Pengalaman Menggunakan Sepeda Listrik SELIS


Pada suatu Sabtu, saya dan suami berencana makan bubur ayam di tempat langganan kami. Jaraknya kurang lebih 4 km dari rumah. Nah, alih-alih menggunakan motor yang biasa kami gunakan, suami malah mengajak menggunakan SELIS yang baru beberapa minggu dibeli.

"Yakin baterainya cukup?" tanya saya pada suami saat itu. Seingat saya, si SELIS ini sudah sempat dipakai beberapa kali oleh ibu dan belum ada di-charge lagi baterainya. Saya agak khawatir kalau baterainya habis di jalan.

"Iya. Ini masih 60% kok," jawab suami dengan yakin. Tubuhnya dengan mantap menduduki sadel sepeda motor.

"Oke deh," jawab saya akhirnya. Maka dengan menggendong Yumna, saya pun duduk di jok belakang sepeda dan kami pun berangkat menuju lokasi makan bubur.

SELIS yang kami gunakan sendiri merupakan tipe Murai dengan harga sekitar 6 juta rupiah. Sepeda listrik ini diklaim memiliki kemampuan tempuh hingga 45 km dan bisa menampung beban seberat 200 kg. Untuk kecepatannya sendiri berkisar 45 km/jam. Untuk tenaga listriknya sendiri, SELIS Murai ini dilengkai 4 buah aki 12 volt 12 AH yang terletak tepat di bawah sadel sepeda. Akinya sendiri bisa dibilang cukup berat saat diangkat jadi kita sebaiknya berhati-hati saat memindahkannya untuk di-charge.

Baca juga : Berwisata ke Amanah Borneo Park


Dalam pengoperasiannya sendiri, SELIS dilengkapi kunci dan starter layaknya motor matic. Setelah kunci dipindah ke posisi On, kita tinggal memutar tuas gas dan sepeda pun berjalan. Namun perlu hati-hati karena di kecepatan awal yang dihasilkan bisa agak cepat jika dibandingkan dengan menggunakan motor matic.  Oh, ya, sepeda listrik ini juga bisa mengeluarkan bunyi sirine loh kalau tersenggol.

Awal mula pembelian sepeda listrik ini sendiri berasal dari ide suami saya. Beliau menyarankan agar saya membeli sepeda listrik untuk ibu saya yang sehari-harinya masih aktif kesana-kemari menggunakan sepeda. Nah, berhubung kondisi sepedanya juga sudah sangat memprihatinkan, maka kami pun menganggap ini waktu yang tepat untuk membeli sepeda listrik.

Mungkin ada yang bertanya kenapa tidak sekalian beli motor saja untuk ibu saya? Nah untuk pertanyaan ini ada beberapa jawaban yang bisa diberikan. Alasan pertama, Ibu saya tidak memiliki SIM yang tentunya akan menyulitkan jika beliau mengendarai motor sendirian di jalan raya. Sedangkan alasan kedua karena SELIS tidak membutuhkan bensin yang artinya ibu saya tidak perlu keluar biaya bensin untuk alat transportasinya.

"Kita nggak lewat rute biasanya, ya?" tanya saya pada suami ketika di pertengahan jalan menyadari suami berbelok ke kiri dan bukannya ke kanan seperti biasanya.

"Sesekali lewat rute baru, sekalian ngetes sepeda," jawab suami lagi.

Saya pun hanya manggut-manggut sementara SELIS yang kami kendarai melaju pelan di sepanjang jalan. Bagi mereka yang baru pertama kali menggunakan SELIS Murai ini, pastilah agak canggung saat mengendarainya. Selis Murai ini tampilannya mirip dengan motor bebek lama namun lebih ramping. Pada bagian depannya terdapat keranjang khas sepeda mini yang bisa digunakan untuk meletakkan barang-barang. Sementara itu pada bagian tengah terdapat 2 pedal yang bisa digunakan saat sepeda sedang kehabisan daya listrik.

Di awal-awal ibu saya menggunakan SELIS ini, bisa dibilang beliau sukses menjadi pusat perhatian orang-orang. Mereka tentunya bertanya berapa harga sepedanya hingga di mana membeli sepeda listrik tersebut. Saya dan suami sendiri awalnya sempat kebingungan di mana membeli SELIS di kota Banjarmasin. Memang sih dengan bantuan google kami berhasil menemukan beberapa toko sepeda yang menjual sepeda listrik. Tapi begitu disambangi, tokonya nggak ketemu.

