Pertimbangan Penting Ibu Bekerja Sebelum Memilih Asisten Rumah Tangga

Pertimbangan Penting Ibu Bekerja Sebelum Memilih Asisten Rumah Tangga


Ketika seorang ibu memutuskan menjadi ibu bekerja, itu berarti ibu menjalani dua peran besar sekaligus dalam waktu yang bersamaan. Di tepat kerja, ibu dituntut dengan tanggung jawab dan tenggat pekerjaan. Di sisi lain, ada peran sebagai istri dan ibu yang juga menuntut perhatian penuh. 

Dengan adanya dobel tanggung jawab ini kadang membuat ibu merasa lelah terutama setelah pulang kerja. Seperti yang saya alami beberapa tahun terakhir. Ketika tiba di rumah sore hari, keinginan saya hanya satu. Rebahan dan beristirahat. Tak peduli apakah rumah dalam keadaan rapi atau berantakan. Bahkan kadang rasa lelah ini juga membuat saya tak berenergi lagi untuk menyiapkan makan malam.  

Di titik inilah kadang muncul pertanyaan dalam diri saya : "Apakah saya sudah perlu menggunakan asisten rumah tangga?" 

Pertanyaan ini wajar muncul, terutama ketika kelelahan mulai terasa, waktu terasa selalu kurang, dan pekerjaan rumah menumpuk tanpa henti seperti yang saya rasakan di atas. Namun keputusan menggunakan asisten rumah tangga (ART) bukanlah soal mampu atau tidak semata, melainkan soal kebutuhan dan kesiapan.

Tidak Semua Ibu Bekerja Langsung Membutuhkan ART

Sebenarnya, tidak semua ibu bekerja otomatis memerlukan asisten rumah tangga. Saya sendiri, selama sembilan tahun terakhir menjalani kehidupan rumah tangga tanpa kehadiran ART. Sempat ada masa ada yang membantu kami di rumah, namun hanya beberapa bulan. 

Pada akhirnya, saya dan suami hanya mengandalkan satu sama lain untuk urusan kerapian dan kebersihan rumah. Dalam hal ini, tentunya juga diperlukan kerelaan dari pasangan terkait kondisi rumah yang kadang tak selalu rapi. 

Namun, kondisi setiap keluarga tentu berbeda. Ada situasi tertentu yang membuat kehadiran ART bukan lagi sekadar pilihan, melainkan kebutuhan agar ibu tetap waras secara fisik dan mental.

Tanda-Tanda Ibu Bekerja Mulai Perlu Asisten Rumah Tangga


Berikut beberapa kondisi yang bisa menjadi pertimbangan kapan ibu bekerja mulai membutuhkan ART:

1. Jam Kerja Panjang dan Tidak Fleksibel

Jika ibu bekerja harus berada di luar rumah seharian dengan jam kerja yang padat dan sulit ditinggalkan, kehadiran ART dapat membantu memastikan pekerjaan rumah tetap berjalan dan anak terurus dengan baik.

2. Tidak Memiliki Support System di Sekitar Rumah

Ibu bekerja yang tinggal jauh dari orang tua atau keluarga sering kali tidak memiliki tempat menitipkan anak atau meminta bantuan saat kondisi darurat. Dalam situasi ini, ART bisa menjadi support system tambahan yang sangat berarti.

3. Anak Masih Kecil dan Membutuhkan Perhatian Intensif

Ketika anak masih bayi atau balita, kebutuhan akan perhatian, kebersihan, dan rutinitas jauh lebih besar. Jika ibu bekerja merasa kewalahan membagi waktu antara pekerjaan dan pengasuhan, ART dapat membantu meringankan beban tersebut.

4. Kelelahan Fisik dan Emosional Mulai Mengganggu Aktivitas

Saat tubuh terasa lelah terus-menerus, emosi mudah tersulut, dan pekerjaan rumah mulai terasa sebagai beban berat, ini bisa menjadi sinyal bahwa ibu bekerja membutuhkan bantuan. Menggunakan ART dalam kondisi ini bukanlah bentuk kegagalan, melainkan upaya menjaga kesehatan diri.

5. Pekerjaan Rumah Mulai Mengganggu Kualitas Hubungan Keluarga

Jika energi ibu habis untuk pekerjaan dan urusan rumah hingga tidak ada waktu berkualitas bersama pasangan dan anak, maka kehadiran ART dapat membantu mengembalikan keseimbangan dalam keluarga.

Hal-hal yang Perlu Dipersiapkan Jika Ibu Bekerja Menggunakan ART

Ketika ibu bekerja memutuskan untuk menggunakan jasa ART untuk kesehariannya, tentunya ada beberapa hal yang perlu dipersiapkan diantaranya:

1. Anggaran untuk Gaji ART

Memutuskan memiliki ART berarti ibu bekerja dan pasangan harus membuat anggaran khusus untuk menggaji ART. Kisaran untuk gaji ART sendiri pastinya berbeda-beda tergantung tugas yang dikerjakan untuk ART. ART yang bekerja seharian tentunya berbeda gajinya dengan ART setengah hari atau yang melakukan pekerjaan khusus saja. 

