Bagi mereka yang suka menonton drama Korea, tentunya hafal dengan beberapa kebiasaan yang hadir dari tokoh-tokoh dalam drama tersebut. Adegan seperti makan mie instan langsung dari pancinya sambil memegang tutup panci, nongkrong di warung tenda sepulang kerja, membuat kimchi hingga makan barbeque bersama teman-teman menjadi beberapa adegan yang sangat familiar kita nikmati. Saking familiarnya, bahkan kadang kita sendiri pun ingin mencoba adegan-adegan yang ada di drama Korea tersebut dalam keseharian kita.

Salah satu efek nyata dari pengaruh drama Korea di Indonesia adalah hadirnya berbagai jenis penganan khas dari negeri Ginseng tersebut. Berbagai produk seperti ramyeon, toppoki hingga kimchi kini bisa dengan mudah kita dapatkan di berbagai supermarket di Indonesia. Tak hanya penganan instan, bentuk lain dari populernya makanan Korea di Indonesia adalah dengan semakin banyaknya muncul restoran maupun gerobak penganan bertema Koreadi berbagai kota di Indonesia. Bagi yang penasaran dengan kuliner Korea, tentunya jadi tak perlu jauh-jauh ke Korea lagi kan ya untuk mengetahui rasa masakan negeri tersebut.


Hal yang perlu diperhatikan sebelum terjun ke usaha kuliner makanan Korea

Layaknya usaha kuliner lainnya, bagi mereka yang ingin terjun dalam bisnis kuliner ala Korea, tentunya perlu memperhatikan berbagai hal, diantaranya:

Menentukan konsep usaha kuliner 

Hal pertama yang perlu diperhatikan sebelum memulai usaha kuliner Korea adalah menentukan konsep dari usaha kuliner ini. Kita bisa melakukan riset terlebih dahulu kira-kira konsep apa yang ingin dijual. Apakah ingin menjual kuliner berupa jajanan pasar seperti toppoki, corn dog atau penganan lain yang harga jualnya lebih murah atau menyasar kuliner berat seperti ramyeon dan barbeque ala Korea. Selain itu, kita juga bisa memulai bisnis kuliner Korea ini dari rumah dan menjualnya lewat aplikasi ojek online. Tentunya dalam menentukan konsep ini juga bergantung pada budget dana yang dimiliki oleh calon pengusaha.

Menentukan lokasi usaha

Setelah menentukan konsep dari bisnis kuliner yang akan dijalankan, langkah selanjutnya adalah menentukan lokasi dari usaha yang akan dijalankan. Jika ingin menjalankan usaha kuliner dalam bentuk jajanan pasar, mungkin kita bisa memilih lokasi yang berdekatan dengan tempat nongkrong anak muda sehingga lebih mudah menarik pembeli. Sedangkan jika ingin menjalankan usaha kuliner berupa rumah makan, kita bisa memilih bangunan dengan lokasi strategis yang bisa disewa atau malah memanfaatkan halaman rumah sendiri untuk menghemat biaya.

Memilih supplier bahan baku yang tepat

Tak seperti usaha kuliner lokal yang bahan bakunya mudah didapat, usaha kuliner Korea membutuhkan bahan baku yang mungkin hanya bisa didapat di toko-toko tertentu. Bahan baku seperti daging dalam bentuk slice, nori, aneka bakso ikan, bubuk gochujang dan juga mie ramyeon biasanya hanya bisa didapatkan di supermarket atau supplier khusus. Untuk itu penting sekali bagi kita untuk bisa memilih supplier yang menyediakan bahan baku yang lengkap, aman dan halal dikonsumsi bagi umat Muslim. 
 

Menentukan strategi promosi usaha

Jika semua hal di atas sudah terpenuhi, hal lain yang penting sekali untuk diperhatikan adalah strategi promosi dari usaha kuliner Korea yang akan dijalankan. Saat ini, hampir semua bisnis dan usaha menggunakan digital marketing sebagai strategi promosi mereka. Karena itulah jika kita ingin memulai usaha kuliner Korea juga harus menguasai digital marketing untuk mempromosikan produk usaha kita. Selain menggunakan digital marketing, strategi promosi dari bisnis kuliner juga bisa berupa promosi harga di waktu-waktu tertentu atau juga mengadakan event di tempat usaha kita untuk lebih menarik pembeli.


Banda, supplier daging sapi untuk usaha barbeque Korea

Salah satu usaha kuliner Korea yang cukup booming selama 2 tahun terakhir adalah restoran dengan menu barbeque Korea. Biasanya menu barbeque yang ditawarkan ini berupa menu all you can eat dengan harga tertentu atau menu ala carte. Sebagai usaha kuliner yang mengandalkan menu daging-dagingan dalam hidangannya, tentunya pemilik usaha harus memilih supplier yang bisa menyediakan daging sapi dengan kualitas terbaik sehingga memberika rasa yang nikmat juga pada makanan.

Salah satu supplier daging sapi yang bisa dipilih untuk bisnis kuliner Korea ini adalah Banda yang merupakan supplier untuk berbagai jenis daging mulai dari daging ayam, daging sapi, dan aneka ikan laut. Banda berdiri sejak tahun 2019 dan telah dipercaya oleh berbagai UMKM kuliner hingga brand ternama di Indonesia. Dalam kurun waktu 3 tahun, Banda telah menjual lebih dari 250 ribu produk dan juga menjangkau 10 kota di Indonesia termasuk Jabodetabek. 

Nah, buat teman-teman yang sedang merintis bisnis kuliner makanan Korea atau usaha barbeque, Banda ini bisa menjadi yang tepat untuk memulai usahamu!
Baca Juga