Yumna Turning One Year Old

Desember ini, Yumna putri saya berusia setahun. Selama 1 tahun menjalani peran sebagai ibu ini, jelas ada banyak hal yang terjadi pada saya. Saya jadi ingat setahun yang lalu setelah adzan Isya saya diantar ke rumah bidan karena rasa mulas yang saya rasakan sejak sore semakin menjadi-jadi. Setelah diperiksa, ternyata saat itu saya sudah pembukaan 5. Menit demi menit saya lalui dengan rasa sakit yang semakin meningkat setiap terjadi kontraksi. Alhamdulillah proses pembukaan hingga menuju bukaan 10 tak memakan waktu lama. Pukul 11 malam, lahirlah Yumna dengan berat 2,8 kg dan panjang 51 cm. 
 
Di awal kelahirannya, saya sempat kesulitan memberikan ASI karena kondisi puting saya yang datar. Saya berusaha untuk bisa menyusui dengan menggunakan nippleshield dan alhamdulillah setelah 1 bulan Yumna sudah bisa menyusu langsung pada saya. Untuk perkembangan motoriknya sendiri, alhamdulillah masih sesuai dengan panduan yang saya baca. Yumna mulai bisa duduk di usia 7 bulan dan merangkak di usia 8 bulan. Sekarang di usianya yang setahun ini, Yumna sudah mulai belajar berjalan dan mulai mengucapkan beberapa kata yang kami ajarkan padanya. 



Beberapa hari sebelum usianya 6 bulan, saya memberikan MPASI perdana untuk Yumna. Sebelumnya saya sudah mencari-cari info cara pemberian MPASI untuk bayi. Saat itu, pilihan saya jatuh pada metode MPASI ala WHO. Alasan saya memilih metode ini karena lebih direkomendasikan. Sempat sih kepikiran mencoba metode BLW namun dari beberapa kali percobaan yang saya lakukan, sepertinya Yumna tidak tertarik dengan metode ini. "Mungkin nanti setelah umurnya 9 bulan," begitu kata saya dalam hati.

Sebagai ibu bekerja, memberikan MPASI homemade bagi putri saya tentunya memerlukan manajemen dan tantangan tersendiri. Saya sempat membaca beberapa referensi MPASI homemade bagi ibu bekerja. Saya juga bertanya pada teman yang sudah lebih berpengalaman dari saya. Ada yang membuat puree dan aneka olahan MPASI dalam jumlah banyak dan dibekukan. Ada juga yang membeli bahan makanan dan membaginya wadah-wadah kecil untuk kemudian diolah. Pada akhirnya saya memilih untuk mengolah MPASI untuk Yumna tengah malam sebelum saya tidur dengan bahan apa saja yang ada di dapur.

Tantangan lain dari masa MPASI Yumna adalah GTM. Meski tak sepenuhnya tutup mulut, namun di usia 8 bulan, Yumna mulai sulit sekali disuapi dan makannya lama sekali. Saya coba mengubah teksturnya dari lembut ke kasar dan balik lagi ke lembut namun tidak ada perubahan. Yumna tetap tidak banyak membuka mulut. Bahkan pernah saat kami ke Makassar beberapa waktu lalu, dia sama sekali tidak mau makan bubur yang saya olahkan. Padahal saat itu saya sudah membawa peralatan tempur mulai dari bawang, kaldu bubuk, abon, hingga beras dan tentunya slowcooker. Sok idealis banget ya. Heuheuheu.

Baca juga : MPASI,  Antara Teori dan Praktik 

"Kasihlah gula sama garam di makanannya biar dia mau makan," begitu saran yang kerap diberikan pada saya saat itu. Memang sih berdasarkan panduan yang saya baca, bayi di bawah 1 tahun tidak disarankan untuk mengkonsumsi gula dan garam di makanannya. Saya sendiri,  pada akhirnya saya menambahkan gula dan garam pada makanan Yumna di usianya 11 bulan. Dan bisa dibilang it works sih. Entah karena memang masanya sudah berakhir atau karena makanannya sudah ada rasanya, Yumna lebih mudah makan setelahnya.

