alergi susu sapi pada anak

Sebagai seorang yang memiliki alergi rhinitis, kadang muncul kekhawatiran di benak saya akankah kedua anak saya akan memiliki alergi yang sama? Setiap kali saya terpapar udara dingin atau debu maka saya akan mendadak kena flu dan terus bersin-bersin yang cukup mengganggu. Apalagi kedua anak saya juga memiliki golongan darah yang sama dengan saya. Jadilah jika ada salah satu dari kami yang terkena flu akan langsung menular kepada yang lainnya.

Untungnya ternyata hingga saat ini saya tidak menemukan alergi dingin tersebut pada kedua anak saya. Keduanya tampaknya tidak mengalami gejala bersin-bersin jika menghadapi udara dingin. Namun tentunya saya harus tetap melakukan observasi kepada keduanya karena siapa tahu kan alergi ini muncul di tahun-tahun mendatang?

Alergi sendiri merupakan sebuah reaksi dari sistem kekebalan tubuh manusia (imun) terhadap suatu zat yang seharusnya tidak berbahaya. Reaksi yang ditimbulkan dari alergi ini ada bermacam-macam seperti gatal-gatal, pilek, ruam hingga sesak nafas. Reaksi alergi ini biasanya langsung terlihat begitu seseorang mengkonsumsi atau berinteraksi dengan zat alergennya. Meski mungkin dianggap sepele, alergi jika tidak ditangani dengan baik nyatanya juga bisa membahayakan penderitanya.


Mengenal Alergi Susu Sapi pada anak


Salah satu jenis alergi yang mungkin kerap ditemui pada bayi dan anak-anak adalah alergi susu sapi. Alergi susu sapi merupakan kondisi saat imun tubuh bayi menganggap protein susu sapi sebagai zat yang berbahaya bagi tubuh. Alergi susu sapi kadang disamakan dengan intoleransi laktosa mengingat gejalanya yang mirip. Hal yang membedakan alergi susu sapi dengan intoleransi laktosa adalah alergi susu sapi terjadi karena imun tubuh bayi bereaksi berlebihan terhadap kandungan protein susu sapi sementara intoleransi laktosa disebabkan oleh tubuh yang tidak bisa mencerna kandungan laktosa pada susu. 

Bayi yang mengalami alergi susu sapi biasanya mengalami beberapa gejala diantaranya: 

  • Muntah
  • Bengkak pada bagian tubuh tertentu seperti bagian wajah, khususnya bibir
  • Batuk-batuk yang disebabkan saluran pernapasan bayi menolak zat yang ada pada susu sapi
  • Diare
  • Gatal dan ruam pada anggota tubuh
  • Rewel atau kerap menangis karena saluran pernapasan bayi memberikan reaksi berlebihan sehingga membuat tenggorokan terasa sakit dan sesak
  • Perut kembung yang bisa menyebabkan bayi muntah
  • Sesak napas. Hal ini muncul karena saluran pernapasan bayi mengandung banyak lendir yang mengakibatkan bayi susah bernapas

Sebagian orang mungkin menganggap alergi susu sapi hanya terjadi pada bayi atau anak yang mengkonsumsi susu sapi atau susu formula. Namun kenyataannya, ada juga bayi ASI yang mengalami alergi susu sapi karena ibunya mengkonsumsi produk olahan sapi. Karena itulah jika ada bayi yang mengkonsumsi ASI ibunya namun ditemukan gejala alergi susu sapi pada tubuhnya, maka mau tak mau ibu harus menghentikan konsumsi produk olahan sapi agar bayinya tidak mengalami alergi. 


Cara mengatasi alergi susu sapi pada anak

mengatasi alergi susu sapi


Alergi susu sapi pada bayi biasanya akan diketahui sebelum usianya 6 bulan. Alergi susu sapi umumnya akan menghilang seiring pertambahan usia anak kita. Namun jika tidak ditangani dengan baik, alergi susu sapi bisa berakibat pada pertumbuhan anak. Hal ini disebabkan terjadinya kerusakan pada mukosa saluran cerna anak karena adanya alergi susu sapi sehingga makronutrien dan mikronutrien pada makanan tidak bisa dicerna dengan baik oleh tubuh. Anak kemungkinan besar akan mengalami penurunan berat badan hingga gagal tumbuh.

