Pelajaran yang Didapat Selama Pandemi

Pelajaran yang Didapat Selama Pandemi


Satu tahun sudah berlalu sejak virus Corona dinyatakan resmi masuk ke negara kita. Selama setahun terakhir, bisa dibilang banyak pelajaran yang didapat selama pandemi ini. Kematian, kehilangan pekerjaan, kehilangan kebebasan semuanya menjadi satu sebagai akibat dari hadirnya virus dari China ini. Ironisnya, kita juga tak tahu kapan virus ini akan menghilang meski vaksin sudah ditemukan. 

Di masa awal-awal Corona masuk ke negara kita, virus ini sangat ditakuti. Mereka yang terinfeksi dan dinyatakan positif sempat mendapat perlakuan yang tidak baik bahkan mungkin dikucilkan. Yang lebih parah, ada juga kasus nakes yang diminta pindah dari kos karena warga takut tertular virus Corona. Ini semua hal yang wajar mengingat bagaimana seramnya efek virus Corona di awal-awal kemunculannya. 

Setahun berlalu, kini masyarakat seolah tidak peduli lagi dengan keberadaan virus tersebut. Kasus masih tetap ada setiap harinya namun reaksi masyarakat tak lagi sekeras dulu. Tempat-tempat rekreasi mulai dibuka dan dibanjiri pengunjung. Protokol kesehatan pun mulai semakin diabaikan masyarakat. 

Bisa dibilang saat ini masyarakat sudah menganggap Corona sebagai sebuah penyakit biasa yang akan sembuh dengan sendirinya layaknya penyakit flu. Wajar sih, ya, mengingat sudah satu tahun kita menghadapinya dengan beragam reaksi. Bahkan di perusahaan tempat saya bekerja, ketika ada karyawan yang positif Corona reaksi kayawan yang lain terbilang santai dan tak lagi panik. Yah, saya sih berharap memang virus Corona ini sudah mulai melemah dan negara kita tidak sampai mengalami apa yang terjadi di India yang kembali menghadapi badai Corona. 

Lalu kira-kira pelajaran apa yang bisa kita ambil selama masa pandemi ini? Berikut yang bisa saya tuliskan:

Corona mengingatkan kita untuk lebih menjaga kesehatan

Keberadaan virus Corona membuat kita semakin sadar untuk lebih menjaga kesehatan. Sebelum ada virus Corona orang-orang mungkin tak terlalu peduli dengan yang namanya cuci tangan dengan sabun, memakai masker dan menjaga jarak. Namun sejak virus Corona hadir, perilaku 3M dan pola hidup sehat ini mulai menjadi kebiasaan dan semoga saja akan terus dilakukan meski nanti virus Corona sudah tidak berbahaya lagi. 

Corona mengajarkan kita untuk tetap survive

Sebagai akibat dari virus Corona, ada banyak orang yang kehilangan pekerjaan atau berkurang pemasukannya. Tak hanya itu, kebijakan bekerja dan sekolah dari rumah secara tidak langsung telah mem. Mereka yang tetap berada di rumah ini mau tak mau harus bisa survive agar tak bosan selalu berada di rumah. Berkebun, mendekor rumah hingga membuat konten menjadi hobi yang ngetrend selama masa pandemi. Pun bagi mereka yang kehilangan mata pencarian atau berkurang pencariannya harus bisa survive agar tetap bertahan hidup salah satunya dengan cara mencoba bidang pekerjaan baru. 

Corona mengajarkan kita untuk lebih bersabar

Hadirnya virus Corona membuat orang-orang tak bisa lagi dengan bebas bertemu dengan mereka yang dikasihi. Adanya kehati-hatian agar tak membawa virus kepada keluara serta larangan mudik yang berlaku selama 2 kali lebaran pastinya membuat mereka yang tinggal di perantauan harus lebih bersabar untuk bisa pulang. Untungnya saat ini kita hidup di era teknologi modern sehingga rasa rindu pada keluarga masih bisa diobati dengan video call. 

Corona mengingatkan kita akan kuasa Tuhan

Corona juga menyadarkan kita tentang bagaimana kuasa Tuhan berlaku. Sebelum hadirnya Corona, mungkin kita semua terlalu sombong dan beranggapan kalau kehidupan akan berjalan sesuai keinginan. Kenyataannya, hanya dengan kehadiran sebuah virus, tata kehidupan masyarakat langsung berubah. Virus Corona bisa dibilang merupakan sebuah peringatan kecil dari Yang Maha Kuasa akan kekuasaannya dan bagaimana kita ini hanya makhluk kecil di muka bumi. 

Selain yang saya tuliskan di atas, pastinya masih ada banyak pelajaran yang kita dapat selama masa pandemi ini. Pastinya kita semua berharap pandemi ini akan segera berakhir sehingga kehidupan bisa kembali normal seperti dulu. 

Baca Juga

Post a Comment

0 Comments