Tak terasa sudah hampir 10 tahun saya ngeblog. Sebuah masa yang cukup lama kalau dibanding teman-teman Blogger yang lain. Ada banyak cerita selama saya aktif ngeblog. Dimulai dari membuat akun di blogspot, trus kepincut Multiply, lalu digusur hingga pindah ke WordPress hingga sekarang menetap kembali di blogspot. Lewat dunia blog ini saya berkenalan dengan teman-teman baru dan mendapat ilmu dan wawasan baru dari tulisan para blogger. Tak hanya itu, ngeblog juga membuat saya terus berusaha meningkatkan kemampuan diri agar tak ketinggalan.

Bicara tentang awal mula ngeblog, saya ingat dulu pertama kali membuat akun blog di sebuah warnet. Maklumlah, ya, kala itu status masih mahasiswa yang punya komputer tapi tak memiliki akses internet di rumah. Kala itu saya juga masih tak terlalu aktif mengisi blog tersebut. Baru kemudian setelah bekerja, saya bisa mulai aktif ngeblog dengan memanfaatkan internet di kantor di sela-sela jam kerja. 

Seiring dengan semakin canggihnya teknologi handphone, saya pun mulai beralih menggunakan hape untuk ngeblog. Benda mungil ini benar-benar membantu saya menuangkan berbagai ide saat tak di depan komputer. Mau itu pas lagi di jalan atau pas lagi rebahan, saya bisa tetap ngeblog lewat handphone saya. Apalagi sekarang saya juga tak memiliki komputer atau laptop di rumah. Jadilah handphone menjadi satu-satunya amunisi saya untuk ngeblog atau sekadar blogwalking ke rumah teman-teman blogger yang lain.

Meski memiliki berbagai kelebihan, ada kalanya saya merasa perlu memiliki komputer atau laptop untuk menjalankan aktivitas sebagai blogger profesional. Apalagi kalau baterai handphone sudah mau habis dan saya harus menulis karena ada tenggat tulisan atau sedang banjir ide, pastinya saya perlu laptop untuk menampung tulisan saya tersebut. Nah, selain alasan tadi, ada beberapa alasan lain mengapa saya merasa masih memerlukan laptop ini, diantaranya adalah:

Lebih nyaman saat membuat infografis atau coding

Dunia blog saat ini tak melulu berisi tentang curhatan penulisnya. Seiring dengan semakin banyaknya lomba yang diadakan untuk para blogger, maka semakin besar pula tuntutan untuk membuat konten yang berkualitas. Salah satu cara yang kerap dilakukan para blogger untuk meningkatkatkan tampilan kontennya adalah dengan membuat infografis agar informasi lebih mudah disampaikan. Saat ini sebenarnya ada cukup banyak aplikasi yang bisa digunakan untuk membuat infografis lewat handphone. Namun adakalanya orang merasa lebih nyaman menggunakan aplikasi komputer untuk infografisnya dan pastinya untuk ini diperlukan komputer atau laptop.

Tak hanya soal infografis, blogger juga kadang harus melakukan beberapa pengeditan terkait coding di blognya. Untuk hal ini jelas lebih nyaman menggunakan komputer ketimbang hape dalam pembuatan coding tersebut. Contoh sederhana adalah saat mengganti template blog yang mana kadang memerlukan coding tambahan agar sesuai dengan keinginan kita.

Baca juga : [Review] Aplikasi Blogger Pro untuk Ngeblog

Lebih nyaman dalam mencari dan mengolah referensi tulisan

Untuk membuat sebuah tulisan yang dalam dan informatif, seorang blogger pastinya membutuhkan berbagai referensi entah itu lewat buku atau dari internet. Nah, berdasarkan pengalaman saya pribadi, untuk urusan pengumpulan data dan referensi ini juga lebih nyaman jika menggunakan laptop. Dengan menggunakan laptop, kita pastinya lebih mudah dalam menyimpan data yang ditemukan di internet. Selain itu, laptop dengan keyboard bawaannya pasti lebih memudahkan dalam urusan pemindahan data ini ke dalam bentuk tulisan.

Terlihat lebih profesional  

Alasan terakhir mengapa saya merasa masih memerlukan laptop untuk ngeblog adalah karena laptop membuat blogger terlihat lebih profesional. Apalagi kalau saat melakukan aktivitas blogging ini di sebuah kafe atau untuk keperluan dokumentasi, pastinya akan lebih nyaman dan terlihat profesional jika didamping laptop kan, ya? Untuk pemilihan laptop ini sendiri, pastinya tergantung individu masing-masing. Ada yang suka dengan laptop mahal dengan spesifikasi tinggi, ada juga yang menyukai laptop ramah di kantong dengan spesifikasi yang cukup mumpuni. Intinya sih disesuaikan dengan kebutuhan dan kantong kita.

Saya sendiri saat ini masih menggunakan laptop keluaran lama milik suami saya. Padahal rencananya awal tahun ini saya ingin membeli laptop baru. Namun setelah melakukan berbagai pertimbangan akhirnya saya memutuskan menggunakan laptop suami yang lama tidak dipakai karena layarnya bermasalah. Bermodal uang 300 ribu rupiah, saya membeli layar LCD baru dan suami memasangkannya ke laptop miliknya. Alhamdulillah setelah diganti layar LCD-nya laptop bisa dipakai kembali dan saya bisa lebih leluasa ngeblog tanpa harus terus bergantung pada handphone.

Baca Juga