Review A Thousand Feet Cafe Banjarmasin: Tempat Nyaman untuk Kopdar dan Ngopi


Review A Thousand Feet Cafe

Awal April 2026 ini, saya dan beberapa teman blogger Female Blogger Banjarmasin (FBB Community) akhirnya bisa kopdar lagi setelah sekian lama. Meski sudah banyak yang tidak aktif lagi di dunia blog, beberapa dari kami masih mengusahakan untuk saling bertemu meski hanya satu tahun sekali. Biasanya untuk momen kopdar blogger FBB Community ini kami memilih Duta Mall sebagai tempat bertemu. Namun untuk tahun 2026, akhirnya diputuskan untuk memilih tempat lain di luar mall.

Apa alasannya?

"Susah cari parkir," begitu kata Ruli founder Female Blogger Banjarmasin. Memang sebagai satu-satunya mall di kota Banjarmasin, Duta Mall setiap harinya selalu dipenuhi pengunjung tak peduli hari kerja ataupun hari libur. Bagi mereka yang menggunakan mobil, urusan parkir ini pastinya bisa menjadi masalah karena kalau parkir penuh mobil akan berputar-putar dan memakan waktu.

Akhirnya kami pun mulai mencari-cari kira-kira cafe mana yang cocok untuk lokasi kopdar dengan syarat parkirnya luas dan pastinya mudah dijangkau alias nggak bikin nyasar. Setelah dilakukan polling, akhirnya kami semua sepakat untuk kopdar di Thousand Feet Cafe yang berlokasi di Jl. A. Yani km. 3 Banjarmasin, samping gedung Bank BRI Banjarmasin.

Kopdar di A Thousand Feet Cafe



Jum'at, 3 April 2026 merupakan tanggal yang kami sepakati untuk kopdar. Kebetulan hari itu bertepatan dengan hari libur Kenaikan Isa Al Masih dan kali ini saya bisa datang sendiri tanpa perlu membawa kedua anak saya. Sayangnya meski hari libur, hanya lima orang yang bisa datang ke kopdar hari itu yakni Ruli, Diah, Winda, Leha dan saya sendiri.

A Thousand Feet Cafe sendiri sebenarnya lokasinya tak jauh dari tempat saya bekerja. Cafe ini sebelumnya merupakan cafe es krim sebelum diubah menjadi cafe kekinian yang sekarang menjadi pilihan banyak pegawai korporat untuk bekerja atau santai bersama rekan kerja mereka. Saya sendiri sudah lama cukup penasaran dengan A Thousand Feet Cafe dan tentunya kopdar bersama teman-teman FBB menjadi hal yang cukup saya nantikan karena akhirnya bisa mencicipi menu kopi di sana.

Saat saya tiba di depan cafe, ternyata teman-teman blogger belum datang. Suasana cafe pun masih sepi mengingat saat itu masih pukul sembilan pagi dan hari libur nasional. Setelah memarkir motor di halaman samping, saya pun mengabarkan kedatangan saya di grup whatsapp dan setelahnya saya memasuki pintu masuk A Thousand Feet Cafe.



Bangunan A Thousand Feet Cafe ini sendiri berada di area komplek perumahan yang dulunya sempat menjadi lokasi Rumah Sakit Siaga Banjarmasin. Bangunannya berupa rumah yang kini disulap menjadi bangunan cafe. Di sampingnya terdapat Apotek Kimia Farma sementara di bagian belakang juga terdapat bangunan lain yang masih belum saya ketahui peruntukannya.

Begitu memasuki bangunan, saya disambut dengan meja bar yang juga berfungsi sebagai tempat untuk memesan makanan dan juga etalase untuk menu rerotian. Di dekat pintu terdapat etalase yang memajang aneka dessert seperti tiramisu dan juga cheesecake. Saya pun melihat menu yang diletakkan di meja bar dan mulai memilih menu yang ingin saya coba.