2. Kamar ART jika Menginap

Jika ibu bekerja memilih memperkerjakan ART yang menginap, pastinya keluarga tersebut juga harus menyiapkan kamar khusus untuk ART. Perihal ini tentunya juga harus didiskusikan dengan baik dengan pasangan terkait pemilihan kamar untuk ART yang layak namun tidak menganggu privasi keluarga inti. 

3. Fasilitas untuk ART

Kadang ada beberapa keluarga yang memberikan fasilitas tambahan bagi Art mereka selain gaji dan kamar. Pemberian fasilitas ini bisa dalam bentuk dipinjamkan seperti motor untuk memudahkan ART saat ke pasar, handphone untuk memudahkan komunikasi dan beberapa fasilitas lainnya. Tentunya pemberian fasilitas ini disesuaikan juga dengan kemampuan keluarga. 

4. Kesiapan Privasi Keluarga

Hal terakhir yang perlu dipersiapkan sebuah keluarga saat memilih memiliki Asisten Rumah Tangga atau ART adalah kesiapan kehidupan pribadi mereka diketahui orang lain. Karena itulah kadang dalam memilih ART ini, ibu bekerja harus benar-benar selektif dan sebisa mungkin memilih ART yang tidak menjelek-jelekkan dirinya di belakang. 

Alternatif Jika Belum Siap Menggunakan ART

Jika dengan berbagai pertimbangan, ibu bekerja ternyata belum siap menggunakan ART, maka ada beberapa alternatif yang bisa dipertimbangkan, seperti:

1. Membagi Tugas Rumah dengan Pasangan

Agar pekerjaan rumah tangga tidak terasa terlalu berat, ibu bekerja perlu sekali untuk membagi tugas rumah dengan pasangan dan bahkan dengan anak-anak jika usia mereka sudah cukup. Setiap anggota di rumah diberikan tanggung jawab sesuai dengan kemampuan mereka. Jika ibu bertugas memasak, maka suami bertugas mencuci piring atau pekerjaan lainnya. Jika ibu tak sempat mencuci, maka suami bisa menggantikannya. Dengan demikian beban mengurus rumah tak selalu dibebankan pada ibu. 

2. Menggunakan Jasa Laundry atau Catering Keluarg

Salah satu pekerjaan rumah yang mungkin cukup menyita waktu ibu bekerja adalah menyiapkan menu dan urusan laundry. Apalagi jika ibu bekerja bukan tipe ibu yang suka memasak atau membuat food preparation. 

Sementara untuk urusan laundry, bahkan saya saja kadang cucian baru dilipat setelah beberapa hari dan menyetrika baju untuk bekerja saja. Jika kondisinya seperti ini, maka menggunakan jasa laundry atau catering bisa menjadi pilihan untuk mengurangi beban pekerjaan rumah tangga.

3. Menurunkan Standar Kerapian Rumah

Ibu bekerja kadang tak memiliki banyak waktu untuk membersihkan rumah. Meski mungkin ada yang masih bisa menyempatkan waktu merapikan rumah di malam atau dini hari, pastinya diperlukan energi lebih untuk bisa melakukan hal tersebut. Karena itulah jika ibu tidak memiliki ART, sebaiknya menurunkan standar kerapian rumah agar tidak terlalu tertekan dengan kondisi rumah yang tidak selalu rapi setiap hari.

4. Menggunakan Jasa Bersih-Bersih Mingguan

Alternatif lain jika ibu belum bisa menggunakan ART adalah dengan menggunakan jasa bersih-bersih mingguan yang sekarang sudah banyak kita temui baik lewat aplikasi maupun secara pribadi. Dengan menggunakan jasa bersih-bersih mingguan ini, ibu bisa tetap menjaga rumah tetap bersih namun biaya yang dikeluarkan tak sebesar jika menggunakan ART. 

Penutup

Keputusan menggunakan atau tidak menggunakan ART sangat bergantung pada kondisi masing-masing keluarga. Jika memiliki dana berlebih, tentunya keberadaan ART akan sangat membantu ibu bekerja dalam kesehariannya. Namun semuanya juga perlu dibicarakan dengan baik dengan pasangan sehingga bisa mendapatkan solusi terbaik. 

Jika kamu juga sedang berjuang membagi waktu antara pekerjaan, keluarga, dan diri sendiri, kamu bisa membaca artikel tentang manajemen waktu ibu bekerja agar tetap waras dan produktif sebagai referensi tambahan.

Pada akhirnya, keputusan menggunakan atau tidak menggunakan asisten rumah tangga bukan tentang benar atau salah, melainkan tentang memilih jalan yang paling memungkinkan untuk dijalani dengan tenang dan penuh kesadaran.


Baca Juga

Posting Komentar

0 Komentar