Cara Daftar QRIS agar Jualanmu Lebih Lancar

 

Cara Daftar QRIS agar Jualanmu Lebih Lancar

Saat ini, kayaknya saya lebih sering berbelanja menggunakan ponsel ketimbang menggunakan uang. Adanya teknologi dompet digital membuat saya tak repot lagi membawa uang di dompet karena hanya perlu scan untuk melakukan pembayaran saat berbelanja. Tinggal pilih saja mau pakai pakai aplikasi yang mana. Apakah yang hijau, ungu, merah, atau orange. Semua tergantung mana yang ada isinya dan ada promonya. Hehe.

Namun kadang saya kepikiran, pasti repot banget ya, bagi merchant yang saya kunjungi untuk menyediakan banyak QR Code untuk memfasilitasi banyaknya dompet digital yang sekarang bermunculan. Selain makan tempat, kayaknya juga lumayan memakan biaya, ya, untuk menyediakan berbagai maca QR code ini mengingat merchant harus mendaftar di beberapa aplikasi.

Nah, ternyata Bank Indonesia memahami permasalahan ini dan kemudian lahirlah sistem baru QR Code yang diberi nama QRIS. QRIS merupakan standar QR Code pembayaran untuk sistem pembayaran Indonesia yang dikembangkan oleh Bank Indonesia dan Asosiasi Sistem Pembayaran Indonesia. Dengan adanya QRIS ini penjual tak perlu lagi menyediakan banyak QR Code di bagian kasir mereka melainkan cukup satu kode untuk semua dompet digital. Sistem QRIS ini sudah dikenalkan sejak Agustus 2019 dan kini bisa kita jumpai di berbagai gerai termasuk bahkan pedagang keliling.

Jenis-jenis QRIS yang ada di pasaran


Bagi mereka yang terbiasa menggunakan dompet digital untuk melakukan pembayaran, tentu tak asing dengan sistem yang digunakan dalam pembayaran QR Code ini. Biasanya kita hanya perlu melakukan scan barcode yang disediakan dan pembayaran pun bisa dilakukan. Lalu bagaimana dengan sistem yang digunakan pada QRIS? Apakah sama dengan sistem pembayaran dengan menggunakan e-wallet pada umumnya?

Dalam sistem pembayaran QRIS, terdapat 2 macam cara yang disediakan yakni Merchant Presented Mode (MPM) dan Customer Presented Mode (CPM).

Merchant Presented Mode (MPM)

Pada mode MPM, konsumen melakukan pembayaran dengan memindai kode barcode yang disediakan oleh merchant. Sistem MPM ini terbagi lagi menjadi 2 kode yakni MPM Static di mana kode yang diberikan bersifat tetap. Kode ini biasanya diletakkan di meja kasir atau ditempel di dinding agar pembeli dapat memindainya. MPM mode static ini cocok digunakan oleh usaha kecil dan mikro karena biaya pembuatannya yang mudah. MPM mode static ini juga cocok digunakan pagi pedagang yang mungkin tak memiliki paket data.

Tipe kedua dari sistem MPM adalah kode MPM Dynamic di mana kode ini dibuat secara real time saat transaksi dilakukan sehingga QR Code yang muncul berbeda untuk setiap transaksi. Dalam dynamic QR Code, nominal transaksi dilakukan oleh merchant. Dynamic QR Code ini memerlukan biaya yang lebih besar dan cocok untuk usaha menengah dan besar.

 

Customer Presented Mode (CPM)

Jika pada metode MPM, pembeli yang melakukan scan pada barcode yang disediakan merchant, maka pada metode CPM, pihak merchant-lah yang memindai kode QR yang dimiliki oleh pembeli. Sistem CPM ini biayanya lebih mahal karena merchant memerlukan mesin scanner, aplikasi POS dan dan edukasi yang lebih komprehensif ke merchant. Penggunaan metode CPM cocok digunakan untuk usaha usaha menengah dan besar, komplemen model pembayaran non tunai yang ada.