Ada beberapa menu camilan dan makanan berat yang saya lihat namun saya putuskan untuk memesan kopi saja dulu sambil menunggu teman-teman datang. Sayangnya saya lupa waktu itu pesan kopi apa, hehe. Sambil menunggu teman-teman tiba saya memilih duduk di salah satu tempat duduk yang disediakan sambil menikmati inyerior bagian dalam A Thousand Feet Cafe ini.

Interior A Thousand Feet Cafe Banjarmasin



Layaknya sebuah ruang tamu di rumah, A Thousand Feet Cafe menyediakan beberapa kursi yang bisa dipilih pelanggan untuk menikmati makanannya. Lantainya menggunakan ubin merah yang sepertinya masih mempertahankan ubin asli rumah sementara untuk material interior rata-rata terbuat dari kayu. 

Di area tengah ruangan terdapat kursi untuk empat orang dengan meja bundar sementara di salah satu sudut ruangan terdapat pilihan sofa bagi yang ingin menikmati kopi dengan lebih santai. Bagi mereka yang merokok, tentunya juga bisa memilih area luar cafe yang menawarkan pemandangan kota Banjarmasin. 



Bagian dinding dari A Thousand Feet Cafe ini sendiri dihiasi rak kayu yang menjual berbagai biji kopi yang belum digiling, bubuk matcha hingga sirup untuk kopi. Jadi buat pecinta kopi bisa sekalian beli biji kopi plus sirupnya sepulang dari cafe. Pastinya biji kopi yang dijual ini adalah kopi yang juga digunakan di A Thousand Feet Cafe. 



Setelah menunggu kurang lebih sepuluh menit, Winda, salah satu teman FBB datang bersama putri bungsunya. Melihat Winda memesan makanan berat, saya pun akhirnya menambah pesanan saya yakni Nasi Daging Krawu seharga Rp45.000. Setelah Winda dua orang teman lagi datang yakni Diah bersama putrinya dan Ruli bersama keluarganya. Kami pun kemudian berkumpul meja di area tengah untuk memudahkan berbincang.

Menu di A Thousand Feet Cafe Banjarmasin





Bicara soal menu, selain menyediakan berbagai jenis olahan kopi, A Thousand Feet Cafe pastinya juga menyediakan berbagai menu lain seperti menu sarapan, menu makan siang dan camilan. Menu sarapan di cafe ini mengambil tema menu western yakni olahan roti, salad dan juga omelette. Sementara untuk menu makan siang atau main course lebih dominan menu lokal seperti yang saya pilih yakni Nasi Daging Krawu, Nasi Ayam Kluwek hingga rawon.





Menu camilan juga standar Cafe pada umumnya ada sosis, kentang goreng, sampler, batagor roti bakar dan menu lainnya. Untuk harga sendiri, menu utama di cafe ini dibanderol mulai dari harga Rp. 40.000 - Rp.60.000, sedangkan untuk menu sarapan dan camilan dimulai dari harga Rp.20.000-Rp.50.000.

Lalu bagaimana dengan rasa dari kopi dan makanan yang saya pesan? Sebelumnya disclaimer saya bukan ahli dalam hal kopi atau penikmat fanatik kopi, ya jadi untuk review kopi ini subjektif. A Thousand Feet Cafe sendiri memiliki reputasi yang cukup baik dalam hal kopi olahannya. Dan setelah saya cari tahu, ternyata untuk beans yang digunakan di A Thousand Feet Cafe ini ada kopi lokal. 

Saya sendiri sebenarnya lupa waktu itu pesan kopi apa yang jelasnya jenisnya adalah kopi susu dengan gula. Untuk rasa kopi yang saya pesan sendiri manisnya pas dan pastinya campuran dan gula dan susu yang digunakan tidak mengalahkan rasa kopinya. Sayang sekali waktu itu saya tidak bertanya jenis kopi apa yang digunakan apakah Arabica atau robusta. 

