Ngopi Cantik Beautiesquad : Mengenal Profesi Lip Swatcher


Sebagai seorang wanita yang suka dandan, pastinya tidak bisa jauh-jauh dari yang namanya lipstik. Setiap bulannya pasti ada saja lipstik yang menarik hati. Entah itu karena melihat iklan atau saat jalan-jalan ke toko kosmetik. Biasanya nih, saat akan membeli sebuah lipstik, pastinya kita mengecek warnanya dulu dong. Entah itu dari tester yang ada di toko atau melihat hasil swatch dan review dari para beauty blogger.

Ngomong-ngomong soal lip swatch ini, belakangan saya baru tahu kalau urusan nge-swatch lipstik di bibir bisa menjadi sebuah profesi. Adalah Rissa pemilik akun www.lippielust.com yang sudah menjalani profesi ini selama beberapa tahun terakhir. Kalau kamu sering belanja di marketplace, pasti sudah sering melihat bibirnya menampilkan warna lipstik dari berbagai brand mulai dari lokal sampai internasional.

Nah, untuk episode Ngopi Cantik bareng Beautiesquad kemarin Rissa membagikan pengalamannya sebagai seorang lip swatcher profesional. Berbeda dengan Ngopi Cantik sebelumnya, kali ini, Ngopi Cantik dibuat seperti diskusi dengan suasana yang lebih hangat dan dekat dengan topik pembahasan "Lip Swatching 101 with @Lippielust, Learn How to Swatch Lipstick Like a Pro."


Baca juga : Ngopi Cantik Beautiesquad #8 bersama Ni Putu Chandra : How to Grow Instagram

Awal mula menjadi lip swatcher

 


Rissa mulai serius menjalani profesi sebagai lip swatcher sejak tahun 2014. Saat itu Rissa masih bekerja sebagai freelance graphic designer. Alasannya menjadi lip swatcher sendiri karena saat itu sulit sekali mencari swatches lipstik untuk kulit Asia, khususnya Indonesia. Biasa beli lipstik, liatnya di kulit bule oke eh pas dipakai di bibir kita ternyata zonk banget. Dari situlah Rissa mulai senang swatching lipstik. Awalnya kegiatan dilakukan sembunyi-sembunyi karena merasa malu dan adanya bullying dari lingkungan sekitarnya.

Dulu, Rissa pernah di-bully karena katanya bibirnya kaya piyo-piyo. Untungnya, Rissa mendapat support dari suami (saat itu masih pacar). Selain itu, swatching lipstick itu terasa relaxing dan ternyata banyak yang merasa swatches-nya bermanfaat. Lucnya, ternyata followers Rissa kebanyakan justru dari luar negeri, terutama US dan Amerika Selatan karena mereka bisa relate betapa swatches saat itu sangat exclusive (banyaknya yang berkulit putih aja).

Proses pengerjaan lip swatches

 



Dalam proses pengerjaan lip swatches sendiri, mulai dari proses foto dan editing, kalau ditotal bisa 3 hari atau lebih. Sedangkan jika ditambah scheduling dan blog, maka prosesnya bisa memakan waktu seminggu. Berikut urutan prosesnya:

Senin

Fotografer melakukan produk foto produk dulu. Tujuan dari foto produk ini selain agar tube-nya tidak kotor juga karena biasanya lipstik biasa (lipstik klasik) akan rusak bentuknya kalau di-swatch duluan baru kemudian difoto. Karena itulah, tim Lippielust selalu mendahulukan foto produk daripada foto swatches.

Selasa 

Melakukan foto arm swatches. Biasanya, kalau tidak terlalu banyak, tim membuat styled arm swatches (yang digambar), dan juga pastinya classic swatches. Ini juga bisa 1-3 brand, tergantung banyaknya warna.

Rabu 

Membuat foto lip swatches, 1 produk yang terdiri dari 5 warna. Dipilih 5 warna karena masih aman, tidak terlalu banyak tapi tidak sedikit juga. Jadi di hari Rabu itu, Mbak Anggi (manajer Lippielust) membuat jadwal Rissa untuk difoto. Dalam 1 hari itu bisa 1-3 brand yang difoto, tergantung banyaknya warna.