Keuntungan menggunakan QRIS

keuntungan menggunakan QRIS

Sebagai sebuah sistem pembayaran, QRIS memberikan banyak manfaat tak hanya bagi merchants atau penjual dan juga pembeli. Terlebih di masa pandemi seperti sekarang, di mana kita sebaiknya tidak melakukan kontak langsung saat melakukan pembayaran. Keberadaan QRIS bisa meminimalisir adanya kontak yang terjadi saat kita berbelanja. Tak hanya itu, bagi konsumen seperti saya, menggunakan QRIS membuat pengeluaran lebih efisien tanpa uang kembalian serta sudah tercatat yang pastinya lebih mudah dalam melacak pengeluaran.

Di lain pihak, bagi pemilik merchant, adanya QRIS juga memberikan banyak keuntungan diantaranya:


Mengikuti trend sehingga meningkatkan penjualan

Seperti yang kita tahu saat ini trend pembayaran dengan menggunakan dompet digital semakin meluas di masyarakat. Dengan menyediakan pembayaran dengan sistem QRIS akan meningkatkan penjualan dari pemilik merchant.

Menerima pembayaran secara higienis

Dengan menggunakan QRIS, penjual akan terhindar dari kontak dengan uang kertas yang mungkin saja terdapat virus di permukaannya.

Transaksi tercatat dan langsung masuk rekening

Pada sistem pembayaran dengan menggunakan QRIS, uang yang ditransfer akan langsung masuk ke rekening yang dibuat penjual dan pastinya akan tercatat sehingga memudahkan dalam pembukuan.

Tidak perlu kembalian dan bebas resiko pencurian dan uang palsu

Salah satu risiko berjualan dengan sistem pembayaran tunai adalah penjual kadang kesulitan mencari uang kembalian terutama untuk uang kecil yang kadang malah tercecer di mana-mana. Penggunaan QRIS untuk transaksi pembayaran akan sangat memudahkan dan pastinya penjual terhindar dari resiko uangnya dicuri dan menerima uang palsu.

Membangun kredit profile yang mudah

Dengan menggunakan QRIS, penyedia merchant dalam skala usaha kecil akan mudah dalam mengajukan kredit karena sistem keuangannya yang tercatat.

Murah dan bebas biaya bagi usaha mikro

Biaya pembuatan QRIS bagi usaha mikro terbilang murah dan mudah terutama jika menggunakan QRIS dengan sistem MPM.


Cara mendaftar QRIS untuk usaha

Nah, tentunya teman-teman penasaran bagaimana cara mendaftar QRIS untuk sebuah usaha. Untuk bisa mendaftar atau mendapatkan kode QRIS pada usaha kita langkah yang diperlukan cukup mudah yakni:

  1. Pemilik usaha mendaftar baik secara langsung maupun online ke Penyelenggara Jasa Sistem Pembayaran (PJSP) baik itu yang bank seperti Bank Mandiri, Bank BNI dan bank lainnya maupun non-bank seperti Gopay, Ovo, Dana dan payment gateway lainnya. Untuk tahu daftar dari PJSP ini kamu bisa mengeceknya ke website Bank Indonesia.
  2. Lengkapi data usaha dan dokumen yang diminta oleh PJSP
  3. Tunggu proses verifikasi, pembuatan Merchant ID dan pencetakan kode QRIS oleh PJSP
  4. PJSP akan mengirimkan sticker QRIS kepada pemohon
  5. Install aplikasi sbg merchant QRIS sesuai PJSP yang dipilih
  6. PJSP melakukan edukasi kepada merchant mengenai tata cara menerima pembayaran.


Selain untuk usaha, QRIS sekarang juga bisa digunakan untuk mengumpulkan donasi hingga direct selling via pesan instan di berbagai daerah. Salah satu contohnya bisa dilihat di Masjid Raya Sabilal Muhtadin di mana terdapat kode QRIS di beberapa titik di mesjid bagi mereka yang ingin bersedekah. Jadi sekarang kalau kamu mau sedekah tinggal scan barcode aja dan sedekah pun terlaksana.

Saat ini, sekitar 5,78 juta merchant di Indonesia telah menggunakan QRIS dan merasakan manfaatnya. So, buat kamu yang sedang merintis usaha jualan, ayo lakasi pakai QRIS juga agar jualanmu lebih lancar!

Baca Juga

Post a Comment

0 Comments