pesannya oleh para tokoh perempuan di film ini. Jadi bukan hanya Phool atau Pushpa Rani/Jaya yang menjadi pusat cerita namun semua tokoh perempuannya. Di film ini kita bisa melihat bagaimana nenek Manju Mai yang mengizinkan Phool bekerja di kedainya memberikan berbagai wejangan berdasarkan pengalaman hidupnya sebagai perempuan yang hidup sendiri dan ditinggal suami. 

Ketika Phool bertanya kepada Manju Maai kenapa perempuan tidak bisa mendapat banyak kesempatan Manju Maai menjawab kira-kira seperti ini, "Kita sebagai perempuan sebenarnya tidak terlalu memerlukan laki-laki. Kita bisa melakukan banyak hal. Namun jika perempuan menyadari hal ini pastinya akan sangat membahayakan laki-laki." Pengalaman membantu Manju Mai di kedai teh juga membuat Phool sadar kalau dirinya bisa berdaya untuk membantu perekonomian keluarga. 

2. Perempuan Berhak Menyuarakan Pendapat



Adapun Jaya, sosok yang salah dibawa Deepak juga merupakan sosok yang menggambarkan perempuan dengan tekad yang kuat untuk menuntut ilmu. Dia sebenarnya tak ingin menikah dan ingin belajar ilmu pertanian namun ancaman ibunya membuatnya tak bisa berbuat apa-apa. Karena itulah ketika Deepak membawanya dari kereta bisa jadi itu merupakan berkah tersendiri bagi Jaya karena bisa terlepas dari pernikahan yang tak diinginkannya.

Melalui sosok Jaya, para perempuan di keluarga Deepak diajarkan kalau mereka memiliki hak untuk menyuarakan suara mereka. Perempuan setelah menikah kadang kehilangan dirinya sendiri. Mereka memasak masakan kesukaan suami dan tak pernah lagi memasak masakan kesukaannya sendiri. Jaya mengingatkan para perempuan di rumah Deepak kalau mereka bisa saja memasak masakan kesukaan mereka kapan saja.

3. Perempuan Berhak Meraih Mimpi

Sosok Jaya dalam film ini juga mewakili para perempuan yang memiliki impian dalam hidupnya. Alih-alih menikah, Jaya bermimpi menjadi seorang petani organik dan ia memperjuangkan mimpinya tersebut. Ia juga menyadarkan saudara ipar Deepak kalau tak ada bakat yang sia-sia dan pantas untuk ditekuni. 

Penutup

Laapataa Ladies adalah film Bollywood yang ringan, hangat, sekaligus penuh makna. Dengan alur sederhana, film ini sukses menyampaikan pesan sosial yang kuat tentang kemandirian, keberanian, dan harapan perempuan.

Bagi pecinta film bertema sosial dan keluarga, film ini sangat layak masuk daftar tontonan. Kamu juga bisa membaca review film Bollywood Toilet Ek Prem Katha yang juga mengangkat isu sosial di negara India. Selamat membaca!

Baca Juga

Posting Komentar

14 Komentar

  1. Rata2 kalau film Bollywood yang pemainnya kurang dikenali gini (khususnya buatku ehehe) pasti bagus. Di Netfl*x pun ada beberapa film Bollywood yang diangkat dari kisah nyata dan itu bagus semuaa.

    BalasHapus
  2. Wah jadi penasaran dengan filmnya apalagi mengangkat tentang feminisme, ingin tahu apa saja isi feminisme yang diangkat

    BalasHapus
  3. Kisahnya gak sederhana sih yaa..
    Aku jadi penasaran, pas naik kereta tuh posisinya uda resmi suami-istri atau baru akan menikah?

    Huhuhu.. memang sulit kalau menikah bukan atas dasar cinta tapi paksaan.
    Pasti Laapataa Ladies ini juga mengundang haru yaa... cirambai sampai akhirkalau nonton film Bollywood tuh..

    BalasHapus
    Balasan
    1. Sudah nikah mbak jadi ceritanya habis nikah istrinya diboyong ke desa suaminya

      Hapus
  4. Jadi penasaran sama filmnya.. Tema yang diangkat sangat menarik. Bisa nonton dimana ini?

    BalasHapus
  5. Sudah lama Banget ngga nonton film Bollywood aq mbak, biasanya klo film India nontonya yang romantis sama liat aktor-aktornya dulu

    BalasHapus
  6. Sepertinya memang benar, para penggemar drakor/K-pop itu merupakan alumni penggilan Bollywood. Saya sudah lama tidak menonton film India dan baru sekarang baca review film terbarunya. Kalau Aamir Khan mengeluarkan film pasti ada isu menarik dan menggelitik yang diangkat. Tentunya layak untuk ditonton.

    BalasHapus
  7. Setelah baca review film ini jadi mikir udah lama juga ternyata diriku tak nonton bollywood

    BalasHapus
  8. Keren tuh pesan yang terkandung di dalam film ini. Gak cuma di India, di negeri kita aja juga masih banyak yang punya pemikiran seperti itu yaaa... Peran perempuan masih terbatas di beberapa daerah. Padahal kan masing2 individu, entah itu laki2 atau perempuan punya kesempatan yang sama dalam mengembangkan diri.

    BalasHapus
  9. Mau nonton ini tapi masih wishlist
    Prison Playbook belum selesai selesai
    Penasaran saja sama hasil akhirnya

    BalasHapus
  10. Baca review ini sepertinya ini film yang layak ditonton oleh perempuan karena mengangkat isu tentang perempuan. Sanga bukan peminat Bollywood, tapi baca postingan ini jadi pengen nonton.

    BalasHapus
  11. Sangat menarik, cocok mengisi long weekend besok nih. Apalagi banyak pembelajaran dari film Laapataa Ladies. Salut sama istrinya Amir Khan, membuat karya yang sangat ciamik sekali. Semoga saja para calon mertua/mertua semakin aware ya untuk menghilangkan budaya patriarki. Secara udah ga relate banget yak. Energi yang banyak better dipakai buat bergerak dan berdampak secara aktif. Part wanita pun bisa dan mesti mengejar impian, patut dicamkan srkali nih.

    BalasHapus