Dulu, saat masih lajang, pengelolaan uang terasa jauh lebih sederhana. Gaji yang saya miliki sepenuhnya digunakan untuk kebutuhan pribadi. Mau ditabung atau dihabiskan, semuanya terasa aman-aman saja. Berbeda setelah menikah dan memiliki dua anak. Pengeluaran bertambah, tanggung jawab meningkat, dan kebutuhan terus berjalan tanpa kompromi.
Di titik inilah saya mulai sering merasa “puyeng”. Kok rasanya uang bulanan selalu kurang, padahal saya dan suami sama-sama bekerja? Belum lagi jika sudah memikirkan biaya pendidikan anak-anak yang ke depannya pasti tidak murah. Ditambah mimpi-mimpi lain seperti umrah dan naik haji. Kadang saya sampai bertanya-tanya, bagaimana ya ibu saya dulu bisa mengelola keuangan keluarga kami dengan baik?
Mulai Belajar Mengelola Keuangan dan Investasi
Kesadaran akan pentingnya literasi finansial membuat saya mulai aktif mencari informasi seputar pengelolaan keuangan. Mulai dari membaca buku para pakar finansial, mengikuti kelas WhatsApp (kulwap) keuangan, hingga akhirnya saya memutuskan ikut Kelas Pasar Modal yang diadakan oleh PT Bursa Efek Indonesia (BEI) Perwakilan Kalimantan Selatan.
Kelas ini berlangsung pada hari Sabtu, 08 Februari 2020 dan diikuti oleh sekitar 25 peserta. Selama satu hari penuh, kami diperkenalkan pada dunia pasar modal, khususnya investasi dan trading saham yang kini semakin gencar disosialisasikan, terutama di kalangan generasi muda.
Mengenal Investasi dan Trading Saham
8 Langkah Investasi di Pasar Modal
Saham adalah bukti kepemilikan suatu perseroan (perusahaan) yang merupakan klaim atas penghasilan dan kekayaan perseroan. Dengan membeli saham dari sebuah perusahaan, itu artinya kita memiliki hak kepemilikan atas perusahaan tersebut, yang artinya kita juga berhak atas keuntungan dari perusahaan berupa pembagian dividen (pembagian keuntungan yang diberikan perusahaan dan berasal dari keuntungan yang dihasilkan perusahaan) dan capital gain (selisih antara harga beli dan harga jual).Meski memiliki keuntungan yang cukup besar, investasi saham juga memiliki risiko kerugian berupa capital loss yakni suatu kondisi dimana investor menjual saham lebih rendah dari harga beli. Misalnya saat kita membeli saham PT. XYZ dengan harga Rp 2.000,- per saham, kemudian harga saham tersebut terus mengalami penurunan hingga mencapai Rp 1.400,- per saham. Karena takut harga saham tersebut akan terus turun, investor menjual pada harga Rp 1.400,- tersebut sehingga mengalami kerugian sebesar Rp 600,- per saham.
Risiko kedua berupa risiko likuidasi yakni perusahaan yang sahamnya dimiliki, dinyatakan bangkrut oleh Pengadilan, atau perusahaan tersebut dibubarkan. Dalam hal ini hak klaim dari pemegang saham mendapat prioritas terakhir setelah seluruh kewajiban perusahaan dapat dilunasi (dari hasil penjualan kekayaan perusahaan).
Karena adanya risiko kerugian ini, maka penting sekali bagi kita untuk memperhatikan beberapa hal berikut sebelum melakukan investasi di pasar modal, ada beberapa hal yang harus diperhatikan, antara lain:
- Pahami tujuan investasi : Biaya pendidikan (dana pensiun, dll), jangka pendek, menengah, panjang
- Kenali profil risiko (risk averter, moderate, risk taker)
- Pelajari alternatif investasi : saham, obligasi, reksadana, ETF
- Pahami tingkat risiko produk investasi
- Tentukan batas investasi (disesuaikan dengan kemampuan keuangan dan profil risiko)
- Tentukan strategi investasi
- Manfaatkan jasa profesional (apabila diperlukan)
- Pertahankan tujuan investasi
Prinsip Dasar Investasi di Pasar Modal
- Pergunakan dana lebih (excess fund)
- Dapatkan informasi mengenai produk investasi sebanyak mungkin sbeelum mengambil keputusan berinvestasi (product knowledge)
- Jangan menempatkan seluruh dana investasi pada satu jenis instrumen yang sama (don't put your eggs in one basket)
- Kenali perusahaan sekuritas di mana anda berinvestasi (know your broker principle)
- Investasi secara berkala dengan orientasi jangka panjang
Indeks Saham
Memulai investasi di pasar modal
Sesi kedua dari Kelas Pasar Modal yang saya ikuti merupakan sesi pembuatan akun di perusahaan sekuritas dan Rekening Dana Nasabah. Jadi, jika kita ingin memulai investasi di pasar modal, hal pertama yang harus dilakukan adalah membuka rekening efek di perusahaan sekuritas.Perusahaan sekuritas adalah perusahaan yang bergerak di bidang transaksi jual beli efek. Perusahaan sekuritas tidak mengeluarkan efek, tetapi hanya berperan sebagai perantara antara investor dengan pasar modal dalam melakukan transaksi jual beli efek. Di Bursa Efek Indonesia sendiri sudah ada 34 perusahaan sekuritas yang terdaftar. Sedangkam Rekening Dana Nasabah merupakan rekening tempat kita menempatkan uang untuk membeli saham dan juga menerima hasil penjualan saham di bursa efek.