Kamis

Proses menulis di blog. Biasanya tim Lippielust mengerjakan content ini minimal 1 minggu sebelum tayang. Untuk itu, biasanya hari Kamis dan Jumat Rissa tidak ke kantor agar bisa fokus mengedit foto dan menulis di blog.

Baca juga : Ingin Mempunyai Brand Skincare Sendiri? Yuk Hubungi Jasa Pembuatan Skincare

Mengatasi rasa bosan dalam menjalani profesi

Namanya pekerjaan pastinya pasti akan menghadapi yang namanya rasa bosan. Rissa sendiri dalam menghadapi rasa bosan ini biasanya mengatasinya dengan tidak melakukan hal terkait pekerjaan dan melakukan kegiatan lain. Bisa itu main game, jalan-jalan, beres-beres rumah atau bahkan tidur seharian. Selain itu, Konten di Lippielust itu 90% non-sponsored IG posts, jadi tidak ada pengaruhnya juga kalau tidak swatch/post apapun di IG.

Kata Rissa lagi, burnout itu berbahaya, jadi kalau sudah merasa capek secara mental, ya istirahat. Tidak perlu dipaksakan. Rissa sendiri pernah menghilang dari IG sampe 3 bulan. Tahun 2019 sendiri, juga sempat menghilang selama 2 bulan, dan tahun lalu sebelum berhijab sekitar 3 bulanan menghilang. Intinya, kalau Rissa sudah merasa jenuh, dia akan stop melakukan apapun. Ide itu datangnya dari pikiran yang fresh, kalau pikiran kita sendiri sudah capek, mental kita lagi nggak bener, dipaksakan juga percuma, begitu kata Rissa. 

Tantangan membuat lip swatch

Setidaknya ada 3 tantangan yang dihadapi Rissa dalam menjalani profesi lip swatcher. Saat awal memulai profesi ini, tantangan terbesar bagi Rissa adalah bagaimana mendapatkan cahaya matahari yang benar-benar bagus. Karena saat itu Rissa belum memiliki ring light dan kamera serta hanya bermodal PC dan kemampuan Photoshop yang memang merupakan basic pekerjaannya.

Tantangan kedua adalah kondisi bibir. Sebelum melakukan lip swatching, bibir kita harus benar-benar siap. Tidak boleh pecah-pecah. Kalau bibir pecah-pecah, maka proses pemotretan akan ditunda.

Sedangkan tantangan ketiga adalah ketika mendapat produk yang sulit untuk dihapus. Produk seperti lipstain biasanya sangat sulit dihapus. Contohnya saat Rissa melakukan foto untuk katalog Make Over Lip Stain yang sangat melelahkan karena warnanya benar-benar nempel di bibir dan tangan.

Peralatan yang harus dimiliki kalau ingin melakukan lipstick swatching



Hal pertama yang harus dimiliki sebelum melakukan lipstick swatching pastinya adalah keberanian. Tidak jarang orang ingin mencoba lip swatching ini namun takut dibully/digudge. Nah untuk urusan peralatan sendiri, beberapa hal yang perlu diperhatikan saat melakukan lip swacthing antara lain: 
  • Selalu gunakan tripod dan timer (kalau ada), belajar pose dari awal, supaya nantinya terbiasa dengan posenya.
  • Persiapkan make up tools seperti lipstick remover, sponge (untuk memperbaiki foundation yang rusak setelah menghapus lipstik) harus ada di jangkauan duduk kalian.
  • Usahakan saat melakukan lip swatching dalam posisi duduk, karena biasanya proses ini memakan waktu lama.
Menurut Rissa sendiri, tidak ada tools spesifik untuk swatching karena sebenernya gampang. Namun, setelah swatching, ada proses editing. Ini mungkin bagian complexnya, sebab ada yang menganggap pengeditan foto itu haram hukumnya. Padahal dalam dunia fotografi ada pekerjaan Photo Retoucher yang tugasnya adalah meng-enchance foto.

Photoshop sendiri adalah software professional untuk photo editing/digital imaging, isinya bukan cuma untuk mengubah-ubah bentuk badan atau ngebeningin muka aja biar keliatan lebih flawless dan tirus. Photoshop itu bener-bener powerful, meski fotonya cuma dari hape tapi editingnya di photoshop, bisa dapet foto layaknya professional shots. Jadi, bisa dibilang  program Photoshop juga merupakan salah satu tools yang wajib dimiliki.