Akhirnya saya pun iseng mencari di instagram. Eh ternyata di instagram saya malah menemukan akun @selis_bjm yang merupakan akun Toko OEI yang menjual sepeda listrik di Banjarmasin. Toko OEI ini sendiri memiliki 2 alamat. Alamat pertama di Jl. Pangeran Samudera no. 25 di samping Lima Cahaya, sementara alamat kedua yang merupakan pusat penjualan sepeda listriknya berada di Jl. A. Yani Km 6 No 484 (samping Ace Hardware).  
"Tadi kok penanda baterainya berubah-ubah ya angkanya? Kadang 60% kadang 30%," suami tiba-tiba berkata setelah kami tiba di lokasi makan bubur. Saya tentu saja terkejut mendengar perkataan suami. Kalau baterainya tinggal 30%, alamat kehabisan listrik kami nanti.

"Nah, kan baterainya mau habis. Siap-siap gowes lho nanti," jawab saya nanti.

"Padahal rasanya sepedanya cuma dipakai beberapa kali, kok," suami berusaha membela diri.

Sebagai sepeda yang mengandalkan daya listrik, pada bagian dashboard SELIS terdapat indikator penanda seberapa banyak listrik yang tersisa. Untuk mengisi baterainya sendiri diperlukan waktu kurang lebih 5- 8 jam hingga benar-benar penuh. Nah jika indikator sudah menunjukkan angka 30%, sebaiknya pengendara berhati-hati sebab kemungkinan sebentar lagi daya listrik sepeda akan habis dan mau tak mau  pengendara harus menggunakan pedal untuk menjalankan sepeda. 

"Kok makin lambat, Mas sepedanya?" tanya saya dalam perjalanan pulang kami beberapa waktu kemudian.

"Iya, nih kayaknya baterainya habis,"

Saya hanya bisa tertawa miris. Dugaan saya benar. Sepeda listrik yang kami gunakan kehabisan daya di tengah perjalanan pulang.

"Trus gimana dong?" tanya saya lagi.

"Ya gowes ae."

Suami pun mulai mengayuh pedal sepeda yang tersedia. Sayangnya tak seperti sepeda biasanya, putaran yang dihasilkan SELIS ini sangat kecil akibatnya sepeda tak banyak bergerak dan akhirnya suami kelelahan sendiri karena harus membawa saya dan anak kami.

"Kamu pulang naik gojek aja deh. Aku pulang sendiri ," kata suami akhirnya.

Saya akhirnya mengeluarkan ponsel dari tas dan menekan aplikasi ojek online. Tak lama, ojek yang dipesan pun tiba dan saya terpaksa meninggalkan suami di pinggir jalan. Kurang lebih 1 jam kemudian suami akhirnya tiba di rumah dengan baju basah oleh keringat. 

Dari pengalaman ini, beberapa kesimpulan yang bisa saya ambil dari menggunakan SELIS antara lain:

  1. SELIS cocok digunakan untuk pemakaian dalam kota sehari-hari dengan jarak yang tidak terlalu jauh 
  2. Besarnya beban yang diangkut SELIS bisa berpengaruh pada pemakaian daya listriknya. Seperti pengalaman saya dan suami yang naik SELIS berdua, daya listriknya cepat berkurang karena beban yang dibawa cukup banyak 
  3. Selain beban, faktor tinggi rendah jalan juga bisa berpengaruh pada pemakaian daya listrik SELIS. Semakin banyak tanjakan makan semakin banyak litsrik terpakai.
  4. Jika SELIS kehabisan baterai di tengah jalan, hal yang bisa dilakukan adalah mengayuhnya dalam keadaan diam seperti naik sepeda statis 

Catatan tambahan:   
  • Karena SELIS menggunakan aki sebagai media aki sebagai penghantar listriknya, maka tentunya memiliki usianya sendiri sebelum akhirnya diganti. Nah, harga aki dari SELIS ini sekitar Rp. 500.000.00.
  • Beberapa kerusakan yang mungkin terjadi pada sepeda listrik antara lain tali gas putus dan harus diganti dengan biaya kurang lebih Rp. 300.000,00
  • Karena produk ini masih baru maka otomatis untuk perbaikannya harus ke dealer-nya yang jika jaraknya jauh agak menyulitkan mengingat jarak tempuh selis yang hanya 15 - 20 km
 Itulah dia pengalaman saya menggunakan sepeda listrik SELIS Murai. Semoga bermanfaat.

