Resolusi Tahun Baru, Penting Atau Tidak?

 

Resolusi Tahun Baru, Penting Atau Tidak?

Tahun 2020 sudah berganti. Biasanya di setiap momen pergantian tahun ini, orang-orang akan ramai membuat resolusi tahun baru mereka. Ada yang membuat resolusi secara umum dan ada juga yang membuat resolusi secara terperinci. Semuanya tergantung dari tujuan resolusi itu dibuat bagaimana seseorang memandang resolusi dalam hidupnya.

Saya sendiri selama beberapa tahun terakhir, rasanya hanya beberapa kali membuat resolusi Tahun Baru. Seingat saya, tahun 2018 merupakan kali terakhir saya menuliskan resolusi tahun Baru (itupun buat lomba 😂). Biasanya resolusi yang saya buat berupa goal-goal umum yang kalau saya amati tidak berubah setiap tahunnya. Ingin lebih sehat, lebih produktif, dan lebih yang lainnya. Apakah resolusi yang saya buat ini berhasil? Sepertinya tidak. Hehe.

Sebagai seorang yang memiliki kepribadian plegmatis, kadang saya merasa menulis sebuah resolusi terasa sia-sia karena lebih sering tak tercapai ketimbang tercapainya. Namun belakangan saya sadar kalau membuat resolusi itu tidak sekadar menuliskan impian dan keinginan secara umum namun merupakan bagian dari perencanaan hidup kita. Karena itulah dalam membuat resolusi entah itu tahun baru atau bahkan resolusi bulanan kita sebaiknya membuatnya dengan serius dan konsisten menjalankannya.


Apa itu resolusi

Sebelum memutuskan resolusi apa yang akan saya buat untuk tahun 2021, terlebih dahulu saya harus tahu apa pengertian dari resolusi ini. Menurut KBBI daring, kata resolusi memiliki 3 arti yakni:

  1. Putusan atau kebulatan pendapat berupa permintaan atau tuntutan yang ditetapkan oleh rapat (musyawarah, sidang); pernyataan tertulis, biasanya berisi tuntutan tentang suatu hal.
  2. Pengukuran tingkat ketajaman gambar yang dihasilkan oleh pencetak atau monitor
  3. Proses atau tindakan memisahkan materi seperti senyawa kimia atau sumber radiasi elektromagnetik ke dalam bagian penyusunnya
Jika dilihat dari pengertian di atas, maka resolusi tahun baru bisa diartikan sebagai pernyataan tertulis yang dibuat oleh seseorang entah itu berupa janji pada diri sendiri hingga goal yang ingin dicapai di tahun mendatang.

Apakah resolusi ini harus disampaikan kepada orang-orang? Tergantung individunya masing-masing pastinya. Ada yang menuliskan resolusi di catatan pribadi saja dan ada juga yang membagikannya di media sosial atau blog. Namun sesuai dengan pengertiannya, resolusi itu haruslah ditulis agar pembuatnya tidak lupa dalam merealisasikannya.


Resolusi sebagai langkah menggapai impian besar

Akhir tahun 2020 kemarin, sebuah drama Korea berjudul Start Up sukses menghebohkan para pecinta Drama Korea. Drama yang dibintangi oleh Suzy ini membuat penonton terpecah belah dalam mendukung 2 tokoh utama pria-nya yakni Nam Do San dan Han Ji Pyeong. Sebagai penonton drama Korea sejak jaman Full House, saya tak mau ketinggalan dong mengikuti drama ini. Apalagi temanya juga menarik. Dan ternyata setelah menonton saya ikut-ikutan jadi Tim Anak Baik. Hihi.

Nah, bagi mereka yang menonton drama Korea Start Up, tentunya tak asing dengan prinsip "Berlayar Tanpa Peta" yang disebutkan Dal Mi dalam suratnya untuk Ji Pyeong Do San. Dal Mi sebagai tokoh utama dalam drama ini memang kerap mengambil keputusan tanpa perencanaan yang jelas sesuai prinsipnya yakni “Berlayar tanpa peta.” Sayangnya, bagi mereka yang memiliki mimpi besar, berlayar tanpa peta jelas bukanlah sebuah prinsip yang baik.

Dengan berlayar tanpa peta, pastinya seseorang akan mendapati resiko tersesat yang pastinya akan menghambat perjalanan tersebut. Berlayar tanpa peta membuat seseorang tak memiliki alternatif jika menemui jalan buntu. Dibandingkan dengan mereka yang memilih menggunakan peta, berlayar tanpa peta jelas sebuah pilihan yang sembrono karena artinya kita tak memiliki perencanaan yang jelas dalam menjalani hidup.