Adapun tools yang biasa dipakai di photoshop antara lain: Spot Healing Brush tool (biasanya untuk menghilangkan zits / jerawat), Clone Stamp Tool, Mixer Brush Tool, High Pass / Sharpen, Eyedropper Tool, dan Liquify. Untuk kalau color correct, mainnya di  Adjustment, yang paling sering dipakai: Brightness / Contrast, Color Balance, Hue / Saturation, dan Levels.

Baca juga : Lipstik-lipstik Favorit

Bagian-bagian “krusial” yg perlu diperhatikan saat editing foto


Hal pertama yang perlu diperhatikan saat mengedit foto adalah jangan ambil foto sekali warnanya diubah-ubah setelahnya mengikuti warna shades-nya. Sebanyak apapun lipstiknya, harus dijalanin (swatch satu persatu). Selain itu, tidak masalah jika kita ingin melakukan pengeditan terkait kecerahan foto, mengoreksi warna lipstik, mengecilkan pori-pori, asal tidak berlebihan. 

Masalah color correcting ini, kata Rissa entah kenapa di beauty comuunity dianggap sebagai pembohongan. Padahal apa yang ingin kita tangkap di kamera, belum tentu bisa dihasilkan oleh kamera itu sendiri. Mau sebagus apapun lightingnya. Rissa mencontohkan beberapa waktu lalu Michelle Phan (owner EM Cosmetics), memasang IG Story tentang dia yang sedang melakukan Color Correct swatches liquid lipsticknya. Itu wajar banget dan sudah biasa juga untuk dilakukan. Intinya jangan overdo alias berlebihan.


Mengatasi bibir yang tidak simetris dan warna lipstik yang tidak sesuai dengan tone kulit

Ada kalanya kita mendapati bibir kita tidak simetris. Rissa sendiri dulunya juga bibirnya asimetris, sehingga kalau pakai lipstik selalu dibuat keluar garis. Caranya adalah dengan menggunakan lip liner dengan warna senada dengan lipstiknya. Kalau misal terlalu repot, bisa pakai photoshop, namun resikonya kita harus terbiasa untuk terus menyeimbangkan bentuk bibir dengan photoshop ini. Saran Rissa, lebih pede aja sama bibir yang kita punya. Mungkin disitulah ciri khas kita nantinya.

Selain bibir yang tidak simetris, tone warna kulit kita juga ternyata mempengaruhi hasil akhir lipstik yang di-swatch. Misalnya yang punya kulit warm undertone setiap kalu swatch lipstik yang cool undertone warnanya berasa jomplang antara warna lipstik dan kulit.

Menurut Rissa sendiri hal ini tidak bisa dipaksakan. Tujuan swatching adalah membantu orang lain yang kulitnya sama dengan kita, jadi kalau hasilnya ternyata cool banget di kulit, ya memang sudah seharusnya seperti itu. Sekedar sharing, saat Rissa sedang membuat katalog (misal: W****H), mereka tidak minta warnanya harus sesuai dengan yang mereka inginkan, dan belum tentu juga warnanya sama di kulit semua orang. Jadi kalau misal lihat swatches Rissa yang warnanya seperti itu, ya berarti memang seperti itu di kulitnya.

Nah, kalau maksudnya color correcting, itu kalau misalnya lighting-nya ternyata terlalu terang, atau terlalu gelap, atau misal pas di-swatch warnanya kurang vibrant, atau kurang muted. Ketika photo retouching, biasanya Rissa bawa sekalian sama lipstik-lipstiknya, lalu dipakai lagi di bibir atau di-swatch lagi di tangan untuk melihat warna seharusnya seperti apa di kulit. Dan sebisa mungkin, kalau mau pakai teknik ini (swatch ulang di bibir dan tangan), retouch foto swatchnya jangan di tempat gelap, malah lebih baik kalau pas siang hari.

Sebetulnya, tidak semua warna bisa cocok lipstick di bibir Rissa. Bedanya kalau sekarang, brand-brand lokal warnanya emang bagus-bagus. Beda sekali dengan sama jaman dulu yang kebanyakan menyesuaikan jenis kulit caucasian (bule).