Post a Comment

74 Comments

  1. Jadi pengen punya sepeda listrik ini, cocok dipakai saya yang gak punya Sim dan gak berani mengendarai di jalan raya

    ReplyDelete
    Replies
    1. Iya, mbak. Salah satu keuntungan pakai sepeda listrik ini nggak harus punya sim. Heu

      Delete
  2. setahun ini aku lagi pengin banget punya selis, rasanya lucu aja ya naik motor rasa sepeda sambil ngegonceng anak, sayangnya belum di approved paksu soale katanya boros batre, maklum paksu biasa ngoprek motor

    dari tulisan ini, aku bisa punya pertimbangan sendiri beli ato gak

    ReplyDelete
    Replies
    1. Kalau kata saya sih buat pemakaian dalam kota aja lumayan irit, mbak. Ibu saya makainya buat ke pasar ngechargenya sekitar 3 hari sekali

      Delete
  3. wah , suka lihat yang pakai sepeda listrik , terlihat nyaman juga ya

    ReplyDelete
    Replies
    1. Iya lumayan enak dipakainya, mbak. Naik sepeda rasa motor. Hihi

      Delete
  4. Maaf, saya kok malah ngakak baca ceritanya. Ternyata suami2 itu sama saja ya, suka over yakin. Berarti selis itu cocoknya utk seputaran kampung saja kali ya, nggak capek genjot kalau habis baterai.

    ReplyDelete
    Replies
    1. Hihi iya, mbak. Mungkin kalau kemarin bawa sepedanya sendirian nggak bakal mati di jalan sepedanya :D

      Delete
  5. Bapak mertua (alm) punya ini Mbak, merknya sama..seneng sekali pakainya Beliau dulu. Sebenarnya Beliau bisa naik motor dan ada SIM, cuma kalau sepeda listrik jadi enggak ngebut katanya, beda dengan motor, jadi cocok untuk lansia..bisa jalan pelan saja.
    Sayang, karena enggak ada yang pakai sekarang nganggur di rumah, Karena Ibu sudah sepuh enggak naik sepeda lagi

    ReplyDelete
    Replies
    1. Iya, kecepatannya sedang aja ya, mbak. Cocok buat yang pengen santai naik sepedanya

      Delete
  6. wah murah meriah ya, lumayan buat ke pasar pagi atau ke tempat tempat dekat daripada naik motor hehe

    ReplyDelete
    Replies
    1. Yap. Bener banget. Jadi bisa irit bbm deh :)

      Delete
  7. Kayaknyabaku mendingan pake selis aja deh ya. Aku trauma naik motor. Pdhl dulu jatuh dr motor udh 10 thn yg lalu, tp masih kerasa sampai sekarang klo pas belajat nyetir.

    Makasih sharingnya mbak. Btw, salam kenal ya. 😊

    ReplyDelete
    Replies
    1. Bisa dicoba tuh, mbak selisnya. Salam kenal juga :)

      Delete
  8. Sepeda listriknya menyerupai motor matic ya mbk, tambah kreatif aja inovasi2 yang ada. Keren,, dimana aja tempat Distributornya mbk?

    ReplyDelete
    Replies
    1. Iya, mbak. Bahkan ada yang benar-benar kayak motor matic bentuknya. Nah kalau distributor kayaknya sudah ada mbak di berbagai kota besar di Indonesia

      Delete
  9. Wah aku mau banget pakai ini, mayan hemat bahan bakar dari rumah ke tempat kerja.. sekalian olah raga juga, kalau dikantor banyak duduk, kalau dirumah banyak mager, jadi pas banget ini <3

    ReplyDelete
    Replies
    1. Iya. Kalau buat dalam kota aja sepeda listrik ini bisa jadi pilihan

      Delete
  10. aku ga bisa (ga mau tepatnya) naik motor n lebih suka sepedahan. suami nyuru beli selis buat anter jemput skola. tapi aku males ahh hahaha

    ReplyDelete
  11. Wah..jadi deh2an kalo pake sepeda listrik gini..takut dorong..

