USB OTG Sandisk


Siang itu, saya mengunjungi salah satu toko hape ternama di kota saya. Maksud kedatangan saya hari itu adalah untuk survey handphone. Handphone lama saya sudah mulai tak nyaman lagi dipakai. Baterainya drop dan layarnya sudah tak presisi. Bagi saya yang lumayan sering melakukan aktivitas lewat hape, ini sangatlah mengganggu produktivitas saya. Akhirnya mau tak mau saya putuskan membeli handphone baru.

Begitu memasuki toko saya langsung berjalan menuju area handphone. Seperti biasa, toko tersebut selalu ramai dengan pengunjung. Dengan sigap para sales menawarkan produk yang mereka pegang dan menjelaskan kelebihan produk mereka. Saya baca dengan seksama spesifikasi dari handphone yang mereka tawarkan. Mulai resolusi kamera, kapasitas memori bawaan handphone hingga pastinya harga yang ditawarkan.

Sebagai seorang pengguna ponsel aktif, kapasitas memori menjadi salah satu pertimbangan saya dalam memilih handphone yang ingin digunakan. Dengan memori yang besar saya bisa menginstal banyak aplikasi, menyimpan berbagai film yang dan tentunya mengambil foto dan video sepuasnya. Akhirnya saya pun dengan membeli sebuah hape dengan memori internal 32 GB. 

Sayangnya sebuah kejadian tak terduga membuat handphone yang baru saya beli itu rusak. Mati total. Padahal umurnya belum ada setahun kala itu. Yang bikin nyesek, masih banyak foto-foto dan video yang ada di handphone tersebut belum sempat saya back up baik itu ke komputer maupun media penyimpanan online. Huhu. Jujur ini bukan pertama kalinya saya kehilangan foto-foto di handphone. Saat masih menggunakan handphone lama, koleksi foto-foto saya juga pernah raib tanpa sebab.

Suami akhirnya berbaik hati memberikan handphone miliknya untuk saya gunakan. Handphone miliknya ini memiliki kapasitas memori yang lebih besar yakni 64 GB. Wah, pastinya saya senang dong dapat handphone baru dengan kapasitas penyimpanan yang besar. Tapi ternyata meski sudah 2 kali lebih besar tetap saja kapasitas itu terasa tak cukup. Buktinya sekarang memori 64 GB itu semakin hari semakin berkurang karena banyaknya foto dan video yang saya ambil serta aplikasi yang terus di-update. Hmm, kayaknya saya memang harus mulai rajin memback up foto-foto yang ada di handphone.



Pentingnya back up data pada smartphone

Bicara soal back up data di smartphone, kayaknya bukan cuma saya yang agak abai dalam melakukannya. Sebuah studi dilakukan oleh Western Digital yang melibatkan 1120 responden dari 6 kota besar di Indonesia yakni Jakarta, Bandung, Surabaya, Medan dan Makassar terkait manajemen data di Indonesia. Dalam survey yang berjudul Indonesian Consumer Mobile Habit and Data Management Survey ini menyebutkan 67% orang Indonesia pernah kehilangan data di smartphone mereka, yang berujung pada perasaaan kesal. Lebih dari 80% responden survey telah menyadari pentingnya melakukan back-up data. Namun, hanya sepertiga dari mereka yang melakukan back-up secara teratur selama sebulan sekali.