Cara membuat bibir terlihat khas

Lip swatches Rissa kan selama ini yang terlihat "hanya" bibirnya aja. Tidak kelihatan wajah, tapi sekali kita lihat bibir langsung tahu "oh ini lippielust". Kata Rissa, dia tidak memiliki trik khusus agar bibirnya terlihat khas. Ini terjadi mungkin karena sudah sering seliweran di dunia digital apalagi permakeupan, mungkin orang-orang jadi hapal itu bibir Rissa.

Prosesnya untuk bisa dikenal seperti sekarang tidak sebentar. Klien pertama Rissa saat itu adalah Wardah, sekitar tahun 2014-2016. Dari sekian banyak lipstik Wardah saat itu (sekitar 70 buah) langsung dibuat katalog printednya, disebar seluruh Indonesia. Dari situ banyak olshop-olshop yang scan katalognya dan beredar di online shop-online shop tanpa tahu sosok di balik foto tersebut. Malah kata Rissa beberapa hari lalu ada yg DM, "Oh ini toh yg bibirnya suka ada di olshop-olshop".


Bagaimana jika lipstik yang di-swatch tidak pigmented dan proses swatch lipstik yang sulit dihapus

Untuk mengatasi hal ini, maka dilakukan layer 2x atau lebih lipstiknya, tapi tunggu layer pertama kering dulu. Harus benar-benar kering. Kalau cuma setengah kering, nanti makin keliatan patchy-nya.
Kalau ini tidak menbantu sama sekali, ya review seadanya. Kalau warna spesifik (misal: orange) patchy, karena pengaruh pigment warna yang bercampur putih seperti itu memang biasa patchy. Warna-warna seperti bright, white-based colors itu udah biasa kalo patchy.

Nah, untuk produk lipstik yang susah dihapus sendiri, Rissa menyarankan untuk menyiapkan waktu seharian penuh untuk foto swacth. Biasanya dalam proses foto swatch, fotografer berperan penting dalam menentukan apakah warnanya bagus, apakah ada yang bolong di tengah, ada bekas tisu, dll. Take foto pun tidak dilakukan sekali dua kali, melainkan bisa sampai 10 kali sampai hasilnya oke. Jadi dengan waktu seharian, kita bisa menjalani proses lip swatching dengan santai dan tidak terburu-buru. 

Itulah dia beberapa poin yang bisa saya bagikan saat mengikuti sesi Ngopi Cantik Beautiesquad beberapa waktu lalu. Semoga bermanfaat buat teman-teman semua.



Post a Comment

28 Comments

  1. Sekarang rasanya pekerjaan beauty freelancer makin banyak ya. Hanya nge swatch aja bisa jadi pekerjaan, ya memang itu berguna juga sih memang.. Bagus sih, teknologi ngurangin pengangguran hehe

    ReplyDelete
  2. waah keren yaaa. aku baru tau ada profesi lip swatcher ini kak. dunia digital akhirnya membuka banyak peluang pekerjaan baru.

    ReplyDelete
  3. Selalu sih Risa yang ada di otak kalo masalah satu ini, udah yg terbaik sih dia di Indonesia. Semuanya cakep gila.

    ReplyDelete
  4. Lahir lagi profesi baru yang sama sekali nggak terpikirkan. Dunia kreatif memungkinkan buat menjajal hal baru.

    ReplyDelete
  5. Rissa ini emg keren bangett, kdg mikirnya pasti capekk bgt swatch lipstickk sgitu banyak, tp hasilnya bs sebagus itu ... Saluuttt dehh .. Smoga kerja keras tdk mnghianati hasil hehe

    ReplyDelete
  6. Kalau gak singgah di blog ini mngkin q gk akan pernah tau klu ad profesi lip swatcer �� aq pikir cuma gaya gayaan aja foto bubur, wadaw ternyata butuh profesionalitas yah, keren deh,

    ReplyDelete
  7. Wah ternyata susah juga jadi lip swatcer. Huhu cape banget pasti ya tiap hari ada aja yang harus dikerjain. Apalagi kalau lipstiknya susah dihapus. Makan waktu lebih lama lagi untuk proses ambil gambarnya. Aku tak sanggup. Huhu

    ReplyDelete
  8. Aku baca ini pelan-pelan sekali. Seru sekali baca profesi yang baru aku kenal, lip swatcher. Tyt profesi ini pun bila diseriusi peluangnya besar juga ya digandeng brand2 ternama.