    ReplyDelete
    Replies
    1. Iya. Sebelum berangkat harus dicek dulu baterainya

      Delete
  12. mba aku ngakak dulu yah emang kalau pak suami rata2 suka begitu tenang aja ga akan abis baterei taunya abis ya :D kebayang keringetnya pasti banyak buburnya abis buat boseh ya mba :D

    dulu sih aku pengen banget beli selis tapi kenyataannya motor lebih enak :D

    ReplyDelete
    Replies
    1. Iya. Hihi. Istrinya mah enak pulang naik gojek :D

      Delete
  13. Wah kalau mau abis baterai indikator baterainya up and down ya. Kalau punya cadangan aki, berat gak sich, kalau dibawa bawa?

    ReplyDelete
    Replies
    1. Akinya berat, mbak. 5 kilo lebih kayaknya

      Delete
  14. Hahaha jadi galau deh. Beli SELIS apa Mirorrless nih?
    Secara dua-duanya perlu banget

    ReplyDelete
  15. Saya sempat coba pakai sepeda ini di Ancol. Lalu bilang ke suami kalo pengen punya. Pas tau harganya langsung mundur teratur hehehehe.

    ReplyDelete
  16. Ohh jd kalo digowes, dia lbh berat drpd sepeda biasa ya mbaa.. Rada serem juga kalo yg bawa sudah tua.. Kasian hrs dorong :D. Aku prnh kepengin beli sepeda listrik gini, utk papa mertua.. Tp sayangnya keburu berpulang.. Ini modelnya bagus yaaa.. Kebayang jd pengen punya utk ajak anak2 jalan pagi muterin komplek :D

    ReplyDelete
    Replies
    1. Iya, mbak. Soalnya akinya berat. Mungkin kalau akinya dilepas sepedanya bakal lebih ringan

      Delete
  17. saya jg pake selis cuma beda tipe mba... sy baru aja posting ttg pengalaman naik selis eh nemu postingan ini :)

    ReplyDelete
    Replies
    1. Salam kenal, mbak. Semoga awet ya selisnya :)

      Delete
  18. Ya ampun mba malah apes ya jadinya kehabisan listriknya ��������

    Wah ternyata sepeda Selis ini daya listriknya juga bergantung sama bebannya ya mba, kirain seberapa jauh jarak ditempuh aja ternyata ada faktor lainnya juga ya.

    Susah juga ternyata kalo kehabisan ditengah jalan kudu gowes, hiks.

    ReplyDelete
    Replies
    1. Iya. Jadi harus benar-benar dicek dulu baterainya sebelum jalan

      Delete
  19. Kebetulan kantor saya gak terlalu jauh dari rumah. Kayaknya bisa nih pake selis. Kecepatannya tapi gak terlalu cepat ya mba?
    Alon-alon asal kelakon kah.. :)

    ReplyDelete
  20. Ini lucu bgt mba, sama aman klo hbis baterai bisa dikayuh sambil2 olahraga kan hhi

    ReplyDelete
    Replies
    1. Tapi berat banget ini sepedanya. Kecuali kalau akinya dilepas

      Delete
  21. Wah, kukira harganya mahal bgt loh kmrn.. Tyt terjangkau jg ya.. Jd mupeng, tp kalo dibeli emang kepake? Hahhaha.. Mikir lagi.. ��

    ReplyDelete
    Replies
    1. Aku malah mikir harganya cuma 3 jutaan kemarin itu. Heu

      Delete
  22. Wah seperti nya ini cocok banget buat aya, aya kalau naik motor selalu ada perasaan was" ��

    ReplyDelete
  23. Dulu hampir beli selis juga buat anak tapi anaknya gak mau. Mau beli motor. Wkwkwk. Katanya ntr bingung markirnya d sekolah gimana.masul kategori sepeda apa motor. Takut hilang. Yaah anak2 macam macam alasannya. Tapi ntr tulisan ini kukasih anakku biar baca. Kale pas tahun ajaran baru dia mau pakai selis ke sekolah.

