Dalam menonton drama Korea, saya memiliki beberapa kriteria tersendiri sebelum memutuskan akan menonton drama tersebut atau tidak. Beberapa kriteria yang saya tetapkan tersebut yakni genre, ide cerita, dan rating dari drama tersebut.
Untuk genre cerita, sebagai seorang ibu, ide
cerita seputar keluarga dan rumah tangga selalu menarik bagi saya.
Karena itulah drama seperti Sky Castle, Go Back Couple dan 18 Again akan dengan semangat saya tonton untuk bisa mendapatkan pelajaran hidup dari drama tersebut.
Selain genre keluarga, saya juga tertarik menonton drama dengan tema profesi seperti dokter, pengacara, hingga dunia hiburan dan berita. Seperti yang kita semua ketahui, drama Korea selalu memberikan setting yang detail untuk setiap dramanya apalagi kalau temanya sudah spesifik seperti dunia kedokteran dan hukum. Bisa dipastikan sehabis nonton drama bergenre begini saya jadi merasa 1% lebih pintar dari sebelumnya. Wkwkwk.
Nah, kriteria terakhir yang menjadi acuan saya dalam menonton drama Korea adalah rating dan tanggapan penonton atas drama tersebut. Biasanya drama dengan rating tinggi menandakan drama tersebut disukai penonton. Selain itu, reaksi dari teman-teman di sosial media juga bisa membuat saya tertarik untuk menonton satu drama. Yah, bukan hal yang aneh kan kalau semakin dibicarakan sebuah drama maka akan semakin membuat orang penasaran dengan drama tersebut?
Sayangnya, tak semua drama Korea yang saya tonton memberikan kepuasan setelah menontonnya. Beberapa drama memiliki alur yang begitu rumit bahkan ada drama yang plotnya ternyata tak sesuai dengan ekspektasi hingga membuat saya lebih sering misuh-misuh saat menonton drama tersebut. Lalu ada juga drama yang ceritanya sangat bagus namun ternyata endingnya tidak sesuai dengan dugaan saya.
Nah, kali ini saya ingin membagikan beberapa daftar Drama Korea yang ternyata tidak sesuai dengan ekspektasi saya setelah menontonnya. Apa sajakah judulnya? Yuk baca postingan ini sampai habis.
1. Start Up
Yup, drama yang ditulis oleh Park Hye Ran ini menduduki posisi pertama sebagai drama yang tidak sesuai dengan ekspektasi karena benar-benar berhasil membuat saya ngomel-ngomel setiap kali menonton episode terbarunya. Ya, gimana, ya? Sebagai tim Han Ji Pyeong saya benar-benar sulit menerima kenyataan kalau Si Anak Baik ini cuma jadi second lead. Tak hanya itu, karakter Nam Do San yang lemah dalam drama ini juga benar-benar sukses bikin saya geleng-geleng kepala.
Kalau soal ide cerita sih, ya memang
lumayan inovatif sih Start Up ini karena bercerita tentang dunia start
up yang mungkin masih awam bagi banyak orang. Saya sendiri selama
menonton drama Start Up ini lumayan dapat banyak ilmu baru soal bagaimana dunia rintisan berjalan. Sayangnya, bumbu cinta segitiga yang ada di drama ini terlalu banyak hingga membuat penonton malah terpecah jadi 2 kubu dan bahkan saling menjatuhkan.
Tak hanya masalah cinta segitiga yang terlalu dominan, Start Up juga memiliki kekurangan dalam pembagian porsi para pemeran utamanya. Seperti yang kita tahu bersama, selain Seo Dal Mi, dalam drama ini juga ada karakter Seo In Jae/Won In Jae, kakak perempuan Dal Mi yang setelah orang tuanya bercerai memilih ikut sang ibu dan. Setelah dewasa, karena merasa diperalat oleh ayah tirinya, In Jae akhirnya memilih mendirikan start Up sendiri dengan mengikuti kompetisi di Sand Box seperti layaknya Seo Dal Mi.