Ruli, salah satu teman blogger sendiri hari itu memesan kopi yang menjadi andalan di A Thousand Feet Cafe. Saya sempat mencicipinya dan yah nyesal juga sih nggak pesan kopi itu juga soalnya rasanya lebih enak. Hehe. Oh ya untuk menu kopi di A Thousand Feet Cafe ini tang harganya dari Rp40.000-an. 


nasi daging krawu a Thousand Feet Cafe Banjarmasin

Untuk menu berat sendiri, saya mencoba menu nasi daging Krawu yang terdiri atas nasi putih, krupuk, daging dengan serondeng dan juga tahu goreng. Sambalnya tentu ada juga tapi saya tidak sertakan di foto. Rasanya sendiri cukup enak tapi bukan yang membuat saya terwow gitu. 


Namanya kopdar pastinya selalu diiringi dengan berbagai macam obrolan yang membuat suasana jadi lebih seru. Kali ini topik pembicaraan kami ternyata tentang pendidikan anak. Maklum ya semua yang datang hari itu sudah berstatus ibu-ibu. Ada yang anaknya SD seperti saya, SMP dan juga SMA. Salah satu pembahasan yang menarik hari itu adalah tentang bagaimana cara memetakan minat dan bakat anak. Dan berhubung di antara kami semua Ruli adalah yang paling senior sebagai ibu, maka padanya lah kami meminta saran. 

Buat saya sendiri, obrolan seperti inilah yang membuat acara kopdar terasa lebih berarti. Selain bisa kembali bertemu dan bercanda dengan teman-teman lama, saya juga bisa pulang membawa cerita dan sudut pandang baru dari pengalaman mereka. Mungkin memang tidak semua hal yang dibicarakan bisa langsung diterapkan kepada anak saya, tetapi setidaknya saya mendapatkan bahan untuk kembali melihat dan memahami kebutuhan anak dari sudut pandang yang berbeda.

Penutup

Setelah berbincang selama hampir tiga jam penuh, akhirnya tiba waktunya bagi kami untuk berpisah. Ada yang langsung pulang ke rumah, dan ada juga yang melanjutkan perjalanan ke destinasi selanjutnya. Saya sendiri memilih langsung pulang dan tak lupa membelikan oleh-oleh sepotong tiramisu untuk anak-anak di rumah. 

Buat saya, A Thousand Feet Cafe bukan hanya menjadi tempat untuk mencoba kopi yang selama ini membuat saya penasaran. Cafe ini juga menjadi tempat bertemunya kembali saya dan teman-teman Female Blogger Banjarmasin setelah sekian lama tidak berkumpul bersama.

Meski hanya lima orang yang bisa hadir saat itu, obrolan kami tetap terasa seru dan hangat. Apalagi pembicaraan kali ini banyak membahas tentang pendidikan anak yang memang menjadi keseharian kami sebagai ibu. Dari obrolan ringan seperti ini, saya justru sering mendapatkan cerita dan sudut pandang baru dari pengalaman teman-teman.

Untuk A Thousand Feet Cafe sendiri, menurut saya tempat ini cukup nyaman untuk dijadikan pilihan jika ingin ngopi santai, makan bersama teman, atau sekadar mencari tempat untuk berbincang dan bekerja. Lokasinya juga cukup mudah dijangkau dan area parkirnya menjadi salah satu alasan mengapa cafe ini cocok untuk acara kopdar seperti yang kami lakukan.

Kalau kamu sedang mencari tempat ngopi di Banjarmasin yang bisa digunakan untuk bertemu teman atau sekadar menikmati waktu santai, A Thousand Feet Cafe bisa masuk dalam daftar pilihan. Apalagi kalau kamu penasaran dengan olahan kopi mereka, saya justru menyarankan untuk mencoba kopi signature yang dipesan Ruli hari itu. Saya sendiri masih penasaran dan rasanya ingin kembali lagi untuk mencobanya.

Sebelumnya saya juga pernah menuliskan pengalaman berkunjung ke [Effronte Cafe] dan [Day Avenue Cafe]. Siapa tahu bisa menjadi referensi buat kamu yang sedang mencari tempat nongkrong atau kulineran di Banjarmasin.

Dan buat teman-teman yang sedang mencari informasi Travel di Jogja bisa mampir ke blog mbak Rianadewie.com

Baca Juga

Posting Komentar

0 Komentar