Sejak awal masa MPASI-nya, saya udah niat banget mau bikinin mpasi homemade buad Yumna. Alhamdulillah sih kalau untuk makanan utamanya selalu homemade. Kalau cemilan beli aja soalnya emaknya udah nggak sanggup bikin-bikin lagi. Nah, sampai usianya jelang 1 tahun ini, sebenarnya Yumna termasuk sering GTM-nya ketimbang lahapnya kalau dikasih makan. Sesi makannya aja bisa sampai hampir 1 jam kata ibu yang jagain. Kalau sama saya, kadang malah ogah makan dan maunya nenen melulu. Akhirnya beberapa minggu ini saya sedikit mengalah dengan memberi sedikit gula dan garam di masakannya. Kalau untuk sekarang sih alhamdulillah dia sudah mulai mau makan lahap dan kadang malah suka mau nyendok dan nyuap sendiri makanannya. Teksturnya juga kayaknya sudah mulai naik lagi dari nasi lembek ke nasi. #MPASI #11monthsoldbaby
A post shared by Antung Apriana (@ayanapunya) on

Mengingat usianya sudah setahun, tentunya saya harus mengetahui hal-hal terkait perkembangan balita usia 1 tahun. Berikut adalah perkembangan balita usia 1 tahun dari beberapa sumber yang saya dapat:

Perkembangan kognitif
Si Kecil mulai memiliki kemampuan berpikir, belajar, dan mengingat perilaku orang atau kejadian di lingkungannya. Si Kecil juga mulai memahami simbol, mulai meniru, membayangkan, dan bermain pura-pura.

Perkembangan emosi
Bentuk perlekatan emosi yang kuat pada balita ditandai dengan menangis saat dipisahkan dari orang terdekat. Namun seiring waktu, balita biasanya ingin melakukan aktivitas seorang diri. Ini merupakan tahap awal ia belajar tentang konflik, kebingungan, dan kadang-kadang merusak.

Perkembangan bahasa
Menginjak usia 15 hingga 18 bulan, balita biasanya mulai memahami kosa kata yang semakin banyak, hingga 10 kali lebih banyak dari yang bisa ia katakan. Di ulang tahun kedua, di Kecil sudah bisa mengatakan setidaknya 50 sampai 100 kosa kata.

Perkembangan sensorik dan motorik
Keterampilan motorik terjadi saat otot dan saraf si Kecil bekerja bersama-sama. Balita harusnya sudah mencapai tahap kontrol dan koordinasi sehingga bisa berjalan dengan mantap. Setelah berjalan, ketrampilan berikutnya adalah memanjat, lari, dan melompat.



Selain perkembangan di atas, saya juga perlu waspada jika tumbuh kembang Yumna di usianya yang setahun ini tidak sesuai dengan standar tumbuh kembang bayi.  Hal-hal yang perlu diwaspadai tersebut antara lain:

  • Belum melangkah
  • Tidak bisa berdiri tanpa dibantu
  • Tidak mencoba menemukan benda yang Ibu sembunyikan di hadapannya
  • Belum mengeluarkan satu patah kata
  • Tidak menggunakan bahasa gerak seperti menggelengkan kepala untuk mengantikan kata “tidak mau” atau menunjuk.
Di satu tahun usianya ini, tentunya saya berharap Yumna tumbuh menjadi anak yang sehat dan baik perkembangannya. Sebagai ibu, saya berharap bisa menjalankan tanggung jawab saya dengan baik dalam membersamainya di usianya sekarang maupun yang akan datang. 

Happy birthday, my baby! 

Sumber rujukan : www.ibudanbalita.com

Post a Comment

10 Comments

  1. anakku umur 14 bulan lebih baru bisa jalan mba itu pun masih oglek oglek hehehe, umur 2 tahun baru bisa bicara lancar dan sekarang ngoceh terus sepanjang hari,,hahhaa,,selamat ulang tahun ya Yumna sehat selalu..:)

    ReplyDelete
    Replies
    1. Hihi anak saya juga kayaknya baru beberapa bulan lagi bisa jalan, mbak :)

      Delete
  2. Perkembangan anak dari bayi baru lahir sampai satu tahun itu emang paling amazing, Mbak. Dari yang masih bayi merah oek oek, sampai bisa berdiri atau ada yang udah bisa jalan
    Sweet momment banget

    ReplyDelete
    Replies
    1. Iya, mbak. Rasanya baru kemarin bayinya lahir eh sekarang udah 1 tahun aja

      Delete
  3. Waktu terasa cepat ya mba. DLu rasanya lagi hamil eh skarang sudah setahun. Smoga si kecil sehat selalu yaa

    ReplyDelete
  4. Tumbang anak bagiku bikin panas dingin mba, panas di telinga dan dingin di tangan, hihihi. Padahal tumbang anak beda2 sih, sesuai kemampuan masing2, yg bisa kita berikan adl stimulus sebanyak2nya. Ulun juga lagi berjuang ini buat kasih stimulus intensif buat si dede. Yumna, semoga jadi anak yg selalu sehat, cerdas, besar nanti jadi anak yg patuh sama ortu dan agama, berguna bagi banyak orang. Selamat 1 tahun, Na :)

    ReplyDelete
    Replies
    1. Wah kalau fika mah keren sudah stimulusnya. Bisa bikin mainan macam-macam. Nah aku masih suka malas bikin yang kaya itu. He

      Delete