Sayangnya, dalam perkembangan ceritanya, sosok In Jae ini tak mendapat banyak screen time jika dibandingkan Dal Mi, Do San, bahkan Ji Pyeong yang sebenarnya merupakan second lead. Padahal karakter dan latar belakang yang dia miliki cukup kuat di awal cerita ini. Tentunya akan lebih menarik jika Start Up bercerita tentang persaingan atau perjuangan dua kakak beradik ini dalam membangun perusahaan mereka. Sayangnya hal ini hanya ditunjukkan di episode-episode akhir drama di mana tensi cerita sudah turun dan penonton sudah lelah memperdebatkan siapa yang seharusnya dipilih Dal Mi.
Jujur jika dibandingkan dengan drama Park Hye Ran yang lain kayak Pinocchio, While You Were Sleeping dan I Can Hear Your Voice yang pernah saya tonton, drama Start Up ini memiliki nilai yang paling rendah menurut penilaian saya.
2. Alice
Drama berikutnya yang membuat saya lumayan kesal adalah Alice yang dibintangi oleh Moon Joo Won. Drama ini merupakan drama pertama Joo Won setelah menyelesaikan wamilnya. Ide ceritanya sendiri tentang sebuah organisasi perjalanan waktu bernama Alice yang membawa orang-orang dari masa depan ke masa lalu dengan berbagai tujuan.
Di awal cerita dikisahkan 2 orang dari Alice yakni Yoon Tae Yi dan Yoo Min Hyuk melakukan perjalanan dari tahun 2050 ke tahun 1992 untuk menemukan sebuah buku bernama Nubuat yang berisi ramalan akhir perjalanan waktu. Setelah buku berhasil direbut Yoon Tae Yi mendapati dirinya hamil. Sadar akan risiko yang harus dihadapi jika ia melakukan perjalanan waktu untuk pulang ke tahun 2050, Tae Yi memutuskan untuk tinggal di tahun dan mengganti identitasnya menjadi Park Sun Young.
Park Sun Young kemudian melahirkan bayi laki-laki yang diberi nama Park Jin Gyeom. Park Jin Gyeom kemudian didiagnosis tidak memiliki emosi dalam dirinya sebagai akibat dari perjalanan waktu yang dilakukan ibunya saat masih hamil. Sendirian, Park Sun Young membesarkan Jin Gyeom sambil merahasiakan jati dirinya. Di usia 18 tahun, Tae Yi meninggal secara misterius dan hal ini kemudian memicu Jin Gyeom mengejar cita-cita sebagai detektif untuk mencari tahu siapa pembunuh ibunya.
Sepuluh tahun kemudian, saat sedang menangani sebuah kasus, Jin Gyeom bertemu dengan seorang wanita yang sangat mirip dengan ibunya. Setelah diselidiki, wanita tersebut adalah Yoon Tae Yi, seorang dosen fisika yang sangat tertarik dengan teori perjalanan waktu. Rangkaian kasus aneh pun hadir seiring dengan pertemuan Jin Gyeom dengan Tae Yi. Pelan tapi pasti, Jin Gyeom pun mulai mengetahui rahasia besar tentang ibunya juga dirinya.
Sejak awal mengetahui tentang drama ini, saya langsung tertarik menonton karena rating awalnya yang cukup tinggi dan premisnya juga cukup menjanjikan. Sayangnya, seiring dengan semakin bertambah episodenya, saya sebagai penonton semakin dibuat bingung dengan teori yang ada di drama ini. Hal ini semakin diperparah dengan penyelesaian cerita yang sungguh tak terduga dan menyisakan banyak pertanyaan. Pertanyaan terbesar saya sendiri adalah bagaimana cara Yoon Tae Yi pergi dari tahun 2020 ke tahun 2050 dan menciptakan Alice? Sungguh membingungkan.
3. Return
Drama Return merupakan sebuah drama bergenre kriminal yang tayan di tahun 2018 dengan tokoh utamanya seorang pengacara bernama Choi Ja-Hye dan detektif bernama Dokgo Young. Alasan saya menonton drama ini adalah karena rating awalnya yang terbilang tinggi. Ceritanya sendiri bermula dari sebuah kasus pembunuhan yang melibatkan 4 orang anak orang kaya yakni In Ho, Joon Hae, Tae Suk, dan Hak Beum.
Detektif Dokgo Young kemudian ditugaskan untuk menyelidiki kasus pembunuhan tersebut. Belakangan, Choi Ja Hye yang merupakan pengacara ternama juga mengambil kasus ini untuk membuktikan kalau In Ho, salah satu tersangka dari kasus ini tidak bersalah.