Saya jadi ingat pertama kali berkenalan dengan peta hidup ini saat membaca novel Ayat-ayat Cinta karya Habiburrahman El Sirazhi. Fahri, tokoh utama dalam novel ini digambarkan sebagai sosok pemuda dengan tujuan dan rencana hidup yang sangat jelas. Di kamarnya ia membuat target-target yang harus dicapainya dalam beberapa tahun ke depan. Kapan lulus kuliah bahkan target kapan akan menikah. Dengan membuat peta hidup ini, Fahri memiliki bayangan yang jelas dalam menentukan langkah-langkah yang harus diambilnya untuk mewujudkan mimpinya.

Contoh lain dari pentingnya membuat resolusi dan impian hidup saya temukan dari boyband kesayangan, BTS. Beberapa waktu terakhir, saya menonton beberapa video lama BTS saat ulang tahun grup mereka. Dalam setiap peringatan ulang tahun itu, setiap member menyebutkan impian-impian mereka terkait grup. Mulai dari impian kecil seperti menjadi pemenang acara musik dan bisa menggelar konser hingga yang paling besar adalah mendapatkan Grammy.

Kini, 7 tahun setelah debut pertama mereka, satu per satu mimpi para member BTS telah terwujud. Pelan tapi pasti mereka menapaki kesuksesan sebagai boyband tersukses di Korea dan mereka tinggal selangkah lagi menuju mimpi terbesar mereka yakni memenangkan Grammy. Meski kita tak tahu bagaimana detil perjalanan di balik layar kesuksesan BTS saat ini, kita bisa melihat bagaimana impian kecil yang disebutkan di awal-awal perjalanan menjadi salah satu pondasi dalam kesuksesan mereka.



Hal-hal yang perlu diperhatikan dalam membuat resolusi 

resolusi tahun baru

 

Kenyataannya, kadang dalam urusan resolusi ini banyak yang merasa gagal dalam mewujudkannya. Bahkan kadang resolusi yang dibuat hanya pengulangan dari resolusi tahun sebelumnya. Bisa jadi ini karena kita membuat resolusi yang terlalu umum dan sulit untuk dicapai. Selain itu, hal lain yang bisa menyebabkan resolusi tak tercapai adalah kita tak serius dalam mewujudkannya. Bisa jadi saat membuat resolusi tersebut kita hanya ikut-ikutan orang lain dan tak memahami diri sendiri.

Saya sendiri selama ini juga merasa lebih banyak gagal dalam mewujudkan resolusi yang sudah saya buat. Jika ada resolusi yang tercapai, biasanya adalah resolusi membaca buku selama setahun. Belakangan, saya menemukan beberapa tips yang perlu diperhatikan saat dalam membuat resolusi tahun baru agar mudah dicapai. Tips ini memberikan jawaban kenapa resolusi membaca buku saya bisa tercapai sementara resolusi yang lain gagal.

Beberapa hal yang perlu diperhatikan dalam membuat resolusi tahun baru agar bisa tercapai antara lain:

Membuat resolusi yang jelas dan terperinci

Dalam membuat sebuah resolusi, hendaklah kita membuatnya secara jelas dan terperinci. Alih-alih menulis resolusi menjalani hidup sehat, mungkin sebaiknya diganti dengan minum air 8 liter sehari dan makan sayur tiap hari (ngomong sama diri sendiri). Lalu untuk urusan finansial, bisa dengan menuliskan menabung atau invetasi saham secara konsisten sekian rupiah per bulan. Resolusi yang dibuat dengan spesifik pastinya akan lebih terasa

Membuat resolusi yang dapat diukur

Dalam membuat resolusi, hendaknya juga kita membuatnya dengan ukuran yang jelas. Misalnya resolusi 2021 adalah ingin lebih produktif ngeblog, maka harus ditentukan berapa postingan yang harus tayang tiap minggu. Atau jika ingin menabung disebutkan mau nabung sampai berapa rupiah? Resolusi yang dibuat dengan skala yang terukur ini akan lebih memotivasi kita dalam mencapainya.

Membuat resolusi yang bisa dicapai

Buatlah resolusi yang kita yakin bisa mencapainya. Dalam membuat resolusi ada baiknya juga kita menakar kemampuan diri dalam mewujudkannya. Membuat resolusi yang berada di luar kemampuan kita pastinya akan membuat kita kelelahan mencapainya. Resolusi sendiri merupakan salah satu langkah dalam mewujudkan impian yang besar. Dan dalam mewujudkan impian besar ini mungkin akan memakan waktu. Dengan membuat resolusi yang bisa dicapai akan sangat membantu dalam mencapai impian yang lebih besar.

