Aksi Boikot dan Dampak yang Bisa Diberikan




"Eh jangan beli yang itu, Bu. Itu kan produk Israel."

Kalimat seperti ini sekarang mungkin sudah cukup akrab di telinga kita. Sejak MUI mengeluarkan fatwa terkait haramnya membeli produk yang berafiliasi dengan Israel, masyarakat pun dengan cepat bereaksi untuk bisa memenuhi fatwa tersebut. Tidak hanya di supermarket, bahkan mereka yang berbelanja di warung kecil hingga gerobak sayur pun cukup aware dengan aksi ini. Sebuah hal yang menurut saya sangat layak untuk diapresiasi sebagai upaya untuk menghentikan genosida

Sejak 2 bulan terakhir, seluruh dunia memang terpaku pada peristiwa genosida yang terjadi di Palestina. Puluhan ribu warga Palestina telah menjadi korban serangan dari Israel yang tak kunjung berhenti. Bahkan setelah dilakukan gencatan senjata pun serangan tetap dilanjutkan. Tak hanya itu, berita terakhir yang saya baca Rumah Sakit Indonesia yang ada di Palestina pun sudah dikuasai Israel dan dijadikan markas tentara mereka.

Gencarnya serangan yang dilakukan tentara Israel di jalur Gaza ini sendiri telah membuka mata dunia tentang apa yang sebenarnya sedang terjadi di Palestina. Kalau dulu orang mungkin hanya menganggap konflik yang terjadi di bumi Palestina adalah konflik Politik atau agama. Maka sekarang hal tersebut sudah tidak berlaku lagi. Orang sudah bisa melihat kalau spa yang terjadi di Palestina sekarang adalah penjajahan yang harus segera dihentikan. Karena itulah di berbagai belahan dunia kini banyak sekali gerakan yang dilakukan untuk memprotes serangan Israel di jalur Gaza.

Salah satu gerakan yang sekarang gencar disosialisasikan adalah boikot pada produk-produk atau perusahaan yang secara aktif mendukung dan menyumbangkan dana untuk membiayai serangan Israel ini. Sebenarnya seruan untuk boikot ini sudah dilakukan sejak dulu oleh berbagai aktivis. Namun sepertinya memang baru sekarang ajakan boikot ini benar-benar gencar diserukan. Lalu apakah gerakan boikot memang bisa menghentikan apa yang terjadi di bumi Palestina?

Menurut Wikipedia, boikot merupakan tindakan untuk tidak menggunakan, membeli atau berurusan dengan seseorang atau suatu organisasi perusahaan sebagai bentuk protes atau sebagai bentuk pemaksaan. Boikot dapat terjadi sebagai respon dari sebuah tindakan yang dianggap tidak etis, tidak sesuai dengan nilai atau bertentangan dengan tujuan tertentu. Boikot bisa memiliki beberapa tujuan seperti mengubah kebijakan hingga juga memengaruhi opini publik.

Ada beberapa jenis boikot yang bisa dilakukan yakni:

  • Boikot konsumen, yakni tindakan boikot yang menghimbau masyarakat untuk tidak membeli produk dari perusahaan tertentu seperti yang dilakukan pada produk-produk Israel sekarang.
  • Boikot business to business adalah tindakan memboikot bisnis tertentu dengan dengan mengunggulkan bisnis lainnya
  • Boikot employee walkout yakni boikot yang dilakukan sekelompok karyawan sebagai aksi protes pada perusahaan terkait kebijakan atau aturan tertentu, contohnya dilakukan dalam bentuk mogok kerja
Terkait Boikot yang dilakukan pada produk Israel, muncul berbagai pro dan kontra dari berbagai lapisan masyarakat. Beberapa pihak mungkin ada yang mengatakan bahwa tindakan boikot tidaklah terlalu efektif dalam menghentikan genosida yang terjadi di Palestina. Apalagi setelah dicek ternyata banyak sekali produk Israel yang digunakan dalam keseharian kita terutama yang berhubungan dengan kebutuhan sehari-hari. Sempat muncul keraguan apakah masyarakat akan mampu mengganti produk yang biasa digunakan sehari-hari dengan produk baru?

Hal lain yang juga sempat menjadi kontra terkait boikot adalah nasib para pekerja yang bekerja pada gerai produk yang diboikot. Jika konsumen tidak lagi membeli produk tersebut, bisa membuat para karyawan ini kehilangan mata pencarian mereka. Tentunya ini bukan hal yang menyenangkan bagi banyak pihak.Lalu ada juga yang menyebutkan kalau media sosial yang kita gunakan sehari-hari juga merupakan pendukung Israel. Bukankah seharusnya kita juga memboikot media sosial dengan tidak menggunakannya lagi? 

Jika dilihat dari beberapa sisi, memang aksi boikot yang dilakukan memiliki banyak risiko. Salah satunya mungkin ada orang-orang yang harus kehilangan pekerjaan karena penjualan produk makanan yang menurun drastis. Di sisi lain, nyatanya boikot bisa menjadi salah satu cara untuk meningkatkan daya beli kita pada produk anak bangsa dan produk UMKM. Ini bisa dilihat dengan meningkatnya penjualan gerai-gerai ayam goreng lokal di berbagai daerah. 

Selain itu, dengan adanya boikot besar-besaran yang dilakukan terkait produk Israel ini nyatanya bisa juga berpengaruh pada usaha mereka. Ini bisa dilihat dengan turunnya harga saham produk-produk makanan pendukung Israel seperti gerai kopi putri duyung dan juga ayam goreng. Bahkan belakangan untuk meningkatkan kembali penjualan mereka, brand kopi dan ayam goreng ini konon menggaet kpop Idol untuk mempromosikan produk mereka. Hal yang membuat banyak para pecinta KPop patah hati karena Idol yang mereka puja ternyata tidak peka dengan keadaan dunia. 

Lalu bagaimana dengan media sosial yang juga termasuk dalam pendukung Israel? Memang bisa dibilang ini hal yang dilematis karena memang saat ini media sosial juga tak bisa dipisahkan dari kehidupan kita. Namun jika dilihat dari sisi positifnya, media sosial kini juga bisa menjadi salah satu senjata kita untuk bisa menghentikan serangan Israel di jalur Gaza. 

Saat ini banyak sekali influencer dan pengguna media sosial yang dengan aktif menyerukan isu Palestina kepada followernya sehingga tidak mudah termakan isu hoax yang muncul. Tak hanya itu, bahkan netizen kita juga dengan senang hati membantu perang sosial media ini dengan membombardir akun para prajurit Israel dengan komentar julid mereka. Hal yang ternyata bisa membuat para tentara IDF kebakaran jenggot. 

Kita tidak tahu sampai kapan Israel akan terus ngotot dengan serangannya pada Palestina. Kita juga tidak tahu sampai kapan negara besar seperti Amerika Serikat akan terus mendukung serangan Israel ini. Karena itulah, sampai Palestina bisa merdeka nanti semoga kita bisa tetap istiqomah memberikan dukungan untuk mereka dengan berbagai usaha yang kita bisa. 

Post a Comment

Previous Post Next Post