Dalam perjalanan penyelidikan kasus, terkuaklah kalau di masa lalu, keempat sahabat ini pernah melakukan kejahatan yang sayangnya tidak membuat mereka dihukum karena masih di bawah umur. Tak hanya itu, Choi Ja Hye sebagai pengacara ternama ternyata menyimpan sebuah rahasia yang berhubungan keempat sahabat ini.
Sebagai sebuah drama kriminal, sebenarnya Return ini memiliki cerita yang cukup membuat penasaran dan geregetan. Namun bencana datang ketika di tengan episode, pemeran utama wanitanya yakni Go Hyun Jung keluar dari drama karena berselisih dengan sutradara. Padahal seingat saya saat itu cerita lagi seru-serunya. Keluarnya pemeran Choi Ja Hye ini kemudian diganti oleh aktris Park Jin Hee.
Sayangnya pergantian pemeran ini lumayan mempengaruhi jalan cerita dari Return. Apalagi setelah pemerannya diganti, karakter dari Choi Ja Hye mendadak berubah dari yang terkesan cuek jadi modis abis. Entah apa alasan dari perubahan karakter ini yang jelas cukup menganggu juga karena kesannya sangat mendadak. Drama ini juga pada akhirnya memberikan plot twist yang tak terduga yang entah memang dari awal ceritanya begitu atau diubah ketika Go Hyun Jung keluar dari drama tersebut.
4. Reply 1988
Sebagai sebuah drama Korea, Reply 1988 merupakan salah satu drama Korea terbaik yang pernah saya tonton. Cerita persahabatan warga Ssangmundong dalam drama ini memang sangat hangat dan menyentuh. Tak hanya cerita tentang anak-anak mereka, kisah para orang tuanya juga selalu memberikan kesan tersendiri dalam setiap episodenya. Drama ini sendiri tayang 7 tahun lalu dan ngehits kembali di masa pandemi karena direkomendasikan oleh para artis.
Nah, meski ceritanya sangat bagus dan dekat dengan keseharian, Reply 1988 nyatanya sempat membuat saya kecewa. Bagi mereka yang menonton Reply series, tentunya tahu ciri khas dari drama ini adalah penonton diajak menebak siapa yang akan jadi pasangan tokoh utama wanitanya.
Di Reply 1997 dan Reply 1994, tebakan saya benar. Sialnya, di Reply 1988 saya ternyata salah tebak dong. Saya merupakan tim Jung Pal yang geregetan saat melihatnya terhalang lampu merah saat akan menemui Deok Sun dan kemudian kehilangan semangat menonton karena tahu kapal saya tidak berlayar.
Untungnya, saat Reply 1988 tayang hampir 7 tahun yang lalu, saya belum cukup aktif di twitter. Kalau sudah aktif, mungkin saya juga akan seperti pendukung Jung Hwan yang lain yang menumpahkan kekecewaan di media tersebut seperti yang saya lakukan saat menonton drama Start Up.
Penutup
Itulah dia beberapa drama Korea yang ternyata tidak sesuai dengan ekspektasi saya saat menontonnya. Meski ada rasa kecewa, bukan berarti drama-drama tersebut sepenuhnya buruk. Beberapa di antaranya tetap memiliki ide cerita yang menarik, akting pemain yang solid, serta pesan moral yang bisa dipetik, meskipun penyajiannya belum sepenuhnya memuaskan.
Menonton drama memang soal selera. Apa yang terasa mengecewakan bagi saya, bisa jadi justru menjadi drama favorit bagi orang lain. Karena itu, daftar ini sepenuhnya berdasarkan pengalaman dan sudut pandang pribadi sebagai penikmat drama Korea, sekaligus seorang ibu yang menyukai cerita bertema keluarga dan kehidupan sehari-hari.
Kalau kamu sedang mencari tontonan yang lebih hangat dan penuh makna, kamu juga bisa membaca rekomendasi drama Korea genre kedokteran yang seru dan menyentuh, yang cocok ditonton bersama keluarga.
Kalau menurut kamu, drama Korea apa saja yang paling mengecewakan atau justru paling membekas? Yuk, berbagi cerita di kolom komentar!
Baca Juga
31 Komentar
Yang sudah nonton cuma start up sama reply 1988. Aku juga sebel banget start up sampai-sampai dua epi terakhir ga mau nonton.