Indonesia sendiri merupakan negara dengan jumlah pengguna smartphone terbanyak keenam di dunia. Ini bisa dilihat dari tingkat penetrasi smartphone di Indonesia pada September 2018 yang  telah mencapai 27,4%. Angka ini setara dengan kira-kira 73 juta pengguna smartphone di Indonesia. Balik lagi ke hasil survey yang dilakukan Western Digital, berikut beberapa penemuan menarik yang bisa disampaikan: 
  • Sebanyak 97% responden mengandalkan smartphone sebagai gawai utama dalam keseharian mereka. Responden yang lebih muda cenderung lebih banyak menggunakan smartphone mereka untuk lebih banyak fungsi, mulai dari gaming, navigasi, video streaming, atau berbelanja online. Menariknya, survey ini juga menunjukkan bahwa smartphone sudah menjadi pengganti ‘kamera’
  • Lebih dari 90% responden yang memiliki smartphone mengatakan bahwa mereka lebih sering menggunakan smartphone untuk mengambil gambar daripada untuk menelepon (87%) atau chatting (72%). Akibatnya, data yang ada pada smartphone hampir seluruhnya terdiri dari foto (98%) dan video (79%).
  • Umumnya, masyarakat Indonesia menggunakan smartphone dengan memori internal 16-32 GB (56% responden). Nah, karena banyaknya foto dan video yang tersimpan, memori ini akhirnya tetap tidak cukup menyimpan semua foto tersebut. Survei membuktikan bahwa lebih dari setengah responden mengatakan bahwa mereka hanya memiliki sisa memori 1-3 GB di smartphone mereka. Kapasitas terbatas ini menyebabkan para responden terpaksa menghapus data untuk mengosongkan kapasitas penyimpanan — dan hampir semua responden yang mengalami masalah ini mengaku merasa kesal saat ponsel mereka kehabisan kapasitas memori.
Bagi saya sendiri, setidaknya ada 2 hal yang kerap menjadi penghalang dalam melakukan back up foto dan video di handphone. Pertama prosesnya yang ribet. Setiap kali akan memindah data, saya harus terhubung ke komputer atau laptop terlebih dahulu dengan menggunakan kabel data. Kadang kabel data ini juga tak bisa melakukan pemindahan data dengan cepat membuat saya semakin malas melakukan back up data. 

Alasan kedua adalah karena dalam praktiknya ada banyak pekerjaan terkait foto dan video tersebut yang dilakukan menggunakan handphone, mulai dari pengeditan hingga proses upload ke media sosial semua dilakukan di hape.Jadinya tak heran dong kalau pengguna handphone memiliki kebiasaan menyimpan semua foto di memori handphone (bahkan foto gagal juga kadang tetap disimpan karena #DibuangSayang). Heu.

Back Up Foto semakin mudah dengan USB OTG Sandisk

Bicara soal ribetnya mem-back up data dari handphone, tentunya sekarang saya tak perlu khawatir lagi. Werstern Digital sebagai salah satu perusahaan yang bergerak di bidang media penyimpanan kini sudah mengeluarkan produk yang bisa mempermudah proses pemindahan data ini, yakni USB OTG Sandisk. Sandisk sendiri tentunya bukan nama yang asing dong di telinga kita semua? Brand yang satu ini sudah sangat dikenal dengan berbagai produk penyimpan datanya mulai dari flashdisk hingga memory card.

USB OTG Sandisk sendiri terbagi menjadi beberapa jenis, yakni USB OTG Sandisk Dual Drive untuk handphone berbasis android dan iXpand Flash Drive untuk iPhone. USB OTG dari Sandisk ini memiliki kapasitas mulai dari 16 GB, 32 GB, 64 GB, 128 GB dan 256 GB (untuk iXpand Flash Drive) dengan kecepatan 150 MB/s. Untuk versi androidnya, terdapat 2 tipe yakni Drive USG Ganda tipe C untuk handphone dengan perangkat USB tipe C dan Drive Ganda Ultra m3.0 untuk handphone dengan micro USB.


Lalu apa saja yang bisa kita lakukan dengan USB OTG Sandisk ini?

Back up data kapan saja dan di mana saja

Dengan adanya USB OTG Sandisk urusan back up data pastinya menjadi lebih mudah dan tidak ribet lagi. Tinggal colok USB sesuai dengan tipe hape kita dan pindahkan foto dan video ke dalam USB tanpa perlu cari laptop atau komputer lagi. Nggak perlu lagi deh hapus foto karena memori tidak mencukupi.

Back up data otomatis dengan aplikasi mobile Sandisk Memory Zone

Tak hanya bisa mem-back up data dengan mudah, USB OTG Sandisk juga bisa mem-backup data secara otomatis setiap kali USB dihubungkan ke handphone dengan menginstal aplikasi mobile Sandisk Memory Zone.

Back up data media sosial

Selain menyimpan dan melindungi data di smartphone, aplikasi SanDisk Memory Zone dan iXpand Drive App juga dapat menyimpan dan mem-back up berbagai konten dari media sosial, seperti foto dan video, ke USB OTG SanDisk Dual Drive atau iXpand Flash Drive. Dengan begini, pastinya kita tidak perlu takut kehilangan konten-konten penting dari akun media sosial, termasuk semua foto yang di-tag oleh orang-orang terdekat.


Dengan berbagai kelebihan yang dimilikinya ini, pastinya USB OTG Sandisk ini menjadi salah satu barang penting untuk melengkapi gawai kita.

#SanDiskAPAC.
Baca Juga