Dalam melakukan transaksi pasar modal, satuan yang digunakan untuk membeli saham adalah lot dimana 1 lot = 100 lembar saham dan minimal pembelian adalah 1 lot. Saat akan membeli saham sendiri, pihak investor akan dikenai biaya berupa komisi broker maks 0,3% dari harga saham dan PPN 10% dari komisi broker. Lalu ada juga pajak transaksi 0,1% untuk transaksi penjualan saham.
Dalam bursa saham juga ada yang namanya Auto Rejection System, yakni pembatasan maksimum dan minimum untuk kenaikan dan penurunan harga suatu saham di Bursa Efek Indonesia (BEI) dalam satu hari dengan tujuan untuk menciptakan perdagangan yang wajar di Bursa Efek Indonesia. Sistem Auto Rejection System ini bertujuan untuk:
- Mengurangi tingkat fluktuasi harga saham yang berlebihan.
- Permintaan harga yang melebihi ketentuan batas maksimal secara otomatis akan ditolak.
- Menghindari terjadinya manipulasi harga dengan menggerakkan harga saham secara berlebihan
Kelebihan Investasi saham
- Mudah, karena banyak perusahaan sekuritas dan manajer investasi yang dapat memberi rekomendasi investasi dan ada online trading sehingga tidak memerlukan pengetahuan yang mendalam, tidak sulit untuk melakukan pemantauan dan tidak perlu pemahaman yang kuat atas teknologi
- Terjangkau, mulai dari Rp. 100. 000,00 setiap bulan sehingga tidak membutuhkan modal besar
- Menguntungkan. Investasi secara berkala dengan orientasi jangka panjang. Investasi di pasar modal bukan judi tidak memiliki risiko yang tinggi
Saran sebelum investasi saham
- Jangan masuk ke pasar jika Anda tidak punya alasan ataupun sinyal yang jelas berdasarkan analisa yag dilakukan oleh anda sendiri
- Analisa fundamental dan analisa teknikal sebaiknya dilakukan secara komperehensif dan sistematis untuk membantu Anda dalam pengambilan keputusan yang menguntungkan dalam berinvestasi
- Diversifikasi
- Jangan berinvestasi dengan uang yang kita tidak sanggup kehilangannya
Penutup Versi 3
Bagi saya, menjadi ibu bekerja berarti belajar banyak hal sekaligus, termasuk soal keuangan dan investasi. Kelas Pasar Modal ini menjadi salah satu langkah kecil saya untuk lebih bertanggung jawab terhadap masa depan keluarga. Semoga cerita ini bisa menjadi pengingat bahwa kita, para ibu bekerja, juga layak memiliki mimpi finansial dan berusaha mewujudkannya dengan cara yang bijak.



31 Komentar
Selalu penasaran sama pasar modal, dUnia saham, investasi bahkan reksadana.
BalasHapusTapi selalu stuck di 'ini mulainya dari mana?!' ..
Dan sampai sekarang masih belum mulai-mulai juga :v
Komentar ini telah dihapus oleh pengarang.
BalasHapusWaa aku pernah ikut kelas ini dua tahun lalu. Ayoo mulai main saham :)
BalasHapusSaya juga pernah ikut sekolah pasar modal sekitar satu tahun lalu, tapi baru mulai investasi sebulan yang lalu. Kelasnya enak banget, penjelasannya mudah dimengerti dan gratis, dapettt snack dan makan siang juga. Waktu itu yang ikut sangat beragam dari pegawai, anak kulihan sepertikuu dan ibu rumah tangga jg banyak. Menandakan sudah lumayan banyak masyarakat yang melek investasi di pasar modal.
BalasHapusiya, mbak. ikut kelas ini berasa banget dapat ilmunya jadi nggak buta-buta amat soal saham
Hapuswah bisa ikutan dapat wawasan baru ya
BalasHapusPengelolaan uang jaman dulu dan sekarang berubah yah
BalasHapusMenarik, karena mengandalkan gaji saja tidak bisa cukup
BalasHapusAku juga lagi belajar investasi saham, Kak. Niatnya investasi doang, nggak mikir analisa. Makanya cari saham yang udah matang aja.
BalasHapussama, mbak. aku juga pengennya investasi doang. nggak berani kalau trading mah
HapusJadi kakak sudah memutuskan untuk konsentrasi di pengelolaan keuangan dan menanam saham? Atau bagaimana?
BalasHapusmasih belajar juga saya soal investasi ini
HapusMantap nih belajar saham. Aku pengen lhooo. Supaya kalau beli engga salah. Selama ini berusaha baca-baca sendiri, tetap engga faham. Hehe...