BalasHapusReply 1988 aku suka sih. Ga masalah juga Deok Sun jadi sama Choi Taek, walaupun iya emang kasihan Jung Pal.
aku tetap nonton sampai habis sih 2 drama ini. tapi yang start up asli tiap episode ngomel melulu. haha
HapusDari 4 drama diatas yang pernah aku tonton itu cuma Alice dan Start Up tapi keduanya aku drop di tengah jalan karena mengecewakan. Untuk Start Up aku setuju dengan pendapat Mba, apalagi yang jadi kakaknya Dal Mi itu kasian banget... padahal dia lead juga tapi porsinya dikit banget dibandingin sama yang lain.
BalasHapusKalo buat Alice aku drop karena pusing banget dan malah takut itu ada hubungan cinta antara ibu dan anak wkwkwk udah malesin banget akhirnya malah aku gak terusin aja daripada emosi hahaha
haha iya yang Alice itu endingnya malah kesannya jadi kayak Sangkuriang makanya nyebelin. Harusnya Jin Gyeom sama teman SMA-nya itu
HapusSTART UP emang bikin kuciwaa karena daku pun tim HanJiPyeong di lesung pipi yg imut dan kiyut wkwkwkw
BalasHapustapiii, blessing in disguise buat pemerannya, doi sekarang jadi makin laris manis tanjung kimpul.
Start Up aku Belum nonton wkkwkw kayaknya Viral juga 💃
BalasHapusKalau gak sesuai ekspektasi biasanya malah Keren kenapa yak wkkwkw
hihihi seperti hukum tak tertulis, main lead pria pasti jadian dengan main lead perempuan, kalaupun tidak, hubungan mereka dibikin mengambang
BalasHapusnggak ada ceritanya main lead jadian dengan second lead
jadi harus siap2 menata diri sebelum kisah usah :D :D
Hahha tiap orang pasti punya ekspektasi ya, kak. Kalau aku sih rata2 suka semua sih sama endingnya. Apalagi start up. Hehe.
BalasHapusWah, ternyata memang ini dirasakan juga ya. Saya pun sering merasa demikian tapi ya sudahlah, namanya juga buatan manusia. Ada kekurangan itu wajar. hehehe menghibur diri
BalasHapuscoba deh nonton serial the godfather nya mario puzo mbak, tapi bukan korea, hehe. aku kesusahan baca nama2 artis korea. tiap mata liat nama mereka, otakku otomatis aja skip
BalasHapusDari semua list yang udah kutonton Start Up sih mbak. Secara premis Start Up ini bagus cuma kok aku kureng ya sama nam joo hyuk di sini. Aku malah jadi second lead syndrom ke Kang Hana sama Kim Seon Ho, wkwkw..
BalasHapusCoba kalau alurnya berubah aku pasti nggak bisa move on dah. Misal si Dal Mi akhirnya sama Jin Pyeong, maka mereka tuh jadi pasangan yang menarik. Satu sisi si Dal Mi berani, si Jin Pyeong ini terukur. Eh malah jadinya malah bukan sama Jin Pyeong. Ekspektasinya lebih ke situ sih. Huehehe.. :(
Oalaaah ini THN 2021 ditulis ya mbaaa. Pas baca deok sun dan Jung Hwan masih dating Ampe skr agak kaget, bukannya udh lama putus 😅. Oh ternyata Krn ditulis 2021.
BalasHapusDari list di atas yg aku udh tonton cuma Reply 1988. Dan setuju, endingnya agak nyesek hahahahaha. Walaupun aku setuju juga deok sun Ama choi taek. Krn memang tuh anak membutuhkan bantuan banget 🤣🤣🤣.
Kalau Drakor lainnya, aku ga nonton Krn memang dr awal ga tertarik. Yg start up dah baca review banyak orang, rata2 pada bilang kecewa. Dan pas baca spoiler, okelaah aku ga bakal nonton drpd ntr kecewa juga. Ga tega lihat ji pyeong tersakiti 😅.
Trus kalau udh tema perjalanan waktu, memang akh skip. Pernah nonton yg ada sakit kepala Ama alurnya. JD ga tertarik.
Gitu juga kalau ada yg diganti pemerannya. Lgs feel-nya ga dapet .