    ReplyDelete
  9. ngomong-ngomong soal 'menghilang', entah berapa lama aku udah menghilang dari nulis opini hihi.

    ReplyDelete
  10. Suka dengan hasil fotonya Rissa ini, bening dan rapi banget. Aku kemaren juga ikut ngopi cantik bareng Rissa ini, paling suka kalau ada yg sharing ilmu kaya gini ��

    ReplyDelete
  11. Ulala.. ini artikelnya menarik banget mbak. Semakin ke sini, semakin bermunculan profesi2 yang seperti ini ya. Menyenangkan sih menurutku. Tapi juga menuntut profesional ya (dari tulisan mbak yang aku baca). Fresh info banget buat aku.

    ReplyDelete
  12. Saya baru tahu adanya profesi freelancer ini. Tapi tentunya modal utama punya bibir yang cantik ya. kalau aku bakal gak bisa nih. xixixi.. Thans for sharing ya mbk, jadi dapat tambahan ilmu

    ReplyDelete
  13. wah mbak, saya baru tahu ada profesi namanya lip swatcher ini. Pasti bekal utamanya PD abis ya. Aku pribadi mungkin juga belum pede untuk jadi seperti mbak Rissa. Maklumlah, ga pandai pakai makeup

    ReplyDelete
  14. profesi lip swatcher ?? harus pede ini mah .... karena modal utamanya adalah bibir yang cantik

    ReplyDelete
  15. Aku baru tahu kalo ada pekerjaan seperti ini. Wah asli bagusnya auto ngurangin pengangguran buat yang suka make up dan jadi tambahan dapur buat Mom yang punya hobby make up juga.

    Aku malah baru belajar pake lipstik.

    ReplyDelete
  16. Aku tuh dari dulu salut banget sama Rissa. Dia tuh keliatan banget bener" passion dengan apa yang dia kerjain..lavvvv

    ReplyDelete
  17. Beneran baru dengar aku mengenai profesi ini. Sebagai pecinta lipstik, terbantu banget deh lip switcher ini

    ReplyDelete
  18. Baru tahu ada profesi Lip Swatcher ini..apakah ini sesuai passionnya Rissa etapi enak sih yaa bisa nyobain berbagai macam lipstck jadinyaa

    ReplyDelete
  19. Aku baru tahu ada profesi Lip Swatcher, semakin banyak ya profesi di bidang kecantikan

    ReplyDelete
  20. Wah ini pekerjaan yang menyenangkan sekaligus menantang ya mbak, apalagi setiap hari ada step-stepnya. Ternyata kondisi tone lisptik sama bibir juga sangat mempengaruhi.

    ReplyDelete
  21. Aku baru tahu ada profesi ini..

    Seru ya,, tapi ternyata juga ada tantangannya tersendiri ya

    ReplyDelete
  22. Mbaa, aku nggak menyangka banget kalau ada pekerjaan yang namanya lip swatcher. Aku kira ini ya poles lipstik biasa aja. Maafkan ya. Teryata memang butuh tantangan banget ini apalagi kalau susah dihapus ya

    ReplyDelete
  23. Wajib punya kayanya lipen berbagai macam warna ya. Biar senin sampai dengan minggu beda-beda warna lipen yang dipakai.

    ReplyDelete
  24. Ini ya lip swatcher itu menurutku keren loh, karena dia bisa bikin lipstick yang sedang dicobanya jadi cakep banget fotonya. Pengambilan dan konsepnya menurutku memang harus bagus.

    ReplyDelete
  25. wah aku selau kagum sama orang yang bisa seriusin passionnya. Nggak nyangka ada yang namanya lip swatcher, ternyata bisa bantu orang lain jg buat nentuin lip yang cocok

    ReplyDelete
  26. Wih aku baru tahu ternyata ada profesi Lip Swatcher yaa, aku perlu nih nanya pendapatnya soalnya masih suka bingung milih warna lipstik

    ReplyDelete
  27. Wah saya baru tahu istilah lip swatcher. Baru tahu juga ternyata ini sebuah profesi. Keren deh. Langsung kepoin IGnya Rissa

    ReplyDelete