Pakai QR Standar Transaksi Belanja Jadi Lebih Mudah dan Lancar




"Siang ini kita ke seberang, yuk. Aku lagi pengen makan es krim nih," kata saya hari itu pada salah satu rekan kantor. Seberang yang saya maksud adalah sebuah gerai fastfood ternama yang buka beberapa bulan lalu di kota Banjarmasin.

"Oke, Kak. Aku selesaikan nge-print dulu, ya,"  kata rekan kerja saya yang tampak masih sibuk dengan pekerjaannya. Saya sendiri sambil menunggu memilih untuk menyelesaikan pekerjaan saya. 

Setelah agak santai sedikit maka kami pun berkendara menuju gerai fastfood tersebut. Setiba di depan kasir saya pun langsung menyebutkan pesanan."Satu es krim dan satu beef burger, ya," kata saya pada Mas Kasir yang bertugas. 

Mas Kasir kemudian memasukkan data pesanan saya ke mesin di hadapannya. "Dua puluh lima ribu, Mbak," katanya.

"Bayarnya pakai Gopay aja, ya," kata saya lagi.
Mendengar jawaban saya, Mas Kasir mengambil sebuah mesin EDC yang ada di depan saya dan mulai mengetikkan beberapa angka. Tak lama muncullah struk berisi kode QR dari pesanan saya. Saya pun memindai kode tersebut hingga muncul jumlah tagihan yang harus dibayar di layar hape saya.

Untuk menyelesaikan transaksi saya kemudian mengklik tombol bayar dan pesanan saya sudah lunas. Selanjutnya saya tinggal menunggu nomor antrian saya dipanggil untuk mengambil makanan yang sudah saya pesan. 

QR Code Payment yang memudahkan saat berbelanja

Mudah dan praktis. Begitulah mungkin yang dirasakan orang-orang dengan kehadiran sistem pembayaran seperti yang saya lakukan di atas. Bayangkan saja, saya tak perlu membawa dompet atau ribet memikirkan uang kembalian untuk berbelanja. Tinggal scan barcode dan tagihan pun terbayar. Belum lagi kadang saya juga bisa sedikit berhemat dengan adanya promo atau cashback dari aplikasi yang digunakan.

Memang, ya, seiring dengan semakin berkembangnya dunia digital membuat belanja jadi semakin mudah. Kalau dulu kita harus selalu siap uang tunai untuk berbelanja atau maka maka sekarang hanya dengan menunjukkan kartu atau hape yang saya lakukan tadi saya sudah bisa membayar tagihan belanja saya. Cashless, begitu orang-orang menyebutnya. 

Nah, jika dulu sistem cashless ini identik dengan kartu debit atau kredit, maka sekarang sistem pembayaran cashless sudah bisa dilakukan lewat hape canggih kita. Salah satu metode pembayaran cashless yang kerap digunakan saat ini adalah penggunaan QR Code atau QR Payment yang bisa kita temukan saat menggunakan aplikasi Gopay, Ovo, Dana atau Linkaja!.

QR Code (Quick Response Code) adalah metode pembayaran tanpa uang tunai dengan melakukan pemindaian kode yang berbentuk dimensi. QR Code ini sendiri mulanya digunakan untuk pelacakan kendaraan di bagian manufaktur yang kodenya dikembangkan oleh Denso Wave pada tahun 1994. Sekarang QR Code sudah digunakan untuk berbagai bidang termasuk salah satunya adalah transaksi pembayaran.

Seperti yang saya sebutkan di atas, Salah satu aplikasi yang saat ini menggunakan sistem QR Code ini adalah Gojek dengan fitur Gopay-nya. Nah, Gopay sendiri pertama kali menggunakan sistem QR Code ini tahun 2017. Namun karena terkendala izin dari Bank Indonesia, penggunaan QR Code dari Gopay terpaksa dihentikan. Setelah mendapat izin dari Bank Indonesia, mulai tahun 2018 QR code pun digunakan lagi dan semakin berkembang penggunaannya hingga sekarang.

Baca juga : Ingin Memulai Usaha Kuliner Rumahan? Perhatikan 5 Hal Berikut


QR Code Standar dari Bank Indonesia untuk transaksi lebih lancar

Sebagai konsumen tentu saja saya merasa diuntungkan dengan metode pembayaran QR Code ini. Keuntungan pertama jelas karena sistem pembayaran menggunakan QR code ini membuat kita tak repot membawa dompet atupun uang saat berbelanja. Selain itu, QR code juga bisa membuat kita tak perlu lagi menerima permen sebagai ganti uang kecil. Keuntungan terakhir yang bisa didapat dari pembayaran dengan menggunakan QR code adalah lebih bisa memantau pengeluaran kita karena setiap transaksi ada catatannya. 