Yup betul. Kembali ke selera masing-masing ya. Walaupun tidak sesuai ekspektasi kita, bisa jadi orang lain nonton sampai selesai bahkan selalu ih menanti setiap episodenya sebelum mengetahui semua jalan ceritanya
BalasHapusTapi buat saya kalau Udha tau, kemungkinan gak akan nonton juga sih. Hehe...
Orang lain udah kecewa, masa saya mau ikutan? Lagian saya gak begitu fokus kalau nonton drama tuh
Eeeeeh... kok samaan? Itu kakakku juga jadi salah satu penonton yang berhenti di episode-epiode awal, perkara dia sadar bahwa mas kim soen ho itu cuma berakhir sebagai second lead belaka, hahaha.
BalasHapusSebenernya ceritanya cukup oke si. Cuma kayaknya banyak yang terlanjur berharap sama mas jipyong
Kalo film lainnya, aku blm ada yang tonton mbak.
Dari keempat daftar drama Korea ini, nggak ada satupun yang sudah kutonton. Nggak ada yang membuatku tertarik menontonnya.
BalasHapusStart Up misalnya. Meskipun saat penayangannya, drama ini cukup jadi pembahasan di medsos, aku nggak ada keinginan sedikit pun untuk ikutan euforia ikut kubu-kubuan. Hehehe
Reply juga. Mau yang tahun berapapun, aku nggak tertarik. Entahlah.
Liat drakornya kebetulan belum ada yang daku tonton. Cuma nyimak ulasan aja. Dan ternyata memang bukan yang daku banget drakornya.
BalasHapusKalau pun ga sesuai ekspektasi ya diterima aja harusnya, pastinya sutradara udah ngatur sesuai porsinya, ya ga sih?
uahahahaa, aku juga tim Han Ji Pyeong, mbaa
BalasHapusNyeseeek banget emang START UP enihh, apalagi waktu itu tayang pas pandemi kan.
Jadi, aku super invested untuk pantengin tiap episodenya.
Kebetulan, bestie-ku malah tim Nam Do San, jadi kita berdebat kayak lagi belain jagoan pilpres, wkwkwkwkw
Momen second lead syndrome di dua drakor itu memang juara bikin misuh-misuh. Apalagi pas Reply 1988, adegan lampu merah Jung Pal itu beneran bikin lemes. Tapi untungnya terobati ya lewat real life mereka.
BalasHapusKarena aku tim Nam Do San jadi menurutku sesuai ekspektasiku Mbak, hahaha. Ini kalau soal Start Up menurutku gini, dari segi pembuat cerita memang aneh banget itu si Han Ji Pyong nggak dimenangkan, sumpah! Dari segi struktur dan urutan cerita sudah semestinya Han Ji Pyong yang menang karena ada rahasia yang disembunyikan dan harusnya menjadi antiklimaks di akhir. Sementara itu, aku mendukung Nam Do San hanya karena karakternya aku suka aja, dan aktornya juga sih. Jadi kesimpulanku kalau dari segi cerita harusnya Han Ji Pyong yang menang tapi dari segi kesukaanku, ceritanya sudah sesuai. Nah itu pandangan masing-masing ya. Kalau drama yang lain jujur aku belum nonton :( replay 1988 pun belum tamat nontonya jadi nggak bisa ikut nimbrung menganalisisi :(
BalasHapusNonton Drakor emang bisa beda selera ya Mbak. Aku kebetulan suka nih sama Start up, dari POV seorang perempuan justru Nam Do San ini lebih realistis banget untuk dipilih menjadi pendamping hidup, apalagi dia programmer yang cerdas juga.
BalasHapusNah, Replay 1988, aku fans berat mereka meskipun aku agak kecewa ternyata Jung pak nggak jadi sama pemeran utama wanita. But, masuk akal sih kenapa pemain baduk yang cerdas bisa menjadi pemenangnya. Terjawab realistis juga.
Aku lagi agak kecewa sama drakor Dream To You. Awalnya aku punya ekspektasi tinggi, tapi di episode 6 keatas udah mulai boring banget huhu. Tapi aku emang jarang baca review kalau mau nonton, lebih suka menebak-nebak atau tanpa ekspektasi sekalian biar kejutan hehe.
Baca postingan ini bikin aku langsung ngangguk-ngangguk sambil ketawa kecil kak.