    ReplyDelete
    Replies
    1. Kemarin ulun ada lihat ka anak smp pakai selis ini ke sekolahya. Yang jelas sih aman dari razia polisi pastinya

      Delete
  24. Saya bisa naik motor karena terpaksa mba. Pernah terpikir pengen beli sepeda listrik aja. Trus, kemarin saya lihat adik saya punya sepeda listrik. Katanya buat si mbak ART agar bisa antar jemput anaknya adik. Untuk perjalanan dekat sangat membantu dan tidak perlu SIM.

    ReplyDelete
    Replies
    1. Iya, mbak. Kayaknya sekarang sudah mulai banyak ya yang pakai sepeda listrik

      Delete
  25. Wah menarik sekali, lumayan buat jalan2 cari makanan di deket2 rumah. Suka lihat juga ada ibu2 yg bawa, penasaran sama harganya, tapi sekarang udah tahu kisaran 6 jutaan ya..sipp

    ReplyDelete
    Replies
    1. Iya, mbak harganya sekitar itu. Tapi ada juga yang lebih mahal tergantung model

      Delete
  26. Kayaknya ini cocok ya buat anak kuliahan, yang sebenarnya jarak kos
    dan kampus ga terlalu jauh. Noted :))

    ReplyDelete
  27. Cocok buat olah raga ya biar makin sehat apalagi bersama pasangan.

    ReplyDelete
    Replies
    1. Iya bisa dijadiin alat olahraga sepeda statis, mbak

      Delete
  28. wah... sepedanya keren ya, pingin juga Mbak rasanya.. hihi, tapi mikir-mikir lagi musti nabung ya kalo mau beli soalnya harga sepeda listrik ini lumayan mengurs kantong.. hehe

    ReplyDelete
  29. Kalau gowes brarti berat ya mbak.. kan akinya doang 5kg

    ReplyDelete
    Replies
    1. Iya, mas. Akinya yang bikin sepedanya berat. Mungkin kalau dilepas bakal lebih ringan digowes

      Delete
  30. Iya inj harga sepeda udh kayak harga motor seken yaaak, masih mahal

    ReplyDelete
    Replies
    1. Iya, mbak. Nggak tahu ya kalau ada merk lain yang lebih murah

      Delete
  31. Nawra pernah minta dibelikan sepeda ini, katanya sih buat dia sekolah

    ReplyDelete
    Replies
    1. Saya juga pernah lihat anak smp pakai sepeda listrik, mbak. Tapi kayaknya merknya beda

      Delete
  32. Wah cocok nih buat antar jemput anak sekolah. Tapi harganya matan juga yah.

    ReplyDelete
  33. Sempat pengen punya sepeda listrik. Tapi karena butuh motor untuk perjalanan agak jauan dikit, akhirnya balik lagi suka motor aja :)

    ReplyDelete
    Replies
    1. Iya, mbak. Sepeda listrik ini kesannya masih nanggung ya

      Delete
  34. Hallo Bu Ayana,mau tanya saat charge Aki nya apakah harus dicopot dari sepeda? saya denger dari sales nya untuk charge sampai penuh perlu 5jam,apakah tdk bikin tagihan listrik Naik? klo boleh tahu brp rupiah tagihan listrik untuk charge Aki nya

    ReplyDelete
    Replies
    1. Iya, mas. Saat di-charge sebaiknya akinya dilepas dari sepedanya. Kalau kondisi baterai habis memang makan waktu 5 jam sih buat nge-cas. Tapi kalau belum habis paling cuma 2 jam

      Delete
    2. Menyambung pertanyaan diatas, tagihan listrik naik drastis tidak? Secara selis murai watt nya lumayan besar (500watt) dan waktu chargenya lumayan lama

      Delete
    3. nggak banyak kok naiknya seingatku

      Delete
  35. Sy jg pake sepeda listrik tp yg merk richei Mbak. Harganya lebih murah, cuma 4 jt an... Lumayan bs buat muter2 kampung. Tp kalo dipake tanjakan baterai jd cepet habis wkwkwk

    ReplyDelete
    Replies
    1. Iya, mbak. Dia nggak tahan rintangan sepedanya. Heu

      Delete