BalasHapusJujur aja sih saya sampai sekarang masih belum paham-paham ngitungin saham maupun investasi. Padahal lagi trend yaa, sampai ada iklan trading yg bisa berpenghasila 100juta per bulan. Pernah juga ditawarin untuk ikut trading, aduh aku langsung nolak, gak berani, resikonya gede apalagi aku orangnya gegabah dan panikan :D
BalasHapusBut, thanks sudah sharing
dulu pernah ikutan investasi saham jangka panjang, bisa bayar tiap bulan min. 100ribu. lumayan sih tiap ada duit masukin ke sana, tapi karena takut sama hal-hal didalamnya yang belum jelas akhirnya duitnya diambil semua padahal udah 20jutaan lebih. hihi. tapi tetap ya balik ke prinsip masing-masing. kalo untuk skrg saya sih saya sudah enggak.
BalasHapusPostingannya di bookmark dulu nih buat dibaca nanti. Kalau kelas saham belum pernah ikut sih, mungkin karena itulah aku salah beli saham dan akhirnya portofolionya merah terus haha (sayang buat ditarik hiks)
BalasHapusberarti bisa dibilang untuk mau masuk ke pasar modal harus aman dulu kitanya ya kak? segala kebutuhan primer dalam hidup terpenuhi dahulu biar kerugian nggak mempengaruhi kehidupan karena sangat rentan :3
BalasHapusKelasnya seru ya. Jado sebelum terjun ke pasar modal, sudah diajarkan dulu seluk-beluknya. Jadi ibaratnya, sebelum masuk ke kolam renang, belajar berenang dulu. Keren ini, Kak. Investasi zaman dulu memang tanah dan emas. Zaman now investasi saham.
BalasHapusJaman sekarang emang harus pinter2 ya mbak utk bisa mengelola keuangan dan belajar punya usaha sendiri.
BalasHapusBelajar mengenai pasar modal jg harus punya ilmunya juga ya, biar gak merugikan bgt. Thanks sharingnya.
kemarin suami sempat sounding untuk coba tanam saham gitu mba sebagai bentuk pilihan investasi selain antam, tapi ya bener banget harus ikut kelasnya semacam pasa modal kayak gini biar tau do and don't nya.
BalasHapusjadi harus siap-siap kehilangan juga ya Kak kalau main saham nih? Btw, saya awam sekali soal saham dan baca postingan ini jadi terbuka sedikitlah. Pernah diajakin teman juga tapi masih maju mundur aja buka rekeningnya
BalasHapusTemen-temen udah nyuruh buat bikin akun tabungan saham tapi aku masih belum berani. Membaca ini kok jadi tertarik. Kayaknua mau sekolah pasar modal juga nih.
BalasHapusDari dulu pengen nyoba saham, tapi tak tau harus mulai dari mana :)
BalasHapusInvestasi di masa sekarang ini penting banget ya, Mbak. Aku masih investasi kecil-kecilan nih, belum berani ke pasar modal karena belum punya ilmunya. Tapi dari artikel ini, udah mulai bisa dapat gambaran juga nih tentang pasar modal. Perlu banget punya ilmunya mengingat di pasar modal kan lumayan fluktuatif ya pergerakannya
BalasHapusBaca tulisan Mba Antung, saya jadi mengingat-ingat kembali materi perkuliahan saya jaman dulu. Eh sekarang setelah lulus, boro boro deh saya praktekin.
BalasHapusSaatnya mulai mengelola keuangan nih. Dan belajar untuk berinvestasi. Apalagi investasi saham, bener-bener masih nol besar. Baca tulisan Atung ini aja, saya muter-muter otaknya. Belum nyandak. Apalagi tentang indeks sahamnya, haduhlah, saya masih belum ngeh beneran. 🤣🤣🤣 Kudu pelan-pelan banget nih kalau saya mau belajar investsi saham.
BalasHapusSebagai alumni dari kampus keuangan, aku gatel banget pengen ikutan berinvestasi di saham. Ilmu yang kudapat di kampus dulu pengen kuterapin di dunia nyata. Sayangnya sejauh ini belum bisa ikut kelas pasar modal, semoga suatu saat nanti aku bisa ikut. Sambil kerja aku juga mencari-cari info dan ilmu tentang pasar modal, kuy kan investasi bareng!
BalasHapusUlun jua masih bingung soal investasi ini, paling kaya mama-mama bahari, nukar emas :-) sempat tertarik sama Tani Joy, sekalian membantu modal buat petani jua. Tapi belum mulai jua invest ke sana :-)
BalasHapussaya harus belajar nih tentang saham, investasi, dan segala hal yang berhubungan dengan keuangan. Manfaatnya sangat besar, rugi jika tidak segera dipelajari
BalasHapusDari dulu tuh gak pernah paham sama forex dan saham. Selalu nyerah kalau belajar beginian. Padahal tertarik banget aku mbak.
BalasHapusAku belum pernah ikutan kelas beginian mba Ayana
BalasHapuspasti seru banget dan ilmu tentang keuangannya jadi nambah