Untuk mengatasi alergi susu sapi yang ditemukan pada anak kita, berikut beberapa cara yang bisa dilakukan:

Memberikan ASI pada anak di 2 tahun pertama kehidupannya

Tentunya kita semua tahu kalau ASI adalah makanan dan minuman terbaik yang bisa diberikan seorang ibu kepada anaknya terutama di awal-awal kehidupan anak. ASI memiliki semua kandungan yang diperlukan oleh bayi selama 2 tahun masa hidupnya. Tentunya untuk bisa memberikan ASI yang berkualitas pada anak, ibu juga sebaiknya mengkonsumsi makanan yang bergizi. Lalu jika ternyata bayi ASI tersebut ternyata memiliki gejala alergi susu sapi, sebaiknya ibu membatasi konsumsi olahan sapi agar anak tidak mengalami alergi setelah meminum ASI.


Memberikan susu formula dengan kandungan tidak menyebabkan alergi

Jika ibu memutuskan memberikan susu formula kepada anaknya dengan alasan tertentu, maka untuk anak yang memiliki alergi susu sapi sebaiknya diberikan susu formula dengan kandungan yang tidak menyebabkan alergi pada anak. Beberapa jenis susu yang bisa diberikan pada anak dengan alergi susu sapi diantaranya:

  • Susu formula hipoalergenik, merupakan susu sapi yang diolah melalui proses hidrolisis parsial sehingga mengandung partikel susu sapi yang lebih sedikit dibandingkan dengan susu formula pada umumnya 
  • Susu kedelai atau susu soya
  • Susu kacang mede
  • Susu almond


Pentingnya Cek Alergi pada Anak

cara cek alergi


Sebagai orang tua, tentunya kita ingin anak kita bisa memiliki tumbuh kembang yang optimal sesuai dengan usianya. Karena itu penting sekali bagi kita sebagai orang tua untuk mengetahui apakah anak memiliki alergi terhadap zat tertentu termasuk juga alergi susu sapi ini. Beberapa cara yang bisa dilakukan orang tua dalam upaya mengetahui apakah ada alergi pada anak antara lain:

Mengecek riwayat alergi diri sendiri dan juga pasangan

Alergi bisa terjadi karena faktor genetik. Orang tua yang memiliki jenis alergi tertentu bisa menurunkan alerginya ini kepada anaknya. Seperti saya dan adik perempuan yang sama-sama memiliki rhinitis alergi yang merupakan turunan dari almarhum ayah. Jika salah satu atau kedua orang tua memiliki riwayat alergi, maka ada kemungkinan anak juga akan memiliki alergi yang sama. Karena itu 


Melakukan observasi pada anak setiap memberikan jenis makanan baru

Seperti yang dituliskan di atas, biasanya reaksi alergi akan muncul tak setelah anak mengkonsumsi bahan makanan yang mengandung alergen. Untuk itu, saat memberikan jenis makanan baru pada anak misalnya saat periode MPASI ibu melakukan observasi apakah ada reaksi yang muncul setelah anak mengkonsumsi makanan tersebut. Jika anak mengalami beberapa gejala alergi seperti batuk-batuk, muntah, ruam dan berbagai gejala alergi lainnya, maka ibu bisa menghentikan pemberian makanan tersebut selama beberapa waktu dan diberikan kembali di kemudian hari untuk memastikan apakah benar itu alergi. 


Melakukan tes alergi 

Selain dengan mengetahui riwayat alergi orang tua dan melakukan observasi saat memberikan makan ke anak, orang tua juga bisa melakukan cek alergi ke anak untuk memastikan alergi yang dimiliki anak. Untuk tes alergi ini biasanya ada 3 jenis tes yang dilakukan yakni:
  • Skin prick test (uji tusuk) yang dilakukan di lapisan epidermis tubuh pasien, biasanya di bagian lengan bawah bagian dalam
  • Uji tempel merupakan tes yang dilakukan dengan menempelkan alergen yang dicurigai sebagai penyebab selama 24-48 jam
  • Tes IgE (ambil darah) yang dilakukan untuk mengukur kadang imnunoglobulin E yang merupakan salah satu antibodi dalam tubuh. Jika jumlah IgE ini tinggi bisa jadi menandakan tubuh sedang bereaksi terhadap alergen sehingga menimbulkan reaksi alergi 

Sebagai orang tua tentunya kita harus selalu memperhatikan tumbuh kembang anak kita termasuk apakah ada alergi atau tidak. Nah, buat teman-teman yang memiliki buah hati terutama yang masih bayi, yuk lakukan cek alergi untuk anak agar kita bisa cepat menanganinya.  

 

Sumber tulisan :
Alergi Susu Sapi: Penyebab, Gejala, dan Pilihan Susu Alternatifnya (hellosehat.com)
Solusi Cepat, Kenali 4 Cara Cek Alergi yang Dialami Si Kecil - Tribunnews.com
Baca Juga