Menyusun rencana untuk mewujudkan resolusi

Jika resolusi sudah dituliskan maka langkah selanjutnya adalah menyusun rencana bagaimana cara mewujudkan resolusi tersebut. Bisa dibilang resolusi tanpa rencana dan action adalah nol besar. Dalam menyusun rencana mewujudkan resolusi ini kita bisa menggunakan berbagai media seperti jurnaling, Daily planner atau beberapa metode perencanaan lainnya yang cocok dengan kepribadian kita.


Tempel resolusi di dinding kamar

Hal lain yang kadang membuat resolusi tidak tercapai adalah kita melupakannya. Agar resolusi tak berakhir sebagai rencana semata, ada baiknya resolusi ini ditempel di dinding kamar atau jadikan wallpaper handphone kita agar kita selalu mengingatnya.


Resolusi Tahun 2021

Setelah mengetahui tips dalam membuat resolusi tahun baru, kali ini saya ingin menuliskan beberapa resolusi hidup saya untuk tahun 2021 berdasarkan beberapa tips yang saya tuliskan di atas. Berikut adalah beberapa resolusi yang bisa saya bagikan dan alasannya

Blog dan literasi

  • Menulis artikel organik minimal 8 artikel setiap bulan
  • Menulis artikel dengan panjang minimal 800 kata
  • Membaca 30 buku dan membuat review buku minimal di instagram
  • Ikut lomba blog minimal 2 dalam setahun

Ibadah

  • Membayar hutang puasa setelah melahirkan anak ke dua
  • Salat Isya di bawah pukul 12 malam
  • Menghafal kembali juz 29 dan 30

Finansial dan kesehatan

  • Mengalihkan tabungan anak ke investasi
  • Nabung untuk tabungan haji
  • Minum air putih 8 gelas sehari
  • Olahraga seminggu sekali

Demikian sedikit ocehan saya tentang resolusi tahun baru. Jadi apakah resolusi Tahun Baru merupakan hal yang penting dilakukan? Tentunya ini bergantung pada invdividu masing-masing. Satu hal yang pasti, setiap orang pasti memiliki mimpinya masing-masing dan memiliki caranya sendiri dalam mewujudkan mimpinya. Dalam skala kecil, resolusi Tahun Baru merupakan salah satu bentuk nyata dalam usaha mewujudkan mimpi tersebut.
Baca Juga

Post a Comment

7 Comments

  1. Setuju, salah satu alasan kenapa resolusi saya tidak tercapai adalah juga karena melupakannya. Dan kadang saya juga membuat resolusi yang tidak bisa diukur.

    ReplyDelete
  2. Woaaaah, resolusinya detail banget mba, semoga satu persatu bisa terwujud ya mba. AMIIIN.

    Saya selalu kehilangan semangat di tengah-tengah untuk bisa melanjutkan resolusi tahunan. Tapi salah satu yang ingin saya wujudkan agak mirip dengan mba, ingin bisa menulis blog dengan konsisten.

    ReplyDelete
  3. Dewi baru tahun ini membuat resolusi tanpa menulis�� tapi Insyaallah tetap ada.

    ReplyDelete
  4. List resolusinya masih secara umum kan ya? tapi menurutku ini udah lumayan detail. aku pribadi kalo udah ada resolusi yang gak terwujud, akhirnya jadi malas liat list lagi wkwk. Kadang prioritas pun jadi berubah di tengah jalan. Aku jangan ditiru ya. Apalagi aku udah keburu enjoy dengan 'let it flow'. Biar nggak merasa tertekan dan stress sebenarny sih.

    ReplyDelete
  5. Membuat resolusi di awal tahun itu menurut ku penting banget mba
    dan udah jadi tradisi aku setiap tahun. karena aku nggak mau sih setiap tahun kok gini-gini aja sih. masa nggak mau berubah?
    sehat terus kak Antung biar semua resolusinya terwujud aamiin

    ReplyDelete
  6. Resolusi menurutku penting banget. Biar jadi peta hidup agar lebih terarah. Ga harus tahun baru juga sebenarnya membuatnya, tapi momentumnya bagus sih kalau awal tahun begini

    ReplyDelete
  7. Resolusi bagi sebagian org penting sekali. Krn sbg ceklist untuk bikin semangat ya mba. Tp pengalaman emak kadang bikin resolusi itu kek beban sedikit. Heu. Jd kdg lbh ke fokus 1 hal n persisten aja spy berkeseimbangan.

    ReplyDelete