Dari sisi penjual sendiri, penggunaan QR code juga menguntungkan karena penjual tak perlu repot mencari uang kecil untuk kembalian. Penjual juga tak perlu takut dengan risiko menerima uang palsu. Terakhir, penggunaan QR code juga bisa membantu penjual dalam hal pencatatan transaksi mereka. 

Meski begitu, ada beberapa hal yang kadang menjadi kendala saat kita akan menggunakan dompet digital dalam melakukan pembayaran. Kendala pertama masalah sinyal. Ada sebuah pengalaman saya ketika akan makan di sebuah restoran. Berhubung di restoran itu ada cashback sebesar sekian persen jika menggunakan OVO maka saya putuskan untuk membayar pakai OVO saja. Sialnya di restoran ini sinyalnya buruk sekali sehingga saya tidak bisa membuka aplikasinya. Akhirnya mau tak mau saya pun merogoh dompet untuk membayar pesanan. 

Kendala kedua adalah saat ini QR code hanya bisa digunakan di merchant yang bekerja sama dengan penyedia aplikasi tersebut. Jadi misalnya merchant hanya bekerja sama dengan Gopay maka pembeli hanya bisa menggunakan Gopay untuk membayar tagihannya. Ini tentunya membuat penggunaan QR Code dalam transaksi masih belum bisa maksimal.

Untuk itu, sejak 17 Agustus 2019 lalu, Bank Indonesia resmi memberlakukan standar pembayaran menggunakan kode unik dari bank sentral nasional bertajuk QR Code Indonesia Standard (QRIS). Dengan adanya QR Code standar ini masyarakat dan toko (merchant) nantinya hanya perlu satu kode unik untuk melakukan pembayaran dengan berbagai aplikasi dompet digital. Jadi mau itu Gopay, OVO, Dana atau Linkaja akan bisa berbelanja menggunakan satu QR Code. 

QRIS ini sendiri mengusung semangat UNGGUL yang merupakan singkatan dari Universal, Gampang, Untung dan Langsung. Harapannya dengan adanya QRIS ini akan bisa mendorong efisiensi transaksi, mempercepat inklusi keuangan dan memajukan UMKM yang pada akhirnya akan  mendorong pertumbuhan ekonomi. 

Penerapan dari QR Code Standar ini sendiri nantinya akan dimulai Januari 2020 mendatang guna memberikan masa transisi persiapan bagi Penyelenggara Jasa Sistem Pembayaran (PJSP). Jadi bisa dibilang tahun 2020 mendatang kita akan semakin banyak menemui pedagang yang berjualan dengan QR Code Standar ini. So, teman-teman sudah siap belum #pakaiQRStandar? 

#feskabi2019
#gairahkanekonomi
#pakaiQRstandar
#majukanekonomiyuk

Sumber : www.moneysmart.id, www.tirto.id

Post a Comment

10 Comments

  1. QR code memang lebih nyaman dan aman daripada barcode. Lebih mudah terbaca oleh scanner dan lebih banyak data yg bisa dibaca.

    ReplyDelete
  2. Moneyless memang lagi buming saat ini. Transaksi digital sedang marak-maraknya. Mau tidak mau kita harus mengimbanginya ya. Kalau tidak kita bisa tertinggal.

    ReplyDelete
  3. Thanks for share, emang mbak pake qr transaksi belanja jadi lebih lancar, gak perlu ribet ngambik uang ke atm dulu. Dan tak kalah penting bagi emak-emak adalah sering dapat diskon. ^^

    ReplyDelete
  4. Sekarang kalau bayar-bayar tinggal scan QR Code aja ya, ini membantu banget untuk aku yang cashless. Pasti selalu mengandalkan pembayaran dengan dompet digital kalau kemana-mana.

    ReplyDelete
  5. praktis sekali ya teknologi digital, inovasinya benera mempermudah hidup. jadi makin malas bawa uang cash deh

    ReplyDelete
  6. Sekarang aku udah less cash. Belom sampe cashless banget sih. Dan qr code ini emang sangat membantu. Anti ribet hanya perlu top up saja. Gak perlu ngantri lama untuk nunggu kembalian.

    ReplyDelete
  7. Semakin kesini hidup jadi makin mudah ya..

    Era digital membuat kita lebih sering cash less

    ReplyDelete
  8. Sosialisasi ini sangat membantu pekerjaan lebih praktis dengan menggunakan scan kode QR

    ReplyDelete
  9. Sekarang kalau ingin berbelanja sudah sangat dimudahkan ya mba, salah satu nya dengan menggunakan Aplikasi QR.
    Belanja praktis tanpa harus membawa uang tunai berlebihan, apalagi kita sebagai kaum perempuan terkadang rentan dengan tindak kejahatan.
    Dengan adanya Aplikasi QR belanja jadi menyenangkan

    ReplyDelete