BalasHapusTernyata aku nggak sendirian yang pernah kecewa berat sama beberapa drakor.
Start Up itu emang paling parah di list aku juga. Dari awal udah solid jadi tim Han Ji-pyeong, tapi endingnya bikin pengen lempar remote.
Karakter Do San yang lemah plus porsi kakak Dal Mi yang kurang banget, rasanya sayang.
Alice juga sempat bikin pusing, teori time travel-nya makin lama makin ngambang. Sedangkan Reply 1988… ya ampun, hati Jung Hwan seolah ikut hancur bareng aku.
Meski begitu, tetap aja seru baca pengalaman orang lain yang sama-sama “salah ekspektasi”.
Kalau urursan film memang gak bisa disamaratakan karena kembali ke selera dan penilaian masing² . Kadang kata orang seru sampai ratingnya banyaak tapi kata kita sendiri gak deh. Kadang sebaliknya kata orang gak seru tapi pas kita menonyon eh ternyata film nya menarik. Soalnya saya juga oernah begtiu. Meski gak banyak tapi ada aja satu dua film. Saya blm pernah nonton film yang dibahas mbak Antung disini...jadi penasaran deh...buat nonton.
BalasHapusSuka gemes ya kalau ternyata ceritanya tidak sesuai dengan ekspektasi kita padahal punya potensi yang sangat besar tapi ya gitu tidak semua hal memang bisa sesuai dengan selera kita yang mungkin memang di tulis untuk menyesuaikan keinginan dari penulisnya ataupun pangsa pasar Korea sana, balik lagi kembali kita masing-masing
BalasHapusCuma Start Up yang aku tonton sampai habis mbak. Tapi ya sebel sama endingnya 😅
BalasHapusAlice nggak nonton karena udh dapat review jelek dari teman-teman. Return belum pernah dengar malah. Klaau Reply 1988 saya ngak kelar nontonnya. Bosan.
Aku cuma nonton nomor 1 dan 4, sisanya belum.
BalasHapusYaaa kyknya ini soal selera aja sih ya, kyk misalnya Start Up aku kecewa sama endingnya, kalau Reply 1988 aku happy2 aja hehe.
Nah bisa jadi juga menurut orang lain sebaliknya. Tapi sejauh ini sih aku menikmati semua drama yang aku tonton. Kadang kalau menurut aku kelamaan dan ngebosenin, aku tinggal nonton yang lain, ntar kapan2 lagi balik ke drakor itu :D
Seru sekali membaca cerita kak Antung. Karena kebetulan saya sendiri belum sempat nontonfilmnya. Tapi setelah membaca tulisan Kakak jadi dapat gambaran yang jelas plus warning sebelum memutuskan mulai menonton, terutama soal ekspektasi alurnya.
BalasHapusStart Up
BalasHapusHal paling gak disangka
Mana pemainnya terlihat bloon
Ternyata oh Ternyata...
Ceritanya bagus banget buat motivasi
Wah, ini relate banget sama aku pas nonton drakor 😂 Kadang sudah berekspektasi tinggi karena pemain atau sinopsisnya menarik, ternyata setelah ditonton malah biasa saja. Yang paling bikin penasaran justru daftar drakor mana saja yang masuk kategori tidak sesuai ekspektasi ini. Jadi bisa sekalian tukar rekomendasi, mana yang menurut pembaca justru underrated. 😄
BalasHapusKatanya kalo mau meninggalkan kesan, memang endingnya itu yang dibikin "unik"
BalasHapusTapi untuk Alice, memang engga bangeett deeh..
Jadi kangen sama Joowon yaah... Kemanakan cogan yang satu iniihh??
Project terakhirnya The Midnight Studio tahun 2024.
nggak semua drama yang kita tonton sesuai dengan harapan kita ya mbak, aku juga begitu.
BalasHapuswaktu awal-awal drama Start Up yang lagi boooommm banget waktu itu, aku nonton juga, alhasil sampe sekarang pun aku belum tau endingnya kayak gimana, karena di pertengahan aku kayak stop gitu.. Entah karena aku sibuk atau udah bosen.
dari keempat film yang ada sepertinya lebih cocok dengan film alice, karena penuh dengan nuansa misteri yang tidak bisa ditebak ending ceritanya. jika nonton jadi ingin tau bahasa korea
BalasHapus